Sunday, 21 April 2019

V-sika #29: Meramal Cuaca Dengan Bantuan Lutut Nenek

Assalamu’alaikum…

Nenek, merupakan sosok yang paling penting dalam tatanan peran di dunia. Dibandingkan dengan kakek, paman, bibi, ayah maupun ibu, sosok nenek jauh lebih mudah diimajinasikan. Sehingga nenek lebih sering dipakai untuk menceritakan karakter khusus dalam cerita. Misalnya mau menceritakan liburan yang menyenangkan, damai dan ramah, maka mengambil tema “liburan ke rumah nenek” sudah bisa menunjukkan semuanya tanpa perlu mendeskripsikan secara detil setiap kegiatan di sana.

nenek
1) Nenekku pahlawanku

Saat akan menceritakan tentang kengerian, tinggal tambahkan kata “lampir”, “gayung” atau bisa juga “sihir”, maka yang mendengar sudah bisa dibuat merasakan aura mistisnya. Ingin mengajarkan tentang kebaikan dalam menolong orang yang lemah? Bisa menggunakan karakter nenek juga.  Membantu nenek menyeberang jalan. Antara seorang nenek yang memang menunjukkan kerentaan atau mungkin karena nggak ada kakek yang hobi menyeberang jalan. Entahlah, yang jelas, membantu nenek menyeberang jalan sudah menunjukkan kebaikan yang hakiki.

Peran seorang nenek tidak hanya dalam hal-hal tersebut, dalam hal sejarah, kata “nenek moyang” juga jauh lebih bisa diterima ketika menunjukkan pendahulu dibanding sosok peran keluarga lainnya semisal bapak moyang atau eyang moyang. Di dunia seni, ada judulnya “nenekku pahlawanku”, sebuah lagu yang menggambarkan peran nenek yang membantu menjalani hidup lebih bijak.

Bahkan, dalam bidang sains pun, nenek tetap memiliki peran yang sangat membantu. Terutama tentang cuaca. Di kampung saya dulu ada mitos yang mengatakan “jika lutut nenek mendadak nyeri, berarti akan turun hujan”, dan memang begitu adanya. Nenek bilang persendian lututnya sakit, beberapa waktu kemudian eh hujan turun. Seolah-olah lutut nenek tidak terbentuk dari tulang, melainkan dari barometer.

Pertanyaannya, kenapa bisa ya lutut nenek menjadi pendeteksi hujan?
Sebelumnya kita harus tahu dulu bagaimana laporan cuaca itu didapatkan. Sebenarnya apa sih yang diukur oleh BMKG saat memperkirakan cuaca? Jawabnya adalah tekanan udara. Itu yang menyebabkan angin membawa awan gelap ke suatu wilayah.

Jika suatu daerah memiliki tekanan udara yang tinggi, maka angin akan bertiup dari daerah tersebut ke daerah lain yang tekanan udaranya rendah, sekalian membawa awan-wannya juga. Sehingga daerah yang bertekanan udara tinggi tersebut akan menjadi cerah. Sedangkan jika suatu daerah memiliki tekanan udara yang rendah, maka angin akan membawa awan-awan (yang juga mendung) ke daerah tersebut sehingga berpotensi terjadi hujan. Bahkan jika tekanan udaranya sangat rendah bisa menyebabkan terjadinya angin kencang dan badai.


nenek
2) Hujan gerimis aje, ikan asin dibawalin

Tekanan udara, oke, lalu apa hubungannya dengan lutut nenek?
Manusia tinggal di planet bumi yang berselimut atmosfer dan memiliki udara di dalamnya untuk keperluan respirasi atau bernapas. Secara tidak sadar, kita yang tinggal di permukaan bumi ini tertindih oleh tekanan atmosfer yang sangat besar. Nilainya mencapai 100.000 Pa (seratus ribu pascal). Emangnya itu beratnya kayak apa?

Berdasarkan persamaan P=F/A (tekanan = gaya dibagi luas permukaan), kita bisa menghitung jumlah tekanan yang diberikan oleh atmosfer tersebut. Misal luas permukaan dada kita itu 0,1 m2 dan tekanan atmosfernya 100.000 Pa, maka gaya yang menekan dada kita sebesar F = P x A = 100.000 x 0,1 = 10.000 N. Kalo dijadiin kilogram, maka 10.000 N = 1000 Kg = 1 ton.

nenek
3) Tekanan atmosfer bumi

Dada kena tekan sebesar 1 ton kok kita nggak ngerasain apa-apa?
Karena, walo atmosfer memberikan tekanan ke dalam tubuh kita, dari dalam tubuh pun terdapat tekanan yang besarnya juga sama. Tekanannya berasal dari mana? Darah kita. Darah memberikan tekanan ke luar tubuh yang sama besar sehingga terjadi keseimbangan dan membuat kita tidak merasakan tekanan atmosfer tersebut.

Makanya kalo mau ke tempat yang nggak ada tekanan atmosfernya (luar angkasa), diperlukan pakaian khusus yang menggantikan atmosfer memberikan tekanan tadi. Nggak hanya tabung oksigen seperti pas nyelam doang. Karena kalo hanya pake tabung oksigen di luar angkasa, tekanan dari dalam tubuh bisa menimbulkan pembengkakan, dan bisa membuat tubuh meledak.

Balik lagi ke lutut nenek yang bisa meramal hujan.

Hujan dipengaruhi tekanan udara. Di dalam tubuh juga terjadi tekanan ke arah luar. Lutut memiliki persendian atau sambungan antartulang. Karena merupakan persambungan yang bisa menekuk dan merenggang, sendi memiliki rongga dan bersifat fleksibel.


nenek
4) Sendi lutut yang fleksibel

Ketika tekanan udara menurun, tubuh kita akan cenderung merenggang. Hal ini terjadi karena tekanan dari dalam tubuh lebih besar dari pada tekanan udara dari luar. Bagian tubuh yang paling merasakan perenggangan tersebut adalah persendian yang sifatnya fleksibel. Terutama persendian lutut yang berperan sebagai pertumpuan atau pusat beban tubuh saat berjalan.

Bagi yang masih muda, yang otot persendiannya masih kuat, perenggangan akibat turunnya tekanan udara ini tidak akan terasa. Namun, bagi orang yang lanjut usia, nenek, yang otot-ototnya sudah kendur, perenggangan tersebut akan menyebabkan nyeri pada sendi-sendi mereka. Terlebih sendi lutut. Itulah mengapa, saat akan terjadi hujan, saat tekanan udara turun, nenek bisa mengetahuinya melalui nyeri di sendi lututnya.
****

Lalu kenapa orang tua suka mengatur-atur pasangan untuk anaknya?
Kalo nggak cocok dengan mereka, diminta udahin aja. Nggak peduli apa yang udah anaknya dan pasangan anaknya lewati. Walopun mereka tahu yang akan menjalani kehidupan itu anaknya, bukan mereka, kok, ya masih aja direcokin?

Hal ini juga terpengaruh oleh tekanan. Sebuah keluarga hidup dan tinggal di suatu wilayah dengan batasan komplek atau RT. Dalam keseharian, secara sadar atau tidak, di wilayah tersebut memberikan tekanan yang cukup besar. Nilainya tergantung dari tren yang berlaku, misalnya tren gede-gedean rumah, banyak-banyakan kendaraan mewah, cakep-cakepan anggota keluarga, atau alim-aliman kegiatan yang dilakukan.

Jika di lingkunganmu terdapat tren gede-gedean rumah, maka saat kamu membawa calon pasangan ke rumah, yang akan jadi penilaian utama adalah peran calon pasanganmu dalam meningkatkan nilai keluarga terhadap tekanan “punya rumah gede nggak” tersebut. Jika dirasa nggak, ya, palingan diminta udahan. Begitu juga terhadap tekanan-tekanan lainnya.


nenek
5) "Pasangannya jelek, cewek kok nggak dandan." | "Yang cewek itu kan yang anak kita, Pa."

Kalo memang ada tekanan sebesar itu di lingkungan tempat tinggal, kenapa kita tidak merasakannya dan mempengaruhi kita dalam memilih pasangan? Karena dalam diri manusia juga terdapat gaya tekan ke luar yang juga besar dan bisa mengimbanginya. Hati. Tiap waktu, hati juga memberikan tekanan berupa keikhlasan dalam menjalani hidup. Memberikan tekanan arti kepemilikan bukanlah hak manusia. Melainkan semuanya milik yang kuasa.

Hati sifatnya fleksibel. Kadang bisa melembut menerima semua kekurangan orang lain, kadang bisa mengeras ingin lebih dari orang lain. Bagi orang yang masih muda (belum terlalu banyak mengenal masalah dunia), hati yang dimiliki cenderung lembut. Dengan hati yang lembut, dia akan merasa bisa menerima semuanya. Entah itu kekurangan maupun cobaan lain di depan nanti.

Namun, bagi orang yang sudah dewasa (yang sering tersakiti dengan ketidakadilan dunia), hatinya cenderung mengeras. Sehingga, dia tidak mau mendapatkan sesuatu yang menyebabkan dirinya terus dianggap rendah atau kurang. Makanya dalam menanggapi calon pasangan anaknya, dia akan merecoki sampai menemukan yang menurutnya pas… dalam menaikkan harga diri keluarganya di mata orang dalam lingkungannya.

nenek
“Ilmu tentang perenggangan otot sendi akibat turunnya tekanan udara memang tidak bisa dipakai untuk membeli siomay. Namun, dengan ilmu tersebut, tukang siomay yang punya nenek pun bisa siap-siap untuk melawan hari yang berkemungkinan hujan dan gelap, sehingga tahu kapan waktu yang tepat dan banyak orang berteduh kedinginan dan membeli siomaynya yang masih panas.”


Salam V-sika
(Baca: Peace-sika)


Sumber gambar:
1) https://www.youtube.com/watch?v=AeonJZGhK40
2) https://tofikpr.wordpress.com/2013/03/02/untuk-hujan-pada-sepenggal-sabtu/
3) https://www.imagenesmi.com/imรกgenes/air-pressure-at-sea-level-f6.html
4) http://azulfairuz.blogspot.com/2011/02/tips-cara-menyembuhkan-lutut.html
5) https://bisikan.com/hubungan-tidak-direstui-inilah-beberapa-hal-yang-perlu-anda-lakukan
6) https://detektif-fisika-doni.blogspot.com/2014/04/mengapa-lutut-nenek-bisa-dipakai-untuk.html
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul V-sika #29: Meramal Cuaca Dengan Bantuan Lutut Nenek Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

13 comments:

  1. iya betul sekali Mas, sosok Nenek lebih mudah diimajinasikan, dulu waktu saya masih SD kalau membuat karangan paling mudah kalau seputar tentang nenek, misalnya Liburan di Rumah Nenek dan sebagainya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya sd nggak pernah bisa bikin karangan begitu, Mas. Sejak kecil tinggalnya ama nenek. Makanya klo diminta bikin tulisan liburan ke rumah nenek, jadinya "liburan ke rumah neneknya temen".

      Delete
  2. Aduuh selalu takjub setiap blogwalking ke sini. Bisa banget masukin logika di mitos-mitos masyarakat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibisa-bisain aja Don. Valid nggaknya itu tergantung yg baca. Banyak jg yg udh mengulas.

      Delete
  3. Jadi ini semua tentang bisnis. Kalau gitu nanti anak saya mau saya sekolahkan di jurusan fisika biar bisa jago berbisnis.

    ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak apa istri ini, Bang?

      Tapi emang bisa sih. Teori chaos dan ekonofisika kan emang ngebahas ttg rantai bisnis ekonomi dgn pendekatan fisika yak.

      Delete
    2. Anjir. Gak kebayang kalau saya punya anak dan istri yang doyan fisika. Kalau berantem bisa dijadiin radio saya.

      Delete
    3. Biar kebayang, coba dipraktikin, Man. Kevalidannya bakal lebih terjamin klo dialami sendiri. XD

      Delete
  4. Tak kira konklusi di beberapa paragraf akhir bakal tentang cuaca dan lutut nenek. Eh, jatuhnya ke masalah perjodohan. Uh she up ('_' 7)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kan klo kesimpulan ttg lutut dan cuacanya udh di bagian pertama (sebelum 4 bintang). Sesi selanjutnya baru disasar2in. :D

      Delete
  5. Saya enggak pernah kayaknya bikin cerita liburan ke rumah nenek. Sekalipun itu cerita sewaktu liburan ke kampung, enggak sama sekali bahas nenek. Kisah yang saya buat itu pergi memancing di empang terus kecebur, sama ngambil anak ayam milik tetangga lalu diuber-uber induknya. Dapet nilainya jelek seinget saya. Kalo guru saya disuruh menilai beberapa cerpen saya sekarang, kayaknya dia akan menyesal telah mendidik saya. Hahaha.

    Baru tau kalo lutut nenek yang nyeri bisa jadi patokan. Kata orang-orang, biasanya kalo mau hujan hawanya berubah gerah yang enggak biasa. Tapi saya sendiri masih belum bisa bedain gerah cuaca panas sama mau turun hujan itu kayak gimana. Malah nih, kalo di rumah tiba-tiba muncul kecoa kadang bisa jadi pertanda. Tempat mereka sembunyi mungkin terasa panas, makanya mereka keluar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atau mungkon bangga, Yog? Cerpenmu kan ada nilai2 pelajarannya semua. Kecuali yg eskrim. Itu ada cocochip cocochipnya.

      Lah iya juga ya. Mending bahas kenapa klo mau ujan kita ngerasa gerah. Kalo rajin lah Yog yak dibikin.

      Btw itu kecoa keluar2 bukan karena panas sih. Secara kecoa bisa tahan bahkan di saat terjadi radiasi bom atau nuklir.

      Kecoa keluar2 itu karena lagi gak ada guru aja.

      Delete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~