Saturday, 30 March 2019

Diajak Makin Smart oleh Qlue dan Kemkominfo Melalui Smart Citizen Day 2019


Assalamu’alaikum…

Kamis kemarin, 28 Maret 2019, saya ikutan acara Smart Citizen Day 2019 di The Tribrata, Grand Opus Ballroom, Jakarta. Acara tersebut merupakan hasil sinergi dari Qlue dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan tujuan untuk mempercepat perubahan positif menuju “Indonesia Smart Nation”. Karena ini merupakan pertama kalinya, maka “deklarasi” menjadi poin utama yang penting sebagai penegasan bahwa masyarakat sudah siap untuk mewujudkan tujuan tersebut.

qlue
1) Deklarasi Smart Citizen oleh 34 pemuda terpilih dari tiap provinsi

Sebagai perwakilan, sudah terpilih 34 pemuda yang telah menciptakan dampak sosial yang positif secara gotong-royong di masing-masing daerahnya. Acara utamanya memang tentang pembukaan, sambutan dari pihak-pihak luar biasa di negeri kita, deklarasi dan peresmian Smart Citizen Day. Namun, ada beberapa acara lanjutannya yang mendukung atau menambah “ke-smart-an” yang hadir. Karena dalam rangkaian acara setelah jam makan siang, ada kiat, tips, dan berbagi wawasan dari para CEO brand besar.

Tunggu dulu, sebenarnya Qlue yang tadi disebut itu apaan?
Bisa disebut sebagai brand atau perusahaan yang membantu pemerintah dalam menampung aspirasi masyarakat sehingga bisa dilakukan tindakan yang lebih cepat. Aspirasi atau permasalahan yang ditemukan oleh masyarakat tersebut ditampung atau dilaporkan melalui aplikasi yang bisa diunduh di Playstore dengan nama “Qlue Smart City”. Misal, ada lubang besar di jalan depan gang rumah kita. Kita bisa memotretnya menggunakan aplikasi tersebut dan bisa memantaunya apakah laporan kita sudah ditanggapi dan ditindaklanjuti.

qlue
2) Aplikasi Qlue Smart City

Aplikasi ini tercipta karena sang founder, Rama Raditya and team, menemukan bahwa keterlambatan tindakan pemerintah karena permasalahan yang ada di masyarakat tidak bisa langsung sampai ke pemerintah daerah untuk dilakukan penindakan. Melalui aplikasi Qlue, yang sudah melakukan kerja sama dengan pemerintah dan swasta, permasalahan di masyarakat bisa lebih cepat tersampaikan dan juga berarti lebih cepat diselesaikan. Namun, yang difoto kudu hal-hal yang menyangkut fasilitas atau kepentingan umum, yak, semacam pohon tumbang, parkir liar, preman, atau jalan berlubang. Kalo lagi berantem ama pacar, jangan. Selesaikan sendiri lah.

Lalu, Se-Smart Apa Pelaksanaan Acaranya?
Saat akan menghadiri acara Smart Citizen Day 2019 tersebut, saya kepikiran hal yang sama. Secara, judulnya “Smart Citizen”, berarti orang-orang yang hadir merupakan orang yang cerdas. Kalo pun merasa tidak cerdas, melalui acara tersebut, yang hadir akan dibuat atau dibuka wawasannnya agar menjadi lebih cerdas.

Simbol kecerdasan saat ini adalah menggunakan teknologi yang paling baru, sistem AI, dan sejenisnya. Dalam daftar undangan pembicara yang tertulis, ada Presiden RI Ir. Joko Widodo. Namun, beliau tidak dapat hadir karena sedang berada di luar kota. Hal ini membuat para hadirin yang ingin melihat beliau sedikit kecewa. Namun, di acara Smart Citizen Day kemarin, ketidakhadiran beliau diganti dengan kejutan yang “wah”. Melalui teknologi hologram, Ir. Joko Widodo bisa menyapa semua yang hadir.

Baca juga: Otak Komputer

3) Pak Jokowi hadir dalam bentuk hologram~

Menurut saya, ini panitianya sangat cerdas. Menutupi kekecewaan pengunjung yang berharap bisa melihat Pak Joko Widodo dengan menunjukkan bahwa teknologi kita juga sudah semakin maju.

Terdapat Stand Smart Technology
Tentunya tentang teknologi brand yang menjadi atau tergabung dalam acara tersebut. Misalnya teknologi gadget terbaru dari brand Samsung, teknologi Sistem Pengelolaan Pohon yang dibantu dengan aplikasi, serta teknologi Face Recognition. Mengenai Teknologi Face Recognition ini, saya mengalami hal yang membuat saya jadi yakin kalo saya tidak “smart”.

Saya mendapat kesempatan untuk mencoba teknologi tersebut di jam setelah makan siang, karena di saat datang dan setelah melakukan registrasi masuk gedung, area tersebut terlalu ramai. Teknologi Face Recognition ini merupakan suatu teknologi yang membuat kamera pengawas mengenali wajah orang yang terekam. Saat mau mencoba menampangkan wajah saya di depan kamera pengawasnya, ada dua orang yang berdiri di sana dan senyum-senyum melihat ke kamera CCTV dan layar monitor.

qlue
4) Beberapa orang sedang mencoba teknologi Face Recognition

Saya tungggu dan tunggu, kok, dua orang ini kagak minggir-minggir. Masih saja senyum dan membenarkan poni rambutnya. Padahal sudah jelas-jelas di monitor kalo wajah mereka sudah terdeteksi. Harusnya udahan, dong. Ada sampai 15 menitan saya dan nambah dua orang lainnya yang menunggu buat nyobain. Namun, itu dua orang lelaki masih aja kagak mau pergi. Sampai-sampai orang yang mau nyobain juga nyelip-nyelip di belakang mereka.

“WOY, GANTIAN NAPA NYOBAINNYAAAAA…,” begitu teriak saya dalam hati.

Dua orang yang sebelumnya nunggu bersama saya udah nyobain dan pergi setelah wajahnya terdeteksi dengan munculnya nama mereka di monitor saat wajahnya terekam kamera. Namun, dua orang sebelumnya masih aja mejeng di situ. Kesel, sumpah. Akhirnya, saya ikutan nyempil-nyempilin badan di belakang mereka dan mengarahkan muka ke kamera pengawas. Wajah saya muncul di monitor, tentunya di belakang wajah dua orang yang nggak mau pergi tadi. Beberapa kali saya mengarahkan muka, tapi di monitor, keterangan yang muncul malah “unidentified”. Kaget, dong. Berasa jadi alien.

“Kok bisa nggak keidentifikasi? Kan, saya sudah terdaftar sebagai warga negara Indonesia, terbukti dengan sudah punya KTP.”

Mungkin karena lagi pakai kacamata. Soalnya ketika foto untuk KTP, saya kan fotonya nggak pakai kacamata. Yaudah saya melepas kacamata. Namun, di layar masih saja tertulis “unidentified” dong. Langsung muncul pikiran negatif terhadap diri sendiri. Apa saya mengalami operasi wajah tanpa sadar, ya? Atau dioperasi oleh setan?

Sambil memikirkan hal tersebut, dan masih kesal karena dua orang tadi tetep nggak mau minggir, saya masuk ke ruangan acara karena sesi berikutnya akan di mulai. Di tempat duduk, saya berkenalan dengan orang yang sudah mencoba teknologi Face Recognition tadi. Saya menceritakan, dong, apa yang saya alami. Ternyata, kata dia, kalo mau teridentifikasi kita harus registrasi data dulu ke bagian operator yang ada di seberang area tadi.

Tema dan Pembicara yang Menginspirasi
Untuk mendukung tagline “smart”, tentu pembicaranya merupakan tokoh yang penting, dan memang iya. Itu yang jadi panelisnya adalah orang-orang yang jadi kunci brand-nya. Para CEO-nya langsung. Mereka menceritakan awal mula terbentuknya serta alasan yang mendasarinya, juga langkah dan kekuatan apa saja yang membuat mereka yakin menjalaninya. 

qlue
5) Para Panelis Smart Citizen Day 2019

- Smart Leader Bagi Pembangunan Indonesia – Budi Gunadi Sadikin, CEO INALUM; membahas tentang potensi tambang di Indonesia. Serta membuka wawasan kita bahwa industri pertambangan tidak selalu tentang hal yang merusak lingkungan, melainkan juga tentang membangun kehidupan yang lebih baik.

- Generasi Muda dan pentingnya Literasi Finansial - Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia; membahas tentang perjalanan beliau dalam bidang financial di dalam maupun luar negeri. Serta tentang optimisme menjadi CEO bidang finansial, karena CEO finansial tidak mensyaratkan jurusan tertentu. Semua orang bisa jadi CEO keuangan.

- Bermedia di Era Digital: Antara Tantangan dan Peluang - Hugo Diba (CEO Kumparan.com), Edi Taslim (CEO Kaskus), Karaniya Dharmasaputra (Founder & Chairman Bareksa), Rama Mamuaya (CEO DailySocial.id); membahas tentang kesempatan yang lebih besar dalam media internet, serta tindakan apa yang mereka lakukan sehingga membawa brand mereka jadi lebih besar walau banyak sekali brand lain yang sejenis.


- RembuQ CEO – “Mewujudkan Smart Business di Indonesia” - Anton Wirjono (CEO The Goods Dept), Angkie Yudistia (Founder & CEO Thisable Enterprise), Gerry Mangentang (Co-Founder & CEO IZY), Tyo Guritno (Co-founder & CEO Inspigo); membahas tentang pemanfaatan data untuk menciptakan produk yang inovatif dan bagaimana menghadapi perkembangan teknologi. Serta beberapa tips untuk menciptakan inovasi yang menarik bagi banyak orang.

Namun, saya paling tertarik dengan tema “Membangun Indonesia Lewat Karya dan Inovasi”
Pembicaranya ada Dwi Adriansah (Country Industry Head, Indonesia and Malaysia at Twitter), Shinta Dhanywardoyo (CEO Bubu.com, Angel Investor & Mentor to Startups), Stefanie Kurniadi (Co-Founder of CRV Group) dan Rara Sekar (Musisi dan Co-Founder Arkademy).

Menjadi sangat menarik karena sangat dekat dengan keseharian milenial yang doyan update media sosial. Lagu yang dinyanyikan Rasa Sekar sering jadi lagu pengiring pagi hari dalam insta story dengan gambar matahari terbit atau gambar jendela. Twitter yang menjadi media sosial yang mencipta keviralan. Startup Warunk Upnormal yang jadi tempat nongkrong kece para milenial. Atau style, fashion dan inovasi digital yang kece hasil kreasinya tim bubu.com.

Melalui talk show sesi ini, saya jadi memahami bahwa kita harus bisa menganalisis tren masa depan dengan membaca banyak sumber tentang kemajuan saat ini. Misalnya tren bisnis digital, orang-orang yang berhasil ketika tren tersebut sedang berlangsung merupakan orang-orang yang bertindak cepat untuk mempersiapkannya. Baik untuk memberi jasa desain digital, memindahkan berita ke media digital atau lain-lainnya.


Dari penjelasan Stafanie Kurniadi dalam membangun startup Warunk Upnormal, saya menyadari hal penting dalam membangun suatu brand atau usaha. Membantu menyelesaikan satu permasalahan yang kecil dan sederhana. Saat mau membuka usaha, nggak harus menyiapkan semuanya secara besar-besaran. Cukup yang sederhana saja dan perlahan. Serta menganalisis kebutuhan apalagi yang bisa diberikan solusi saat usaha tersebut sudah berjalan. Data kebutuhan yang diperlukan oleh pengguna itu bisa didapat dari mana? Salah satunya dari media sosial Twitter yang merupakan tempat terjadinya pembicaraan terbesar di dunia.

qlue
6) Rara Sekar berbagi pengalaman berinovasi di bidang pendidikan

Melalui pengalaman Rara Sekar dalam berkarya dan berinovasi, saya diajarkan bahwa yang disebut berkarya dan berinovasi selalu tentang kepedulian pada orang lain. Sekolah Kita Rumpin berawal dari kepeduliannya terhadap pendidikan di tanah yang mengalami konflik. Mereka yang terlibat mau menunjukkan bahwa di dalam konflik yang terjaid pun pasti ada harapan, termasuk harapan penyelesaian tanpa merugikan siapa pun.

Sedangkan projek terbarunya, Arkacademy, dibangun dengan tujuan agar melalui fotografi, pesan-pesan kritis di lingkungan bisa tersampaikan dengan narasi visual yang bisa menggugah siapa pun. Ini kalo peserta Arkacademy membuat laporan di aplikasi Qlue, fotonya pasti aesthetic dan membuat pemerintah mau bertindak secepat mungkin pasti. Hehe…

Ditutup oleh penampilan MaliQ D’essential
Saya sudah pulang duluan sebelum mereka tampil karena melihat cuaca di luar sudah mendung dan khawatir pulangnya bakal kemalaman akibat nunggu reda. Melalui live di instagramnya, saya menyimpulkan penampilan mereka malam sore itu sangat mengesankan. Terlihat dari peserta yang masih tinggal dan menyaksikan penampilannya dengan berjingkrak serta wajah berbinar.

Intinya, acara Smart Citizen Day 2019 ini sangat menyenangkan. Perlu diadakan tiap tahun juga sepertinya. Toh, acara dan deklarasi ini mendukung negara dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi, selamat bertemu lagi para pahlawan perubahan yang telah membuat acaranya berjalan sangat lancar.

qlue
7) Para Pahlawan Perubahan


Sumber gambar:
1) https://twitter.com/randikaeka93/status/1111177001010814977?s=20
2) https://kumparan.com/jakarta-smart-city/cara-mudah-lapor-masalah-pakai-qlue-1539225526834607214
3) https://www.youtube.com/watch?v=lRbkAeiUvh8
4) Dokumentasi pribadi
5) https://twitter.com/Hi_Quds/status/1111119052867407872?s=20
6) Dokumentasi pribadi
7) https://www.instagram.com/p/BvkrUs9gq1D/
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Diajak Makin Smart oleh Qlue dan Kemkominfo Melalui Smart Citizen Day 2019 Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

0 Comments:

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~