Tuesday, 26 May 2015

Howhaw #157: Mengenal Orang-Orang Berkebutuhan Khusus dan Istilah Tuna-asmara

Assalamu’alaikum...

Orang berkebutuhan khusus merupakan orang yang dianggap berbeda dan sulit berkembang. Mereka memerlukan perlakuan dan “hal-hal khusus” untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Dulu, orang yang bekebutuhan khusus dianggap oleh keluarganya sebagai aib. Sehingga orang-orang tersebut cenderung dikurung dan dilarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan mereka menjadi orang yang anti-sosial dan tidak mandiri.

Selain itu, konsep charity juga merupakan faktor yang menyebabkan perkembangan mereka terhambat. Karena konsep tersebut bisa menyebabkan orang berkebutuhan khusus menjadi manja dan malas mengembangkan potensi dirinya. Bukan berarti konsep charity salah, hanya saja, bijak-bijaklah saat memberikan bantuan. Apakah lebih baik memberikan bantuan berupa barang secara langsung atau bantuan dalam bentuk lainnya?

Beberapa bulan lalu, saya ikut menemani teman saya mengunjungi SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa) dalam rangka survey untuk memberi pelatihan pramuka. Kalo di sekolah biasa, ketika teman saya berbicara di depan kelas dan guru mereka mengawasi, semua siswa bakal diam mendengarkan. Tapi di SDLB nggak, para siswanya akan bergerak dan berteriak sesuka mereka. Ada yang kejar-kejaran, rebutan makanan dan ada yang keluar.

Gurunya tentu diam saja, dong. Kan ini untuk melihat apakah mereka (teman saya) bisa melatih dan mengatur siswanya untuk pramukaan. Saat sedang mencoba menenangkan, ada satu anak yang baru masuk kelas dengan badan basah kuyup. Saya tanya habis dari mana.

“Dari toilet.”

“Kok bajunya basah semua?”

“Kata guru, setelah buang air harus disiram.”

Beneran. Ini nggak lagi becanda. Dia jawabnya begitu. Dari itu, berkomunikasi dengan orang berkebutuhan khusus (difabel) juga perlu teknik khusus agar mereka bisa memahami apa yang kita maksud.

Berinteraksi dengan orang berkebutuhan khusus (difabel)
Banyak sekali jenis difabilitas, beberapa di antaranya yaitu kesulitan melihat, kesulitan mendengar, kesulitan berbicara, kesulitan mental (down syndrom dan autisme) dan kesulitan mobilitas. Berinteraksi dengan mereka tidak boleh asal-asalan. Apalagi sampai menyinggung “kekurangan” mereka.

howhaw

Jangan pernah menganggap difabel itu lemah atau menganggap tiap difabel memerlukan bantuan kita. Jika mau memberikan bantuan, sebaiknya kita bertanya dan menawarkan diri telebih dulu dan tunggu hingga mereka merespon. Jika mereka menolak, jangan mencoba untuk memaksanya. Karena sebagian difabel merasa lebih nyaman menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Berikut beberapa hal penting untuk diperhatikan jika mau berinteraksi dengan orang berkebutuhan khusus:

Berinteraksi dengan penyandang tunanetra (sulit melihat)
Jika bertemu orang tunanetra di jalan dan kita mau menyapanya, maka sapalah dengan memperkenalkan nama kita. Dan jika kita hendak menjabat tangannya, jangan langsung menyalami tangannya, melainkan sentuhlah punggung tangannya dengan punggung tangan kita, maka dia yang akan menyalami tangan kita.

Jika ingin memberikan bantuan, ingat, tanyakan dulu. Saat dia mengiyakan, jangan langsung mendorong atau memegangnya dari belakang seolah kita yang dituntun (seperti yang biasa ada di tipi-tipi). Tetapi, sodorkanlah lengan kita untuk ia pegang dan tuntunlah ia mengikuti kita untuk menyeberang jalan, misalnya. Berikan juga isyarat jika tedapat lubang, tiang dan sebagainya. Jangan memberikan bantuan dengan cara berteriak dari jauh seperti kiri, kanan, maju, mundur, maju, mundur, cantik, cantik. Jangan! Karena bisa terjadi kesalahan dalam menanggapi informasi.

howhaw
Tuntun dan gandeng dari samping
Berinteraksi dengan penyandang tunarungu (sulit mendengar)
Ketika berinteraksi dengan orang tunarungu, sebaiknya kita menatap langsung wajahnya. Jangan membelakangi atau mengalihkan pandangan ketika kita berbicara dengannya. Saat berbicara dengannya, usahakan jangan telalu cepat dan jangan berbelit-belit. Serta berbicaralah sewajarnya, tidak perlu berteriak-teriak karena mereka kan kehilangan fungsi pendengaran. Lagian, orang berteriak tanda tak dalam.

Berinteraksi dengan penyandang tunadaksa (sulit mobilitas)
Penyandang tunadaksa adalah orang-orang yang memiliki mobilitas terbatas atau bahkan tidak bisa bergerak karena ada satu atau beberapa bagian organ tubuh yang tidak berfungsi. Seperti karena polio, kecelakaan atau karena bawaan sejak lahir. Bongkok, cebol, pertumbuhan tangan tidak sempurna, tidak memiliki tangan maupun kaki juga temasuk ke dalam tunadaksa.

howhaw

Jika berbicara dengan orang yang duduk di kursi roda, sebaiknya kita tidak berdiri. Ambil posisi sejajar dengannya, sehingga dia merasa nyaman untuk berkomunikasi. Serta jangan sekali-kali menitipkan barang bawaan kita di pangkuannya, karena itu merupakan wilayah privasinya yang harus dihormati. Jika ingin membantu tunadaksa pengguna kursi roda menyeberang jalan atau menuruni suatu tanjakan, jangan langsung menyentuh dan mendorongnya. Ingat, tawarkan apakah dia memerlukan bantuan terlebih dulu.

Alat bantu merupakan bagian dari nyawa mereka
Alat bantu seperti kruk, kursi roda, tongkat putih, kacamata maupun alat bantu pendengaran merupakan kebutuhan khusus bagi mereka. Jadi, jangan sekali-kali menggunakan alat bantu tersebut sebagai mainan atau memindahkannya tanpa sepengetahuan mereka. Misalnya tongkat putih. Jangan pernah mencopot plastik berwarna yang ada di tongkat putih tersebut. Karena plastik berwarna tersebut merupakan tanda yang bisa menyala ketika malam hari. Sehingga menunjukkan kepada lingkungan sekitarnya bahwa ada tunanetra yang sedang berjalan.

howhaw
Menyembunyikannya saja nggak boleh, apalagi merusaknya
Ada juga yang namanya tuna-asmara
Penyandang tuna-asmara, katanya, adalah orang-orang yang statusnya masih sendiri. Nggak punya pacar. Sehingga nasibnya bakal sedih-sedih mulu. Menurut mereka, tuna-asmara itu seperti tunawisma, tapi dalam kategori tidak memiliki pacar (jomblo). Menurut saya sih, nggak, karena konsep “tuna-” bukan begitu.

howhaw
Orang yang berkebutuhan paha secara khusus
Orang yang berkebutuhan khusus adalah orang yang memerlukan hal lain untuk membantu kesehariannya. Seperti kursi roda bagi tunadaksa. Sedangkan jomblo tidak memerlukan hal-hal seperti itu. Jadi, jika ada istilah yang namanya tuna-asmara, sedangkan itu bukan para jomblo, lantas siapakah para tuna-asmara tersebut?

Tentu saja mereka adalah orang-orang yang berpacaran. Kalo kita perhatikan lebih seksama, para pelaku pacaran adalah orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus untuk beraktivitas. Bukankah mereka sering mengatakan, “Aku nggak bakal berarti jika tanpamu.”

howhaw

Kalo para jomblo, sekolah ya ayok. Biasa aja. Tapi orang yang berkebutuhan khusus (tuna-asmara), mereka memerlukan pacar biar  semangat sekolah dan belajar. Iya kan?

Orang yang berkebutuhan khusus akan marah dan khawatir, bahkan merasa dirinya bakal mati jika alat bantunya kita sembunyikan. Para tuna-asmara juga begitu. Alat bantu mereka salah satunya adalah gadget. Coba saja kita sembunyikan gadget mereka. Pasti bakal kelabakan.

Hengpong-ku mana nih? Bisa mati aku kalo nggak ngasi kabar ke pacar.”

Tuh. Iya kan? Mereka para tuna-asmara ini sangat butuh dengan yang namanya pacar. Malam minggu saja mereka anggap tidak pernah ada jika tidak memiliki pacar. Nggak mau makanlah jika nggak diingetin, atau bete­-lah kalo nggak dikabarin.

Masih mau bukti lagi? Para tunadaksa, tunanetra ataupun tunawicara, mereka bakal tersinggung dan marah jika kekurangannya kita ungkit. Misal, mengatai badan mereka yang cebol. Tuna-asmara kan juga begitu, katai aja pacarnya. Pasti bakal marah juga.

Jadi, jangan salah! Orang yang berpacaran itulah yang tuna-asmara dan memerlukan kebutuhan khusus. Bukan jomblo. Karena kalo nggak tuna-asmara, semestinya mereka bisa melakukan semuanya sendiri. Termasuk saat sedang bernapsu. Nggak perlu ke kosan pacar, karena mestinya bisa pakai cara mandiri.


Sumbe gambar:
inspirasikecilku.blogspot.com/2011/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html
solopos.com/2014/10/13/foto-hari-penglihatan-dunia-2014-scb-kampanyekan-kesehatanmata-di-cfd-543814
apps.lds.org/cws/id/index.php/news/berita-a-peristiwa-khusus/115-hidup-baru-melalui-kursi-roda-dan-bagian-tubuh-buatan
https://www.beranda.co.id/inovasi-bantal-pangkuan-untuk-para-tuna-asmara/4319/
https://gambarkata.com/gambar-kata-kata-lucu-dan-galau/

Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Howhaw #157: Mengenal Orang-Orang Berkebutuhan Khusus dan Istilah Tuna-asmara Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

42 comments:

  1. Dari seluruh daftar, aku hanya bingung dengan yang Tuna Asmara, bingung mau bilang apa :-D

    ReplyDelete
  2. Tepuk tangan.

    Sangat cerdik membalikkan persepsi. :D
    Istilah tuna-asmara sendiri pertama kali saya baca di blog shitlicious.com.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membalikkan persepsi. hahaha... menambahkan sudut pandang berdasarkan pengertian umum aja kok, bang.

      Delete
  3. tipsnya sangat bermanfaat, jika kita bertemu dengan orang-orang berkebutuhan khusus, tuna asmara? Kayaknya itu... ah sudah lupakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga beneran bermanfaat. Jadi tulisanku gak berisi dosa doang~ hahaha

      Jangan dilupain. Kasian para tuna-asmara jika selalu dilupakan begini. :(

      Delete
  4. saya kalau baca artikel yang menyangkut sodara saya yang difabel, suka brebesmili air mata hendak jatuh....taklah dapat bisa berkata-kata, selain rasa syukurku kepada Allah Yang Maha Kuasa, atas nikmatnya kepadaku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Kadang saya juga ngerasa kerdil banget. sayangnya itu cuma terkadang. :(

      Delete
  5. Cakep bang tipsnya, gue malah baru tau kalo ada rules2 yang harus diketahui saat membantu para penyandang difabilitas . .
    Hmmm . . kadang gue juga suka iri, liat mereka nih . . mereka tu kayak diberi ketabahan dan kegigihan luarbiasa gitu dari orang2 normal lainnya . . hmmm . . Gue aja mager2an kalo mo nglakuin sesuatu yang positif . .

    dan gue juga miris kal harus lihat ereka ada yang meminta-minta di jalan2 dan di tempat2t umum dengan segala kekurangan dan keterbatasan mereka . . dan tak ayal kesempatan ini sering dijadikan kesempatan oleh "lintah darat" untuk mengeruk keuntungan dengan memperkerjakan mereka dan hanya mengambil hasil dari susah payah mereka . . sadis!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaga ciri khasmu, Ka, dengan selalu berkomentar "baru tahu". :-d

      Iya. Itu kejem banget. memperjualbelikan kesedihan secara langsung.

      Delete
  6. Ternyata, mereka yang berkebutuhan khusus (pacar) lah yang tuna asmara. Hahaha.
    Mantep haw =D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Logikanya begitu. Berarti bekomunikasi dengan mereka juga mesti hati-hati.

      Delete
  7. hahaahaa parah. '' Gak perlu ke kosan pacar, tapi bisa pakai cara mandiri. '' Gak ngerti maksud kalimat ini apaan *anaknya polos.

    yeees.. berarti aku bukan tuna asmara :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, itu maksudnya bisa pergi ke bank. @@,

      Amin. Moba beneran gak jadi tuna-asmara. *entah ini doa atau apa*

      Delete
    2. oh, gituuu.. *bingung sendiri

      kayaknya itu kutukan deh, -_-

      Delete
    3. *yaampun, Haw. Moba itu apaaaaaannnn?*

      Coba putusin pacanya dulu, Lan. Kalo gak bisa hidup tanpanya, berati beneran kutukan.

      *ngasi saran menyesatkan*

      Delete
    4. moba itu maksudnya moga. maaf typo.
      *kok akuuu? -_-

      Sarannya bagus. Besok mau coba ah

      Delete
    5. Ditunggu testimoninya, ya. :-d

      Delete
  8. Ternyata kalau mau nolong orang yang tuna netra buat nyebrang, gak langsung main diseberangin gitu ya tanpa kita tawarkan dan dia setuju. Apalagi langsung main digendong. Salah banget.

    Haw, kupikir tuna-asmara itu yang jomlo loh. Ternyata yang berpacaran. Dan.... ah sudahlah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaiyalah. Itu mau nolongin apa mau nyulik~

      kalimat "dan... ah sudahlah" itu kebacanya "aku punya pacar loh~ weeeek~"

      Delete
  9. ngakak pas bagian tuna asmara. Lihat orang berkebutuhan paha. Eh beneran ada paha hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu orang yang haus akan pangkuan, Om. :D Kalo di sini, ada, aku juga mau~

      Delete
  10. UDAH GUE BACA SEDIH-SEDIH GITU. GUE MAU BERSYUKUR SAMA GUE YANG KURUS DAN TUBUH KAYAK GINI KARENA MELIHAT MEREKA YANG BEGITU.

    DI AKHIR POSTINGAN LU BIKIN GUE NGGAK FOKUS! TAE.

    ReplyDelete
  11. oke haw perhatiannya kepada penyandang cacat. hahaha, itu alat bantu disembunyiin aja nggak boleh yak? orang sejahat apa yang mau ngisengin penyandang cacat :")

    dari semua penyandang cacat, cacat cinta a.k.a tuna asmara emang paling nancep. nggak bisa hidup tanpa hape. karena bisa mati kalau nggak kontekan sama pacar. halah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak kecil biasanya suka ngisengin. Kalo pelawak biasanya suka nyindir dan ngeledekin.

      hahaha... iya. sering banget nemu yang begitu.

      Delete
  12. Fakta pertama: Dulu, orang berkebutuhan khusus dianggap oleh keluarga sebagai aib.
    Kenyataan: Dulu, orang yang pacaran, anggaplah mojok-mojokan berdua di bawah pohon kelapa, trus ketahuan sama warga kampung, pasti dianggap jadi aib keluarga.

    Fakta kedua: Perlakuan keluarga mayoritas pada jaman dulu menyebabkan orang berkebutuhan khusus jadi anti sosial dan kurang mandiri.
    Kenyataan: Pacaran akan sangat bisa banget bikin seseorang jadi kurang mandiri. Mau kemana-mana minta jemput pacar. Mau beli baju, minta pilihin pacar. Mau bersandar aja perlu pundak pacar. *apa ini*

    Aku jadi inget tulisan temenku yang di LN (tuh kan, ngebaca tulisan bang Haw selalu bikin aku inget tulisan orang lain yang pernah aku baca sebelumnya). Dia juga nyeritain tentang kapan kita harus membantu orang dengan kebutuhan khusus, karena pada dasarnya mereka memang mandiri. Lingkungan yang membentuk mereka sampai bisa menjalankan kehidupan layaknya orang normal. Aneh juga nih di Indonesia, "ke-tuna-an" malah dijadikan ladang penghasilan dengan menjual kekurangan mereka. Itu yang jadi bandarnya tega banget ih. Gak berperikemanusiaan.

    Oh iya, itu singkatan SDLB kenapa jadi Sekolah Dasa Luar Biasa? Benerin gih :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. PEJWAN, GAN! :-D

      Mungkin sebelumnya kamu hilang ingatan saat terbentur di blog ini. @@, Indonesia kan kreatif. Peraturan 3 in 1 aja bisa dibisnisin.

      Duh, iya. R-nya ketinggalan, yak. Ini laptop kayaknya setelah tombol f dan g-nya rusak. tombol R dan T-nya juga mau ikutan. :(
      Aku bikin postingan ini aja pake tulisan alay dulu, 9 pengganti g. trus baru diedit pake keyboard on screen) #CeritanyaCurhat

      Delete
    2. Ya Alloh, kaskus udah pindah kesini rupanya.

      Joki 3 in 1 emang ladang bisnis banget. Apalagi sambil jualan kopi sachet yang 3 in 1 juga. Indonesia kreatif! SMK Bisa!

      Kamu kenapa curhat disini, bang? Ketahuan banget jomlo. Huahahaha xD

      Delete
    3. Jadi keinget twit aku kemaren "Minum kopi berdua, dibikinin neskape 3 in 1. Ya Allah, mau minum kopi aja mesti nyari joki. :| "

      tau ah.

      Delete
  13. Konsep yg masuk akal. Kesimpulannya, aku bukan tuna asmara :D

    ReplyDelete
  14. tuna asmara sama ndak ya dengan jones? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, mbak. Jones itu kan tuna-asmara yang kehilangan alat bantunya. :ng

      Delete
  15. Itu yang kalimat terakhir sesat..

    ReplyDelete
  16. hahaha,, tuna asmara. btw itu paha-pahaan beli dmn ya? mau PO nih


    mampir-mampilah ke blog ala-ala gue di www.travellingaddict.com
    thx :)

    ReplyDelete
  17. saya yakin, anda dendam banget sama yang punya pacar ckckckkc..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ^
      ||
      Kalimat yang menunjukkan bahwa dia udah punya pacar.

      *patah hati ah =( *

      Delete
  18. Uh.. Jadi makin kangen sama pacal :( *brb carik hp*

    ReplyDelete
    Replies
    1. na na na na~ wah, langitnya cerah.....

      Delete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~