Wednesday, 14 August 2019

V-sika #30: Apa Yang Dimaksud Dengan Hubungan Arus Pendek Saat Terjadi Kebakaran?

Assalamu’alaikum…

Beberapa minggu ini di wilayah Jakarta selalu terjadi kebakaran. Melalui akun yang mengunggah informasi bencana Jakarta, sekitar 10 hari berturut-turut kebakaran itu terjadi. Dalam sehari, bahkan pernah terjadi 3 kali kebakaran. Saat diberitakan, rata-rata penyebabnya karena terjadi hubungan arus pendek. Apa maksudnya hal tersebut?

kebakaran
1) Kebakaran

Hubungan arus pendek yang diberitakan itu berhubungan dengan kelistrikan. Sehingga, untuk memahami fenomena tersebut, terlebih dulu kita harus mengetahui prinsip dasar rangkaian listrik. Secara garis besar, sirkuit (rangkaian) listrik terdiri dari power supply, kabel dan hambatan.

POWER SUPPLY, berfungsi untuk menyuplai tenaga pada rangkaian atau sirkuit agar listrik dapat mengalir. Dalam rangkaian sederhana, power supply itu berupa baterai. Kalo untuk keperluan rumah sehari-hari, power supply-nya berasal dari PLN.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Bacot Netizen Bisa Dibuat!

KABEL, berfungsi sebagai jalur aliran listrik. Bahan yang digunakan untuk membuat kabel haruslah bersifat konduktif atau dapat mengalirkan listrik. Jenis bahan yang banyak dipakai biasanya berupa kuningan dan tembaga. Kuningan sendiri merupakan campuran dari seng dan tembaga. Memang lebih bagus menggunakan tembaga murni, tapi harga tembaga sangat mahal. Untuk menekan biaya, makanya dicampur dengan seng yang harganya murah.

HAMBATAN, memiliki fungsi untuk menghambat arus listrik. Komponen hambatan ini biasanya disebut dengan resistor. Kalo kita masih ingat dengan pelajaran fisika SMP atau SMA, itu yang bagian disuruh ngitungin nilai hambatan berdasarkan garis warna itu, loh. Ada resistor 4 warna, 5 warna, 6 warna dan resistor dengan kode angka.

kebakaran
2) Berbagai resistor

Misal pada resistor 4 warna, terdapat warna hijau, biru, hitam dan emas. Maka nilai dari resistor tersebut adalah:


kebakaran
3) Tabel resistor 4 warna


kebakaran

Garis ke-1 hijau = 5
Garis ke-2 biru = 6
Garis ke-3 hitam = 100 = 1
Garis ke-4 emas = toleransi 5%
Sehingga nilai resistor tersebut adalah 5 6 x100 = 56x1 = 56Ω dengan toleransi ±5%.

Kalo warnanya hanya ada dua garis biru, sih, itu nilai hambatannya 9 bulan 10 hari, dengan toleransi menyusui eksklusif ±6 bulan.

Namun, hambatan listrik tidak hanya berupa resistor seperti gambar tersebut. Karena semua benda bisa memiliki sifat menghambat arus listrik, nilai hambatannya saja yang berbeda. Lalu, kenapa arus listrik harus diberi hambatan? Sudah panjang-panjang ngasi jalur melalui kabel, eh, malah dihambat.

Ya, gimana, ketika listrik mengalir dalam suatu konduktor, ada sebagian energinya yang berubah menjadi panas. Semakin besar energi listrik yang mengalir, semakin besar pula panas yang ditimbulkan. Jika arus listriknya tidak dihambat,  maka listrik tersebut akan mengalir dalam arus yang tak terhingga dan menghasilkan panas yang bersifat merusak. Paling tidak kabel tempat mengalirnya akan terbakar.

Pada umumnya, kabel dibungkus dengan lapisan karet yang bertujuan melindungi manusia saat menyentuh kabel. Juga untuk mencegah serabut tembaga/kuningan di dalamnya keluar. Sayangnya, dalam praktik bisnis perkabelan, beberapa kabel yang murah menggunakan lapisan karet yang kualitasnya buruk. Akibatnya, sebagian serabut tembaganya mencuat keluar.

Kalo melihat instalasi listrik di rumah, kebanyakan  kabel-kabel listriknya ditumpuk jadi satu untuk memudahkan pengecekan, perbaikan maupun untuk estetika. Lalu, jika dalam tumpukan tersebut ada kabel yang lapisan karetnya rusak, misal karena digigit tikus, serabut tembaganya bisa mencuat keluar dan menyentuh serabut tembaga dari kabel lain.
kebakaran
4) Terjadinya arus pendek

Arus tetap mengalir melalui serabut tembaga yang tipis tersebut. Karena arus yang mengalir dalam instalasinya cukup besar, sedangkan serabutnya tipis dan tidak terdapat hambatan pada cuatan serabut antarkabel tadi, maka panas yang ditimbulkan juga akan sangat besar dan terbakar. Api yang tercipta kemudian merambat ke lapisan karet dan menjalar ke bagian/barang rumah lainnya. Kebakaran dah. Namun, tentu saja penyebab kebakaran lainnya lebih banyak lagi.

****

Sama juga dengan terjadinya pertengkaran pada pasangan. Saat diselidiki, pemicunya karena kecemburuan. Apa maksudnya hal tersebut?

Seperti prinsip rangkaian listrik, dalam hubungan, secara garis besar juga terapat power supply (rasa suka, cinta, sayang dan apa pun itu namanya), kabel (komunikasi), juga hambatan (logika).

RASA SUKA, tentu menjadi syarat utama dalam menjalin hubungan. Asalnya dari hati. Karena buat apa memiliki tujuan hidup bersama kalo nggak saling suka. Kecuali ingin menguasai hartanya Pak Broto, sih.

KOMUNIKASI, setelah rasa suka itu saling diungkapkan. Selanjutnya menjaga agar rasanya tidak berhenti. Ya, komunikasikan. Baik tentang rasa rindunya, lagi kesel ama kesehariannya, atau mungkin hanya sekadar bingung kenapa balsem tidak dipakai sebagai sambel padahal sama-sama bikin lidah pedas.

LOGIKA, walo kata Agnezmo cinta itu tak ada logika, karena selalu bisa membuat orang rela berkorban apa pun, jangan dituruti. Logika diperlukan untuk menyaring mana yang boleh dan mana yang tidak ketika menjalin hubungan. Sehingga nggak perlu sampai kejadian nemu dua garis biru sebelum menikah itu. Logika juga diperlukan untuk memilah mana yang perlu diabaikan dan mana yang perlu disoroti ketika perselisihan terjadi.

Baca juga: Kok Lelaki Yang Selalu Salah, Padahal Lebih Pakai Logika?

Seperti kabel dalam rumah yang diletakkan menumpuk, komunikasi dalam keseharian juga terjadi dengan banyak orang dalam media yang sama. Misal komunikasi melalui chat WhatsApp, DM Instagram, mention Twitter. Yang mana seperti kabel yang mudah ditembus serabut tembaga, di media tersebut juga mudah sekali berhubungan dengan siapa pun.

Saat logika sebagai hambatan tidak digunakan, mulailah keisengan me-mention atau ngechat lawan jenis. Bercanda, tertawa, bahkan membuat kalimat mesra. Terjadi hubungan mesra yang pendek walo niatnya bercanda doang. Padahal harusnya bercanda mesranya dilakukan dengan pasangan. Saat ketahuan oleh pasangan, hal tersebut akan membuat panas hati.


kebakaran
5) Lirikan pendek yang bikin panas hati

Semakin besar dan semakin mesra kalimat yang terlontar di media komunikasi tersebut, makin besar pula panas yang tercipta dan menyulut api cemburu. Makin lama, api tersebut akan merambat ke mana-mana. Bahkan membakar hangus stok ucapan. Makanya saat terbakar panas api cemburu, kalimat yang terucap hanya satu sampai tiga kata saja.

“Oh, yes.”

“Oh, God, Yes.”

Eh, bukan bukan, itu tercipta karena scene panas yang lain. Berikut ini yang bener.

“Gapapa.”

“Aku gamau diganggu.”

“Sana terusin mentionannya.”

Terbakar cemburunya membesar menjadi emosi. Melahap semua kenangan manis yang dilalui. Menghanguskan kepercayaan yang diberi. Mematangkan niat mengucapkan kata-kata caci. Lalu pertengkaran pun terjadi. Namun, tentu saja penyebab pertengkaran lainnya lebih banyak lagi. Seperti yang satu milih Jokowi, yang satu lagi milih kado untuk gebetan yang baru lagi.

kebakaran
“Ilmu tentang arus pendek penyebab kebakaran memang tidak bisa dipakai untuk membeli siomay. Namun, dengan ilmu tersebut kita jadi tahu, bahwa hambatan itu dibuat untuk menstabilkan tegangan arus. Sehingga tidak mudah terjadi kebakaran. Jadi, jika di hidup ini nemu hambatan, ya, gitu lah.”

Salam V-sika.
(Baca: Peace-sika)



Sumber gambar:
1) http://mudanews.com/regional/2017/03/13/cegah-kebakaran-akibat-arus-pendek-satpol-pp-surati-pln/
2) https://caraharian.com/menghitung-resistor.html
3) http://www.webstudi.site/2018/01/kode-warna-resistor.html
4) https://infopromodiskon.com/news/detail/141/hubung-singkat-arus-listrik-tidak-berbahaya.html
5) https://batam.tribunnews.com/2018/02/02/ssst-terungkap-alasan-pria-masih-suka-lirik-cewek-lain-padahal-sudah-punya-pacar
Latest
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul V-sika #30: Apa Yang Dimaksud Dengan Hubungan Arus Pendek Saat Terjadi Kebakaran? Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

3 comments:

  1. Ah now I know. Kata hambatan terdengar negatif, tapi sebenarnya justru keberadaannya penting supaya tidak berlebihan yang berisiko kecelakaan.

    Fenomena kelistrikan yang sederhana, bisa dijelaskan untuk anak-anak. Terimakasih.

    ReplyDelete
  2. Bicara soal lapisan karet di kabel yang melindungi manusia, saya jadi ingat sewaktu kecil (lupa SD kelas berapa) sempat menginjak kabel kipas angin yang terkelupas. Saya langsung kesetrum dan terpental beberapa meter. Syukur tegangannya enggak tinggi dan bikin saya mati. Saya kaget banget sumpah. Begitu melihat kaki saya berlubang gede dan terlihat dagingnya, saya otomatis nangis. Hahaha. Padahal awalnya udah sok kuat. XD

    Yang sampai hari ini masih saya bingung, kenapa waktu itu ada beberapa mantan yang menuduh saya kontakan sama perempuan lain, padahal jelas-jelas saya udah bilang lagi di jalan, atau menulis, atau baca buku, atau kesibukan apalah itu. Kepercayaan dalam hubungan sudah rusak. Sebagian dari mereka akhirnya kemakan omongannya sendiri. Udah menuduh-nuduh, eh sendirinya yang berbuat, bahkan betulan selingkuh. Hahaha. Tai kambing gosong terbakar matahari.

    ReplyDelete
  3. jadi kalau hidup ini banyak hambatan yaa.. biar hidup lebih stabil aja ya. kan kalo datar2 aja gak seru. Kata agnezmo kan life is never flat, jadi kita harus bnyak makan citato, biar gak kesel marah2 gak jelas terus robek2 kabel. Kebakaran dahh.

    ReplyDelete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~