V-sika #13: Penyebab Tidur Di Kasur Lebih Nyaman Dibandingkan Tidur Di Lantai ~ Production Haws

V-sika #13: Penyebab Tidur Di Kasur Lebih Nyaman Dibandingkan Tidur Di Lantai

Assalamu’alaikum...

Selama manjalani keseharian, pasti kita pernah dihadapkan pada suatu keadaan di mana kita tidak bisa tidur di kasur. Atau malah tidak pernah sama sekali tidur di kasur. Hingga akhirnya kita harus tidur di lantai.

Tubuh kita akan merasakan sakit saat tiduran di lantai. Berbeda dengan ketika tiduran di kasur. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena kasur lebih empuk. Iya. tapi, kenapa tempat empuk lebih terasa nyaman dibanding tempat yang keras?

Teori Fisika yang berlaku pada kasus tersebut adalah konsep tekanan. Iya, tekanan. Itu loh, yang rumusnya P=F/A. Yang sering jadi bahan update status medsos “...kalo hidupmu banyak tekanan, berarti kamu kebanyakan gaya”.

Nah, yang berperan dalam kenyamanan tiduran di kasur kali ini adalah A (luas permukaan yang menopang berat badan). Berdasarkan rumus tadi, diketahui bahwa tekanan (P) berbanding terbalik dengan luas permukaan (A). Sehingga, semakin besar luas permukaan, tekanannya akan semakin kecil. Sebaliknya, semakin kecil luas permukaan, tekanannya akan semakin besar.

Saat kita tiduran di tempat yang keras seperti lantai, hanya bagian tertentu saja dari tubuh yang bersentuhan dengan lantai. Misal kalo tidur telentang, titik yang bertumpu hanya bagian bokong dan punggung (pinggung dan lekukan tubuh lainnya tidak). Akibatnya, luas permukaan (A) yang menopang tubuh menjadi kecil. Sehingga, tekanan (P) yang dirasakan menjadi besar. Hasilnya, tubuh kita akan terasa sakit.

howhaw
Tidur di alas empuk yang menyesuaikan
bentuk tubuh lebih nyaman
Sedangkan kalo kita tiduran di kasur, permukaan kasur yang empuk akan menyesuaikan dengan bentuk tubuh kita. Akibatnya, luas permukaan (A) yang menopang tubuh menjadi besar. Sehingga, tekanan (P) yang kita rasakan pun menjadi kecil dan tubuh kita merasa nyaman.

*****
Lalu, kenapa ya ada orang yang tetap setia dengan pasangannya, padahal pasangannya itu kebanyakan gaya?

Berdasarkan persamaan yang sama, P=F/A, hal tersebut bisa dijelaskan. Memang tekanan berbanding lurus dengan gaya, yang jika kebanyakan gaya akan menyebabkan tekanan yang besar. Tapi yang perlu diperhatikan, ada peran luas di situ.

Luas berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan tekanan. Sehingga, dengan luas yang sangat besar, tekanan yang dirasa akan menjadi kecil.

Jika gaya adalah tingkah, dan tekanan adalah depresi, maka luas adalah hati. Orang yang hatinya luas (tulus dan sabar) tak akan merasakan dirinya tertekan meskipun pasangannya kebanyakan gaya. Karena hatinya luas, tekanannya menjadi kecil, sehingga membuat dirinya dan pasangannya tetap merasa nyaman. Jika sudah merasa nyaman dan tekanannya menjadi kecil, berarti gayanya mengecil (gak banyak gaya lagi = sadar).

Jadi, tak perlu heran kalo ada orang yang tetap bahagia meski memiliki pasangan yang banyak maunya atau banyak gaya. Juga tak perlu heran kalo melihat sepasang insan yang tetap berbahagia padahal orang lain mencela, menghina dan memberi banyak tekanan. Jika keduanya memiliki hati yang sangat luas, maka tekanan dan gaya sebesar apapun tak akan mengganggu kebahagiannya. Karena keluasan hati merupakan sumber kenyamanan yang dapat menenteramkan.



howhaw
“Ilmu tentang tekanan memang tidak bisa dipakai untuk membeli somay. Tapi dengan ilmu tersebut, kita bisa belajar untuk lebih memilih pasangan yang berhati luas dibandingkan yang bersikap keras.”


Salam V-sika.
(Baca: Peace-sika)





Sumber referensi dan gambar:
https://detektif-fisika-doni.blogspot.com/2012/12/mengapa-tidur-di-kasur-lebih-nyaman.html
https://sabutkelapaberkaret.wordpress.com/author/sabutkelapaberkaret/page/6/

Previous
Next Post »

60 Comments

  1. Halah.. teori tekanan vs kebanyakan gaya dulu sempet banjir di timeline gue. Btw, untuk tidur di sofa kan juga enak tuh. Apalagi pas tiduran terus kebablasan XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, banyak banget dulu yang nyebarin. Kan sofa juga empuk, Obiiiii....

      Delete
  2. Gue enak enak aja tidur di lantai, dingin brooo..... Cocok buat cuaca lagi panas panasnya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ...dan cobalah tidur di lantai saat cuaca lagi dingin-dinginnya. xD
      Tapi kalo kamu merasa nyaman, yaudah, sebagai temen yg baik, aku doain biar kamu selalu mendapatkan tempat tidur di situ. :-bd

      Delete
  3. Haduhh teorinya. Hahah...
    Serasa lagi belajar di dlm kelas...

    Terkadang, tidur dilantai memang enak. Tapi lebih enak lagi kalau dikasur. Selain "empuk", kasur juga bisa memberi kehangatan disaat kedingan dan haus akan pelukan. *loh?¿ *abaikan :v

    ReplyDelete
  4. Daripada tidur di kasur apalagi di lantai, mending tidur dipangkuan ku :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak sekalian tidur di pangkuan yang maha esa, Bang? =)D

      Delete
  5. kalo pas puasa sih biasanya gue sering tidur di lantai . . kamar mandi . ,

    ya sama kayak jomblob yg sering tertekan oleh pihak lain yg kebanyakan gaya karna udah dpet pasangan . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiduran di lantai kamar mandi.... emangnya lu kecoa, Ka?

      Haha..iya, Ka. makanya kalo jomlonya luas hati, disebutnya jomlo mulia atau bahagia.

      Delete
  6. Emang, tidur di lantai nggk bikin nyenyak. Pegel iya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kalo ngantuk banget dan nggak dapet tempat tidur atau emang sejak awal tempat tidurnya di lantai, ya hayuk aja. pegel mah jadi urusan belakangan. xD

      Delete
  7. paling enak tu telentang..tapi kadang madep samping sih..
    trus kalo di kasur, mending yang kasurnya empuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya bisa tidur nyenyak pasti enak. trus kalo bangunnya nggak pegel, tambah enak lagi.

      Delete
  8. Saya sangat setuju.... tetapi pada beberapa kasus, tidur di lantai diperlukan meski kurang nyaman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan diperlukan, mungkin lebih tepatnya, kepaksa atau 'mau gimana lagi'. hehehe...

      Delete
  9. mau tidur di kasur ataupun dilantai gak ada bedanya buat gue, soalnya kasurnya juga keras :p
    nah, kalau soal hubungan, iya gue juga gak heran, soalnya gue juga pernah kaya gitu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin kasurnya Kak Ilajah terbuat dari lantai. ._.
      ^
      ^
      Orang berhati luas.

      Delete
  10. teorinya bikin pala nyut-nyut.... :)


    ReplyDelete
    Replies
    1. perlu banget. sini kakak pinjem buat ngetok yang bikin teori.. hihihi :D

      Delete
  11. Bener bgt gue jg kalau tidur di lantai bangun2 badan pd pegel.
    Gue suka sama bait yg terakhir meski banyak tekanan dan gaya hidup selalu bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu karna tekanan badan sendiri yang hanya bertumpu pada bebrapa titik, serta ada gaya balik dari alasnya (keras). *ih gelak gue*
      Itu sebenrnya pesen ustad sih, "kebahagian itu sumbernya dari hati".

      Delete
  12. Tidur di kasur lantai juga ga enak, Haw. Mungkin karena tipis, jadi berasa kurang luas. Jadi tekanannya jadi gede, hehe.

    Lebih enak tiduran di sofa, kepalanya di sandarin di pangkuan Raisa. Ngomongin masa depan sambil motong kuku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasur lantai itu kek gimana? sejenis tilam gitu yang tipis kan. Nggak. Justru karna ada tilam, meski tipis, tekanannya jadi kecil, dikit sih tapi.

      kalo tiduran di pangkuan Raisa mah, jangan kata sofa, di rumput juga ayok. :-d

      Delete
  13. bang howhaw emang paling bisa mengait ngaitkan sesuatu :D

    ReplyDelete
  14. jadi ingat lagi nih sama rumus tekanan,hehe
    tidur di kasur memang lebih nyaman daripada di lantai,selain dingin suka pegal pula :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entar juga lupa lagi kok, Kak. santai. *eh..

      Delete
  15. wah! jadi semua kembali kepada tekanan ya. tekanan itu.. temennya massa kan?

    asli bro, gue suka banget sama v-sika lo,
    gue bisa belajar banyak tentang pengetahuan ipa dari v-sika .
    dan mungkin temen2 gue yang anak ipa nggak pernah tau tentang alasan kenapa tidur di kasur lebih enak daripada di lantai..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, temennya Massa...and the bear.

      Mau gimana lagi, soal begini kan nggak ditanyain di ujian. ._.

      Delete
  16. Aih, ini teorinya bener banget. Jangan kebanyakan gaya :D
    Tambahan juga, Haw. Berdasarkan aspek medis, tidur yang baik itu seperti cara tidurnya Rasulullah, miring ke kanan. Soalnya kalau miring ke kanan, organ yang mendapat tekanan lebih besar itu hati, dan hal ini gak akan berefek negatif karena hati adalah organ padat. Sedangkan kalau miring ke kiri, maka berat tubuh akan menekan jantung dan organ lainnya yang bisa menimbulkan efek negatif.

    Oh iya, kamu dapat Liebster Award di blog-ku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa-apa juga kok kalo banyak gaya, asal hatinya luas aja menerima tanggepan dan tekanan dari orang lain.

      Iya, aku nggak ngebahas posisi sih. itu gambar cuma diliat alas tidurnya yang menyesuaikan dengan bentuk tubuh doang. Tapi, infonya sangat menarik. Memang posisi awal tidur dianjurkan madep kanan, kalo udah ketiduran sih ya terserah. gak bisa diatur juga. xD

      ok, terima kasih atas awrdnya.

      Delete
  17. teorinya mas haw,bisa aja deh heheheh :D
    tidur paling enak itu menghadap kesamping arah kanan,terus ada yang nina boboin *loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau madep mana terserah sih, sesuai selera masing-masing aja. :-d

      Delete
  18. sebagian orang ada juga yg lebih nyaman tidur di lantai, aneh emang tapi ada..

    ReplyDelete
  19. Bang, gue tau masalah timeline yang ramai itu dari postingan lu haha ngakak abis.

    Katanya kasur itu empuk dan memberi kenyamanan. Lalu bagaimana sama para pasangan yang katanya "... aku butuh bahu kamu untuk lebih nyaman." BAHU KAN KERAS!
    *jomblo suka emosi kalau dah bahas begini haha*

    Pantes aja ya kalau belajar di kasur malah tidur; abis nyaman wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa bilang bahu keras. Sini cobain bahuku. :p

      Delete
  20. Survei mengatakan : Bahwa tidur di tanah lebih nyaman ketimbang di kasur dan lantai. Gak percaya! coba tanya pada penghuni kuburan. :) hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ELU BENERAN SURVEY DAN NANYAIN SATU-SATU DI TIAP KUBURAN??? @@,

      Delete
  21. saya kalo gak ketemu kasur ama bantal, gak bakalan bisa tidur sob...

    ReplyDelete
  22. keren banget. bisa hubungin teori fisika sama cinta. ahhh. lo makan apa sih. bisa jago banget analisanya.
    tapi kasur empuk yang bagus untuk tulang punggung itu kebanyakan mahal sih. anak kos mah apa adanya aja. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku makan temen. hahaha...
      iya, tapi setidaknya, nggak sekeras tidur di lantainya langsung lah. *lalu ngebayangin* *selama kuliah, aku tidur di kasurnya kan bisa diitung pake jari* *jari sepuluh orang*

      Delete
  23. Aku malah nyamannya tidur di cover bed dua lapis di lantai.. Enaaaak.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bed kan kasur-kasur juga, Kabeb. =)D tapi apa pun deh, yang penting kamu merasa nyaman. haha

      Delete
    2. Cieeee.. Perhatiaaaan.. Kwaaaakwaaaa :D

      Delete
    3. yang kayak begitu disebut perhatian juga? :p

      Delete
    4. Enggak sih. Aku kan cumak pengen godain ajah :/

      Delete
    5. ciah.. Kabeb Goda, judulnya.
      Kabeb di mana~ dengan siapa~ aku curiga~ tiada kabarnya~
      *sambil goyang dribble*

      Delete
  24. Whahaha, seperti biasa Haw. Lo menjelaskan teori fisika, dengan disisipin teori cintamu itu :D

    Gue siih, sukaaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. (((TEORI CINTAMU)))

      jadi lu suka a..m..a... g..ue.. Feb? terus Kak Beby...?

      Delete
    2. ya ampun.. kak Haw kelamaan j*ombl*o ya, gitu aja baper, eh maap ...

      Delete
  25. Kalau siang lebih suka tidur di lantai. Malam baru di kasur. Hehe~

    ReplyDelete
  26. pokoknya yang empuk - empuk enak dibuat tidur hahaha :D

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon