Howhaw #143: Mahalnya Harga Novel Dijah Yellow Ada Penjelasannya ~ Production Haws

Howhaw #143: Mahalnya Harga Novel Dijah Yellow Ada Penjelasannya

Assalamu’alaikum...

Beberapa hari yang lalu, Dijah Yellow menerbitkan novelnya yang berjudul Rembulan Love. Tentu saja novel tersebut langsung menjadi pembicaraan netizen. Awalnya mereka terkejut, mencari tahu, lalu ya gitu deh. Sama seperti tanggapan atas twit-nya.

Secara pribadi, saya cukup respect dengan Dijah Yellow. Sekitaran awal tahun kemarin, dia mengatakan bahwa dirinya suka membuat cerpen dan sedang menulis novel. Pernyataannya tersebut langsung menjadi bahan tertawaan dan ledekan. Namun, setelah beberapa bulan berselang, ternyata dia benar-benar menulis novel.


Pernyataan membuat novel
Bukan karya namanya jika tidak menghadirkan kritik dan pujian. Novelnya Dijah Yellow ini juga begitu. Ada yang memuji karena telah berkarya dan ada yang mengkritik karena karyanya dinilai asal-asalan. Apalagi tentang label harga yang ditawarkannya.

Dibanding-bandingkan dengan penulis ternama
Dijah Yellow langsung dibanding-bandingkan dengan penulis kondang akibat harga novelnya yang dinilai sangat mahal. Padahal, novelnya tersebut memiliki ketebalan kurang dari dua ratus halaman. Sebut saja Raditya Dika, Kang Abik, Alitt Susanto dan Tere Liye yang menjadi pembanding. “Buku penulis tersebut saja tidak sampai semahal itu,” begitu ucap para netizen.

howhaw
Harga novelnya
Kebiasaan buruk kita sejak dulu adalah suka sekali membanding-bandingkan. Padahal sudah sangat jelas yang dibandingkan berbeda dan memiliki keunikan sendiri. Namun tetap saja kita kekeuh untuk membandingkan. Seolah kita tak mau mengingat bahwa setan dilaknat Tuhan karena suka membanding-bandingkan.

“Aku dari api, dia tanah. Dia makhluk rendahan.”

“Raditya penulis hebat, Dijah penulis baru. Harga bukunya tak boleh lebih mahal.”

Berani memasang harga tinggi, berarti dia yakin memiliki nilai jual. Lagipula, kita belum sepenuhnya tahu, kan? Kenapa harga novelnya bisa semahal itu?

Sengaja, biar nggak ada yang beli
Ada yang menduga bahwa mahalnya harga novel Rembulan Love dikarenakan sang penulisnya memang bermaksud agar tidak ada yang membeli. Tapi jika kita lihat twit Dijah Yellow di akunnya, dia justru sangat percaya diri bahwa akan banyak orang yang akan membeli. Buktinya, yang memesan/add to chart di situsnya aja banyak.

Ada juga yang mengira karena logika aneh dari penulisnya. Berdasarkan pengakuan si penulis, naskah novelnya tersebut sudah ditolak beberapa kali oleh penerbit. Lalu dia memutuskan untuk menerbitkan sendiri. Nah, karena merasa kesal atas penolakan dan merasa penolakan itu merupakan pengalaman berharga—dan yang berharga pasti mahal—akhirnya diputuskanlah memasang harga yang tinggi.

howhaw
Kode pertama
Tapi apa iya begitu? Sepertinya tidak. Perempuan sering menggunakan bahasa kode dalam menyampaikan. Dijah Yellow juga seorang perempuan. Pasti twit-nya tersebut hanya sebagian dari kode yang diberikannya.

Komposisi
Komposisi dalam suatu produk bisa memengaruhi nilai jual. Misalnya makanan yang tanpa pemanis, harganya lebih mahal dari pada yang menggunakan pemanis. Komposisi produknya Dijah Yellow juga begitu. Dalam twit-nya, dia sering menyebutkan komposisi yang digunakan.

howhaw
Kode kedua

No Raisa, No Ayu Tingting, No Syahrini, No Agnezmo, No Yoona. Bayangkan, Dijah Yellow tidak menyertakan itu semua dalam karyanya. Padahal semua yang disebutkan tadi sudah jelas ‘manis’-nya. Apakah karena tidak menggunakan ‘pemanis’ tersebut, sehingga harga buku novelnya jadi mahal? Bisa jadi.

Menjual kecepatan
Dalam dunia jual-beli, tidak hanya tentang kualitas yang dijual. Melainkan juga kecepatan. Misalnya tempat nongkrong buat wifi-an. Meskipun tempatnya nyaman, jika tidak cepat, kita akan lebih memilih tempat lain yang lebih cepat.

Saat akan mengantarkan surat atau paket barang. Kita juga akan rela membayar lebih mahal jika paket yang dikirimkan bisa sampai ke tujuan lebih cepat. Iya kan?

Ketika klien meminta desain yang dipesannya diselesaikan lebih cepat, kita tentunya akan memasang harga lebih tinggi. Begitu juga dalam hal transportasi, kerajinan tangan atau balapan. Cepat itu bernilai tinggi.

howhaw
kode ketiga
Disebutkan bahwa novel Rembulan Love diselesaikannya dalam waktu 9-10 hari saja. Sangat cepat. Jadi sebenarnya kita tidak perlu heran jika harus membayar mahal untuk mendapatkannya.

Kesimpulannya
Dijah Yellow sudah berusaha keras untuk menyelesaikan novelnya dalam waktu yang sangat cepat. Karena cepat memiliki nilai jual tinggi, maka untuk mendapatkannya, akan ada harga mahal yang harus dibayar.

Sama seperti keputusan dalam hidup. Kita pasti memiliki tujuan untuk berumah tangga. Tapi saat ini kita masih remaja, belum sah dan tidak boleh melakukan hubungan selayaknya orang yang sudah menikah. Namun, jika kita memutuskan untuk melakukan hubungan tersebut lebih cepat, jangan heran jika akan ada harga mahal yang harus dibayar.


Previous
Next Post »

107 Comments

  1. Oh, jadi rupanya dijahyellow juga suka main kode ya, hmmm. Kamu mah jadi cowok peka banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saking pekanya malah jadi pekak. (Pekak=budeg)

      Delete
  2. Bang haw, gue juga mikir kali kalau mau beli novel itu.. Jatah 3 minggu gue jajan cuma buat beli buku itu? Njirrr hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha...tapi setelah itu kan kamu bisa memiliki buku itu selamanya.

      Delete
    2. Iya, beli aja dulu. Kedepannya jalanin aja. ._.

      Delete
  3. Bang Haw, abang kayaknya tau banyak ttg dijjahyellow. Sering nge-stalk dia ya? Haha

    Gue suka sama gaya penulisan lu bang, keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering sih nggak, tapi buat keperluan artikel ini, ya harus lah.

      gak sekalian sepaket suka ama orangnya?

      Delete
  4. Yaiyalah mahal, bukunya kan self publishing. Yg namanya jualan kan harus balik modal. Nah mba Dijah kan juga masih butuh makan. Masih butuh belanja. Dia kan udah jadi penulis. Jadi nanti pasti diundang ke toksyow-toksyow. Makanya dia butuh baju balu. Atau beha balu. Biar nanti bisa dipamerin ke instagramnya. Masak penulis nggapunya beha balu. Gitu. Iya gitu deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa ini? kenapa bawa-bawa beha balu segala? @@,
      Kalo nggak salah, dia pernah diundang loh.

      Delete
    2. Mbak zza pro dijjah. Sesama cewek sii gitu -_-

      Delete
    3. ati-ati, Ji, kebaca MariZZA. dioseng lu entar.

      Delete
  5. tau banget tentang dijah yellow, pemuja rahasia die ya? XD
    tapi bener juga kaya nya karena emang prosesnya cepet makanya mahal, ya kaya paket internet, semakin mahal semakin cepat. jadi wajar saja. dan gue pikir dengan kecepatan dijah ylelow dalam membuat novel bisa dipastikan dijah yellow ini sebenarnya jenius sekali!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau, tapi nggak sampe dipuja juga, Kak.
      Mungkin dia keturunan Jimmy Neutron.

      Delete
  6. menurut gue alasan paling tepat ya itu.. sengaja bar enggak ada yang beli, dia bersembunyi di balik kepedeannya biar keliatan oke tapi sebenernya minder novelnya dibaca banyak orang~ :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi begitu, Bang. Dia hanya memuaskan dendamnya karena dianggap gak mungkin bikin novel. Tapi bisa jadi juga nggak begitu. Hanya Dijah yang tau pasti.

      Delete
  7. kayaknya mas haw fans dijah yellow ya? hehe sampai hapal segalanya gitu :D

    ReplyDelete
  8. Kode dijah cuma bisa dimengerti oleh lelaki yang menyayanginya dengan tulus hehe...

    ReplyDelete
  9. Kita juga perlu mengapreasi karya dari mbak Dijah ini .. diakui atau tidak mbak Dijah adalah spesies jenius yg terlahir kembali ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Mengkritik perlu, tapi jangan sampai menghina. *wiihhh*

      Delete
  10. SERIOUSLY?? Tuh mas haw.. Dijjah aja udah mau bikin novel. Kamu kapan? Uhuk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah terbit malah novelnya, Dev.
      Nunggu udah jadi raja bajak laut dulu.

      Delete
  11. y self publishing, kayaknya dia frustasi novelnya selalu ditolak penerbit :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin lebih tepatnya, frustasi dan khawatir orang semakin tidak mempercayainya. Padahal sebelumnya dia sudah berwacana.

      Delete
  12. Oke, si Dijah udah nerbitin novel dan semua orang pada kebakaran jenggot, tapi itu kenapa yang terakhir ada memutuskan hububgan juga? Kan gue jadi baper. Eh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fud... ....
      Jadi jomlo tidaklah semenderita itu. ;)

      Delete
  13. Kirain becanda, ternyata beneran bikin novel ya.. hehe
    Tetep ya, mau seperti apa kejadiannya, tetep kamu bikin analoginya. Keren, Haw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu mending nganggepnya becanda, orang lain malah ada yang menganggapnya dusta.

      Delete
  14. ciueyyy yang akhirnya karena tulisannyaa saya malah berniat beli novel Dijah Yellow hehehe

    ReplyDelete
  15. Buset! Self Publishing. Gila, dah. Asli, gue ngakak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yang dingakakin dan apa yang gila? @@,

      Delete
  16. Tepuk tangan untuk kesuksesan Dijjah dalam mewujudkan mimpinya untuk menulis novel :D

    ReplyDelete
  17. Lah, gue kira penerbit pake ketenaran dijah untuk bikin buku yang bakalan laris karena ketenaran. Kayak.. Comic SUCI ah.. yasudahlah..
    Bang, lu stalk dijah ya? Kurang kerjaan banget. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha..make ketenaran tapi pasti mikir juga lah.

      Iya, aku stalkingin TL-nya. Karena aku melihat, semua perubahan dan penemuan besar selalu diawali oleh pernyataan/pertanyaan orang, "Gak ada kerjaan lu ya?" ;)

      Delete
  18. ih gue keduluan sama dijah yellow :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan meninggi gitu dong, om. Buku Om yang terbit udah banyak. :p

      Delete
  19. Bakat ya memecahkan kode wanita (specially Dijah yellow) :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. *engggg......

      eh liat emot ini deh :p :p :p :p lucu, bisa berengan gitu. *pengalihan*

      Delete
  20. Bagus sih punya semangat yang tinggi dan sudah bisa penulis juga ya walaupun belum sehebat bang Raditya Dika. Tapi dijah yellow banyak di cibir sama orang dia tetep aja semangat buat membuktikan bahwa dia juga bisa jadi seorang penulis :-d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. semangatnya itu. sampe sekarang, saya masih belom tahu kenapa banyak orang mencibir dan kenapa Dijah bertingkah seperti itu. pasti ada yang melatarbelakanginya.

      Delete
  21. Ceilah.. bisa aja banding-bandingin dengan hubungan percintaan.
    Novel ini emang lagi rame banget di bahas, sampai-sampai berita begal jadi kalah ngetrennya *gak segitunya juga si.
    Harusnya semakin ramai diperbincangkan semakin laku juga novelnya. Soalnya bisa jadi bikin penasaran orang-orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, Pak. Tapi kayaknya beda kasus sih, penasaran dan banyak diperbincangkan saja nggak cukup.

      Delete
  22. Wah gue ga yakin sama kualitasnya... :-(
    Tapi klo harganya segitu mahal ya... Entahlah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. masalah kualitas, aku gak tahu. aku cuma mencoba menganalisis harganya saja.

      Delete
  23. Gue kalah telak sama dijah yelow. Serius. Dengan waktu singkah dia bisa menelurkan buku. Walau isinya hanya Tuhan, dia, dan pikirannya yang bisa mengerti. Tapi bikin buku dalam waktu secepat itu adalah hal yang menakjubkan. Bikin tercengang deh. Huhuhu

    ReplyDelete
  24. wah haw. *ini dibalik doang*.
    ternyata lo begitu memahami kode dari dijah. jangan2 lo gebetan dia. hahaha. ngaku lo..ngakuuuu.
    tapi gua salut sama dijah. beneran. di bawah hujan kritik, dia masih bisa berkarya. ini harusnya jadi pecut untuk yang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karepmu, hahahha.

      itu dia, seenggaknya ada yang bisa kita jadikan pelajaran darinya.

      Delete
  25. Ya ampunnn itu manusia satu ada2 aja wkwkwkwkkkk untung aku ga suka baca #lhoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaa... merendah ini. ngaku nggak suka baca, padahal komposisi balsem geliga aja ditamatin lima puluh kali.

      Delete
  26. Agak penasaran juga dengan isi bukunya,. Mau baca tulisan yang katanya ditulis 9-10 hari. tapi gimana, yaa... Pengeluaran masih banyak, jadi nunggu fotokopiannya aja deh. *loh? Hahha..

    Aku sangat salut dengan dia. Bagaimana kepercayaan dirinya. Tapi aku rasa dia salah mengambil langkah. Sekian dan terima kasih. Hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. (((FOTOKOPIAN)))

      kamu lagi ngejuriin D-factor, Nur? @@,

      Delete
  27. bang how haw novelnya mana ? =)D

    ReplyDelete
  28. ngakak ,ternyata mas haw tau segalanya tentang dijah yellow xD

    ReplyDelete
  29. Bisa dibilang Dijah Yellow ini keren juga kok huahahahaha, malah menjual! Bisa jadi deket-deket ini dia masuk tv. Cuma ya gitu ya, Bang...... dia keren dan menjual, cuma bisa jadi nggak longlast. Terkenalnya sebentar doang. Karena sensasi. Tapi bisa sih kalo kayak Syahrini gitu. Yaaaaah, jalan sukses orang-orang beda-beda ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku gak pernah bisa nebak dengan pasti apa yang ada di pikiran perempuan. bisa saja ini akan jadi sementara, tapi kalo ada sensai dan terobosan baru darinya, mungkin akan membuat sensainya terus berulang, dan jika perulangan itu frekuansinya banyak dalam setahun, maka bisa jadi sensasinya itu menjadi selamanya. *ini ngomong apaaaaa lagi*

      Delete
  30. Haw, gue ceritanya gak terlalu penting buat gue. Tapi yang bikin gue suka, cara lo ngebungkus pesan yang mau lo sampein ke pembaca. Dan pesannya itu keren banget. Eh, bentar. Sebenernya, pesan itu yang pengen lo sampein, kan? Atau gue salah? :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha... terserah kamu mau nganggepnya gimana deh, Gung.

      Delete
  31. Gue sih belum ada niatan buat beli bukunya Dijjah ya :' wkwkw

    Eh, itu akhirnya, tentang hubungan cinta lagi ya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. gue kan tau niatnya elo, feb. Nelpon kabeb kan?

      masih aja merhatiin yang itu. :p

      Delete
  32. Untuk self publishing memang harga bisa bergantung dari penulisnya, soalnya kalau penerbit memberi harga menggunakan hitung-hitungan bisnis. Apapun itu, patut diapresiasi, soalnya sebuah karya terkadang tak selelu bisa dinilai dengan itung-itungan rupiah.

    ReplyDelete
  33. Tak semua orang bisa menulis novel, apalagi dengan proses kreatif dan waktu penulisan yang begitu cepat.. layak mendapatkan apresiasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. perlu diapresiasi dan masukan. lagian, penulisnya juga meminta kritikan. :-d

      Delete
    2. tapi saya udah kasih kritik lewat twit dia.. eh malah di blokir.. sedih deh..

      Delete
    3. mengkritiknya kek gimana? karena kalo salah-salah disangka ngehina loh. tau kan dia kek mana orangnya, coba dipuji dulu awalnya.

      Delete

  34. apalagi di novelnya dia menamakan kucingnya dengan nama 'pussy' dan satu lagi bakat dijjah yaitu bisaa ngepel lantai hingga kinclong, kek kaca dilap pake clink.

    but, over all much respect buat dijjah yellow, setidaknya dia punya karya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo tentang isi, aku no komen lah. belom baca juga soalnya.

      itu dia, dia udah berani membuat dan mewujudkan karyanya. beda jauh ama gue. :(

      Delete
  35. di situ kadang saya merasa bingung...
    saya sudah sering ditolak penerbita, tapi kalau harus action seperti Dijah Yellow, kayanya engga deh... @@,

    ReplyDelete
    Replies
    1. action yang seperti apa? gak ada salahnya loh menerbitkan buku secara mandiri. cuma memang lebih baik diterbitkan di penerbit umum kalo masih pemula, biar dapet target pasaran dan dikenal. kan kalo udah dikenal orang banyak, dan banyak yang suka, mau diterbitkan dengan cara apapun sama saja, apalagi mandiri, pasti keuntungannya lebih besar.

      Delete
  36. Aku ngga mau beli bukunya ah. Mending beli buku fotografi. Huahahah.. Harganya sama, full color trus banyak foto kereeen.. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya terserah kabeb. gak ada kewajiban juga kan. :-bd

      Delete
    2. Enggak. hahahaha... makanya aku cuma nganalisis harganya doang. gak sampe dalem-dalemnya.

      Delete
  37. Kita Dijah itu mah bukan novel, jadi pembaca nantinya jadi pengikut Dijah. Itu orang jadi teguran banget yah buat kita-kita yang bisanya cuma ngomongin dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. (((JADI PENGIKUT DIJAH)))
      buatku sih iya, Bang. tapi buat bang Dani keknya nggak deh. kan bang Dani udah ngeluarin karya. :-d

      Delete
  38. Wahahaha kunjungan Perdana nin. HIehiehiehiehie Uhuyyyyyyyy Blogger Pontianak ya. Kopi darat kapan kapan ya Saya di Pontianak Post. Lantai 5. Graha Pena Kapan kapan kita Kpdaran Okeyyyyyyyyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa wa wa... Abang senior, kerje ape di sana, Bang? ade can ndak buat kamek-kamek nih? Saye di Ponti, tapi seringnye ke Sanggau. :nd

      Delete
  39. Itu novel harganya segitu bang?
    Beli per lembar dulu bisa ga yah ? -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikira rokok, jualnya perbatang? :ng eh tapi boleh juga sih ditanyain, kali aja malah dijualnya per huruf. ._.

      Delete
    2. lupa, dia rilis novel, bukan rokok -__-

      Delete
    3. Tapi bisa jadi kamu bener loh. Coba beli dan nyalain ujungnya. kebakar nggak?

      Delete
  40. tapi sebenernya dia kece juga sih.. sampe berani bikin novel terus dijual mahal gitu.. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, menginspirasi. *ala spongebob* *eh, itu imajinasi*

      Delete
  41. jadi penasaran jg seperti apa karyanya dijah yellow

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan dibeli, Mbak. Patungan aja dulu. xD

      Delete
  42. Bingung mau komen apa. Tapi, ngakak sih baca komen-komen diatas XD

    ReplyDelete
  43. kalo dipikir-pikir sih... bener juga.
    ah, bang haw membuatku bingung. jadi pengen pro dijah aja setelah membaca postingan ini. iya, sepadan kok sama kerja kerasnya(?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah, Nis. Gak usah pro maupun kontra. Gak bakal banyak pengaruhnya juga. Cukup jangan ikutan ngeledek dan mendingan mencari sisi baiknya aja.

      *gitu pesen ustaz*

      Delete
  44. astagaaa teori penjelasannya pas banget mas :D

    kayaknya cuma mas How yg paham dgn kode-kode dijjah yellow.
    cewek mah emang gitu mas, bisa nya cuma ngode.
    Ayoo tunggu apalagi mas, nyatakan perasaan itu sekarang !!
    MERDEKAA !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pada kenapa sih, banyak yang ngedukung jadian ama Dijah. @@,

      Delete
  45. Jadi, yang kita beli adalah upayah beliau dalam membuat sekumpulan kertas bergores entah? Saya rasa sekalipun seorang Plato harus bisa belajar dari Dijah dalam mengumpulkan niat. Karena niat, seharusnya Plato bisa menemukan Atlantis! Hidup atas nama ke-entah-annya Dijah! 'hehe' (biar ga terlalu serius-serius amat)

    ReplyDelete
  46. Saya sudah beli dan baca.
    Kesimpulannya:
    Hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm


    Setidaknya dia punya kecepatan dan ketekunan yang luar biasa dalam 9 hari sudah jadi 1 novel..

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~