Howhaw #143: Mahalnya Harga Novel Dijah Yellow Ada Penjelasannya ~ Production Haws

Howhaw #143: Mahalnya Harga Novel Dijah Yellow Ada Penjelasannya

Assalamu’alaikum...

Beberapa hari yang lalu, Dijah Yellow menerbitkan novelnya yang berjudul Rembulan Love. Tentu saja novel tersebut langsung menjadi pembicaraan netizen. Awalnya mereka terkejut, mencari tahu, lalu ya gitu deh. Sama seperti tanggapan atas twit-nya.

Secara pribadi, saya cukup respect dengan Dijah Yellow. Sekitaran awal tahun kemarin, dia mengatakan bahwa dirinya suka membuat cerpen dan sedang menulis novel. Pernyataannya tersebut langsung menjadi bahan tertawaan dan ledekan. Namun, setelah beberapa bulan berselang, ternyata dia benar-benar menulis novel.


Pernyataan membuat novel
Bukan karya namanya jika tidak menghadirkan kritik dan pujian. Novelnya Dijah Yellow ini juga begitu. Ada yang memuji karena telah berkarya dan ada yang mengkritik karena karyanya dinilai asal-asalan. Apalagi tentang label harga yang ditawarkannya.

Dibanding-bandingkan dengan penulis ternama
Dijah Yellow langsung dibanding-bandingkan dengan penulis kondang akibat harga novelnya yang dinilai sangat mahal. Padahal, novelnya tersebut memiliki ketebalan kurang dari dua ratus halaman. Sebut saja Raditya Dika, Kang Abik, Alitt Susanto dan Tere Liye yang menjadi pembanding. “Buku penulis tersebut saja tidak sampai semahal itu,” begitu ucap para netizen.

howhaw
Harga novelnya
Kebiasaan buruk kita sejak dulu adalah suka sekali membanding-bandingkan. Padahal sudah sangat jelas yang dibandingkan berbeda dan memiliki keunikan sendiri. Namun tetap saja kita kekeuh untuk membandingkan. Seolah kita tak mau mengingat bahwa setan dilaknat Tuhan karena suka membanding-bandingkan.

“Aku dari api, dia tanah. Dia makhluk rendahan.”

“Raditya penulis hebat, Dijah penulis baru. Harga bukunya tak boleh lebih mahal.”

Berani memasang harga tinggi, berarti dia yakin memiliki nilai jual. Lagipula, kita belum sepenuhnya tahu, kan? Kenapa harga novelnya bisa semahal itu?

Sengaja, biar nggak ada yang beli
Ada yang menduga bahwa mahalnya harga novel Rembulan Love dikarenakan sang penulisnya memang bermaksud agar tidak ada yang membeli. Tapi jika kita lihat twit Dijah Yellow di akunnya, dia justru sangat percaya diri bahwa akan banyak orang yang akan membeli. Buktinya, yang memesan/add to chart di situsnya aja banyak.

Ada juga yang mengira karena logika aneh dari penulisnya. Berdasarkan pengakuan si penulis, naskah novelnya tersebut sudah ditolak beberapa kali oleh penerbit. Lalu dia memutuskan untuk menerbitkan sendiri. Nah, karena merasa kesal atas penolakan dan merasa penolakan itu merupakan pengalaman berharga—dan yang berharga pasti mahal—akhirnya diputuskanlah memasang harga yang tinggi.

howhaw
Kode pertama
Tapi apa iya begitu? Sepertinya tidak. Perempuan sering menggunakan bahasa kode dalam menyampaikan. Dijah Yellow juga seorang perempuan. Pasti twit-nya tersebut hanya sebagian dari kode yang diberikannya.

Komposisi
Komposisi dalam suatu produk bisa memengaruhi nilai jual. Misalnya makanan yang tanpa pemanis, harganya lebih mahal dari pada yang menggunakan pemanis. Komposisi produknya Dijah Yellow juga begitu. Dalam twit-nya, dia sering menyebutkan komposisi yang digunakan.

howhaw
Kode kedua

No Raisa, No Ayu Tingting, No Syahrini, No Agnezmo, No Yoona. Bayangkan, Dijah Yellow tidak menyertakan itu semua dalam karyanya. Padahal semua yang disebutkan tadi sudah jelas ‘manis’-nya. Apakah karena tidak menggunakan ‘pemanis’ tersebut, sehingga harga buku novelnya jadi mahal? Bisa jadi.

Menjual kecepatan
Dalam dunia jual-beli, tidak hanya tentang kualitas yang dijual. Melainkan juga kecepatan. Misalnya tempat nongkrong buat wifi-an. Meskipun tempatnya nyaman, jika tidak cepat, kita akan lebih memilih tempat lain yang lebih cepat.

Saat akan mengantarkan surat atau paket barang. Kita juga akan rela membayar lebih mahal jika paket yang dikirimkan bisa sampai ke tujuan lebih cepat. Iya kan?

Ketika klien meminta desain yang dipesannya diselesaikan lebih cepat, kita tentunya akan memasang harga lebih tinggi. Begitu juga dalam hal transportasi, kerajinan tangan atau balapan. Cepat itu bernilai tinggi.

howhaw
kode ketiga
Disebutkan bahwa novel Rembulan Love diselesaikannya dalam waktu 9-10 hari saja. Sangat cepat. Jadi sebenarnya kita tidak perlu heran jika harus membayar mahal untuk mendapatkannya.

Kesimpulannya
Dijah Yellow sudah berusaha keras untuk menyelesaikan novelnya dalam waktu yang sangat cepat. Karena cepat memiliki nilai jual tinggi, maka untuk mendapatkannya, akan ada harga mahal yang harus dibayar.

Sama seperti keputusan dalam hidup. Kita pasti memiliki tujuan untuk berumah tangga. Tapi saat ini kita masih remaja, belum sah dan tidak boleh melakukan hubungan selayaknya orang yang sudah menikah. Namun, jika kita memutuskan untuk melakukan hubungan tersebut lebih cepat, jangan heran jika akan ada harga mahal yang harus dibayar.


Previous
Next Post »

107 comments

Click here for comments
24 March 2015 at 06:20 ×

Oh, jadi rupanya dijahyellow juga suka main kode ya, hmmm. Kamu mah jadi cowok peka banget :D

Reply
avatar
24 March 2015 at 07:38 ×

Bang haw, gue juga mikir kali kalau mau beli novel itu.. Jatah 3 minggu gue jajan cuma buat beli buku itu? Njirrr hahaha

Reply
avatar
24 March 2015 at 08:05 ×

Bang Haw, abang kayaknya tau banyak ttg dijjahyellow. Sering nge-stalk dia ya? Haha

Gue suka sama gaya penulisan lu bang, keren.

Reply
avatar
zza chann
admin
24 March 2015 at 08:42 ×

Yaiyalah mahal, bukunya kan self publishing. Yg namanya jualan kan harus balik modal. Nah mba Dijah kan juga masih butuh makan. Masih butuh belanja. Dia kan udah jadi penulis. Jadi nanti pasti diundang ke toksyow-toksyow. Makanya dia butuh baju balu. Atau beha balu. Biar nanti bisa dipamerin ke instagramnya. Masak penulis nggapunya beha balu. Gitu. Iya gitu deh.

Reply
avatar
24 March 2015 at 09:51 ×

tau banget tentang dijah yellow, pemuja rahasia die ya? XD
tapi bener juga kaya nya karena emang prosesnya cepet makanya mahal, ya kaya paket internet, semakin mahal semakin cepat. jadi wajar saja. dan gue pikir dengan kecepatan dijah ylelow dalam membuat novel bisa dipastikan dijah yellow ini sebenarnya jenius sekali!!

Reply
avatar
24 March 2015 at 11:09 ×

menurut gue alasan paling tepat ya itu.. sengaja bar enggak ada yang beli, dia bersembunyi di balik kepedeannya biar keliatan oke tapi sebenernya minder novelnya dibaca banyak orang~ :D

Reply
avatar
24 March 2015 at 11:16 ×

kayaknya mas haw fans dijah yellow ya? hehe sampai hapal segalanya gitu :D

Reply
avatar
Dewi Rieka
admin
24 March 2015 at 11:23 ×

Kode dijah cuma bisa dimengerti oleh lelaki yang menyayanginya dengan tulus hehe...

Reply
avatar
24 March 2015 at 11:25 ×

Kita juga perlu mengapreasi karya dari mbak Dijah ini .. diakui atau tidak mbak Dijah adalah spesies jenius yg terlahir kembali ..

Reply
avatar
Deva Fredeva
admin
24 March 2015 at 11:46 ×

SERIOUSLY?? Tuh mas haw.. Dijjah aja udah mau bikin novel. Kamu kapan? Uhuk.

Reply
avatar
Aldi Rahman
admin
24 March 2015 at 12:22 ×

y self publishing, kayaknya dia frustasi novelnya selalu ditolak penerbit :)

Reply
avatar
Anonymous
admin
24 March 2015 at 13:00 ×

Oke, si Dijah udah nerbitin novel dan semua orang pada kebakaran jenggot, tapi itu kenapa yang terakhir ada memutuskan hububgan juga? Kan gue jadi baper. Eh.

Reply
avatar
Renggo Starr
admin
24 March 2015 at 14:33 ×

Kirain becanda, ternyata beneran bikin novel ya.. hehe
Tetep ya, mau seperti apa kejadiannya, tetep kamu bikin analoginya. Keren, Haw.

Reply
avatar
24 March 2015 at 17:20 ×

ciueyyy yang akhirnya karena tulisannyaa saya malah berniat beli novel Dijah Yellow hehehe

Reply
avatar
Firstan Rude
admin
24 March 2015 at 17:24 ×

Buset! Self Publishing. Gila, dah. Asli, gue ngakak.

Reply
avatar
24 March 2015 at 17:52 ×

Tepuk tangan untuk kesuksesan Dijjah dalam mewujudkan mimpinya untuk menulis novel :D

Reply
avatar
24 March 2015 at 19:31 ×

Lah, gue kira penerbit pake ketenaran dijah untuk bikin buku yang bakalan laris karena ketenaran. Kayak.. Comic SUCI ah.. yasudahlah..
Bang, lu stalk dijah ya? Kurang kerjaan banget. Hahaha

Reply
avatar
Arian Sahidi
admin
24 March 2015 at 20:32 ×

ih gue keduluan sama dijah yellow :p

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
24 March 2015 at 22:21 ×

Bakat ya memecahkan kode wanita (specially Dijah yellow) :p

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:32 ×

saking pekanya malah jadi pekak. (Pekak=budeg)

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:33 ×

haha...tapi setelah itu kan kamu bisa memiliki buku itu selamanya.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:34 ×

Sering sih nggak, tapi buat keperluan artikel ini, ya harus lah.

gak sekalian sepaket suka ama orangnya?

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:35 ×

apa ini? kenapa bawa-bawa beha balu segala? @@,
Kalo nggak salah, dia pernah diundang loh.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:37 ×

Tau, tapi nggak sampe dipuja juga, Kak.
Mungkin dia keturunan Jimmy Neutron.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:39 ×

Bisa jadi begitu, Bang. Dia hanya memuaskan dendamnya karena dianggap gak mungkin bikin novel. Tapi bisa jadi juga nggak begitu. Hanya Dijah yang tau pasti.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:40 ×

(((HAPAL SEGALANYA))) :D

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:41 ×

Mbak Dedew... ...

*ini aku mesti senang apa sedih yak?*

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:42 ×

Iya. Mengkritik perlu, tapi jangan sampai menghina. *wiihhh*

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:44 ×

Udah terbit malah novelnya, Dev.
Nunggu udah jadi raja bajak laut dulu.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:45 ×

Mungkin lebih tepatnya, frustasi dan khawatir orang semakin tidak mempercayainya. Padahal sebelumnya dia sudah berwacana.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:46 ×

Fud... ....
Jadi jomlo tidaklah semenderita itu. ;)

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:47 ×

Kamu mending nganggepnya becanda, orang lain malah ada yang menganggapnya dusta.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:52 ×

Beneran kepingin beli? wow... |o|

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:55 ×

Apa yang dingakakin dan apa yang gila? @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:56 ×

*mari tepuk tangan* |o|

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:58 ×

haha..make ketenaran tapi pasti mikir juga lah.

Iya, aku stalkingin TL-nya. Karena aku melihat, semua perubahan dan penemuan besar selalu diawali oleh pernyataan/pertanyaan orang, "Gak ada kerjaan lu ya?" ;)

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 00:59 ×

Jangan meninggi gitu dong, om. Buku Om yang terbit udah banyak. :p

Reply
avatar
How Haw
admin
25 March 2015 at 01:05 ×

*engggg......

eh liat emot ini deh :p :p :p :p lucu, bisa berengan gitu. *pengalihan*

Reply
avatar
25 March 2015 at 07:17 ×

Nggak akan!! Nggak!! Nggak!!

Reply
avatar
25 March 2015 at 07:18 ×

Mbak zza pro dijjah. Sesama cewek sii gitu -_-

Reply
avatar
Wida Zee
admin
25 March 2015 at 09:04 ×

Bagus sih punya semangat yang tinggi dan sudah bisa penulis juga ya walaupun belum sehebat bang Raditya Dika. Tapi dijah yellow banyak di cibir sama orang dia tetep aja semangat buat membuktikan bahwa dia juga bisa jadi seorang penulis :-d

Reply
avatar
25 March 2015 at 09:45 ×

Ceilah.. bisa aja banding-bandingin dengan hubungan percintaan.
Novel ini emang lagi rame banget di bahas, sampai-sampai berita begal jadi kalah ngetrennya *gak segitunya juga si.
Harusnya semakin ramai diperbincangkan semakin laku juga novelnya. Soalnya bisa jadi bikin penasaran orang-orang.

Reply
avatar
25 March 2015 at 17:53 ×

Wah gue ga yakin sama kualitasnya... :-(
Tapi klo harganya segitu mahal ya... Entahlah...

Reply
avatar
25 March 2015 at 19:19 ×

Gue kalah telak sama dijah yelow. Serius. Dengan waktu singkah dia bisa menelurkan buku. Walau isinya hanya Tuhan, dia, dan pikirannya yang bisa mengerti. Tapi bikin buku dalam waktu secepat itu adalah hal yang menakjubkan. Bikin tercengang deh. Huhuhu

Reply
avatar
25 March 2015 at 23:29 ×

wah haw. *ini dibalik doang*.
ternyata lo begitu memahami kode dari dijah. jangan2 lo gebetan dia. hahaha. ngaku lo..ngakuuuu.
tapi gua salut sama dijah. beneran. di bawah hujan kritik, dia masih bisa berkarya. ini harusnya jadi pecut untuk yang lain.

Reply
avatar
Nova Wijaya
admin
26 March 2015 at 06:39 ×

Ya ampunnn itu manusia satu ada2 aja wkwkwkwkkkk untung aku ga suka baca #lhoh

Reply
avatar
26 March 2015 at 11:32 ×

Agak penasaran juga dengan isi bukunya,. Mau baca tulisan yang katanya ditulis 9-10 hari. tapi gimana, yaa... Pengeluaran masih banyak, jadi nunggu fotokopiannya aja deh. *loh? Hahha..

Aku sangat salut dengan dia. Bagaimana kepercayaan dirinya. Tapi aku rasa dia salah mengambil langkah. Sekian dan terima kasih. Hahah

Reply
avatar
26 March 2015 at 13:29 ×

bang how haw novelnya mana ? =)D

Reply
avatar
oh andrian
admin
26 March 2015 at 15:05 ×

ngakak ,ternyata mas haw tau segalanya tentang dijah yellow xD

Reply
avatar
27 March 2015 at 05:31 ×

Bisa dibilang Dijah Yellow ini keren juga kok huahahahaha, malah menjual! Bisa jadi deket-deket ini dia masuk tv. Cuma ya gitu ya, Bang...... dia keren dan menjual, cuma bisa jadi nggak longlast. Terkenalnya sebentar doang. Karena sensasi. Tapi bisa sih kalo kayak Syahrini gitu. Yaaaaah, jalan sukses orang-orang beda-beda ya :D

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 01:56 ×

Iya. semangatnya itu. sampe sekarang, saya masih belom tahu kenapa banyak orang mencibir dan kenapa Dijah bertingkah seperti itu. pasti ada yang melatarbelakanginya.

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 01:58 ×

iya sih, Pak. Tapi kayaknya beda kasus sih, penasaran dan banyak diperbincangkan saja nggak cukup.

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 01:59 ×

masalah kualitas, aku gak tahu. aku cuma mencoba menganalisis harganya saja.

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 02:00 ×

Iya, mat. kalah telak gini.

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 02:01 ×

karepmu, hahahha.

itu dia, seenggaknya ada yang bisa kita jadikan pelajaran darinya.

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 02:04 ×

waaa... merendah ini. ngaku nggak suka baca, padahal komposisi balsem geliga aja ditamatin lima puluh kali.

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 02:08 ×

(((FOTOKOPIAN)))

kamu lagi ngejuriin D-factor, Nur? @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 02:09 ×

udah laku sebelum ditulis. ;)

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 02:10 ×

(((TAU SEGALANYA)))

Reply
avatar
How Haw
admin
28 March 2015 at 02:15 ×

aku gak pernah bisa nebak dengan pasti apa yang ada di pikiran perempuan. bisa saja ini akan jadi sementara, tapi kalo ada sensai dan terobosan baru darinya, mungkin akan membuat sensainya terus berulang, dan jika perulangan itu frekuansinya banyak dalam setahun, maka bisa jadi sensasinya itu menjadi selamanya. *ini ngomong apaaaaa lagi*

Reply
avatar
28 March 2015 at 06:14 ×

Haw, gue ceritanya gak terlalu penting buat gue. Tapi yang bikin gue suka, cara lo ngebungkus pesan yang mau lo sampein ke pembaca. Dan pesannya itu keren banget. Eh, bentar. Sebenernya, pesan itu yang pengen lo sampein, kan? Atau gue salah? :3

Reply
avatar
28 March 2015 at 10:00 ×

HAHAHA.INI CAPS LOCK NYA KENAPA?? :D

Reply
avatar
Anonymous
admin
28 March 2015 at 11:33 ×

Gue sih belum ada niatan buat beli bukunya Dijjah ya :' wkwkw

Eh, itu akhirnya, tentang hubungan cinta lagi ya :p

Reply
avatar
Sukadi
admin
28 March 2015 at 11:46 ×

Untuk self publishing memang harga bisa bergantung dari penulisnya, soalnya kalau penerbit memberi harga menggunakan hitung-hitungan bisnis. Apapun itu, patut diapresiasi, soalnya sebuah karya terkadang tak selelu bisa dinilai dengan itung-itungan rupiah.

Reply
avatar
Masih Saja
admin
28 March 2015 at 11:48 ×

Tak semua orang bisa menulis novel, apalagi dengan proses kreatif dan waktu penulisan yang begitu cepat.. layak mendapatkan apresiasi

Reply
avatar
How Haw
admin
29 March 2015 at 00:56 ×

haha... terserah kamu mau nganggepnya gimana deh, Gung.

Reply
avatar
How Haw
admin
29 March 2015 at 01:00 ×

iya. gue kan tau niatnya elo, feb. Nelpon kabeb kan?

masih aja merhatiin yang itu. :p

Reply
avatar
How Haw
admin
29 March 2015 at 01:01 ×

wah iya. sepakat.

Reply
avatar
How Haw
admin
29 March 2015 at 01:07 ×

iya. perlu diapresiasi dan masukan. lagian, penulisnya juga meminta kritikan. :-d

Reply
avatar
29 March 2015 at 03:16 ×


apalagi di novelnya dia menamakan kucingnya dengan nama 'pussy' dan satu lagi bakat dijjah yaitu bisaa ngepel lantai hingga kinclong, kek kaca dilap pake clink.

but, over all much respect buat dijjah yellow, setidaknya dia punya karya.

Reply
avatar
dypta angel
admin
29 March 2015 at 07:52 ×

tapi saya udah kasih kritik lewat twit dia.. eh malah di blokir.. sedih deh..

Reply
avatar
29 March 2015 at 17:38 ×

di situ kadang saya merasa bingung...
saya sudah sering ditolak penerbita, tapi kalau harus action seperti Dijah Yellow, kayanya engga deh... @@,

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
30 March 2015 at 11:11 ×

Aku ngga mau beli bukunya ah. Mending beli buku fotografi. Huahahah.. Harganya sama, full color trus banyak foto kereeen.. :P

Reply
avatar
How Haw
admin
31 March 2015 at 02:16 ×

mengkritiknya kek gimana? karena kalo salah-salah disangka ngehina loh. tau kan dia kek mana orangnya, coba dipuji dulu awalnya.

Reply
avatar
How Haw
admin
31 March 2015 at 02:21 ×

kalo tentang isi, aku no komen lah. belom baca juga soalnya.

itu dia, dia udah berani membuat dan mewujudkan karyanya. beda jauh ama gue. :(

Reply
avatar
How Haw
admin
31 March 2015 at 02:24 ×

action yang seperti apa? gak ada salahnya loh menerbitkan buku secara mandiri. cuma memang lebih baik diterbitkan di penerbit umum kalo masih pemula, biar dapet target pasaran dan dikenal. kan kalo udah dikenal orang banyak, dan banyak yang suka, mau diterbitkan dengan cara apapun sama saja, apalagi mandiri, pasti keuntungannya lebih besar.

Reply
avatar
How Haw
admin
31 March 2015 at 02:28 ×

ya terserah kabeb. gak ada kewajiban juga kan. :-bd

Reply
avatar
How Haw
admin
31 March 2015 at 02:30 ×

ati-ati, Ji, kebaca MariZZA. dioseng lu entar.

Reply
avatar
Dani Maulana
admin
31 March 2015 at 20:58 ×

Kita Dijah itu mah bukan novel, jadi pembaca nantinya jadi pengikut Dijah. Itu orang jadi teguran banget yah buat kita-kita yang bisanya cuma ngomongin dia.

Reply
avatar
How Haw
admin
1 April 2015 at 01:17 ×

(((JADI PENGIKUT DIJAH)))
buatku sih iya, Bang. tapi buat bang Dani keknya nggak deh. kan bang Dani udah ngeluarin karya. :-d

Reply
avatar
Asep Haryono
admin
1 April 2015 at 14:49 ×

Wahahaha kunjungan Perdana nin. HIehiehiehiehie Uhuyyyyyyyy Blogger Pontianak ya. Kopi darat kapan kapan ya Saya di Pontianak Post. Lantai 5. Graha Pena Kapan kapan kita Kpdaran Okeyyyyyyyyy

Reply
avatar
2 April 2015 at 15:14 ×

Itu novel harganya segitu bang?
Beli per lembar dulu bisa ga yah ? -__-

Reply
avatar
How Haw
admin
3 April 2015 at 01:31 ×

Iya, beli aja dulu. Kedepannya jalanin aja. ._.

Reply
avatar
How Haw
admin
3 April 2015 at 01:36 ×

Wa wa wa... Abang senior, kerje ape di sana, Bang? ade can ndak buat kamek-kamek nih? Saye di Ponti, tapi seringnye ke Sanggau. :nd

Reply
avatar
How Haw
admin
3 April 2015 at 01:37 ×

Dikira rokok, jualnya perbatang? :ng eh tapi boleh juga sih ditanyain, kali aja malah dijualnya per huruf. ._.

Reply
avatar
3 April 2015 at 21:36 ×

lupa, dia rilis novel, bukan rokok -__-

Reply
avatar
4 April 2015 at 09:30 ×

tapi sebenernya dia kece juga sih.. sampe berani bikin novel terus dijual mahal gitu.. hahaha

Reply
avatar
How Haw
admin
5 April 2015 at 02:11 ×

Iya, menginspirasi. *ala spongebob* *eh, itu imajinasi*

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
5 April 2015 at 08:36 ×

Kamu beli ngga, Haw?

Reply
avatar
How Haw
admin
6 April 2015 at 00:32 ×

Enggak. hahahaha... makanya aku cuma nganalisis harganya doang. gak sampe dalem-dalemnya.

Reply
avatar
15 April 2015 at 10:30 ×

jadi penasaran jg seperti apa karyanya dijah yellow

Reply
avatar
How Haw
admin
16 April 2015 at 01:38 ×

Silakan dibeli, Mbak. Patungan aja dulu. xD

Reply
avatar
16 April 2015 at 18:39 ×

Bingung mau komen apa. Tapi, ngakak sih baca komen-komen diatas XD

Reply
avatar
How Haw
admin
17 April 2015 at 03:10 ×

Pegangan sini kalo bingung.

Reply
avatar
Anisah FZ
admin
18 May 2015 at 20:08 ×

kalo dipikir-pikir sih... bener juga.
ah, bang haw membuatku bingung. jadi pengen pro dijah aja setelah membaca postingan ini. iya, sepadan kok sama kerja kerasnya(?)

Reply
avatar
How Haw
admin
19 May 2015 at 01:58 ×

udah, Nis. Gak usah pro maupun kontra. Gak bakal banyak pengaruhnya juga. Cukup jangan ikutan ngeledek dan mendingan mencari sisi baiknya aja.

*gitu pesen ustaz*

Reply
avatar
How Haw
admin
19 May 2015 at 02:00 ×

Tapi bisa jadi kamu bener loh. Coba beli dan nyalain ujungnya. kebakar nggak?

Reply
avatar
How Haw
admin
19 May 2015 at 02:01 ×

KELEBIHAN LEMAK. :P

Reply
avatar
How Haw
admin
19 May 2015 at 02:01 ×

APA LU KETAWA-KETAWA, NGGO!

Reply
avatar
19 May 2015 at 10:52 ×

astagaaa teori penjelasannya pas banget mas :D

kayaknya cuma mas How yg paham dgn kode-kode dijjah yellow.
cewek mah emang gitu mas, bisa nya cuma ngode.
Ayoo tunggu apalagi mas, nyatakan perasaan itu sekarang !!
MERDEKAA !!

Reply
avatar
How Haw
admin
20 May 2015 at 03:46 ×

Ini pada kenapa sih, banyak yang ngedukung jadian ama Dijah. @@,

Reply
avatar
Popspra Uma
admin
8 January 2016 at 20:28 ×

Jadi, yang kita beli adalah upayah beliau dalam membuat sekumpulan kertas bergores entah? Saya rasa sekalipun seorang Plato harus bisa belajar dari Dijah dalam mengumpulkan niat. Karena niat, seharusnya Plato bisa menemukan Atlantis! Hidup atas nama ke-entah-annya Dijah! 'hehe' (biar ga terlalu serius-serius amat)

Reply
avatar
9 January 2017 at 21:26 ×

Saya sudah beli dan baca.
Kesimpulannya:
Hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm


Setidaknya dia punya kecepatan dan ketekunan yang luar biasa dalam 9 hari sudah jadi 1 novel..

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon