Howhaw #212: Gorengan, Mengancam Kesehatan dan Keimanan ~ Production Haws

Howhaw #212: Gorengan, Mengancam Kesehatan dan Keimanan


Assalamu’alaikum…

“Jangan makan gorengan, Haw! Ingat umur!”

Beberapa waktu lalu, saya mendapat pesan demikian ketika akan berbuka puasa. Setelahnya, kegiatan menyantap hidangan berbuka jadi tidak khusyu’. Terus kepikiran tentang apa hubungannya antara mengingat umur dan makan gorengan. Apakah makan gorengan bisa membuat kita lupa dengan umur sendiri?

Walau kemungkinan tersebut bisa terjadi, saya selalu membawa KTP. Sehingga, ketika sedang makan gorengan dan mendadak lupa dengan umur, saya bisa membuka dompet, mengambil dan melihat KTP serta mengalkulasikannya dengan tahun sekarang. Permasalahan lupa umur bisa teratasi.

goreng

Namun, apa iya maksudnya begitu? Gorengan. Umur. Kalo di tipi sih emang berhubungan. Terutama kalo iklan produk krim wajah. Itu umur pake segala “digoreng” biar produknya laku. Dengan menggunakan krim ponek mirekel, anda akan terlihat lebih muda 10 tahun….yang lalu.

Karena tak jua mendapatkan jawaban, saya memutuskan untuk mencarinya di media internet. Saya gugling di yahoo dengan kata kunci “makan gorengan dan umur”. Iya, gugling di yahoo. Nggak salah kok. Masuk ke yahoo search engine dulu, cari kata google, udah dapet google baru masukin kata kuncinya.

Di sana terpampang beberapa artikel yang menyebutkan hubungan antara umur dan makan gorengan. Dari artikel yang ada, hampir semuanya membahas tentang balita yang nggak boleh makan gorengan. Trus sebelumnya kan saya diperingatkan untuk jangan makan gorengan. Apa muka saya terlihat semuda itu, ya?

“Kantong kresek kantong kresek.., batu.. batu.. batu buat nimpuk. Botol kacanya juga, Pak, Bu, silakan dipilih..”

Namun, gorengan beneran bisa mengancam kesehatan loh
Makan gorengan memang enak, apalagi gorengannya masih panas. Banyak macam gorengan yang dijual, ada gorengan pisang, gorengan bakwan, gorengan ubi, dan dari semuanya saya paling suka gorengan nasi. Namun, dibalik kenikmatannya, gorengan juga memberikan zat yang tidak baik bagi tubuh.

goreng

Karena dalam proses menggoreng tersebut memerlukan minyak goreng. Padahal banyak minyak goreng yang mengandung lemak jenuh dan kalori. Belum lagi jika minyak goreng yang digunakan sudah dipakai berkali-kali. Bisa memicu sakit kanker, jantung, stroke dan kolestrol. Belum lagi kalo gorengannya dibungkus pake koran. Itu koran asalnya dari mana dan bagaimana dengan tinta korannya yang bercampur dengan gorengan?

Gorengan mengancam identitas asli suatu olahan makanan
Di zaman sebelum adanya minyak goreng, lumrahnya bahan makanan itu dioleh dengan cara dibakar, dipanggang atau direbus. Karena tidak bereaksi banyak seperti pada proses menggoreng, bahan makanan tersebut menunjukkan rasa alaminya. Bahkan banyak yang menganjurkan untuk tidak memasak beberapa bahan makanan karena dapat merusak gizi dan rasanya.

Namun, setelah munculnya minyak goreng dan memperkenalkan sensasi yang berupa kriyuk, crispy, kering dan gurih, banyak bahan makanan yang dituntut untuk digoreng saja. Kol maunya digoreng, mie mintanya beneran digoreng, bakso disediakan yang digoreng, salep untuk yang di koreng. 

Baca juga: Jenis-Jenis Bakso Terbaru

Padahal ketika lidah sudah mengecap rasa yang lebih gurih pada suatu makanan dan terjadi ketika usia masih dini atau terjadi terus-terusan, maka saat lidah kita mengecap bahan makanan yang sama tapi tidak digoreng, lidah kita akan menganggapnya tawar atau bahkan eneg.

goreng

Jika sudah demikian, olahan awal suatu bahan makanan akan ditinggalkan karena sudah tidak ada lagi orang yang mau memakannya. Itu makanya kemarin ada berita heboh dari chef internasional yang memprotes rendang karena tidak crispy. Lidahnya beliau sudah terlalu sering terkontaminasi gorengan. Jika hal ini dibiarkan terus-terusan, suatu saat nanti jangan heran kalo ada yang protes, “eskrimnya kurang crispy ini”.

Gorengan juga mengancam hubungan sosial
Udah jadi kebiasaan, kan? Ketika ngumpul ngerjain tugas bareng tak lupa saling menyumbang untuk membeli gorengan. Awalnya mungkin biasa saja, saling tertawa dan rebutan, tapi ketika gorengannya tinggal satu, semuanya mendadak diam menahan hasrat.

Dilema. Mengambil makanan paling akhir itu dianggap tak tau malu, tak beretika. Menyisakan makanan itu mubazir. Orang tak tau malu, imannya tipis. Orang yang mubazir itu temannya setan, imannya tipis juga. Ini sungguh kondisi yang kritis.

Saat mengerjakan tugas dulu, yang orangnya banyak karena sekelas, ada satu teman saya yang mengambil gorengan terakhir. Semuanya, ya, diam saja. Namun, di perkumpulan selanjutnya yang nggak ada dianya, teman yang ngambil gorengan terakhir tersebut jadi gunjingan. Ya Allah, gara-gara satu gorengan saja pertemanan jadi menjurus pada ke-fake-an gini.

goreng

Makanya lain kali kalo kalian mau beli gorengan, beli itung pas dengan jumlah orang dan langsung dibagikan saja. Dan juga, bersyukurlah kalo di tongkrongan kalian nggak ada yang peduli dengan etika gorengan terakhir dan malah berlomba ngambil sambil berkata, “Huh, dasar Melayu1), dah sisa satu tak maok diambil.”

1) Tergantung di mana kalian tinggal

Bahkan, gorengan dapat mengancam syariat
Para pejuang khilafah terlalu fokus pada hal yang dianggap besar dan simbolis yang dikatakan akan merusak akhlak. Menghina kitab, PKI, dan memakai simbol dajjal, orang-orang tahu dan sadar dengan hal yang dianggap buruk tersebut. Sehingga mereka nggak akan mudah terpengaruh. Namun, lain ceritanya dengan makan gorengan.

Ajarannya jelas, makanlah dengan tangan kanan. Jangan makan dengan tangan kiri karena itu merupakan perbuatan syaiton. Masalahnya, saat dihadapkan dengan gorengan, banyak orang yang tidak sadar akhlaknya telah dirusak karena memakannya dengan menggunakan tangan kiri…



...cabe rawitnya.

goreng


Sumber gambar: 
1) https://www.yukepo.com/hiburan/life/ini-nih-fakta-fakta-unik-dan-mengejutkan-tentang-gorengan-harus-tau/
2) https://www.pinterest.com/pin/544161567454798949/
3) https://www.youtube.com/watch?v=C_7Zg9-HqoM
4) https://www.zetizen.com/show/1895/3-manfaat-jadi-bahan-gosip-teman-teman
5) https://www.youtube.com/watch?v=BNHt9E7GtEA
Previous
Next Post »

20 comments

Click here for comments
13 June 2018 at 12:43 ×

tahu isi adalah salah satu kudapan favorit saya.. :(

Reply
avatar
13 June 2018 at 13:47 ×

Sekarang gue paham apa hubungannya gorengan sama iman di bagian gorengan sisa satu. Paradoks sekali ya, antara sikat aja atau pura-pura kenyang padahal tergoda. Hahahaha

Soal cabe rawit juga. Sial. Tapi kalau misal ada orang kidal, itu gimana urusannya, Haw? Gue belum banyak baca-baca tentang kidal sih, ini aja baru kepikiran pas baca makan cabe pake tangan kiri 😅

Reply
avatar
N Firmansyah
admin
13 June 2018 at 14:17 ×

Gue paling demen kalau sama orang yang nggak mau ngambil makanan terakhir. Soalnya gue pasti akan jadi orang yang ngambil kalau emang enak dan gue masih pengen wkwkwk.

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
14 June 2018 at 09:54 ×

Mungkin maksudnya ingat umur itu sudah saatnya menjaga makanan, jangan terlalu banyak makan makanan yang gak sehat, karena dampaknya kan terasa 5 atau 10 tahun kemudian.

Tapi biasanya orang sering diingatkan itu karena memang umurnya sudah tu... hehe

Reply
avatar
Hawadis
admin
14 June 2018 at 10:55 ×

Bayclin adalah salah satu kaporit saya.

Reply
avatar
Hawadis
admin
14 June 2018 at 10:58 ×

Kalo orang kidal ceboknya pake tangan kanan nggak? Klo nggak berarti mefeka bisa menggunakan kedua tangannya dgn baik. Entah org kidal lainnya, tapi teman saya yg kidal klo makan tetep pake tgn kanan kok.

Dan jika memang tidak bisa menggunakan tangan kanannya, yaudah. Sah2 aja klo kondisinya begitu. Kayak org yg sedang lumpuh, sujud gabisa ya gak apa klo nunduk aja kan.

Reply
avatar
Hawadis
admin
14 June 2018 at 11:00 ×

Saya mah ngambil cepet2 di awal. Sehingga org baru makan satu, saya udah makan 3. Bodo amat ama yg terakhir. Klo sampe bubar masih nyisa, yaudah diambil.

Reply
avatar
Hawadis
admin
14 June 2018 at 11:06 ×

Teeeeettt...

Tuuu. . Tuu.. tuu..tupan botolmu. Tutupan oplosanmu. Emane nyawamu. Ojo yok terus terus...


Wuooohhh... begitu. Harus berterima kasih ini ama orang yg ngingetin.

Reply
avatar
14 June 2018 at 13:49 ×

Saya termasuk orang yang malu buat ngambil makanan ketika sisa terakhir. Padahal mah pengin menikmati sensasinya yang seolah mendapatkan harta karun dan ngerasa itu berkah. Tapi ya karena ada ketakutan bakal diledek atau gimana, ujung-ujungnya dicaplok temen duluan. :(

Reply
avatar
Kresnoadi DH
admin
17 June 2018 at 17:01 ×

Gorengan itu kurang sebenernya kalo nggak ada minum. Haw, suguhin teh anget! *lho kok malah nyuruh

Reply
avatar
18 June 2018 at 09:24 ×

Halo Kak Haw! Apa kabar?

Haduh gorengan itu kek is my life! Ih bukannya aku goreng (kalo bahasa sunda, goreng itu jelek) tapi gorengan itu bisa jadi cemilan dan teman nasi. Emang sih kalo beli gorengan mah lebih baik dihindari. Kalo bikin gorengan enaknya bikin sendiri, biar kita yang jamin kesehatan kita sendiri gitu. Uuuh.

Ya btw ini krisis banget sih, aku malah nggak kepikiran kalo gorengan bisa ngancem identitas asli. Sue. Tapi ya bener. Kali-kali aku harus berpikir panjang nih wkwk.

Reply
avatar
20 June 2018 at 01:18 ×

Kalo disini kalo gorengan sisa satu, gak ada yang mau ngambil, beda kebiasaan emang.

Nah, saya juga lagi nyoba banget itu bang makan gorengan sama cabe rawitnya pake tangan kanan. Ribet emang, tapi bismillah wkwk.

#apaansih

Reply
avatar
lapamart
admin
2 July 2018 at 16:25 ×

hahaha, gorengan bisa merusak identitas asli makanan

Reply
avatar
Hawadis
admin
7 July 2018 at 15:42 ×

Ngetawain apaan, sih?

Reply
avatar
wati
admin
13 July 2018 at 12:47 ×

Wow ternyata banyak juga efek gorengan yah sampai bisa merusak hubungan sosial he he yang saya tau selama ini bisa bikin sariawan dan batuk kalau kebanyakan

Reply
avatar
Hawadis
admin
29 July 2018 at 21:31 ×

ahahaha... karena sebagian orang ada yg berprinsip, "malu = lapar". mungkin kita perlu mengikuti prinsipnya. xD

Reply
avatar
Hawadis
admin
29 July 2018 at 21:32 ×

iya juga sih. mungkin perlu dibuat inovasi baru. kalo sebelumnya gorengan isi bihun, mungkin bisa ditambah dengan varian gorengan isi minuman.

Reply
avatar
Hawadis
admin
29 July 2018 at 21:35 ×

Kabar baik, Riskaaa... lama tak berjumpa di kolom komentar blog-blog orang yaaa... *sayanya juga nggak rutin ngeblog sih*


itu krisis hanyalah spekulasi saya saja Ris, aslinya mah kagak tau beneran apa kagak. xD tapi kalo gorengan bikin sendiri kuu rame2 banget yang makan. entah kenapa kalos endirian makannya jadi hambar.

Reply
avatar
Hawadis
admin
29 July 2018 at 21:36 ×

Ya itu maksudnya, mas. sisa satu gak ada yg mau ambil.

makannya satu-satu aja. santai, kayak makan petai.

Reply
avatar
Hawadis
admin
29 July 2018 at 21:38 ×

wati? lu beneran wati? kenapa lu nggak ngajakin Ani pas liburan ke bandung? kan gua jadi ribet pas SD ngitung kecepatan sampe jam berapa kalian smape bandungnya. kenapa kalian nggak barengan aja?

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon