Apakah Suara Seseorang Beneran Bisa Bikin Sejuk?

suaranya-bikin-adem
1) Suara bikin adem

Assalamu’alaikum… 

Dalam percakapan mealui media teks seperti whatsapp, sering sekali kita jumpai kalimat agar orang yang jadi teman ngobrolnya mengirimkan rekaman suara (voice note). Entah tujuan aslinya apa, yang jelas, alasan yang paling sering digunakan selain “lagi malas ngetik” adalah karena “suaramu menyejukkan”. Yang kemudian sekalian diminta teleponan. 

Tidak hanya melalui obrolan privat, di ranah publik juga sering kita dengar permintaan seseorang agar orang tertentu menyanyikan sebuah lagu. Suaramu bikin adem, begitu pujinya. Apa benar ada hubungannya antara suara dan suasana lingkungan? Terkhusus, apa benar suara seseorang bisa memberikan kesejukan? 

Suara bisa memanaskan, tapi bisakah untuk menyejukkan? 

Sebelumnya saya pernah membahas tentang cara memanaskan air dengan kalimat cacian (suara). Untuk memanaskan segelas kopi saja ternyata perlu waktu 1 tahun 7 bulanan. Ini ada lagi orang yang bilang suara seseorang dapat menyejukkan. Padahal, suara sendiri merupakan bentuk energi yang sifatnya lebih ke arah panas. 

Namun, kita juga nggak bisa mengatakan bahwa orang yang mengaku merasa sejuk saat mendengar suara seseorang itu berbohong. Sebab, pengakuan tersebut juga banyak diutarakan oleh orang lain. Berarti, fenomena suara yang bikin adem ini beneran ada dan perlu kita selidiki. 

Kenapa kita merasa sejuk? 

Sebab kalor atau panas di tubuh kita terlepas dan berpindah ke udara. Yang artinya, kita akan merasa sejuk saat panas di tubuh kita terbawa udara di sekitar. 

Selain itu, terjadinya penurunan aktivitas organ tubuh yang menghasilkan panas juga bisa membuat tubuh kita menjeadi lebih sejuk. Misalnya, kita akan merasa lebih adem saat kita beristirahat atau bersantai, dibanding saat melakukan aktivitas fisik yang lebih berat. 
sejuk-kena-angin
2) Sejuk kena embusan angin

Suasana sekitar atau iklim juga menjadi faktor yang memengaruhi rasa sejuk yang dialamai oleh tubuh. Di musim kemarau, tubuh akan lebih sering merasakan panas. Namun, pujian “suaramu menyejukkan” itu tak kenal musim. Selalu saja muncul dalam obrolan. Berarti, kita bisa menyempitkan penyelidikan kita dan fokus pada perilaku pribadi manusianya. 

Suara apa saja yang sering dianggap menyejukkan? 

Pertama, suara orang yang sedang menyanyi, terutama nyanyian bertema kebahagiaan. Namun, efek menyejukkan yang dirasa akan berbeda-beda bagi tiap orang. Misalnya lagu Ruang Rindu milik Letto. Teman sekelas saya dulu mengatakan merasa adem kalo mendengar lagu tersebut. Saya turut mengiyakan. 

Akan tetapi, teman saya dari sekolah lain tidak menganggapnya demikian. Dia hanya bilang itu lagu bagus, tapi nggak sampai bikin perasaan sejuk. Kemudian dia menyebutkan judul lagu Anggrek Bulan yang dinyanyikan oleh Chrisye. 

Dari hal tersebut, kita bisa berasumsi bahwa suara dapat menyebabkan efek menyejukkan itu tergantung pengelaman pribadi dengan lagu tersebut. Kami sekelas mengatakan lagu Letto menyejukkan karena lagu itu selalu didengarkan ketika di luar sedang hujan dan guru nggak masuk. 

Kedua, suara pujaan hati. Seperti yang saya singgung sebelumnya, kita ingin selalu bisa mendengar suara sang pujaan hati. Lagi chat, minta di-voice note-kan, atau beralih ke telepon. Padahal, ketika ada penilaian suara, pujaan hati kita tidak termasuk dalam kategori orang yang memiliki suara merdu. Namun, kok, bisa suaranya bikin adem? 
menelepon-pacar
3) Suara pacar bikin adem

Yang ketiga, suara orang yang lagi ngaji. Ini banyak banget yang bilang. Saat ada orang yang ngaji dengan benar, orang-orang akan berucap, “subhanallah, adem, ya, dengerinnya.” Namun, di lain waktu, ada juga yang terganggu dan merasa ‘panas’ dengan suara yang sama. 

Karena fenomena ini, saya pernah dengan sengaja mengirim voice note lagi ngaji baca yasiin ke orang yang lagi demam. Bukan karena keyakinan bahwa ayat suci bisa menyembuhkan. Melainkan, karena demam itu panas, dan suara orang ngaji itu bikin sejuk. Sehingga—harapannya—demam yang lagi dia alami akan turun. Begitu. 

Dari ketiga kasus tadi, yang menyebabkan orang sepakat menganggap suara dapat menyejukkan adalah karena samanya pengalaman dalam mengenal suara tersebut. Bagi yang pengalaman saat mendengarnya berbeda, dia nggak akan setuju kalo suara yang disebutkan pantas disebut menyejukkan. 

Kita tinjau juga fenomena lonceng angin atau Furin 

Peninjauan ini diperlukan karena pengalaman orang di Jepang terhadap suara furin ini hampir semuanya sama, dan mereka sepakat kalo suara furin ini bisa menyejukkan. 
furin-lonceng-angin
4) Furin/lonceng angin

Furin atau lonceng angin merupakan benda tradisi musim panas di Jepang. Bentuknya seperti mangkuk terbalik yang di tengahnya terdapat tanzaku atau kertas persegi panjang yang terhubung dengan tali dan bandulnya. Ketika angin berembus, lonceng angin ini akan menimbulkan suara yang, ya, seperti lonceng pada umumnya. 

Namun, bagi warga Jepang, mendengar suara lonceng angin ini akan membuat jiwa mereka lebih sejuk. Meski cuaca saat itu sedang sangat panas. Kok, bisa, ya? Kan, hanya suara. 

Sesuai namanya, lonceng angin, maka lonceng ini akan berbunyi saat ada embusan angin. Angin adalah salah satu faktor yang bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih sejuk. Kita lagi kepanasan, terus ada embusan angin, jadi sejuk, kan? 

Nah, karena tiap berbunyi berarti ada embusan angin, tubuh orang yang terbiasa mendengar suara lonceng angin tadi jadi terkondisikan. Ada suara furin, tubuhnya akan merespon untuk menurunkan suhu tubuh. Meski dia nggak kena embusan anginnya secara langsung. Ini yang dimaksud dengan pengalaman terhadap suara tadi. 

Sesuai dengan teori pengondisian klasiknya Ivan Pavlov 

Beliau seorang yang suka meneliti hubungan antara stimulus dan respon seseorang. Bidang psikologi berarti, ya? Melalui berbagai percobaannya, beliau menyimpulkan bahwa perilaku dan perasaan (kenangan) seseorang bisa dikondisikan, diberi pengalaman tertentu terhadap sesuatu. 

Ketika kita sudah dikondisikan, maka sebelum kita mengalami kejadian serupa, kita sudah memberikan respon yang harusnya muncul setelah mengalami lagi. Langsung saja ke contoh, ya, biar enak. 

Dulu kita pernah memakan buah lemon yang asem. Makan lemon lagi, asem lagi. Maka kita sudah dikondisikan. Sehingga saat kita hanya melihat lemon sedang diperas, mulut kita sudah merasa asem duluan. Padahal baru melihat, belum mencicipinya. Seperti itu. 
perasan-buah-lemon
5) Perasan buah lemon

Atau saat ada teman kita yang meletakkan sedotan di mulutnya dan diarahkan ke muka kita. Apa respon yang kita berikan? Kita secara otomatis akan memicingkan mata. Sebab, dulu kita sudah dikondisikan bahwa kena tiupan di mata melalui alat yang bernama sedotan itu bisa membuat mata nggak enak, kayak kelilipan. 

Berarti, suara yang bikin adem juga demikian 

Sebelumnya, kemungkinan besar, kita mendengar suaranya saat situasi sekitar sedang sejuk. Sering mengobrol di dalam ATM mungkin, atau berjumpa di gunung, atau bertemu dan berbincang saat berteduh. Atau teleponan hanya saat malam hari yang suhunya sudah lebih rendah dibanding siang hari. 

Yang artinya, kita sudah dikondisikan saat mendengar suaranya. Sehingga, di lain waktu, ketika kita mendengar suaranya lagi, tubuh kita langsung merespon untuk menurunkan suhu tubuh. 

Jadi, ucapan seseorang bahwa suaramu bisa menyejukkan itu bukan suatu kebohongan. Beneran bisa bikin sejuk. Dari itu, sapalah dia beberapa kali dalam seminggu melalui pesan suara. Kesejukan suaramu akan membantunya menjalani hidup di dunia yang tiap hari makin bikin gerah ini.


Sumber gambar:
1) https://www.youtube.com/watch?v=xU-4MAffTLU
2) https://suar.grid.id/read/202206805/masih-sayang-nyawa-segera-hentikan-kebiasaan-tidur-menggunakan-kipas-angin-bisa-sebabkan-penyakit-berbahaya-ini?page=all
3) https://www.tipspengembangandiri.com/cara-mempertahankan-hubungan/
4) https://matcha-jp.com/id/2487
5) https://jatenglive.com/tampil-berita/4-Manfaat-Perasan-Lemon-Bagi-Kesehatan

Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Apakah Suara Seseorang Beneran Bisa Bikin Sejuk? Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

6 komentar:

  1. Seorang kenalan pernah bilang katanya saat mendengar suara saya di telepon merasa mood-nya menjadi lebih baik. Waktu saya bekerja melakukan jajak pendapat melalui telepon untuk media cetak, seorang responden perempuan juga tiba-tiba memuji suara saya ganteng. Suara ganteng itu piye coba?

    Tapi ya mungkin begitulah efek suara. Satu jenis suara akan terdengar berbeda-beda di telinga sang pendengar. Saya sih jijik mendengar suara sendiri. Makanya enggak minat lagi buat podcast, padahal dulu pernah bikin di SoundClound.

    Terkait lagu Letto yang dibahas, memang sejuk sih sejak pertana kali dengar. Apalagi setelah paham maknanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suaramu mirip ama suara orang yg didambanya kali yog. Dan kebetulan orangnya itu ganteng.

      Sama kayak pas saya ngebayangin suaramu dulu saat tahu wajahmu doang. Kira2 suaramu kayak gini. Untungnya tepat. XD

      Btw... tiap orang selalu merasa suaranya jelek loh. Kecuali telah melalui prosea pengakuan bagus oleh banyak orang.

      Hapus
  2. Sebelum selesai baca ini, masih berpendapat bahwa itu hanya istilah semata untuk memuji seseorang yang dipuja. Setelah selesai baca, pikiran jadi ke mana-mana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak apa2 bang kalo hanya pikiran yg ke mana2. Asal jangan pujian suaramu menyejukkan itu yg diucapkan ke mana2. Cukup ke satu orang saja.

      Hapus
    2. Gak bisa. Terlalu banyak orang di dunia ini yang suaranya menyejukkan. Salah satunya muazin di dekat rumah.

      Hapus
    3. anda punya banyak kenangan indah, ya?

      Hapus

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~