Wednesday, 3 June 2015

Howhaw #158: Uang Rakyat Itu Uang yang Mana, Sih?

Assalamu’alaikum...

Uang. Alat pembayaran tersebut selalu menjadi perbincangan, alasan dan tujuan. Diperbincangkan bagaimana cara mendapatkannya, menjadi alasan untuk melakukan tindakan kriminal dan merupakan tujuan  banyak orang. Mulai dari rakyat kecil sampai pemimpin besar. Dari yang tinggal di gubuk kecil sampai yang tinggal di gedung besar. Yang kebelet buang air kecil sampai yang kebelet bikin dada besar. Semua perlu uang.

Di negara ini, uang merupakan penggerak pemerintahan. Uang tersebut didapat dari kekayaan negara dan juga dari rakyat. Sejak meluasnya kata ‘korupsi’, rakyat semakin khawatir dengan uang yang diserahkannya untuk negara. “Palingan entar dikorupsi,” begitu dugaan mereka. Rasa khawatir tersebut, ditambah berita korupsi pejabat negara yang semakin terdengar, membuat orang-orang sok peduli berteriak, “Kembalikan uang rakyat.” Salahkah? Belum tentu. Benarkah? Tidak juga.

Pendapatan tebesar negara berasal dari pajak. Mulai dari pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan maupun pajak jadian. Jumlah uang hasil pajak tesebut kemudian digunakan oleh pemerintah untuk membangun dan memperbaiki berbagai macam hal.

howhaw

Tiap tahun, pendapatan negara secara keseluruhan bisa mencapai Rp1 kuadriliun. Atau seribu triliun rupiah. Anggaplah itu semua berasal dari uang rakyat dan mesti dikembalikan kepada rakyat. Dengan jumlah penduduk 250 juta, maka tiap tahun, rakyat akan mendapatkan Rp4 juta per orangnya. Atau Rp333 ribu tiap bulannya. Sudah saya hitung pake kalkulator alfalink.

Jadi, jika uang rakyat itu dikembalikan, kita akan mendapatkan jumlah segitu tiap bulan. Itu pun kalo dibagi secara merata. Padahal tidak semua orang membayar pajak. Jumlah yang dibayar pun beda-beda. Bahasa kerennya, yang kaya bakal tetap kaya, yang miskin makin menderita. Karena negara bakal mati. Jalanan tak bisa dilewati. Sekolah dan kesehatan gratis, apalagi. Cuma jadi mimpi.

Ditambah lagi, secara harfiah, kita tidak tahu yang mana yang disebut sebagai uang rakyat. Lihat transaksi orang di pasar, pake uang kertas biasa. Lihat pejabat negara belanja tunai, pakenya uang kertas yang begitu juga. Nggak ada bedanya uang yang digunakan.

Namun, beberapa bulan terakhir, saya melakukan pengamatan terhadap uang kertas tersebut. Ternyata, uang rakyat dan uang pejabat pemerintah itu bisa dibedakan. Bagaimana cara membedakannya?

Kita harus tahu dulu siapa itu rakyat
Menurut buku PKn, rakyat adalah semua orang yang berada dan tunduk pada aturan suatu negara. Jadi, para pejabat dan orang-orang pemerintahan itu juga disebut rakyat. Karena mereka rakyat, ya wajar aja sih kalo makan uang rakyat. Nggak perlu diprotes.

howhaw

Namun, menurut anggapan umum, rakyat adalah orang-orang yang pekerjaannya tidak mengabdi pada negara secara langsung. Berdasarkan tingkat kesejahteraan, rakyat yang menjadi objek pembelaan tiap demo, adalah orang-orang dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Dari hal tersebut, mulai dari sini, orang-orang kecil menengah ke bawah adalah yang dimaksud dengan rakyat. Sepakat aja deh, ya.

Kita juga harus tahu siapa yang disebut pejabat/pemerintah
Di zaman dulu, pejabat/pemerintah adalah orang-orang yang tinggal dalam istana kerajaan. Seperti Angling Darma, Angling Kusuma dan angling aku ngeliat kamu. Kok bisa cantik begitu~ Namun, setelah memasuki era penjajahan, pejabat pemerintahan adalah orang-orang yang pekerjaannya mengabdi atau memperjuangkan kemerdekaan dalam lingkup organisasi kenegaraan secara langsung. Misal, organisasi Budi Utomo, anggota dewan ataupun tentara negara.

howhaw
Para Pejabat

Kemudian kita harus tahu ragam jenis uang di Indonesia
Ada uang logam dan ada uang kertas. Uang logam bukan uang utama, karena merupakan bagian terkecil dalam nominal. Serta hanya menjadi ‘pembahagia’ sesaat bagi anak kecil (jajan), orang masuk angin (kerokan) dan pejabat negara (penutup telinga).

Berarti uang yang kita bahas adalah uang kertas. Khususnya uang kertas di masa sekarang. Nah, dalam uang kertas tersebut terdapat nominal dan gambar-gambar para pahlawan. Berdasakan dua hal itulah kita bisa menentukan yang mana uang rakyat dan mana uang pejabat.


Uang kertas Rp100 ribu
Udah jelas, gambarnya seorang presiden dan wakil presiden. Udah gitu ada gedung MPR-nya lagi. Pastilah ini uang pejabat negara.

Uang kertas Rp50 ribu
Bergambar seorang Kolonel TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai, pahlawan dari kabupaten Badung, Bali. Beliau yang memiliki pasukan bernama Ciung Wenara saat melakukan pertempuran habis-habisan (Puputan Margarana). Karena seorang TNI, berarti dia termasuk bagian dari pejabat pemerintah. Maka, uang lima puluh ribuan juga temasuk uang pejabat negara.

Uang kertas Rp20 ribu
Pahlawan nasional bernama Oto Iskandar Di Nata merupakan orang yang tegambar di nominal tersebut. Beliau menjabat sebagai wakil ketua Budi utomo cabang Bandung. Beliau juga pernah menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang dibentuk oleh pemerintah Jepang sebagai lembaga persiapan kemerdekaan Indonesia. Meskipun nggak ada penculikan ke Rengasdengklok, Indonesia bakal merdeka juga.

Setelah merdeka, beliau menjabat sebagai menteri negara yang ditugaskan membentuk BKR dari laskar-laskar rakyat. Karena jabatannya sebagai menteri, uang kertas nominal dua puluh ribuan berarti merupakan uang pejabat negara.

Uang kertas Rp10 ribu
Sultan Mahmud Badaruddin II awalnya seorang pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam di Sumatra Selatan. Saat melawan penjajah, dia ditangkap dan diasingkan ke Ternate. Jadi rakyat biasa. Karena posisinya yang pernah menjadi pejabat pemerintah dan kemudian jadi rakyat, maka uang nominal sepuluh ribuan adalah uang bersama.

Uang kertas Rp5 ribu
Tuanku Imam Bonjol atau Muhammad Shahab adalah seorang ulama yang memimpin perjuangan bersama rakyat melawan penjajah Belanda. Beliau diangkat sebagai pahlawan nasional dan mendapat penghargaan mewakili rakyat karena perjuangannya. Jelas, ini uang rakyat.

Uang kertas Rp2 ribu dan Rp1 ribu
Pangeran Antasari dan Kapitan Pattimura. Keduanya merupakan anggota bangsawan. Yang berarti pemerintah. Namun, untuk Ahmad Lussy, atau dalam bahasa Maluku “Mat Lussy”, atau Kapitan Pattimura, digambarkan membawa parang. Orang pemerintahan kan nggak bawa-bawa begituan. Berarti seribuan adalah uang rakyat. Dua ribuan adalah uang pejabat.

Uang Kertas Rp500
Udah ah. Kesian. Udahlah hutannya diambil, masa uangnya mau diakuin juga.

Nah, berdasarkan pengamatan tersebut, berarti yang dimaksud sebagai uang rakyat adalah uang seribuan, lima ribuan dan sepuluh ribuan. Jika ada pejabat yang menggunakan nominal tersebut, nyinyirin aja. Tapi kalo ada rakyat yang memakai uang selain nominal tersebut, suruh sadar diri dengan demonya kemarin, yang minta jangan pakai uang rakyat. Toh, dia sendiri pakai uang pejabat.

Jadi, uang kertas yang nominalnya besar adalah milik pejabat dan yang nominalnya kecil adalah milik rakyat. Jika minta dikembalikan, sengsara di rakyat, dong. Entar dikembaliinnya lewat ATM, dikirimnya tiga ratus ribu, yang keluar dari ATM lembarannya lima puluh ribuan dan seratus ribuan semua. Jadi uang pejabat lagi. Kusedih.

Kesimpulannya, uang rakyat tidak mesti dikembalikan, tapi penggunaannya harus tepat dan selalu dilakukan pemantauan. Oh, iya, tahu nggak kenapa kata “Indonesia” huruf “i” yang di depannya besar? Karena EYD. Bukan. Melainkan karena di negara tersebut orang besarnya dikedepankan, yang kecil mah belakangan.

howhaw
Mungkin lagi buru-buru ngejar penjahat


Sumber gambar:
https://bacaankeluarga.blogspot.com/2012/08/sejarah-indonesia-sosok-pahlawan-di.html
https://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/rp-512-triliun-penerimaan-pajak-pasti-hilang-siapa-yang-curi/18096
https://www.kompasiana.com/saadillah
https://www.pekanbaru.co/15117/duh-riau-rotasi-pejabat-lagi-ada-apa-rusli/
https://www.twitter.com/shitlicious
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Howhaw #158: Uang Rakyat Itu Uang yang Mana, Sih? Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

107 comments:

  1. endingnya nyebelin, haha. semoga kedepannya penggunaan pendapatan negara bisa digunakan lebih maksimal, ya, Om *sok bijak banget*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, Om. Itu bukan sok, kok, itu harapan dan doa. ^_^

      Delete
  2. Endingmu loh haaaa... Nyeseg bacanya :-D

    ReplyDelete
  3. yang uang 500 kenapa ga dijelasin juga mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan udah dijelasan, kenapa 500-an nggak peru dijelasin lagih~

      Delete
  4. keren tulisannya, agak absurd. Tetapi bedasarkan sejarah juga. Ternyata uang rakyat dan uang pejabat berbeda. Tergantung warna uang dan sejarah tokohnya. Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Pertanyaannya, apakah kalkulator alfalink relevan dengan penggunaan fungsinya sebagai kalkulator? Atau bisa jadi alfalink menjadi kamus bahasa inggris?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zikir gak buth uang kok~ jadi nggak segala-segalanya amat. xD Malah fokus ke alfalink-nya. @@,

      Delete
  5. Hahahaha. Wanjir, ini cerdas banget. Ya deh, uang rakyat mah segitu-gitu aja. Gak lebih dari sepuluh ribu. Kusedih. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. *Natap isi dompet* Iya, Bang. Kujuga sedih. :(

      Delete
    2. *Natap isi dompet dan saldo atm* Iya, aku juga sedih :(

      Delete
  6. Di jaman sekarang boro-boro nama PEMERINTAH inget sama RAKYAT ,, Uang rakyat aja di makan sendiri .. emang gak cukup tuh gajih puluhan juta .. PEJABAT SEMAKIN MERAJALELA dan RAKYAT SEMAKIN MENDERITA :'( mau di kemanain NEGARA INDONESIA ini gaes ?? *sedih gue dengernya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin dia lagi pms. Makanya ngotot gitu

      Hahahaa

      Delete
    2. Oh.... kok kamu bisa ngertiin dia? :o

      Delete
    3. cuma nebak aja sih.

      abisnya kamu gak bisa ngertiin dia. Cowok mah gitu -__-

      (?)

      Delete
    4. Sudah sudah jangan berteman, eh bertengkar maksudnya :D =D

      Delete
    5. Gimana caranya ngertiin pemutih wajah coba? -__-

      Delete
  7. Sekarang pemerintah udah mulai memperketat buat pajak, tapi kalau tidak sesuai dengan pembangunan infrastruktur hasil pajak sama aja bohong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Tujuan baik tersebut perlu didukung, jika uang yang diperoleh malah ditikung... ya mau tidak mau kalo banyak orang bergerak ke "gedungnya" secara langsung.

      Delete
  8. hahahaha pemikiran yang unik euy.
    penggolongan uang berdasarkan gambar uangnnya.
    mantap juga pemikiran kata Indonesianya.

    kalau A nya besar gimana jadinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadinya indonesiA. entar kalimat penutupnya malah jadi: "Karena di negara tersebut, orang kecilnya disuruh duluan menangani masalah, orang besarnya bersembunyi di belakang" (._.)

      Delete
    2. hahahaha bisa jadi ya. terus harus gimana dong.
      berarti I besar harus di depan tetep. orang besar harus memipin dengan baik amanah gitu makanya nulis I gedenya harus lurus. :D

      Delete
    3. Iya. Kalo presidennya masih Sukarno, jadinya begitu, Mang. :-d

      Delete
  9. Hahahaha bisa banget kamu Haw. Aku mah apa atuh, cuman rakyat kecil. Megang uang pejabat negara yang pertama itu cuma sebulan sekali :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Sama. Eh, tapi kadang berbulan-bulan sekali malah. :|

      Delete
  10. Kagum gue Haw sama penjelasan gambar pada mata uang'a T.O.P dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. dipacarin aja penjelasannya sekalian~ :-d

      Delete
    2. Njir, gue masih normal Haw :p

      Delete
    3. Artikel ini aku ketik dengan margin normal, kok... sama-sama normal, kan~

      Delete
  11. Hahah.. Pengaruh Belanda keknya masih aja jadi momok terbesar Indonesia ya.. Sistem Grace, Glory dan Goldnya bener-bener kebawa.. :D

    Yah.. Berdoa aja biar ke depannya semakin banyak yang sadar untuk menjadikan Indonesia lebih baik.. Ngga cumak di omongan aja.. :3

    ReplyDelete
  12. Hhahaa itu penjelasan nominal sm gambar di uang nya kereen banget. Bisa pas gitu :D

    Jiaaahh kayaknya setiap nama negara huruf awalnya pasti huruf kapital dehh -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya di semua negara selalu mendahulukan "orang besarnya" kan? @@,

      Delete
    2. Iya juga yaaa..

      Jadi ini yg salah aku atau kamu sih? :D

      Delete
    3. Cewek ya gini, suka banget nanyain siapa yang salah....

      Delete
  13. Hmm, nominal uang nya kok gak ada gambar yang 500 nya, di selipin yaa ke kantongnya haw :D :D
    awas lho jangan korupsi :D :D

    ReplyDelete
  14. baru tau sejarah mengenai uang, uang rakyat sama uang pejabat sama aja ko cuma beda nominal doang hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejarah pahlawan di uang kertasnya mungkin lebih tepatnya. Iya, yang nominalnya gede itu uang pejabat.

      Delete
    2. iya tapi ya walaupun nominalnya kecil untuk raykat kecil seperti saya cukup bersyukur karena udah bisa mencukupi segalanya, dari pada kan nominalnya gede tp duit dpt korupsi hehe

      Delete
  15. walaikum salam. *sungkem*

    elah itu kesimpulan, bikin saya sadar, ternyata bukan cuma EYD tapi ada arti lain didalemnya, haw.
    jadi, bayar pajak untuk siapa 'sebenernya' ? haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini lah hidup, Er. Banyak sekali misteri yang ikutan nyelip.
      Untuk negara, biar penduduknya nggak hanya menatap harap pada senja. =)D

      Delete
    2. selain misteri yang ikut nyelip, uang ngeara juga ikut nyelip kali yak? haha

      okesip, lemah saya~

      Delete
    3. Iya. Gak sengaja keselip kali, ya~ hahaha

      ampun, Er... aku becanda, kok~

      Delete
  16. Bentar-bentar... Itu 4 juta per tahun kalau dikonversi ke bulan bakalan jadi 333 ribu, trus masih ada lebihnya 333,3333 rupiah. Emang dikit sih, tapi coba aja dikali sama 250 juta penduduk Indonesia, nah itu bisa jadi 83.333.332.500 rupiah.

    Eh ini bacanya gimana sih? Delapan puluh tiga milyar tiga ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh dua ribu lima ratus rupiah bukan sih? Udah aku hitung pake kalkulator hape nih. Tapi gak gitu ngerti cara bacanya gimana. Belum pernah nemu uang sebanyak itu.

    Nah, adapun hikmah yang bisa aku petik dari artikel ini adalah: kalau mau korupsi 333 rupiah per penduduk aja hasilnya udah lumayan banget. Bisa dapat 83 milyar lebih per bulan. Apalagi dosanya, pasti banyak banget #eh xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah fokus pada besarnya keuntungan korupsi meski hanya 300 rupiah. Berbakat banget jadi kotak sumbangan infomaret dan aldamart. Mereka juga memiliki cara pandang yang sama. |o|

      Delete
    2. Harga ketapelnya berapa, Mbak?

      Delete
  17. canggih gan, cuman gara-gara I doang XD
    dan gue setuju banget yang penting penggunaannya tepat itu baru disebut dengan uang rakyat :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bantu sundul, Gan.

      Iya, kalo gak tepat artinya meleset. (._.)

      Delete
  18. wah kalau dilihat dari gambarnya, jelas uang rakyat itu yang kecil kecil ya mas nilainya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Begitu. Yang nominalnya gede pake jas dan dasi, lagi.

      Delete
  19. Kalo saya pakai uangnya dalam bentuk kartu, gak tau ya itu uang rakyat atau pejabat..
    Dan kenapa orang besarnya dikedepankan?
    Apa mungkin orang besarnya lebih rapuh dan lemah dari yang kecil?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu uangnya robot. (._.)

      Diutamakan. Mau rapuh atau kuat, yang penting hidupnya mereka nyaman dan dilantjarkan.

      Delete
  20. Bisa aja klasifikasi kan uang kayak gitu :D

    Ooh gitu alasanya nama indonesia huruf depannya besar. Padahal dulu aku bertanya2 kenapa tulisannya bukan iNd0NesiA.
    Tp di indonesia nggak semuanya yg kecil di belakang kok. Buktinya klo baris upacara yg kecil pasti disuruh di depan. Padahal enak di belakang, bisa jongkok. =(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sapa bilang... yang paling besar kan pembinanya, dan dia paling depan~

      Ini perlu ditubirin kagak nih?

      Delete
  21. Si kampret ini emang jago observasi, ya. :))

    Tapi tetep, banyak kalimat yang ngeselin. -___-

    Overall, tulisan ini keren banget, Haw. Bener-bener nggak kepikiran buat nulis ini.
    Apalagi yang huruf "i" itu kenapa besar? Bukan soal EYD emang. Gue kira karena dikasih silikon. Ya Tuhan, gue barusan ngetik apa. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kampret is sejenis kelelawar is sejenis vampire is sejenis Edwart Cullen. :-d

      Eh iya ya... pantes itu itu girlband seven silicon anggotanya gede-gede ya~

      Delete
    2. Hmmm.... kayaknya Yoga pernah menjalani operasi silikon pada payu---- oke skip. Udah mau bulan puasa.

      Delete
  22. Replies
    1. Iya. Salam kenal aja dulu. Kalo udah kenal tinggal ngasi salam sayang aja, kok~

      Delete
  23. analisisnya Keren, bang.

    Tapi gue jadi sedih..
    uang rakyat dan pejabat juga bisa diliat dari baju para tokoh digambar uangnya. Yang nominalnya gede pakaiannya berjas dan berdasi. Terlihat cocok untuk pejabat.
    Dan yang bawa" parang memang cocok terlihat jadi rakyat

    Tapi Kira" kalo gambarnya ditukar, apakah bisa menguntungkan rakyat, ya? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah... kritis sekali. :-d Boleh nih dilakukan percobaan.

      Delete
  24. foto terakhir coba share ke sosmed pasti jadi to topik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan, itu dapetnya dari media sosial~ twitpicnya bang Alitt kemaren.

      Delete
  25. hahahaa . . uang rakyat mentok di 20 ribuan . .
    iyalah . . rakyat kecil emang harus belanja yang harganya 20 rbuan kebawah aja . . nggak perlu sampe ngeluarin 50 ribuan/100 ribuan . .
    Belanja sayur, paling cuma 10 ribu. . beli toprak paling 5000 . .
    yang 20 ribu keatas, palingan waktu bayar pajak sama listrik . . jatuhnya ke kantong pejabat lagi kan . .??

    ReplyDelete
  26. ternyata banyak konspirasi dalam pecahan uang kertas yaa, aku baru tau, aku sendiri masih miris dengan negara ini, potensi persepakbolaan bakal maju juga diusik, hal hal yang berpotensi maju bakal mau diusik agar bisa dikelola dan mendatangkan kocek uang untuk pejabat bagi mereka
    peninglah

    ReplyDelete
  27. Waalaikum salam

    Merdeka itu kalau uang yang gambarnya Soekarno Hatta ada banyak di dompet, udah gitu aja. Merdeka!!!

    ReplyDelete
  28. Replies
    1. ini kesimpulan dari mana? ada 500nya lagi. padahal 500 kan gambarnya orang utan, dan rakyat gaboleh melihara orang utan. kena hukum entar~

      Delete
  29. wah bisa dijabarin gitu ya. tapi kan jenis uangnya beda-beda gitu. udah berapa kali diganti corak dan pahlawannya. dulu 50 ribu itu WR. Supratman kan? dia pejabat bukan sih?

    foto yang terakhir lagi ngetrend tuh. kudu diselidikin. undang ke 86. Biar lebih jelas itu 86 settingan atau bukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan dah dibilangin, ini khusus uang kertas sekarang. Eh tapi meski pake uang lama, tetep aja sih, 50 ribuan kan pak Harto dan WR Supratman, masih bagian pejabat pemerintahan. 20 ribuan juga pegawai negara.

      Kalo masuk 86 ya jadi settingan. Meski awalnya bukan.

      Delete
  30. kok udah mas yang 500 nya engga di jelasin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dijelasin entar malah dijealousin lagi~

      Delete
  31. disini rame banget ya, hehee
    uang yang 500 sekarang kan koin, kalo yang gambarnya orang utan kan udah punah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku masih punya kok enem lemba di dompet~ moga aja entar bisa dijual mahal. xD

      eh, kak, itu obat-obat herbal temennya, ya?

      Delete
  32. harusnya dibikin ATM yg keluar uangnya seribu dan dua ribu rupiah. biar rakyat ngambil uangnya kembali jadi gampang. :D

    ReplyDelete
  33. cara nulisnya keren, pembicaraan sola memang biasanya selalu sensitif. namun pada tulisan ini menjadi pembahasan yang ringan dan ngga monoton tapi tujuan intinya tetap tersampaikan :D hoho.

    Semoga harapan kita akan uang-uang itu untuk dipergunakan dengan tepat dilaksanakan oleh para manusia yang memegang status sebagai pemerintah dan pejabat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, terima kasih~

      amin. meskipun tindakan salahnya masih banyak, tapi harapan cerah bagi Indonesia selalu ada.

      Delete
  34. Jelas. Tegas. Ini uang rakyat.

    ReplyDelete
  35. Kayaknya pemerintah harus membuat sebuah program biar rakyat pada jadian. Lumayan kan dapet pajaknya.

    ReplyDelete
  36. hhhh belom bisa berkata apa2 untuk negeri ini..
    Masalahnya segala upaya udah dilakukan sama pemerintah (pemerintah baik dan pemerintah gak baik) tapi ya masih gini2 aja
    cuma bisa berdoa dulu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa iya. Walau belom bisa membantu negara, seenggaknya tidak ikutan membebani lah.

      Delete
  37. thanks to share Semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  38. Selalu luar biasa kalau udah nulis. Makasih bang Haw

    ReplyDelete
  39. Idenya out of the box min, kirain bakalan bahas uang pajak alurnya gimana biar bisa dipake buat kesejahteraan rakyat dan ternyata it's all about money, jadi orang biasa cuma dapet 1000, 5000, sama 10 ribu ya. hehe :)

    Blognya udah gue follow ya min, follow back ya. Thanks.

    Salam kenal ya
    Agung Kharisma
    Daily Blogger Pro

    ReplyDelete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~