Howhaw #213: Bisakah Kita Berdoa Sebelum Berdoa? ~ Production Haws

Howhaw #213: Bisakah Kita Berdoa Sebelum Berdoa?


Assalamu’alaikum…

Sebelum memulai atau sebelum mengakhiri sesuatu, biasanya kita dianjurkan berdoa. Berdoa sebelum memulai dengan harapan semua rangkaian acaranya lancar tanpa hambatan berarti dan berdoa setelah acara selesai dengan tujuan bersyukur atas kelancaran tersebut. Kepada siapa kita berdoa? Tentu saja kepada Tuhan.

Doa itu adalah harapan. Orang bijak berkata, berharap pada manusia itu selalu menghadirkan kekecewaan, berharap pada Tuhan bisa memberi ketenangan. Kenapa bisa demikian, ya? Ketika harapannya itu sama-sama tidak terkabul, baik yang berharap pada Tuhan maupun yang berharap pada manusia, yang tersalah tetaplah manusia.

Misal, mesen beliin es kacang ijo pada temen yang mau keluar. Eh, pas temen itu balik, pesenan kita dilupain. Lalu besoknya kita berharap pada Tuhan, semoga ada temen kos yang bawain es kacang ijo. Eh, tetep nggak ada yang bawain. Meski begitu, pada Tuhan kita akan beranggapan bahwa Tuhan tahu yang terbaik makanya kita nggak dapet es kacang ijo, pada temen yang lupa, dia kita kata-katain. Padahal sama-sama kagak kesampaian buat dapat es kacang ijonya. 

doa

Ini seperti ketidaksiapan kita saja untuk mendapatkan hasil yang berbalik dari yang kita mau. Saat ngarep pada manusia, orangnya jelas terlihat dan ucapannya jelas terdengar, tapi kitanya menolak. Nggak siap. “Yah, aku lupa beliin.” Lalu kita kecewa. Namun, ketika kita berharap pada Tuhan, kita tahu kalo dengan keadaan saat itu kita nggak mampu. Jadi udah siap aja kalo emang nggak dapet. Apalagi kita nggak bisa mendengar suara Tuhan secara langsung. Jadi hanya bisa berprasangka baik, “Mungkin bukan waktunya aku dapat es kacang ijo.” Lalu kita ikhlas.

Walo demikian, tetap saja sih berharap pada Tuhan itu jauh lebih baik. Tuhan itu nggak terlihat, nggak terasa langsung oleh panca indera manusia, lalu dengan Mahanya yang bahkan dapat menggerakkan kehendak semua makhluk. Bisa saja saat kita berharap sesuatu yang menurut kita nggak mungkin malah dengan suatu rangkaian kejadian yang diatur-Nya tahu-tahu udah kewujud aja.

Jenis-jenis doa
Ada dua jenis doa, yang pertama adalah doa ibadah. Yaitu doa yang berisi pujian terhadap Tuhan semisal zikir. Berikutnya adalah doa permintaan, yaitu doa yang berisi keinginan kita kepada Tuhan semisal minta diberi rezeki atau dijaga dari bahaya. Titik berat bahasan pada tulisan ini adalah doa permintaan atau harapan.

Dalam keseharian, doa permintaan yang paling sering diucapkan adalah doa untuk membuka atau menutup tadi. Doa memulai atau mengakhiri pelajaran, doa masuk atau keluar kamar mandi, doa mau dan sebangun dari tidur, dan sejenisnya. Berikutnya adalah doa memohon rezeki dan memohon ampunan atas semua kesalahan yang telah lalu.

doa

Berdasarkan saran dari orang yang lebih tahu, agar doa kita lebih mudah dimakbulkan, kita dianjurkan membaca ayat tertentu.

Doa dimudahkan rezeki? Baca Al-Ikhlas 1000x.
Doa agar dosa diampuni? Baca Al-Kahfi terutama sepuluh ayat pertama.
Doa supaya mudah bangun tidur? Baca Al-arm yang dipasang tiap 5 menit itu.

Saya pernah salah berdoa
Nggak hanya saya sepertinya, sih. Banyak yang lain juga. Apalagi yang demen banget untuk bernazar. Nazar itu doa perjanjian, kalo yang diinginkan terkabul, akan melakukan ini itu. Kemaren banyak ini yang ngelakuin, karena lolos SBMPTN, di Twitter banyak yang ngadain giveaway. Nggak salah mah kalo yang begitu, tapi beda halnya dengan yang berjanji akan meningkatkan ibadahnya.

“Aku akan bersedekah kalo Tina mau dengan saya.”

“Aku akan rutin salat tahajud kalo bulan depan bisa membeli motor.”

Kenapa aneh? Karena dalam ibadah salat yang dilakukan saja kalimatnya “iyya kana’budu wa iyya kanasta’in” yang artinya kepada-Mu aku beribadah (menyembah) dan kepada-Mu aku meminta pertolongan. Ibadah dulu baru minta tolong, begitu urutannya. Namun nyatanya, kita malah minta tolong (memohon sesuatu) dulu baru deh beribadah. Itu pun kalo dikabulin.

Namun saya melakukan hal yang lebih aneh. Waktu SD itu kan lagi tren kan ya ciki-cikian ama permen jahe yang ada hadiahnya gitu. Nah, saya lagi pengin banget dapat hadiah mobil-mobilannya. Selain berjanji akan lebih rajin salat zuhur dan asar, saya juga mengamalkan ayat tertentu yang waktu itu saya tahu ayat tersebut akan memakbulkan doa. Asar dan zuhur aja, karena magrib, isya, subuh itu gak bisa ditinggal. Sama-sama dilakuin pas ngaji. Kalo nggak, dipecut.

doa

Seminggu saya amalkan itu ayat dan berdoa makin sering. Setelah dirasa udah banyak dan karena hadiah lainnya pada permen jahe itu makin dikit, saya langsung beli permennya cukup banyak. Pas buka bungkus permennya tetep merapalkan doa, dan alhamdulillah kagak ada yang dapet. Kalo dapet masa depan agama saya bisa gawat. Itu permen jahe hadiah-hadiahan kan itungannya judi, yak. Beli permennya biar untung-untungan dapat hadiah. Kalo sampe dengan semua usaha saya berdoa dan ngamalkan ayat makbul itu berhasil, saya bakal kepikiran kalo Tuhan juga mendukung perjudian.

Lalu bagaimana dengan janji merajinkan salat zuhur asarnya? Berhasil. Bukan karena menepati, tapi karena guru ngaji sepakat ama para orang tua di kampung untuk membuka madrasah (belajar baca dan nulis arab) siang sepulang sekolah, selesainya pas azan asar. Ini kayak janji bakal nraktir kalo jadian. Eh jadian kagak, traktiran tetep jalan.

Saya juga pernah sebal dengan doa
Doa memang bisa meningkatkan semangat karena memberi harapan bahwa ada hal yang kita inginkan dan akan kita dapatkan kelak. Makanya kita tiap hari dianjurkan selalu berdoa agar tiap hari penuh semangat dan harapan. Namun, ada doa yang menyebalkan. Bukan karena doanya tidak terkabul, melainkan dikabulkan, tapi nggak pernah disadari. Ditunjukkan berkali-kali pun tetap nggak sadar. 

Itu doa the explorer.

doa

Lebih menyebalkan lagi, ada orang yang bercanda bahwa dia sudah berdoa bahkan sebelum berdoa, dengan harapan itu lucu karena bersifat nggak mungkin. Namun, hal itu justru sangat masuk akal. Kita sebenarnya memang bisa berdoa bahkan sebelum berdoa.

Ingat, nama itu adalah doa. Kita semua memiliki nama. Lalu kita yang sudah punya nama ini setiap hari juga marapalkan doa.

Jika: Nama = doa
Maka: Bernama = berdoa

Galih adalah sebuah nama, yang berarti juga sebuah doa. Sehingga, jika Galih belum berdoa pun, sejatinya dia sudah berdoa (bernama).



Sumber gambar: 
1) https://jagokata.com/kutipan/gambar/339/ali-bin-abi-thalib-aku-sudah-pernah-merasakan-semua-kepahitan-dalam-hidup-dan-yang-paling.html
2) https://www.faster86.com/2016/08/amalan-doa-doa-meminta-keberkahan-rezeki-dalam-hidup.html
3) https://www.kaskus.co.id/thread/52008c94f9ca17f464000000/mengenang-masa-kanak-kanak/
4) https://www.her.ie/entertainment/dora-explorer-371380

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »

13 comments

Click here for comments
7 July 2018 at 20:43 ×

Baca Al-arm. Telek! :))

Hm, doa zaman-zaman masih sekolah sering banget diiringi nazar ibadahnya akan lebih giat lagi gitu. Nyatanya, masih aja bolong-bolong. Lebih sering lagi, ketika mengharapkan sesuatu pasti doanya khusyuk dan lama. Orang-orang di masjid udah sepi, saya masih berdoa. Giliran harapan itu udah kecapai, seusai salat mah doa seadanya aja. :(

Reply
avatar
8 July 2018 at 03:38 ×

Kalau kata adik gue: "Usaha doang nggak cukup. Harus berdoa juga. Masa jadi manusia angkuh banget nggak mau minta bantuan sama Allah?"

Itu waktu gue ngeluh, ngerasa udah lakuin yang terbaik tapi keinginan belum kecapai. Dan itu ngena banget. :))

Kadang manusia emang harus diingetin dulu biar sadar ya. :))

Reply
avatar
8 July 2018 at 17:11 ×

Waalaikumsalam,

Itu dora bang, dora, temennya monyet dan makhluk ciptaan tuhan lainnya. Tapi setuju sih sama yang beribadah dulu baru minta tolong. Itu kaya lebih memilih jadi baik buat jodoh saya nanti, ketimbang mencari jodoh yang baik.

Nama adalah doa, kira-kira dora itu apa artinya ya bang? Ehm..

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
9 July 2018 at 12:20 ×

Gak inget pas sd pernah jajan permen jahe ada hadiahnya, itu tahun berapa, sih? xD

Reply
avatar
Wisnu Tri
admin
9 July 2018 at 15:28 ×

Kalau di tempatku, namanya lotrean. Dan isinya pun bukan permen jahe, tapi permen kecil warna-warni yang biasanya anak-anak sekolah dulu nyebutnya 'permen ndog cecek' alias permen telor cicak. Adanya cuma pas bulan puasa doang, jadi kalau pas puasa-puasa masuk sekolah, terus dikasih uang jajan, cuma habis buat beli 'lotre' tadi. Dapet hadiah kagak, kesel, iya.

Ya Allah, kecil-kecil udah belajar judi yang bisa ngurangin / batalin pahala puasa xD

Reply
avatar
Hawadis
admin
10 July 2018 at 22:06 ×

Nah iya, gitu, Yog. Apa emang sifatnya manusia ya? hahaha

Reply
avatar
Hawadis
admin
10 July 2018 at 22:08 ×

Njir... itu adek yg sering lu bully itu bukan, Gip? Kok malah dia lebih cocok jadi kakakmu aja.

Reply
avatar
Hawadis
admin
10 July 2018 at 22:17 ×

Waiya, bisa dilarikan ke jodoh yak bahasannya. Saya gak kepikiran. xD

Gini artinya, mas alien:

https://4.bp.blogspot.com/-HzxXDfgvw5o/W0TNrCBgBHI/AAAAAAAAC8w/OITn4P8xT6kveSHvTe5FIAH2NAACGoWBACLcBGAs/s1600/dora.png

Reply
avatar
Hawadis
admin
10 July 2018 at 22:19 ×

Sindiran halus sekali dari anda wahai saudari... :lv

mungkin tergantung wilayahnya kali, ya, ada yg telur cecek, ada yang cuma cabut kertas biasa,ada yang tiada.

Reply
avatar
Hawadis
admin
10 July 2018 at 22:20 ×

Iya, lotrean. isi mungkin bergantung pada wilayah kali ya. permen telur cecek ada, tapi gak ada lotreannya, ada yang permen susu juga sih.

kami yg beli begituan pernah dimarahi ama guru ngaji. :D

Reply
avatar
11 July 2018 at 07:25 ×

Bangkai. Haha.

Eh, Haw, out of topic nih, avatar di kolom komen blog ini kok mulus ya? Di template gue agak pecah. Ada code khusus? Bagi dong. Sama gambar di postingan juga. Kok agak blur gitu ya, nggak bisa tajam di bagian detail yang kecil-kecil. Huhu

Reply
avatar
Hawadis
admin
11 July 2018 at 13:16 ×

barusan ngecek ava komentar di blogmu, dan SAMA AJA WOOOOYYYY.... bedanya cuma di sini melingkar doang. ni udah bawaan bukan ya... lupa saya, dulu bikin template ini nyicil, bukan bikin sendiri, tapi nyomot2 kode komen, header, sidebar punya orang. malah terakhir kata temen2, kolom komennya jadi lama loading. :D dan belom kethauan apa penyebabnya.

kalo mau html kode template ini ya saya kirim, lah.

kalo gambar bukannya tergantung size aslinya, ya? saya mah kalo gasalah kagak pake efek khusus buat gambar posnya, semacam kompres atau pas diarahin mouse bisa membesar.

Reply
avatar
13 July 2018 at 15:19 ×

Tapi di kolom komen gue kayak agak pecah gitu kalau diliat lewat hp. Apa karena ukuran pixel ya? -__-

Oh ini ngerakit? Kirain template jadi emang kayak gini. Hahaha. Emang agak loading sih kolom komennya, tapi nggak seberat Disqus. Ini masih manusiawi sih.

Serius, Haw? Mau dong! :p

Email: gipsterya@gmail.com

Hmm.. berarti buat gambar postingan caranya pas upload pilih yang agak gede ya? Oke. I'll try it. Makasih banyak lho! :D

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon