Surat Howhaw #5: Dari A Sampai Z, Semua Akan Berakhir ~ Production Haws

Surat Howhaw #5: Dari A Sampai Z, Semua Akan Berakhir

Pontianak, 15 Juni 2014


Assalamu’alaikum jiwa yang sedang getir...
Balasan suratmu menyiratkan kalau kesedihan yang mengelilingimu kemarin sudah perlahan hilang dan lari kocar-kacir. Cinta timbal balik dengan ibu memang tak bisa digantikan insan lain yang cuma mencintai di balik tabir. Dengan keikhlasan, meski ibumu sudah pergi, percayalah, cintanya akan tetap mengalun melalui sapaan alam yang senantiasa menyampaikan salam hingga senyum akan melekat di bibir.

Ehmm, mengenai pasangan, aku memang pernah memiliki seseorang yang setiap pagi tak lupa membuatkanku kopi secangkir. Faihatun Syahma, begitu namanya terukir. Gadis manis, humoris, agamis, romantis bahkan mencintai Hawadis dengan komitmen yang terus terjaga dalam alir.

Hawadis, menikahlah dengan anakku, Faihatun Syahma,’ begitu kalimat ayahnya saat memintaku jadi menantu, padahal aku termasuk orang yang fakir. Ingin sekali memang aku menikah, tapi kala itu aku masih tidak punya apa-apa, sedangkan ayahnya tersebut orang yang paling kuhormati karena kedermawanannya menolongku saat telantar jauh dari kota tempat lahir.

Jawabku, ‘Maaf Pak, bukannya saya menolak, tapi saya baru saja membangun usaha kecil yang mungkin hanya sanggup menghidupi diri sendiri, itu pun hanya kebutuhan lahir dengan makan sayur sekaligus berlaukkan kecipir.’

Kamu ini Haw, hahaha, masalah rizki Allah sudah mengatur, menikah juga membuka pintu rizki karena meningkatkan silaturahim dan bertemu orang-orang baru, sehingga meluaskan jaringanmu dengan sangat cepat seperti sihir. Lagian aku dan anakku juga bisa membantu mengembangkan usahamu meski aku orang yang tidak terlalu tajir.’

Memang, yang dikatakannya semua benar, ustad kita dulu juga sering mengatakan kemisteriusan rizki di balik pernikahan yang berkah karena ketaatan pada Allah, sehingga semua ketakutan akan kemelaratan terusir. Namun, sepertinya aku menolak bukan karena takut tetap fakir, mungkin karena dalam jiwa mudaku kala itu masih mendambakan gadis manis dan humoris, sedangkan aku tidak pernah bertemu dengan anaknya, ditambah lagi sikap ayahnya begitu berwibawa yang membuat aku berprasangka anaknya pun pastilah seorang yang kaku dan senyumnya susah mencair.

Oh, betapa terkejutnya saat aku bertemu dengan anaknya itu, sungguh manis dan memiliki senyum yang menyihir. Padahal itu pertemuan pertama, tapi aku bisa berbicara banyak seolah lama mengenalnya sejak lahir. ‘Question and answer’ terus berganti meskipun banyak pertanyaan tak penting, tapi pertemuan tak sengaja di toko buku itu membuat keinginanku menikahinya tumbuh membesar dan mendadak seperti petir.

Rasanya, semua ketakutanku sirna, atau mungkin karena kemanisan rupa, entahlah, yang jelas aku langsung melamarnya, tapi lamaranku tidak langsung diterima karena beberapa hari sebelumnya aku menolak dan membuat Faihatun Syahma, yang belum kukenal, sedih dengan air mata mengalir.

Saat itu mereka juga tidak menolak dan membuat persyaratan agar aku menjaga pendirian menikahi Faihatun dan mengantarkan surat ayahnya, yang tak boleh aku baca, kepada kepala suku di suatu daerah pedalaman Kapuas Hilir. Tiga hari itu aku bersungguh-sungguh melakukan perjalanan yang ternyata masih penuh lumpur dan harus menyeberangi sungai, meski harus berpanas terik, aku tidak ambil pikir.

Untuk menemui kepala suku, aku diharuskan memotong hewan sebagai korban dan meminum tuak barang secangkir, tapi aku tidak meminumnya karena hal itu diharamkan, namun aku sudah memotong hewan korban yang ketentuan mereka jika tidak diikuti meminum tuak, maka aku harus membayar denda dengan menikahi salah satu anak gadis kerabatnya di kota, aku terdiam dan hanya bisa menggigit bibir.

Veteran III nomor 20, rumah Faihatun, aku melangkah ke sana dengan wajah tertunduk karena gagal menjaga pendirian, bukan karena suratnya tak tersampaikan, tapi karena aku sudah menerima keputusan pernikahan dengan anak gadis kerabat kepala suku demi tanggung jawab dan menjaga keharmonisan, saat itu Faihatun dan ayahnya menyambutku dengan senyum, tapi jika tahu aku gagal, pastilah wajah mereka datar dan mencibir.

Wahai anakku, menikahlah dengan Faihatun,’ sesungguhnya kami sudah bekerja sama dengan kepala suku, kerabatku, untuk menggagalkanmu, karena kami ingin tahu apakah kamu lebih mementingkan menikahi Faihatun yang manis ini atau mementingkan tanggung jawab yang menjadi kewajiban yang harus dipenuhi, tentu kamu akan memilih menikahi Faihatun jika keinginanmu menikah bukan karena Allah melainkan karena kecantikan wajah yang membuat hati berdesir.’

X’ yang berarti gagal dan membuat murung, kini berubah menjadi senyum, karena kegagalanku memenuhi persyaratan, makanya aku berhasil menikah dengan Faihatun Syahma yang selalu menghias hariku dengan tawa yang melekat di bibir.

Ya, begitulah aku menemukan pasangan yang manis, agamis, humoris dan romantis, namun senyum yang tersungging di bibir tidak berlangsung lama, karena dia sudah mencapai kehidupan tahap akhir.

Ziarah dan doa lah yang bisa kulakukan untuk menemaninya sekarang, oh iya, ini aku lampirkan fotonya, biar cemburumu tumbuh dan menyalahkan cermin, hehehe, sekian suratku kali ini, balaslah dengan cerita tentangmu, karena aku juga ingin mendengar darimu langsung, bukan dari mereka yang nyinyir.


Pendambamu tanpa akhir







Yang merindukan hujanmu meneteskan syair



Lampiran:

hawadis howhaw
*Foto oleh Bang Bollak (hanya sebagai Ilustrasi)


NB: 


Previous
Next Post »

36 comments

Click here for comments
adin dilla
admin
22 June 2014 at 03:07 ×

Nah lho ini beneran si penulisnya apa bukan bang? kayak pernah dengar cerita soal itikaf di mesjid itu...

Reply
avatar
How Haw
admin
22 June 2014 at 04:10 ×

penulis apa? ada yang beneran nyata ngalamin? waduh.... ganti ah.. *mikir cari ide lain @@, *

Reply
avatar
Iqbal Fauzan
admin
22 June 2014 at 05:57 ×

Foto cewek ilustrasi-nya lumayan... *salah fokus*
Cerita bagian "X yang berarti gagal....." itu keren yak. Pas banget dapet X. Hahaha

Reply
avatar
How Haw
admin
22 June 2014 at 06:06 ×

iyah, cantik :-d

gue juga gak nyangka, bisa kebetulan begitu... @@,

Reply
avatar
22 June 2014 at 11:11 ×

Wihihihi komplit gak ada yang ketinggalan, pas sebelum baca ini gue mikir di huruf Q, X, Znya gimana eeeh ternyata bisa bisa :D

Reply
avatar
reny puji
admin
22 June 2014 at 11:28 ×

prookk proookk prookkk *standing applause* sumpah bacanya kayak di sihir. nggak terasa sudah sampai di akhir. :D

Reply
avatar
22 June 2014 at 11:41 ×

Ah tulisannya keren. Konsepnya matang. Dapat ceweknya juga yang pas. Keren bang hahaha

Reply
avatar
22 June 2014 at 12:59 ×

Wah, keren banget ini! Ceweknya juga keren, aduh keren semuanya deh :D

Reply
avatar
lilis rusmia
admin
22 June 2014 at 13:06 ×

akkk surat-suratnya selalu keren :')
ada satu kalimat yang gak pake akhiran ir, ya? bener gak, bang? :D

Reply
avatar
22 June 2014 at 14:35 ×

dari A samapi Z, semuanya memiliki arti. keren bang haw :D. btw, ikut salah fokus ahhh #lliatfotocewek

Reply
avatar
22 June 2014 at 22:10 ×

Wii.. lengkap semuanya nih mantep. mikir keras ngga kak haw buat nyari kata-kaya Q, X, V, Z-nya? hahaha

Reply
avatar
How Haw
admin
23 June 2014 at 00:07 ×

hahaha... malah fokus ke hurufnya... kritikannya tentang jalan ceritang juga dong :)

Reply
avatar
How Haw
admin
23 June 2014 at 00:08 ×

Artikel Hipnotis... tapi cuma berlaku buat yang mau baca... sama aja kayak artikel biasa jadinya... sini gue bantu tepuk tangan |o|

Reply
avatar
How Haw
admin
23 June 2014 at 00:09 ×

"..dapet ceweknya juga yang pas" itu maksudnya apah? @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
23 June 2014 at 00:10 ×

ceweknya keren? maksudnya yang di foto itu...? ;)
tapi sukur deh kalo suka....

Reply
avatar
How Haw
admin
23 June 2014 at 00:11 ×

iyah, ada yang kelewatan waktu edit tahap akhir setelah ceritanya diubah.... hehehe.. tapi udah dibenerin kok... terima kasih pemberitahuannya :-bd

Reply
avatar
How Haw
admin
23 June 2014 at 00:14 ×

bukan ari sih sebenarnya, itu gue maksain bikin lanjutan surat dengan konsep alfabet. tapi karena ngejar konsep dan alur cerita yang bisa dimengerti, jadi kalimatnya banyak yang panjang (banyak pake koma).

eh, jangan lama-lama liat fotonya... entar naksir @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
23 June 2014 at 00:16 ×

hahaha... untuk Q awalnya itu Qiyamul lail, tapi ada perubahan cerita jadi diganti Question. yang X itu gak mikir, waktu diketik tiba-tiba aja langsung dapet ide. yang V ini agak lama dapetnya, tapi karena pernah nemu nama jalan dari V, jadi gak masalah. Z sih emang sejak awal ceritanya akan ada yang meninggal, jadi Ziarah udah pasti masuk list... hehehe =D

Reply
avatar
23 June 2014 at 17:42 ×

astaga..
baru pertama kali baca surat berrantai "alfabet" gini, keren loh, Bang.

^_^

Reply
avatar
restu
admin
25 June 2014 at 00:39 ×

hm... miris bacenye. kasian benar gak si hawadis tu.=(

Reply
avatar
Elisa
admin
26 June 2014 at 10:29 ×

*banting-banting cermin*

Keren Haaaww.. Setelah alfabet, besoknya coba buat yang numerik yaa.. :D

*ikutan mikir*

Reply
avatar
inndah furi
admin
29 June 2014 at 10:11 ×

wah... masih keren bang..!! Musti belajar dari sini nih.. :)
Gak nyangka suratnya alfabet gitu..

Reply
avatar
How Haw
admin
30 June 2014 at 10:12 ×

Alfabet yang maksa tepatnya :D
tapi sebenarnya sih, isinya yang pengin ditonjolkan...
#fail

Reply
avatar
How Haw
admin
30 June 2014 at 10:13 ×

aok, traktir die lah Res... sebagai perayaan ulang tahun sekalian... |o|

Reply
avatar
How Haw
admin
1 July 2014 at 03:19 ×

Jangan alfabet deh mbak... udah ada yang pernah nyanyiin... Budi Doremi...

Suratnya (hawadis & silvia) ini mau gue tamatin :( sekitar 3 surat lagi...

Reply
avatar
How Haw
admin
1 July 2014 at 03:20 ×

Jangan liat alfabetnya, isinya itu yang penting, nyambung kagak ama surat kemaren... ^-^

Reply
avatar
Elisa
admin
2 July 2014 at 09:43 ×

Numerik, Haw... Alfabetnya kan sudah.. Tapi.. Mana ada Ikan Gurami bisa nyanyi? Ngaco kamu, ah.

Please.. Aku mau request. Suratnya jangan dibikin Sad Ending, dong. :(
Happy Ending biar pembacanya ikutan bahagia. |o|

Reply
avatar
Anonymous
admin
2 July 2014 at 14:55 ×

Ceweknya cakep lho itu *salah fokus*
Suratnya juga keren, gue suka sama isi ceritanya, trus itu ceweknya cakep bener *lagi2*

Reply
avatar
9 July 2014 at 22:37 ×

nyan haw..!!!, biseeee la.
kujungan perdana, salam kenal ye.

Reply
avatar
How Haw
admin
14 July 2014 at 00:18 ×

hoi hoi hoi.. jangan ditaksir... *padahal udah dipilih yg mukanya gak terlalu keliatan*

Reply
avatar
How Haw
admin
14 July 2014 at 00:18 ×

Budak Ponti kayaknye nih... aok, salam kenal juak... haha

Reply
avatar
How Haw
admin
14 July 2014 at 00:19 ×

Maksudnya itu *typo*
aku maunya juga happy ending, tapi tergantung takdir...
ini lagi mikirin gimana baiknya... *mikir*

Reply
avatar
How Haw
admin
26 February 2015 at 00:14 ×

saya "Haw" bukan "waw", kak. ^_^

Reply
avatar
Rina Eka
admin
2 December 2015 at 09:01 ×

protes ah, fotonya gak sesuai =D
katanya agamis tapi kok gak pakek hijab :D :D :D

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 April 2018 at 05:33 ×

Ahahaha.. iya iya maaf... |o|

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon