howhaw #142: [Fiksingkat] Terapi Hipnotis Tidur ~ Production Haws

howhaw #142: [Fiksingkat] Terapi Hipnotis Tidur

“Lupakan semua kejadian yang membuatmu tidak tenang. Lupakan! Lupakan!” ucapku pelan kepada lelaki yang sedang kuterapi dengan hipnotis tidur. Pekerjaan hipnotis tidur ini aku lakukan setiap akhir pekan yang berakhir hingga larut malam.

“Lupakan dan tidurlah lebih dalam. Lupakan! Lupakan!”

Lelaki yang sedang kuhipnotis tidur tersebut mengaku sedang mengalami masalah rumah tangga. Istrinya sudah mengetahui hubungan gelapnya dengan wanita lain. Mereka kemudian bertengkar. Aku terus memberinya sugesti agar dia lebih tenang dan bisa melupakan kejadian tersebut.

“Tenang dan lupakan semuanya. Lupakan! Lupakan!”

Semakin banyak aku mengucapakan kata "lupakan", lelaki tersebut semakin tenang. Namun, malah aku yang semakin gelisah. Tiap kata "lupakan" yang aku ucapkan, semakin membuatku teringat. Iya, teringat dengan kejadian minggu lalu.

"Lupakan! Lupakan! Dan tidurlah semakin dalam!"

Ingatanku semakin jelas. Lelaki inilah yang kulihat keluar dari rumahku minggu lalu ketika pulang.

"Lupakan! Lupakan!"

Semua ingatan tentang malam itu semakin terang. Kasur yang berantakan. Entah dasi siapa di sudut kamar. Serta pertanyaan istriku yang sedikit gemetar, "Tumben kamu pulangnya lebih cepat, Sayang?"

"... ..."

Aku berhenti memberinya sugesti untuk melupakan. Lalu aku pergi meninggalkannya sendirian. Aku tak bisa melawan semua ingatan yang bermunculan. Tak mungkin semua itu terlupakan. Satu-satunya yang aku lupakan hanyalah pisau yang baru kutikamkan.

*****

Tulisan ini dibuat dalam rangka #memfiksikan dengan tema “Lupakan”. Mohon kritik dan sarannya, kalo nggak mau juga nggak apa-apa. Lupakan!



howhaw

“Tak ada yang nyata saat ini. Karena semua hanyalah fiksi.”








Previous
Next Post »

41 Comments

  1. Ini lebih ke cerita penghianatan, dendam dan ... pokoknya itu

    ReplyDelete
  2. Duh jadi lupa mau komen apa. Kehipnotis kayaknya gue. Bentar gue inget lagi aja....

    ReplyDelete
  3. Istrinya jahat juga ternyata :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tak ada kata jahat dalam cinta dan kesenangan. :p

      Delete
  4. Itu dasinya gue, ketinggalan kemarin. aduh lo apain bini lo, ah sudahlah lupakan. *pura-pura lupa*

    ReplyDelete
    Replies
    1. kagak diapa-apain. selingkuhannya doang kok yang dibunuh. aku kan orang baik.

      Delete
  5. Wah, Haw. Bisa aje ini idenya. Gue nggak ikutan memfiksikan dulu. Krisis kuota. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... bukan gegara nelpon lupa didaptarin paket itu kan? =)D

      Delete
  6. haduh baca kata "LUPAKAN" jadi lupa mau komen apa.hehe ikut terhipnotis kali ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah lupakan saja~ semua rasa cinta yang ada~

      Delete
  7. sepertinya saya ikut terhanyut, oke lupakan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hanyut?? oh, anak nelayan wajar. tak kirain... ...

      Delete
  8. Wa wa wa ., perselingkuhan itu . . harusnya jngan dibunuh ,. dibakar aja bang ,, wawawa . , Luapkan . , mksudnya Lupakan!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. woi... wa wa wa itu gayaku, jangan dipake. :p

      Delete
  9. jadi, si penghipnotis menghipnotis laki-laki yang selingkuh sama istrinya, bro haw?
    ya kan...

    ReplyDelete
  10. kata "lupakan" ada 17. dan itu adalah tanggal dimana indonesa bebas dari penjajah.. *lupakan-lupakan... :))

    ReplyDelete
  11. Kaya uya kuya aja maen hipnotis xixi

    ReplyDelete
  12. Jadi si penghipnotis menghipnotis cowok yang ketahuan selingkuh sama istrinya dan ternyata cewek yang diselingkuhin itu istrinya si penghipnotis... akhirnya emosi terus dibunuh deh tuh orang :D

    ReplyDelete
  13. ibarat kata seorang sastrawan, u generasi penerusnya Agus Noor, keren beeuud

    ReplyDelete
    Replies
    1. O_o gak sampe segitunya juga sih. Tapi aku aminin, Mbak.

      Delete
  14. keren banget, saya suka cerita fiksi :)

    ReplyDelete
  15. Nah, lupa kan gue jadinya. Barusan cerita apaan itu? Lupa gue.

    Engga deh, becanda.
    Lu mau gue bilang bagus apa jelek fiksinya?
    Karena kalo gue bilang jelek pasti gue dosa.

    ReplyDelete
  16. Yah.. Kok cumak ditikam sih, Haw? Kenapa ngga dibakar aja.. :(

    ReplyDelete
  17. itu dasi siapa dipojok kamar?

    "LUPAKAN HAW LUPAKAN!!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. lupakan aku~ kembali padanya~ aku bukan siapa-siapa untukmu~

      Delete
  18. "LUPAKAN!" Lupakan mantan yang ada di ingatan gue :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaelah, mantan ditaro diingatan...taro di hati kek. :p

      Delete
  19. Jadi, hikmah yang bisa diambil dari cerita fiksi ini adalah: belum tentu tukang hipnotis bisa menghipnotis dirinya sendiri #halah
    Anyway, aku selalu suka sama gaya bercerita seperti ini, yang selalu bikin syok di ending-nya. Kece!

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha... kejadiannya mungkin kaya dukun, belom tentu bisa nyembur mukanya sendiri.

      Delete

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~