Howhaw #221: Otak Komputer ~ Production Haws

Howhaw #221: Otak Komputer


Assalamu’alaikum…

Sudah sejak dulu, di Indonesia, ketika para orang tua melihat anaknya main mulu, selalu saja dimarahin. Atasan melihat pegawainya main juga dimarahin. Mereka lalu menyarankan kegiatan lain yang menurut mereka lebih baik, seperti belajar atau bekerja. Iya, saya menekankan negara Indonesia, karena sepengamatan saya, di negara maju seperti Inggris dan Amerika tidak demikian.

Sebagai negara berkembang, Indonesia mau mengikuti jejak negara maju, tapi dalam pelaksanaannya malah membentuk pemahaman yang sangat berbeda. Di Indonesia, main itu adalah kegiatan sampingan dan yang utama itu bekerja atau belajar. Padahal di Inggris justru main itu yang utama. Kalo belajar dan bekerja mah study and work. 

Pembentukan pemahaman seperti itu terjadi pada hampir semua anak. Saya salah satunya. Sehingga saya jadi lebih mengutamakan belajar dibanding bermain ketika usia sekolah. Belajar, belajar dan terus belajar. Hingga akhirnya saya benar-benar berada di peringkat tertinggi ketika sekolah, SMP.

Bahkan pernah dijuluki “otak komputer”
Ini beneran. Saking selalu benarnya menjawab soal yang diberikan. Gara-garanya, pernah kejadian saat ulangan Neraca dan Pembukuan, saya yang menyalahkan jawaban guru pengampunya. Ya, segitu doang, sih, padahal. Namanya di kampung, ya, yang muridnya masih manut aja ama jawaban guru, ditanya ‘ada pertanyaan tidak?’ diem semua, tiba-tiba ada satu siswa yang protes dan benar, lalulah dilebih-lebihkan.

otak
1) Makannya data de coco

Awalnya saya merasa bangga karena disama-samakan dengan kemampuan komputer yang merupakan lambang kemajuan teknologi menurut orang kampung saya. Iya, lambang kemajuan, karena bagi orang kampung saya, jika kita mempunyai komputer, bisa menjalankan komputer, itu artinya kita bisa segalanya. Pernah kan suatu hari saya main ke rumah teman saya yang baru dibeliin komputer karena udah lulus kursus komputernya. Tiba-tiba tetangganya datang minta hape Nokianya yang rusak dibenerin ama minta diliatin keadaan keluarganya yang di pulau Jawa. Itu 2006, esia saja belum dapat hidayah itu.

Lama-lama, saya merasa itu bukanlah pujian, melainkan siasat orang lain agar diwajarkan melakukan tindakan lanjutan. Tahun segitu, komputer yang digunakan paling bagus ya Pentium IV, sering ngadat-ngadat juga. Kalo komputer yang dipake buat hal penting lalu ngadat, apa yang dilakuin? Dikeplak.

Ajaran ustaz, kita tidak boleh main tangan, tidak boleh memukul orang lain
Ama komputer? Nggak masalah. Ya Alloh, ini kepala udah berapa kali ngalamin itu. Karena sudah dijuluki “otak komputer”, biar aman dari keplakan, menyebabkan saya harus selalu memberikan dan melakukan hal yang benar. Jadi harus belajar lebih giat lagi, mengingat lebih banyak lagi. Intinya, harus jadi anak yang lebih pintar lagi.

Makanya ketika sekelas ditanyakan mau jadi orang pintar tapi sering melakukan dosa, atau jadi orang beriman tapi bodoh, saya memilih jadi orang pintar saja. Demi aman dari keplakan. Lagian kalo dipikir-dipikir, ya, misal saya jadi orang pintar dan suka melakukan dosa. Terus ada orang yang mengaku sebagai utusan yang mengatakan saya boleh melakukan dosa karena usia saya masih panjang, asal pas dekat ajal langsung tobat. Itu saya nggak percaya lah. Mana ada dosa yang direstui.

otak
2) Abis itu baru minum tolak angin

Namun, kalo saya beriman tapi bodoh, lalu ada orang yang mengaku sebagai keturunan wali, utusan ahirat, dan mengatakan sudah menerima keimanan selama ini serta membebaskan saya kalo mau melakukan hal buruk yang selama ini ditahan-tahan, karena bodoh ya saya sambut gembira. Dan itu sepertinya beneran kejadian saat ini.

Liat aja, ada yang sudah jelas-jelas menipu dan mengambil dana umat, tapi karena seagama, dibela mati-matian. Ada bencana alam, dianggap sebagai azab Tuhan karena terdapat pembangunan yang dinilai mengandung simbol illuminati. Ajaran orang yang ngaku-ngaku sebagai utusan itu pasti. Untung dulu saya giat belajar karena takut dikeplak.

Sebagai orang berotak komputer, diharuskan bisa menangani dan mencari solusi atas segala sesuatu yang menjadi masalah
Itu namanya cerdas. Ada peribahasanya. Tak ada rotan, akar pun jadi. Maksudnya, jika yang dibutuhkan tidak bisa didapatkan, manfaatkanlah hal lain yang bisa menggantikannya. Dalam hal tersebut pemisalannya berupa akar dan rotan.

Selama saya mendapatkan julukan otak komputer, sepertinya saya sudah mengalami hal tersebut. Pernah kan suatu hari pas pelajaran Matematika. Nggak ada guru, kelas ribut, ada guru lain yang mendengar keributan kelas, marah, masuk kelas kami, gurunya memberi soal, “Berapakah akar dari 31?”

Ya Alloh, itu kan bentuk bilangan irrasional kan ya, dan itu soal diberikan awal-awal mau masuk materinya. Jadi belum pernah dijelasin dulu sebelumnya, tiba-tiba dikasih soal aja. Nggak ada yang tahu ngejawab. Karena ada satu anak yang dianggap otak komputer, dialah yang ditatap sekelas. Maju. Namun, dia juga nggak tahu.


otak
3) Besok motong kuku pake kepala colokan
  
Tak ada rotan, akar pun jadi. Berlaku pula sifat sebaliknya. Tak ada akar, rotan pun jadi. Saya memang tidak bisa mendapatkan nilai dari akar 31, tapi saya berhasil dapat rotan. Bekasnya nggak hilang sampe tiga hari.

Karena hal tersebut, saya jadi makin sadar, dianggap berotak komputer itu nggak enak
Sering dimanfaatkan untuk keperluan orang lain doang. Mau memanfaatin balik, belom nginstall programnya. Lagian, otak komputer itu kan maksudnya tahu banyak hal, berarti tahu juga kalo memanfaatkan orang lain untuk kepentingan sendiri itu dosa. Orang yang tahu itu dosa, tapi tetep aja dilakuin, itu dosa yang didapat bakal berlipat kata ustaz. Jadi nggak bisa ngebales juga.

Makanya, dari pada hanya jadi pintar, tahu banyak hal dan malah dimanfaatin orang, baiknya dibarengi ama pintar ngomong juga. Sehingga bisa menangkal niat buruk orang lain. Masalah orang-orang yang sering dimanfaatin itu kan ya karena nggak pintar bales omongan.

Jadi mereka itu tahu kalo bakal dimanfaatkan, tahu bakal ditipu, tapi karena nggak tahu gimana nyusun kalimat balesan atas spekulasi orang lain, nggak tahu gimana ngebales biar orang nggak marah, jadinya ya nurut aja.

“Anda kalo ikut program ini, bulan pertama akan mendapatkan keuntungan sekian, menambah jumlah kiriman ke orang tua Anda, tentu Anda senang dong kalo bisa mengirim uang lebih banyak ke orang tua Anda? Jika dalam enam bulan anda bisa mengajak sekian orang, Anda bakal mampu membeli mobil pesiar.”

Kalo orang nggak dikenal sih bisa gampang buat nolak, kalo yang ngajak itu teman sendiri, susah itu milih kalimatnya biar dia nggak sakit hati. Belum kalo tawarannya berupa hal-hal lebih kecil semacam buka tabungan baru di bank tempat teman kerja. Walau udah dibilang punya tabungan di bank lain, masih aja dibujuk dengan keuntungan itu-ini dan buka rekening hanya perlu nominal sekecil ini. Tahu sih bakal dimanfaatkan, tapi nggak punya kalimat balesan yang tepat buat nolak. Akhirnya diiyain,  muncullah tawaran asuransi dan lain-lain karena nomor kita sudah dia sebarin melalui penjualan nomor akun di banknya.

“Dia cuma temen, kok, sebelum kenal kamu kami selalu jalan berdua. Tenang aja.”

“Semalem aku tidur, kok, itu di WA masih online mungkin karena belum kukeluarin dari aplikasi WA-nya. Aku nggak ada ngubungi orang lain.”

“Aku tuh malas beradaptasi lagi, PDKT lagi…”

otak
4) Dulu kita juga temen~

Kita tahu itu kalimat-kalimat menipu. Namun, karena nggak pintar ngomong, nggak bisa menyusun kalimat balesan tanpa membuat marah, akhirnya nurut aja. Terus nyesel kenapa pas dia bilang begitu sebelumnya nggak dibales. Makanya, biar bisa mengurangi jumlah penyesalan tersebut, baiknya mulai berlatih sampai pintar ngomong.

Kayak orang lagi Standup Comedy contohnya. Itu orang yang cerdas karena bisa menyusun kalimat efektif agar orang bisa tertawa. Bisa membalas sanggahan orang lain, tapi dianggap lucu. Orang lucu kan disukai banyak orang, ya. Jadi kalo kita bisa ngebales niat tipuan orang lain dengan kalimat lucu, jadinya orang nggak marah walo niatnya nggak kesampaian. Dia tetap mau bersama kita.

otak
5) Cires

Salah satu Standup Comedian yang saya tau itu Aci Resti. Juara 1 Suca 2. Dulu tahu dia pas Om Sammy ngaplot videonya di yutub. Salah satu materi yang dia bawakan itu tentang kejadian dia diputusin karena dadanya kecil. Kata pacarnya, dadanya Aci itu ukurannya 2B. Namun, Aci ikhlas, karena walo kecil, dadanya Aci bisa lulus scan uji komputer.

Ukuran 2B, bisa lulus uji komputer. Itu cerdas, balesan yang lucu. Pintar di otak, pintar di omongan.

Dari itu, saya harus bisa dapat julukan mulut komputer
Permasalahan saya itu, suka belibet kalo berbicara. Sehingga orang nggak dapat maksud dari apa yang mau saya sampaikan. Makanya saya harus berlatih bicara dengan tepat. Kalo bisa selalu tepat sesuai dengan apa yang dipikirkan. Seperti komputer, apa yang tertulis dalam file, pas di-print ya sama persis hasilnya.

Otak komputer, harus diimbangi dengan mulut komputer. Pemikiran tepat, diomongin pun kalimatnya tepat. Kalo mulut udah bisa bicara dengan tepat, nggak pernah salah ngomong, barulah bisa dijuluki sebagai “mulut komputer". Kalo sudah dapat gelar mulut komputer, kan, enak. Bisa nge-scan 2B-nya Aci.





Sumber gambar:
1) http://m.metrotvnews.com/teknologi/news-teknologi/PNgm8w9k-ilmuwan-ingin-tanamkan-komputer-di-otak-manusia
2) http://kisahikmah.com/mengapa-orang-mukmin-malu-bermaksiat/
3) https://id.pinterest.com/pin/322570392041685555/?lp=true
4) https://me.me/i/jangan-marah-beb-ig-sedikit-nakal-dia-cuma-termen-aku-kok-2503223
5) https://www.kabarkan.com/2016/09/biodata-aci-resti-suca-2-lengkap-dengan.html
Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »

24 comments

Click here for comments
10 October 2018 at 17:43 ×

Hahaha pengen banget nge-scan? Btw harus disyukurin tuh soalnya nggak semua orang jago komputer kan. Tekunin aja. Saya punya teman dari SMP suka banget ngotak-ngatik komputer, hp, program-programnya, dan sekarang sudah kerja di Telkom. Senang kalau lihat orang tekun dengan passionnya ^_^

Reply
avatar
ahmad fauzi
admin
10 October 2018 at 20:48 ×

ternyata yg paling pinter di ruangan pun sampai punya masalah kayak gini ya. hahaha
tapi kalo untuk bisa dapat sebutan sebagai mulut komputer, rasanya enggak akan lama.

dan muncul pertanyaan lain, apakah setiap orang pintar itu selalu enggak enakan buat nolak sesuatu?

Reply
avatar
10 October 2018 at 21:02 ×

Karena kamu dijuluki otak komputer, saya jadi mau komentar pakai bahasa komputer:

01101011
01100101
01110010
01100101
01101110

Reply
avatar
Hawadis
admin
10 October 2018 at 21:12 ×

01010100 01100101 01110010 01101001 01101101 01100001 00100000 01101011 01100001 01110011 01101001 01101000 00101100 00100000 01011001 01101111 01100111 00101110 00100000 01010100 01100001 01110000 01101001 00101100 00100000 01101100 01100101 01100010 01101001 01101000 00100000 01101011 01100101 01110010 01100101 01101110 01100001 01101110 00100000 01101011 01100001 01101101 01110101 00101100 00100000 01101011 01101111 01101011 01111110

Reply
avatar
Hawadis
admin
10 October 2018 at 21:15 ×

Masalah mendatangi siapapun, baik yang dianggap pintar atau enggak~ Apalagi yang dianggap pintar biar bisa dibully rame-rame...

Orang yang peduli atau yang punya niat selalu ingin ngebantu orang, sih~ Kalo pintar doang mah nggak ngaruh. Pas ulangan diminta bantu contekan dia nolak kok..

Reply
avatar
Hawadis
admin
10 October 2018 at 21:19 ×

I..iiyaaa.. terima kasih, Mbak.

Reply
avatar
Rifqi Banyol
admin
11 October 2018 at 08:10 ×

Lika liku jadi orang pinter. HAHAHA... Dasar kau otak komputer! :D

Ini sama halnya kayak seorang sarjana, di tempat gue tinggal sarjana itu bisa melakukan apa aja. Entah itu memanfaatkan atau apalah. :D

Reply
avatar
11 October 2018 at 13:25 ×

Ilustrasi-ilustrasi di postingan kali ini membuatku gagal komen.

Reply
avatar
11 October 2018 at 17:50 ×

Saya pernah baca, di salah satu negara di Europe, ada sekolah yang kegiatannya cuma bermain, bukannya belajar. Para murid diminta mengambil kesimpulan dan mendefinisikan apa saja yang mereka lakukan setelah bermain.

Ternyata otaknya lebih kreatif dan punya inisiatif tinggi.

Makasih share nya otak komputer !

Reply
avatar
N Firmansyah
admin
11 October 2018 at 18:37 ×

KALIAN NGOMONG APASIH

Reply
avatar
N Firmansyah
admin
11 October 2018 at 18:42 ×

Dulu sering dengar juga istilah ini, tapi nggak pernah dilontarkan ke saya. Meski demikian, saya juga nggak pernah dikeplak. Hidup saya cari aman banget ya.

Reply
avatar
Hawadis
admin
11 October 2018 at 18:50 ×

Kata Yoga, "keren". Saya bilang terima kasih dan nambahin kalo Yoga lebih keren~ xD

Reply
avatar
Hawadis
admin
11 October 2018 at 18:52 ×

Nah iya itu. Kalo udh mencapai sesuatu yg menurut org "desa" hebat, dianggapnya bakal bisa nyelesain semuanya.

Reply
avatar
Hawadis
admin
11 October 2018 at 18:53 ×

Kamu gagal komennya mah karena males bebersih, May.

Reply
avatar
Hawadis
admin
11 October 2018 at 19:04 ×

Kalo di luar negeri, wilayah eropa, amerika, mereka menentukan kurikulum berdasarkan umur. Nggak hanya satuan tingkat pendidikan. Jadi kalo belum sampai usia tertentu, siswanya tidak banyak diberikan pelajaran rumit untuk usianya. Apakah itu bisa diterapkan di sini? Bisa. Hasilnya bakal sama? Belum tentu. Semua kembali pada pelaksananya serta lingkungan budaya. Yah, anggap saja saat ini siswa sdg menjalani kurikulum lebih baik. Masalahnya, karna buru2, sebelum kurikulum tersebut dapat baiknya, eh, udh diganti aja. Padahal hasil dari kurikulum itu biaa terlihat kalo udh bertahun tahun.

Reply
avatar
Hawadis
admin
11 October 2018 at 19:08 ×

Kamu mungkin bagian dari org yg suka ngeplak, Mank. Abis cari aman lalu masuk PT Nyari Cinta Sejati.

Reply
avatar
Son Agia
admin
11 October 2018 at 19:58 ×

Lupa siapa yg bilang, katanya belibet/ngomong cepet itu salah satu kebiasaan orang pinter. Mulut kewalahan ngejar apa yg pengen buru2 disampein ama otak.

Bener gak, pak kompi?

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
11 October 2018 at 21:51 ×

Kalo udah dapet gelarnya ... apa? Gimana?

Otak komputer emang keren banget sih, suka nanya tapi langsung ngasih jawabannya gitu.

Reply
avatar
Hawadis
admin
11 October 2018 at 22:23 ×

Wa wa wa.. saya nggak tahu kalo itu, Cees. Yang jelas latihan bisa membuat sesuatunya jadi mungkin. Jadi mulut juga bisa dilatih untuk mengimbangi kecepatan informasi otak tersebut, kan...

Reply
avatar
Hawadis
admin
11 October 2018 at 22:27 ×

Bahas tentang Nagini aja, yuk, Wi!


itu kayaknya bukan keren, sih, tapi gajelas banget. sungguh kesia-siaan, nanya sendiri, jawab sendiri. jangan-jangan dia berkepribadian ganda?

Reply
avatar
12 October 2018 at 14:42 ×

Bisa komputer, dianggap bisa ngapain aja, bisa matematika, dianggap cocok jadi arsitek, padahal setiap orang itu punya kemampuan masing-masing, serta keterbatasan dalam melakukan sesuatu.

Contoh karena orangnya pendiem dan gak nakal, dianggap orang baik. Padahal mah hatinya jahat banget, jahat dibalik kayar dan gak ada yang tau.

Tapi istilah otak komputer saat ini kayanya sudah mulai berkurang, malah muncul otak sekolam 200 haha

Reply
avatar
Hawadis
admin
12 October 2018 at 16:42 ×

Iya, namanya juga masih masa-masanya terlalu polos dan informasi luar susah didapat selain dari tipi. kalo di tipi kan penggambarannya begitu, di sinetron juga dulu orang yang bisa menggunakan komputer disetting sangat hebat.

kalo sifat sih di kampung saya nggak sampai begitunya, karena sudah sering ngeliat atau ngalami kali ya... jadi walo pendiem, tetep aja dinilai berdasarkan interaksi yg pernah terjadi dgn dirinya. pernah negur walo sekali dibilang ramah, gak negur dibilang sombong, padahal itu org yg sama, ya semacam itu.

iya, udh gak ada lagi. orang-orang udh tau kalo yg mengendalikan komputer itu yg lebih cerdas. komputer mah alat doang. pas naik naik kelas 3 SMP dan lulus juga udh gak pernah di "ejek/gelar/sebut" begitu lagi dulu. skrg otak komputer yg terbaru merujuk ke AI. Artifisial inteligensi.

Reply
avatar
12 October 2018 at 23:24 ×

Bgst, Haw balesnya panjang bener. Saya capek ngecek tabel kode binernya. XD

Reply
avatar
Hawadis
admin
13 October 2018 at 16:16 ×

Syukuriiiiinnn... mana gak bisa dicopas kan komennya. :p

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon