Howhaw #158: Uang Rakyat Itu Uang yang Mana, Sih? ~ Production Haws

Howhaw #158: Uang Rakyat Itu Uang yang Mana, Sih?

Assalamu’alaikum...

Uang. Alat pembayaran tersebut selalu menjadi perbincangan, alasan dan tujuan. Diperbincangkan bagaimana cara mendapatkannya, menjadi alasan untuk melakukan tindakan kriminal dan merupakan tujuan  banyak orang. Mulai dari rakyat kecil sampai pemimpin besar. Dari yang tinggal di gubuk kecil sampai yang tinggal di gedung besar. Yang kebelet buang air kecil sampai yang kebelet bikin dada besar. Semua perlu uang.

Di negara ini, uang merupakan penggerak pemerintahan. Uang tersebut didapat dari kekayaan negara dan juga dari rakyat. Sejak meluasnya kata ‘korupsi’, rakyat semakin khawatir dengan uang yang diserahkannya untuk negara. “Palingan entar dikorupsi,” begitu dugaan mereka. Rasa khawatir tersebut, ditambah berita korupsi pejabat negara yang semakin terdengar, membuat orang-orang sok peduli berteriak, “Kembalikan uang rakyat.” Salahkah? Belum tentu. Benarkah? Tidak juga.

Pendapatan tebesar negara berasal dari pajak. Mulai dari pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan maupun pajak jadian. Jumlah uang hasil pajak tesebut kemudian digunakan oleh pemerintah untuk membangun dan memperbaiki berbagai macam hal.

howhaw

Tiap tahun, pendapatan negara secara keseluruhan bisa mencapai Rp1 kuadriliun. Atau seribu triliun rupiah. Anggaplah itu semua berasal dari uang rakyat dan mesti dikembalikan kepada rakyat. Dengan jumlah penduduk 250 juta, maka tiap tahun, rakyat akan mendapatkan Rp4 juta per orangnya. Atau Rp333 ribu tiap bulannya. Sudah saya hitung pake kalkulator alfalink.

Jadi, jika uang rakyat itu dikembalikan, kita akan mendapatkan jumlah segitu tiap bulan. Itu pun kalo dibagi secara merata. Padahal tidak semua orang membayar pajak. Jumlah yang dibayar pun beda-beda. Bahasa kerennya, yang kaya bakal tetap kaya, yang miskin makin menderita. Karena negara bakal mati. Jalanan tak bisa dilewati. Sekolah dan kesehatan gratis, apalagi. Cuma jadi mimpi.

Ditambah lagi, secara harfiah, kita tidak tahu yang mana yang disebut sebagai uang rakyat. Lihat transaksi orang di pasar, pake uang kertas biasa. Lihat pejabat negara belanja tunai, pakenya uang kertas yang begitu juga. Nggak ada bedanya uang yang digunakan.

Namun, beberapa bulan terakhir, saya melakukan pengamatan terhadap uang kertas tersebut. Ternyata, uang rakyat dan uang pejabat pemerintah itu bisa dibedakan. Bagaimana cara membedakannya?

Kita harus tahu dulu siapa itu rakyat
Menurut buku PKn, rakyat adalah semua orang yang berada dan tunduk pada aturan suatu negara. Jadi, para pejabat dan orang-orang pemerintahan itu juga disebut rakyat. Karena mereka rakyat, ya wajar aja sih kalo makan uang rakyat. Nggak perlu diprotes.

howhaw

Namun, menurut anggapan umum, rakyat adalah orang-orang yang pekerjaannya tidak mengabdi pada negara secara langsung. Berdasarkan tingkat kesejahteraan, rakyat yang menjadi objek pembelaan tiap demo, adalah orang-orang dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Dari hal tersebut, mulai dari sini, orang-orang kecil menengah ke bawah adalah yang dimaksud dengan rakyat. Sepakat aja deh, ya.

Kita juga harus tahu siapa yang disebut pejabat/pemerintah
Di zaman dulu, pejabat/pemerintah adalah orang-orang yang tinggal dalam istana kerajaan. Seperti Angling Darma, Angling Kusuma dan angling aku ngeliat kamu. Kok bisa cantik begitu~ Namun, setelah memasuki era penjajahan, pejabat pemerintahan adalah orang-orang yang pekerjaannya mengabdi atau memperjuangkan kemerdekaan dalam lingkup organisasi kenegaraan secara langsung. Misal, organisasi Budi Utomo, anggota dewan ataupun tentara negara.

howhaw
Para Pejabat

Kemudian kita harus tahu ragam jenis uang di Indonesia
Ada uang logam dan ada uang kertas. Uang logam bukan uang utama, karena merupakan bagian terkecil dalam nominal. Serta hanya menjadi ‘pembahagia’ sesaat bagi anak kecil (jajan), orang masuk angin (kerokan) dan pejabat negara (penutup telinga).

Berarti uang yang kita bahas adalah uang kertas. Khususnya uang kertas di masa sekarang. Nah, dalam uang kertas tersebut terdapat nominal dan gambar-gambar para pahlawan. Berdasakan dua hal itulah kita bisa menentukan yang mana uang rakyat dan mana uang pejabat.


Uang kertas Rp100 ribu
Udah jelas, gambarnya seorang presiden dan wakil presiden. Udah gitu ada gedung MPR-nya lagi. Pastilah ini uang pejabat negara.

Uang kertas Rp50 ribu
Bergambar seorang Kolonel TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai, pahlawan dari kabupaten Badung, Bali. Beliau yang memiliki pasukan bernama Ciung Wenara saat melakukan pertempuran habis-habisan (Puputan Margarana). Karena seorang TNI, berarti dia termasuk bagian dari pejabat pemerintah. Maka, uang lima puluh ribuan juga temasuk uang pejabat negara.

Uang kertas Rp20 ribu
Pahlawan nasional bernama Oto Iskandar Di Nata merupakan orang yang tegambar di nominal tersebut. Beliau menjabat sebagai wakil ketua Budi utomo cabang Bandung. Beliau juga pernah menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang dibentuk oleh pemerintah Jepang sebagai lembaga persiapan kemerdekaan Indonesia. Meskipun nggak ada penculikan ke Rengasdengklok, Indonesia bakal merdeka juga.

Setelah merdeka, beliau menjabat sebagai menteri negara yang ditugaskan membentuk BKR dari laskar-laskar rakyat. Karena jabatannya sebagai menteri, uang kertas nominal dua puluh ribuan berarti merupakan uang pejabat negara.

Uang kertas Rp10 ribu
Sultan Mahmud Badaruddin II awalnya seorang pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam di Sumatra Selatan. Saat melawan penjajah, dia ditangkap dan diasingkan ke Ternate. Jadi rakyat biasa. Karena posisinya yang pernah menjadi pejabat pemerintah dan kemudian jadi rakyat, maka uang nominal sepuluh ribuan adalah uang bersama.

Uang kertas Rp5 ribu
Tuanku Imam Bonjol atau Muhammad Shahab adalah seorang ulama yang memimpin perjuangan bersama rakyat melawan penjajah Belanda. Beliau diangkat sebagai pahlawan nasional dan mendapat penghargaan mewakili rakyat karena perjuangannya. Jelas, ini uang rakyat.

Uang kertas Rp2 ribu dan Rp1 ribu
Pangeran Antasari dan Kapitan Pattimura. Keduanya merupakan anggota bangsawan. Yang berarti pemerintah. Namun, untuk Ahmad Lussy, atau dalam bahasa Maluku “Mat Lussy”, atau Kapitan Pattimura, digambarkan membawa parang. Orang pemerintahan kan nggak bawa-bawa begituan. Berarti seribuan adalah uang rakyat. Dua ribuan adalah uang pejabat.

Uang Kertas Rp500
Udah ah. Kesian. Udahlah hutannya diambil, masa uangnya mau diakuin juga.

Nah, berdasarkan pengamatan tersebut, berarti yang dimaksud sebagai uang rakyat adalah uang seribuan, lima ribuan dan sepuluh ribuan. Jika ada pejabat yang menggunakan nominal tersebut, nyinyirin aja. Tapi kalo ada rakyat yang memakai uang selain nominal tersebut, suruh sadar diri dengan demonya kemarin, yang minta jangan pakai uang rakyat. Toh, dia sendiri pakai uang pejabat.

Jadi, uang kertas yang nominalnya besar adalah milik pejabat dan yang nominalnya kecil adalah milik rakyat. Jika minta dikembalikan, sengsara di rakyat, dong. Entar dikembaliinnya lewat ATM, dikirimnya tiga ratus ribu, yang keluar dari ATM lembarannya lima puluh ribuan dan seratus ribuan semua. Jadi uang pejabat lagi. Kusedih.

Kesimpulannya, uang rakyat tidak mesti dikembalikan, tapi penggunaannya harus tepat dan selalu dilakukan pemantauan. Oh, iya, tahu nggak kenapa kata “Indonesia” huruf “i” yang di depannya besar? Karena EYD. Bukan. Melainkan karena di negara tersebut orang besarnya dikedepankan, yang kecil mah belakangan.

howhaw
Mungkin lagi buru-buru ngejar penjahat


Sumber gambar:
https://bacaankeluarga.blogspot.com/2012/08/sejarah-indonesia-sosok-pahlawan-di.html
https://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/rp-512-triliun-penerimaan-pajak-pasti-hilang-siapa-yang-curi/18096
https://www.kompasiana.com/saadillah
https://www.pekanbaru.co/15117/duh-riau-rotasi-pejabat-lagi-ada-apa-rusli/
https://www.twitter.com/shitlicious
Previous
Next Post »

107 comments

Click here for comments
Arian Sahidi
admin
3 June 2015 at 07:20 ×

endingnya nyebelin, haha. semoga kedepannya penggunaan pendapatan negara bisa digunakan lebih maksimal, ya, Om *sok bijak banget*

Reply
avatar
3 June 2015 at 08:06 ×

Endingmu loh haaaa... Nyeseg bacanya :-D

Reply
avatar
3 June 2015 at 08:26 ×

yang uang 500 kenapa ga dijelasin juga mas :D

Reply
avatar
Aldi Rahman
admin
3 June 2015 at 09:13 ×

keren tulisannya, agak absurd. Tetapi bedasarkan sejarah juga. Ternyata uang rakyat dan uang pejabat berbeda. Tergantung warna uang dan sejarah tokohnya. Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Pertanyaannya, apakah kalkulator alfalink relevan dengan penggunaan fungsinya sebagai kalkulator? Atau bisa jadi alfalink menjadi kamus bahasa inggris?

Reply
avatar
3 June 2015 at 09:14 ×

Hahahaha. Wanjir, ini cerdas banget. Ya deh, uang rakyat mah segitu-gitu aja. Gak lebih dari sepuluh ribu. Kusedih. :(

Reply
avatar
3 June 2015 at 09:26 ×

Di jaman sekarang boro-boro nama PEMERINTAH inget sama RAKYAT ,, Uang rakyat aja di makan sendiri .. emang gak cukup tuh gajih puluhan juta .. PEJABAT SEMAKIN MERAJALELA dan RAKYAT SEMAKIN MENDERITA :'( mau di kemanain NEGARA INDONESIA ini gaes ?? *sedih gue dengernya :(

Reply
avatar
3 June 2015 at 10:05 ×

Sekarang pemerintah udah mulai memperketat buat pajak, tapi kalau tidak sesuai dengan pembangunan infrastruktur hasil pajak sama aja bohong

Reply
avatar
Mangs Aduls
admin
3 June 2015 at 10:12 ×

hahahaha pemikiran yang unik euy.
penggolongan uang berdasarkan gambar uangnnya.
mantap juga pemikiran kata Indonesianya.

kalau A nya besar gimana jadinya.

Reply
avatar
3 June 2015 at 10:24 ×

Hahahaha bisa banget kamu Haw. Aku mah apa atuh, cuman rakyat kecil. Megang uang pejabat negara yang pertama itu cuma sebulan sekali :(

Reply
avatar
3 June 2015 at 11:09 ×

Kagum gue Haw sama penjelasan gambar pada mata uang'a T.O.P dah

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
3 June 2015 at 11:12 ×

Hahah.. Pengaruh Belanda keknya masih aja jadi momok terbesar Indonesia ya.. Sistem Grace, Glory dan Goldnya bener-bener kebawa.. :D

Yah.. Berdoa aja biar ke depannya semakin banyak yang sadar untuk menjadikan Indonesia lebih baik.. Ngga cumak di omongan aja.. :3

Reply
avatar
3 June 2015 at 12:23 ×

Hhahaa itu penjelasan nominal sm gambar di uang nya kereen banget. Bisa pas gitu :D

Jiaaahh kayaknya setiap nama negara huruf awalnya pasti huruf kapital dehh -__-

Reply
avatar
3 June 2015 at 13:15 ×

keren postinganya mas

Reply
avatar
3 June 2015 at 13:15 ×

Hmm, nominal uang nya kok gak ada gambar yang 500 nya, di selipin yaa ke kantongnya haw :D :D
awas lho jangan korupsi :D :D

Reply
avatar
3 June 2015 at 14:00 ×

baru tau sejarah mengenai uang, uang rakyat sama uang pejabat sama aja ko cuma beda nominal doang hehe

Reply
avatar
3 June 2015 at 14:09 ×

walaikum salam. *sungkem*

elah itu kesimpulan, bikin saya sadar, ternyata bukan cuma EYD tapi ada arti lain didalemnya, haw.
jadi, bayar pajak untuk siapa 'sebenernya' ? haha

Reply
avatar
3 June 2015 at 14:11 ×

Bentar-bentar... Itu 4 juta per tahun kalau dikonversi ke bulan bakalan jadi 333 ribu, trus masih ada lebihnya 333,3333 rupiah. Emang dikit sih, tapi coba aja dikali sama 250 juta penduduk Indonesia, nah itu bisa jadi 83.333.332.500 rupiah.

Eh ini bacanya gimana sih? Delapan puluh tiga milyar tiga ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh dua ribu lima ratus rupiah bukan sih? Udah aku hitung pake kalkulator hape nih. Tapi gak gitu ngerti cara bacanya gimana. Belum pernah nemu uang sebanyak itu.

Nah, adapun hikmah yang bisa aku petik dari artikel ini adalah: kalau mau korupsi 333 rupiah per penduduk aja hasilnya udah lumayan banget. Bisa dapat 83 milyar lebih per bulan. Apalagi dosanya, pasti banyak banget #eh xD

Reply
avatar
3 June 2015 at 17:15 ×

canggih gan, cuman gara-gara I doang XD
dan gue setuju banget yang penting penggunaannya tepat itu baru disebut dengan uang rakyat :3

Reply
avatar
3 June 2015 at 19:23 ×

wah kalau dilihat dari gambarnya, jelas uang rakyat itu yang kecil kecil ya mas nilainya :D

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
3 June 2015 at 20:30 ×

Kalo saya pakai uangnya dalam bentuk kartu, gak tau ya itu uang rakyat atau pejabat..
Dan kenapa orang besarnya dikedepankan?
Apa mungkin orang besarnya lebih rapuh dan lemah dari yang kecil?

Reply
avatar
wery febri
admin
3 June 2015 at 21:31 ×

Bisa aja klasifikasi kan uang kayak gitu :D

Ooh gitu alasanya nama indonesia huruf depannya besar. Padahal dulu aku bertanya2 kenapa tulisannya bukan iNd0NesiA.
Tp di indonesia nggak semuanya yg kecil di belakang kok. Buktinya klo baris upacara yg kecil pasti disuruh di depan. Padahal enak di belakang, bisa jongkok. =(

Reply
avatar
4 June 2015 at 00:29 ×

Si kampret ini emang jago observasi, ya. :))

Tapi tetep, banyak kalimat yang ngeselin. -___-

Overall, tulisan ini keren banget, Haw. Bener-bener nggak kepikiran buat nulis ini.
Apalagi yang huruf "i" itu kenapa besar? Bukan soal EYD emang. Gue kira karena dikasih silikon. Ya Tuhan, gue barusan ngetik apa. :(

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:17 ×

Amin, Om. Itu bukan sok, kok, itu harapan dan doa. ^_^

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:18 ×

Haahh...endingku.... O_O

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:23 ×

Kan udah dijelasan, kenapa 500-an nggak peru dijelasin lagih~

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:26 ×

Zikir gak buth uang kok~ jadi nggak segala-segalanya amat. xD Malah fokus ke alfalink-nya. @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:29 ×

*Natap isi dompet* Iya, Bang. Kujuga sedih. :(

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:30 ×

Kamu kenapa? @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:33 ×

Iya. Tujuan baik tersebut perlu didukung, jika uang yang diperoleh malah ditikung... ya mau tidak mau kalo banyak orang bergerak ke "gedungnya" secara langsung.

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:36 ×

Jadinya indonesiA. entar kalimat penutupnya malah jadi: "Karena di negara tersebut, orang kecilnya disuruh duluan menangani masalah, orang besarnya bersembunyi di belakang" (._.)

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:41 ×

Iya. Sama. Eh, tapi kadang berbulan-bulan sekali malah. :|

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:41 ×

dipacarin aja penjelasannya sekalian~ :-d

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:42 ×

Oh...grace itu sama kayak gospel ya....

Iya, amin, Kabeb.

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:43 ×

Makanya di semua negara selalu mendahulukan "orang besarnya" kan? @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:44 ×

Stroke usernamenya, Kak~

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:45 ×

Hahaha... iya.

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:46 ×

Sejarah pahlawan di uang kertasnya mungkin lebih tepatnya. Iya, yang nominalnya gede itu uang pejabat.

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:48 ×

Ini lah hidup, Er. Banyak sekali misteri yang ikutan nyelip.
Untuk negara, biar penduduknya nggak hanya menatap harap pada senja. =)D

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:50 ×

Malah fokus pada besarnya keuntungan korupsi meski hanya 300 rupiah. Berbakat banget jadi kotak sumbangan infomaret dan aldamart. Mereka juga memiliki cara pandang yang sama. |o|

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:52 ×

Bantu sundul, Gan.

Iya, kalo gak tepat artinya meleset. (._.)

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:53 ×

Iya. Begitu. Yang nominalnya gede pake jas dan dasi, lagi.

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:55 ×

Itu uangnya robot. (._.)

Diutamakan. Mau rapuh atau kuat, yang penting hidupnya mereka nyaman dan dilantjarkan.

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:57 ×

Sapa bilang... yang paling besar kan pembinanya, dan dia paling depan~

Ini perlu ditubirin kagak nih?

Reply
avatar
How Haw
admin
4 June 2015 at 05:59 ×

Kampret is sejenis kelelawar is sejenis vampire is sejenis Edwart Cullen. :-d

Eh iya ya... pantes itu itu girlband seven silicon anggotanya gede-gede ya~

Reply
avatar
4 June 2015 at 08:28 ×

*Natap isi dompet dan saldo atm* Iya, aku juga sedih :(

Reply
avatar
4 June 2015 at 08:29 ×

Mungkin dia lagi pms. Makanya ngotot gitu

Hahahaa

Reply
avatar
4 June 2015 at 08:30 ×

Iya juga yaaa..

Jadi ini yg salah aku atau kamu sih? :D

Reply
avatar
lia elia
admin
4 June 2015 at 09:19 ×

salam kenal aj mas :)

Reply
avatar
4 June 2015 at 09:37 ×

analisisnya Keren, bang.

Tapi gue jadi sedih..
uang rakyat dan pejabat juga bisa diliat dari baju para tokoh digambar uangnya. Yang nominalnya gede pakaiannya berjas dan berdasi. Terlihat cocok untuk pejabat.
Dan yang bawa" parang memang cocok terlihat jadi rakyat

Tapi Kira" kalo gambarnya ditukar, apakah bisa menguntungkan rakyat, ya? :p

Reply
avatar
4 June 2015 at 09:45 ×

foto terakhir coba share ke sosmed pasti jadi to topik

Reply
avatar
4 June 2015 at 09:54 ×

hahahaa . . uang rakyat mentok di 20 ribuan . .
iyalah . . rakyat kecil emang harus belanja yang harganya 20 rbuan kebawah aja . . nggak perlu sampe ngeluarin 50 ribuan/100 ribuan . .
Belanja sayur, paling cuma 10 ribu. . beli toprak paling 5000 . .
yang 20 ribu keatas, palingan waktu bayar pajak sama listrik . . jatuhnya ke kantong pejabat lagi kan . .??

Reply
avatar
saoscabe
admin
4 June 2015 at 10:21 ×

ternyata banyak konspirasi dalam pecahan uang kertas yaa, aku baru tau, aku sendiri masih miris dengan negara ini, potensi persepakbolaan bakal maju juga diusik, hal hal yang berpotensi maju bakal mau diusik agar bisa dikelola dan mendatangkan kocek uang untuk pejabat bagi mereka
peninglah

Reply
avatar
4 June 2015 at 10:51 ×

Njir, gue masih normal Haw :p

Reply
avatar
4 June 2015 at 14:17 ×

Hmmm.... kayaknya Yoga pernah menjalani operasi silikon pada payu---- oke skip. Udah mau bulan puasa.

Reply
avatar
4 June 2015 at 14:18 ×

iya tapi ya walaupun nominalnya kecil untuk raykat kecil seperti saya cukup bersyukur karena udah bisa mencukupi segalanya, dari pada kan nominalnya gede tp duit dpt korupsi hehe

Reply
avatar
4 June 2015 at 17:07 ×

YANG GEDE APANYA INI ?

Reply
avatar
4 June 2015 at 17:09 ×

selain misteri yang ikut nyelip, uang ngeara juga ikut nyelip kali yak? haha

okesip, lemah saya~

Reply
avatar
5 June 2015 at 10:17 ×

Waalaikum salam

Merdeka itu kalau uang yang gambarnya Soekarno Hatta ada banyak di dompet, udah gitu aja. Merdeka!!!

Reply
avatar
5 June 2015 at 15:12 ×

Berarti uang rakyat cuma 7500 yah

Reply
avatar
5 June 2015 at 22:12 ×

wah bisa dijabarin gitu ya. tapi kan jenis uangnya beda-beda gitu. udah berapa kali diganti corak dan pahlawannya. dulu 50 ribu itu WR. Supratman kan? dia pejabat bukan sih?

foto yang terakhir lagi ngetrend tuh. kudu diselidikin. undang ke 86. Biar lebih jelas itu 86 settingan atau bukan

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 00:46 ×

Oh.... kok kamu bisa ngertiin dia? :o

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 00:48 ×

Artikel ini aku ketik dengan margin normal, kok... sama-sama normal, kan~

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 00:50 ×

Cewek ya gini, suka banget nanyain siapa yang salah....

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 00:51 ×

Iya. hahaha. :-d

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 00:56 ×

Iya. Gak sengaja keselip kali, ya~ hahaha

ampun, Er... aku becanda, kok~

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 00:57 ×

Harga ketapelnya berapa, Mbak?

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 00:59 ×

Iya. Salam kenal aja dulu. Kalo udah kenal tinggal ngasi salam sayang aja, kok~

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 01:00 ×

wah... kritis sekali. :-d Boleh nih dilakukan percobaan.

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 01:01 ×

Kan, itu dapetnya dari media sosial~ twitpicnya bang Alitt kemaren.

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 01:06 ×

Wah, iya, bener juga kamu, Ka. |o|

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 01:18 ×

ahahahaha.... :D

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 01:21 ×

ini kesimpulan dari mana? ada 500nya lagi. padahal 500 kan gambarnya orang utan, dan rakyat gaboleh melihara orang utan. kena hukum entar~

Reply
avatar
How Haw
admin
6 June 2015 at 01:27 ×

Kan dah dibilangin, ini khusus uang kertas sekarang. Eh tapi meski pake uang lama, tetep aja sih, 50 ribuan kan pak Harto dan WR Supratman, masih bagian pejabat pemerintahan. 20 ribuan juga pegawai negara.

Kalo masuk 86 ya jadi settingan. Meski awalnya bukan.

Reply
avatar
6 June 2015 at 08:04 ×

kok udah mas yang 500 nya engga di jelasin :D

Reply
avatar
devina putri
admin
6 June 2015 at 09:11 ×

disini rame banget ya, hehee
uang yang 500 sekarang kan koin, kalo yang gambarnya orang utan kan udah punah :D

Reply
avatar
6 June 2015 at 09:45 ×

Bukan itu maksud'a :p

Reply
avatar
6 June 2015 at 10:13 ×

cuma nebak aja sih.

abisnya kamu gak bisa ngertiin dia. Cowok mah gitu -__-

(?)

Reply
avatar
Mangs Aduls
admin
6 June 2015 at 10:18 ×

hahahaha bisa jadi ya. terus harus gimana dong.
berarti I besar harus di depan tetep. orang besar harus memipin dengan baik amanah gitu makanya nulis I gedenya harus lurus. :D

Reply
avatar
6 June 2015 at 15:14 ×

Sudah sudah jangan berteman, eh bertengkar maksudnya :D =D

Reply
avatar
Tomi Azami
admin
6 June 2015 at 15:18 ×

harusnya dibikin ATM yg keluar uangnya seribu dan dua ribu rupiah. biar rakyat ngambil uangnya kembali jadi gampang. :D

Reply
avatar
6 June 2015 at 15:38 ×

cara nulisnya keren, pembicaraan sola memang biasanya selalu sensitif. namun pada tulisan ini menjadi pembahasan yang ringan dan ngga monoton tapi tujuan intinya tetap tersampaikan :D hoho.

Semoga harapan kita akan uang-uang itu untuk dipergunakan dengan tepat dilaksanakan oleh para manusia yang memegang status sebagai pemerintah dan pejabat :)

Reply
avatar
Mr Aneh
admin
6 June 2015 at 19:24 ×

Jelas. Tegas. Ini uang rakyat.

Reply
avatar
How Haw
admin
7 June 2015 at 00:27 ×

Gimana caranya ngertiin pemutih wajah coba? -__-

Reply
avatar
How Haw
admin
7 June 2015 at 00:28 ×

Iya. Kalo presidennya masih Sukarno, jadinya begitu, Mang. :-d

Reply
avatar
How Haw
admin
7 June 2015 at 00:32 ×

Kalo dijelasin entar malah dijealousin lagi~

Reply
avatar
How Haw
admin
7 June 2015 at 00:35 ×

Aku masih punya kok enem lemba di dompet~ moga aja entar bisa dijual mahal. xD

eh, kak, itu obat-obat herbal temennya, ya?

Reply
avatar
How Haw
admin
7 June 2015 at 00:36 ×

Iya. Saran yang sungguh merakyat. :D

Reply
avatar
How Haw
admin
7 June 2015 at 00:37 ×

wah, terima kasih~

amin. meskipun tindakan salahnya masih banyak, tapi harapan cerah bagi Indonesia selalu ada.

Reply
avatar
How Haw
admin
7 June 2015 at 00:42 ×

trus? kan normal...

Reply
avatar
Renggo Starr
admin
7 June 2015 at 04:24 ×

Kayaknya pemerintah harus membuat sebuah program biar rakyat pada jadian. Lumayan kan dapet pajaknya.

Reply
avatar
rahadjars
admin
9 June 2015 at 10:42 ×

hhhh belom bisa berkata apa2 untuk negeri ini..
Masalahnya segala upaya udah dilakukan sama pemerintah (pemerintah baik dan pemerintah gak baik) tapi ya masih gini2 aja
cuma bisa berdoa dulu hehehe

Reply
avatar
How Haw
admin
10 June 2015 at 00:58 ×

Wajib Punya Pacar gitu? O_o

Reply
avatar
How Haw
admin
10 June 2015 at 01:00 ×

Wa iya. Walau belom bisa membantu negara, seenggaknya tidak ikutan membebani lah.

Reply
avatar
How Haw
admin
30 June 2015 at 02:02 ×

aku baru tahu... :D

Reply
avatar
22 October 2015 at 22:39 ×

thanks to share Semoga bermanfaat

Reply
avatar
9 November 2015 at 04:04 ×

Selalu luar biasa kalau udah nulis. Makasih bang Haw

Reply
avatar
7 January 2016 at 23:25 ×

Idenya out of the box min, kirain bakalan bahas uang pajak alurnya gimana biar bisa dipake buat kesejahteraan rakyat dan ternyata it's all about money, jadi orang biasa cuma dapet 1000, 5000, sama 10 ribu ya. hehe :)

Blognya udah gue follow ya min, follow back ya. Thanks.

Salam kenal ya
Agung Kharisma
Daily Blogger Pro

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon