Pertanda Hubungan Bahagia adalah Pasanganmu Menjadi Orang Pelupa

Assalamu’alaikum…

Setiap orang pernah mengalami yang namanya lupa dalam siklus hidupnya. Makanya ada istilah “manusia tempatnya salah dan lupa”. Makhluk hidup lain lebih jarang yang ditemui mengalami lupa. Kucing saja yang dimasukkan ke dalam karung dan dibuang, masih ingat jalan kembali ke rumahnya. Bahkan, gajah disebut sebagai makhluk yang selalu ingat sehingga dipakai sebagai icon aplikasi evernote. Kecuali serangga, makhluk tersebut ternyata juga mengalami lupa. Daur hidup serangga itu, kan, telur – larva – lupa – imago.

lupa
1) Daur hidup kupu-kupu

Sudah beberapa kali saya menonton FTV atau mendengarkan cerita orang lain di media sosial yang meresahkan sikap pasangannya. Katanya, pasangannya itu sudah tidak peduli dengan hubungannya lagi karena sering melupakan banyak hal. Seperti lupa kapan jadian, lupa kapan pertama kali bertemu, lupa bawa martabak saat berkunjung dan bahkan melupakan keperluan untuk dirinya sendiri.

Menurut saya, justru ketika pasangan sudah mulai jadi orang pelupa, tapi tetap setia bersama kita, itu artinya hubungan yang dijalani sedang baik-baik saja. Sangat baik malah. Karena salah satu pertanda hubungan yang dijalani itu membahagiakan, ya, pasanganmu mulai jadi pelupa. Kenapa bisa begitu? Ingat tidak dengan pesannya orang bijak…

Jangan berjanji ketika bahagia
Jangan membuat keputusan ketika marah. Ungkapan itu muncul karena memang saat manusia sedang bahagia, dia menjadi sangat optimis tentang masa depan. Dia merasa bisa mengendalikan semuanya. Sampai-sampai lupa kalo yang mengendalikan hidup itu, ya, Yang Maha Kuasa.


lupa
2) Pesan Ali bin Abi Thalib

Suatu ungkapan tidak akan diiyakan jika yang mengalaminya hanya sedikit. Karena banyak orang yang ikut sepakat dengan ungkapan di atas, berarti memang benar bahwa ketika berjanji haruslah di saat diri tidak sedang dalam terlena kebahagiaan. Jadi harus pintar-pintar memilih waktu ketika akan berjanji. Janji murid saja dipilih waktu upacara pas murid-muridnya pada kepanasan, bukan saat istirahat atau lonceng pulang yang semuanya bahagia.

Ingat juga tidak dengan apa yang membuat orang lupa dengan teman?
Bahagia. Makanya ada yang mencibir pake kalimat “udah bahagia, lupa deh ama teman”. Memang iya, kan? Saat lagi butuh, saat lagi mengalami masalah, dia datang kepada kita atas nama pertemanan. Namun, saat sudah bahagia, eh, lupa dengan teman yang sebelumnya dibutuhkan.


lupa
3) Saking bahagianya

Ya, itu nggak apa-apa juga, sih. Emang sikap alami manusia yang katanya heterogen. Kudu dihargai juga. Kalau menurut pribadi masing-masing itu nggak baik, ya, kita sendiri lah yang jangan sampai bersikap begitu. Intinya, kebahagiaan memang bisa membuat orang lain melupakan temannya.

Jadi keingat juga nggak ama anggota dewan?
Waktu kampanye, waktu kesusahan mencari pendukung di masyarakat, beliau menjanjikan banyak hal jika terpilih. Namun, saat beneran kepilih, beneran bahagia menjadi orang penting dalam pemerintahan seperti keinginannya, beliau melupakan apa-apa yang pernah dijanjikannya. Kebahagiaan memang membuat lupa.

Melihat kejadian seperti itu, banyak orang yang kemudian meneriakkan untuk tidak memilih calon yang banyak janji. Lebih baik memilih calon yang memberi bukti. Begini, ya, kalo nggak ada yang dijanjikan, memang apa yang mau dibuktikan? Kalo sebelumnya berjanji, kan, ngebuktiinnya enak, ya. Saya berjanji akan membangun tempat tinggal lebih layak di wilayah kumuh. Pembuktiannya dengan memulai sosialisasi dan pemindahan tempat tinggal sementara lalu memulai pembangunan. Kan nggak enak gitu kalo nggak ada bilang di awal tahu-tahu tergusur aja.

Baca juga: Karakter Calon Presiden Yang Baik

lupa
4) Menagih janji

Lagi pula kalo mau demo juga repot misal anggota dewannya tidak pernah berjanji. Kalo berjanji mau membangun waduk untuk mengantisipasi banjir, terus nggak dibangun juga. Demonya enak.

“Bapak harus bertanggung jawab dengan janji untuk membangun waduk di wilayah kita. Janji adalah utang. Bapak harus memenuhinya!”

Coba kalo dia nggak ada janji, kita mau menuntut apaan pas demo? Kita mau minta pembuktian apaan?

Balik lagi ke lupa dan bahagia. Saya malah jadi lupa karena bahagianya ngebahas janji-janji tadi. Pokoknya, karena sudah bahagia duduk di kursi pemerintahan yang diimpikannya, para anggota dewan menjadi lupa dengan apa yang mesti dilakukannya. Bahagia membuat mereka lupa.

Jadi jelas, kan…
Kenapa pasangan kamu jadi orang yang pelupa? Itu karena dalam menjalani hubungan denganmu, dia merasa selalu bahagia. Sehingga banyak hal yang mulai dia lupakan. Pokoknya bisa selalu denganmu saja. Namun, beda cerita kalo kamu yang dilupakan, sih. Itu mah, dia lagi bahagia ama orang lain. Sembunyi-sembunyi.

Berbeda dengan bahagia yang membuat lupa, rasa sakit berefek sebaliknya. Bisa membuat orang terus teringat. Dikatain badan kayak gentong, sakit, bakal keingat terus dia ama ledekannya. Bahkan ingat semua kapan, di mana, siapa saja yang mengatakan. Diselingkuhi, sakit, bakal diingat seterusnya. Sampai semuanya diingat, pas abis dari mana, pake baju apa, intonasi nadanya gimana, password luwak white coffe apa, ingat sejelas-sejelasnya.

Sehingga, kalo kamu mau membuat pasanganmu jadi pengingat yang handal lagi, ya, sering-sering disakitin ajaaaaa…



Sumber gambar:
1) https://jempolkaki.com/metamorfosis/
2) http://raditvalentin.blogspot.com/2016/09/jangan-membuat-keputusan-ketika-sedang.html
3) http://poskotanews.com/2016/08/28/terpikat-teman-sekantor-jadi-lupa-anak-dan-suami/
4) https://leloyoseplaurentius.wordpress.com/2012/11/16/wakil-rakyat-abaikan-misi/
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Pertanda Hubungan Bahagia adalah Pasanganmu Menjadi Orang Pelupa Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

20 komentar:

  1. Kok beberapa postingan terakhir saya mencium bau-bau ketidaksetiaan ya. Hmm.. Luwak White Coffee.. mantap susunya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apaan.. beberapa postingan terakhir isinya promote.


      Maaf, password yang anda sebutkan salah. Silakan minta disakitin lebih banyak lagi.

      Hapus
  2. Kesimpulan yang gue tangkap: orang yang daya ingatnya bagus cenderung lebih sering terluka. Sebaliknya, orang pelupa adalah orang yang bahagia.

    Dengan logika ini, murid yang ketika ulangan suka lupa rumus berarti masa sekolahnya bahagia. Hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya poinnya lebih ke sikap sih. Sikap bodo amat atau insecure.

      Hapus
    2. matur tengkyu udah dijelasin, Mank.. :-bd

      Hapus
  3. Lalu kalau pasangan yang BDSM itu gimana, Haw? Mereka kan saling menyakiti, tapi juga merasa bahagia. Mereka mungkin menerapkan cara supaya tidak mudah lupa kali, ya? Ehehe~

    BalasHapus
    Balasan
    1. BDSM itu sampe skrg saya gak tau apaan. Tapi kalo dari sini, kayaknya itu artinya yang demen dicambuk pas hubungan itu kan ya? Itu berarti anomali. karena yang membahagiakan mereka justru yang menyakitkan mereka. anjir, sempurna bet itu siklusnya. tak akan ada hal yang menyakitkan baginya. dia lupa sakitnya makanya minta diingetin dengan disakitin lagi, eh pas sakit, bahagia, lupa lagi ama sakitnya, gitu terus...

      Hapus
  4. Lupa menjadikan cinta lebih lama, hehe...

    BalasHapus
  5. Baru awal-awal bacanya aja udah mau protes. PUPA WOY BUKAN LUPAAAAAA HHHHAAAAWWWW.

    Nah iya sih, kalau pasangan lupa tanggal jadian, hari ulang tahun, bla bla bla itu bikin dongkol. Lupa tanggal dapet alias datang bulan juga kadang bikin dongkol sih. Soalnya kalau ingat kan enak. Si pacar bisa ngertiin tanpa kitanya harus bilang, "Ini lagi PMS tauk. Maklumin dong kalau sensitif giniiiii."

    Btw TOLONG YAAAAA KENAPA DI AKHIR-AKHIR ADA PENGANJURAN YANG TIDAK BENAR YAAAAA ANJEEEEEEEEEER EMOSI BACANYA TAPI MANGGUT-MANGGUT JUGA SIH HUHUHU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya aku yang LUPA Cha.

      Oke, berarti ini merupakan testimoni yaaaa.... testimoni pernah marahin pacar buat ngertiin kalo lagi PMS.

      Ya habisnya gimana, dikasi saran yang bener tetep aja mau pisah. kalo emang beneran cinta mah mau udah dilupakan sekalipun karena amnesia tetep bakal dijaga itu pasangannya.

      Hapus
  6. wahhhh kita sendiri yang sering dilupakann, ternyata bahagianya dengan orang lain wuehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan diamalkan kalo hal tersebut bisa membahagiakan.

      Hapus
  7. Wah, menarik banget nih. Hahahaha. Bener juga sih kalo dipikir-pikir (ketahuan selama ini gak pernah mikir). Tapi, asal jangan lupa kalo udah punya pasangan terus nyari yang lain aja. Hmmmmmmmmmm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu mah mikirnya yang jauh-jauh di negara lain, Di. sampe2 berita dalam negeri nggak diikutin.

      oke. saran tersebut bisa saya terimaaa.... :-bd

      Hapus
  8. Bukan nggak mau mesum lagi, May. Katanya, mau mesum dengan lebih elegan~

    BalasHapus
  9. Suka lupa bukan karena bahagia juga, tapi karena ya emang orangnya gak pedulian gitu, he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sama kayak orang bahagia lah. Mereka juga gak peduli ama apa yang akan mereka hadapi, nggak peduli ama kata orang, yang penting mereka bahagia dengan itu. Begitu kan?

      Hapus
  10. seru juga ya baca nya hehe. keren keren mas

    BalasHapus
  11. Udah lah ga usah handal2, gitu2 aja daya ingatnya. Capek tauk nyakitin terus. :(

    BalasHapus

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~