Wednesday, 18 June 2014

V-sika #4: Kenapa Haus Tidak Hilang Saat Minum Air Laut?

Assalamu’alaikum...

Dalam suasana liburan, banyak orang yang memilih liburan ke daerah pantai atau laut. Ada yang sekadar berfoto-foto, memancing, berenang, berjemur, bahkan memancing orang yang sedang berjemur. Tapi yang namanya liburan, tentu banyak melakukan gerakan, apalagi berlarian main kejar-kejaran di pantai.

Saat seperti itu, biasanya rasa haus mulai muncul, serta harus segera dihilangkan agar tidak merambah ke tahap dehidrasi. Kalo kita orang siaga, penggalang, penegak, kita sudah menyiapkan air minum dalam perbekalan. Apalagi jika kita termasuk orang yang mampu, kita bisa dengan gampang memesan air kelapa ama penjual. Masalahnya, jika kita termasuk orang yang perhitungan, tidak mampu dan kurang sigap. Secara insting masa bodo, kita akan berpikir ‘Untuk menghilangkan haus, kita harus minum air. Laut merupakan air dengan garam. Tubuh juga perlu garam. Berarti tinggal minum air laut.

hawadis howhaw
Minum Air Laut

Memang sih, tubuh kita 72% mengandung air, sehingga saat tubuh kekurangan air, otak akan secara otomatis memerintahkan untuk segera minum, menggantikan cairan tubuh yang hilang. Saat kita minum, air yang mengalir dalam kerongkongan memberikan respon terhadap otak bahwa rasa haus tersebut ‘sesaat’ terpuaskan, reaksinya pun sama terhadap semua jenis air yang diminum, termasuk air laut. Tapi, beberapa saat kemudian, barulah kita dihadapkan dengan kenyataan sebenarnya.

Tubuh kita perlu air. Tubuh kita juga perlu garam. Tapi meminum air laut untuk memenuhi keduanya, bukanlah pilihan yang baik. Tubuh memerlukan garam dalam batasan tertentu, dengan minum air laut, tubuh kita malah akan mengalami kelebihan garam. Agar metabolisme tubuh stabil, kelebihan garam tersebut harus dikeluarkan melalui proses buang air kecil (kencing).

hawadis howhaw
Komposisi Tubuh

Nah, agar bisa dialirkan ke saluran kencing, kelebihan garam tadi harus dilarutkan dengan air yang cukup. Tubuh kita akan menyedot air tersebut dari sel-sel dalam tubuh agar garam bisa larut. Akibatnya, tubuh malah kehilangan banyak air untuk membuang garam tersebut. Kesimpulannya, dengan meminum air laut, kita akan buang air kecil dalam jumlah yang banyak. Alih-alih bisa menghilangkan haus dan mencegah dehidrasi, air laut justru membuat kita semakin dehidrasi dan semakin haus.

*****

Sama dengan reaksi tubuh terhadap air laut yang kita minum, dalam memenuhi hasrat cinta kita terhadap seseorang, kita tidak boleh secara sembarangan membenarkan suatu tindakan. Misalnya saat kamu naksir dengan Riana, teman kecil kamu yang jauh di sana, tapi yang ada di dekat kamu sekarang malah Triana yang wajahnya mirip.

Meski awalnya, kamu merasa ‘sesaat’ bahagia, tapi kenyataannya akan timbul setelah keputusan memilih Triana. Karena kamu membutuhkan Riana, tapi memilih Triana yang mirip, tubuh kamu secara perlahan akan menolak kebersamaan tersebut. Tubuh kamu akan menyiratkan reaksi ‘kepalsuan’.

Sama juga dengan para penjaga mata yang berpegang teguh pada perintah agama. Mereka yang percaya bahwa hubungan cinta pada lawan jenis hanya dibolehkan dalam pernikahan. Jika mereka memutuskan mendahulukan pacaran demi memuaskan hubungan cintanya, ‘sesaat’ mereka akan merasakan kebahagiaan, tapi perasaan yang nyata akan timbul setelah pilihan tersebut.

"Ketidaktahuan kita terhadap jodoh, membuat kita untuk menjaga diri dan orang lain dari perbuatan tercela. ‘Bagaimana jika dia jodoh orang lain?’ berarti kita telah mengotori kemurniannya, dan memberikan ketidakmurnian diri kita pada jodoh kita. Seperti saat kita mau makan roti, bagaimana jadinya jika roti tersebut adalah sisa orang lain? Bekas dipegang oleh banyak orang, yang bahkan salah satu yang memegang meninggalkan noda tanah," khotbah ustad saya waktu pengajian.

Memang, air laut bisa diminum manusia dengan aman jika memanfaatkan teknologi, atau singkatnya melalui proses filterisasi. Ya, berhubungan dengan lawan jenis, terlebih dalam artian 'menyentuh', memang dianjurkan dan disahkan. Tapi melalui proses ijab-kabul terlebih dahulu.

Dalam memenuhi suatu kebutuhan, mencari pengganti atau solusi memang dianjurkan. Tapi jika solusi tersebut malah memberi banyak kerugian, sedangkan kebutuhan kita bisa tetap terpenuhi meski caci berdatangan, kenapa memilih menyakiti diri dan lingkungan dengan menentang ketentuan Tuhan?

hawadis Howhaw
"Ilmu tentang meminum air laut memang tidak bisa digunakan untuk membeli siomay, tapi dengan ilmu tersebut, kita bisa terhindar dari tindakan bodoh yang mematikan. Serta terhindar dari perbuatan yang merugikan badan serta terhindar dari murka Tuhan. Amin."

Salam V-sika
(baca: Peace-sika)




Sumber Referensi:


Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul V-sika #4: Kenapa Haus Tidak Hilang Saat Minum Air Laut? Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

39 comments:

  1. gue suka sama perumpamaan perumpaan yanh lo buat, membuat gue lebih gampang mencernanya.
    gue sendiri, sepelit pelitnya ngga bakal gue minum air laut -_- gaenak rasanya. apalagi kalo ada yang pipis disiu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gaenak? berarti pernah nyoba :p sama kayak gue dulu... =_=

      Delete
  2. Dapet khotbah pagi pagi
    Keren sekeleus *eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahlan...Usiikum wa nafsi bittakulloh.... #apaini :p

      Delete
  3. titip salam buat pak ustad, perumpamaannya sadis, tapi pas banget! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. *Tad... ada yang ngucapin salam tuh, dijawab gih!*

      Delete
  4. Minum air laut bisa bikin kencing batu gak sih, dok?
    *kepo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, kalo diminum ama kerikil-kerikilnya... :p

      kencing batu kan terjadi kalo ada infeksi pada ginjal, faktor keturunan, terlalu banyak asupan vit C dan D tanpa diikuti kecukupan vitamin yang lain.... kalo itu gak terjadi di tubuh, ya minum air laut cuma sebatas makin haus, rajin kencing, kurang cairan, dehidrasi, lalu mati. sebatas itu aja sih. * sebatas tapi serem*

      Delete
  5. Analogi dan perumpamaan yang keren!

    ReplyDelete
  6. Analoginya keren, awalnya bahas air laut endingnya bahas masalah jodoh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. awalnya itu memang ilmu yang saya ketahui dan mencoba disebarluaskan...

      yang kedua, itu bagian keanjritannya, menganalogikan dan memfilosofikan bagian pertama tadi... yah agar tidak bosan dan sebagai tambahan aja. karena biasanya kalo dapat ilmu begitu, temen saya dikelas sering memilih untuk tidur... :p

      Delete
  7. Oke! aku kalau mau belajar ginian kunjingi blog ka Haw aja ya :D keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo memang bermanfaat, silahkan... :D
      kalo ada bagian yang salah, mohon ditegur juga, biar gak menyesatkan... :p

      Delete
  8. Serem juga ya ternyata. :/
    Gue untung belum pernah nyoba minum air laut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba Di, bisa ngilangin diare loh.... :p

      Delete
  9. Mas tapi setiap gue berenang sering keminum air laut, gimana dong kan gak sengaja?:|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ga sengaja, jadi ga batal.

      :p

      Delete
    2. Iya, kagak batal... *dilempar sendal*

      Bukan tentang sengaja atau nggaknya sih ini, meskipun disengaja minum saat berenang, ya gak apa-apa... asal abis berenang minum air mineral/air putih... di sini gue cuma menjelaskan kenapa air laut gak bisa ngilangin haus... kalo mau meminumnya sih, ya terserah... :p

      Delete
  10. Eh serius gabisa? Hahahaha. Gue kdg kl main2 di laut atau renang gitu yakan, terus ga sengaja ketelan tp baik2 aja alhamdulillah. ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. *Kok malah jadi keliatan serem ya?* padahal kan seremnya itu kalo tubuh lagi haus, trus maksa minum iar laut dan tidak minum air putih lagi... biasanya sering terjadi pada orang yang kapalnya tenggelam dan terdampar di laut, saat itu, meskipun haus, sangat tidak dianjurkan minum air laut... kalo berenang berenang seperti biasa sih gak apa-apa....

      Delete
  11. Alhamdulillah.. ada postingan kayak begini, godaan pacaran luntur lagi.. :D
    sip bang Haw!! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa' sih? :p
      Sukur deh kalo ada yang bisa ngambil sisi baiknya...

      Delete
  12. Oh gitu, iya sih emang gw pernah dnger kalo tubuh butuh garam terbatas kalo gak salah 2 sendok garam aja perhari, kata Dedy Corbuzier, haha.. Memang air mineral doang minuman terbaik.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... minum air mineral udah pilihan yang tepat deh... tapi minum yang lain kayaknya juga nikmat sih *deng*

      Delete
  13. masalah gue sih sebenernya bener kaya lo bilang. PERHITUNGAN. gila aja sob, harga minuman didaerah wisata mendadak naik 2x lipat. alhasil lebih memilih bawa minum sendiri. tulisan ilmiah, religius dan keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti kamu sepemikiran dengan gue... di tempat wisata pantai yg pernah gue kunjungi, itu makanan ama minumannya bisa mencapai 3x lipat... misalnya nasi goreng harganya 10.000, di sana bisa jadi 30.000, gue bayar pake 10.000 yang udah gue lipet tiga kali, eh tetep ditagih lebih... yaudah esoknya gue bawa bekal dari rumah... terus gue jual 3x lipat ama orang lain :p

      Delete
  14. Wooo keren haw. Logis juga ya...
    Dan baru tau juga gue.. keren... Lanjutin segmen giniannya ye..

    ReplyDelete
    Replies
    1. namanya juga ilmu... ya harus logis... tapi bagian keduanya itu... rada anjrit sih... akan diusahain update kok... *demi menghilangkan prasangka 'ilmu hanya untuk beli siomay'*

      Delete
  15. Keren nih postingannya. Bikin gue jadi tau.
    Btw, gue pernah minum air laut pas gue waktu itu hampir tenggelem di pantai. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, itu serem, kelelep sambil minum air itu sungguh tidak baik dari segi agama, terutama saat puasa. tapi yang mesti diwaspadain, bukan minum airnya, tapi kelelepnya... :p

      Delete
  16. duh.. jadi pengen nyoba air laut. dicampur sirup kayaknya enak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus untok dicoba sebagai hidangan buka puasa :-d

      Delete
  17. Kalau ngeredain haus cuman sementara, pasti perut bakal penuh air gara-gara banyakan minum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, abis itu sering kencing deh... @@,

      Delete
  18. tapi keren sih ya kalau air laut bisa diolah jadi air murni. bisa cukup deh air bersih di negara ini.
    dari air laut, jadi bahas jodoh. lo keren haw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi sebelum menuju itu, ada baiknya kita merawat air tawar yang maish bisa dimanfaatkan seperti sungai dan danau.... |o|

      *coba yang ngomong begitu cewek, gue ajak jadian :p *

      Delete
  19. Ijin share yah tad :) ulasannya ringan n ngena banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan... tapi saya bukan ustad. *verifikasi sebelum diprotes ummat*

      Delete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~