Saturday, 7 March 2015

V-sika #12: Penyebab Ban Kendaraan Menjadi Kempis Setelah Lama Tidak Dipakai

Assalamu’alaikum...

Liburan merupakan sesuatu yang istimewa. Banyak orang rela mengeluarkan uang banyak demi berlibur ke tempat-tempat yang menyenangkan. Semakin jauh tempat liburan, juga bisa menjadi patokan semakin tinggi tingkat keseruannya. Namun, karena jauhnya tempat tersebut, mau tidak mau kita harus meninggalkan kendaraan pribadi di rumah dan membiarkannya tidak terpakai dalam waktu yang cukup lama.

Sepulang dari liburan, mungkin kalian pernah mengalami suatu kejadian, yaitu ban kendaraan pribadi kita menjadi kempis. Padahal tidak terdapat kebocoran pada ban tersebut. Mengapa hal itu bisa terjadi?

howhaw
Kempis deh...
Di kehidupan sehari-hari, terdapat banyak energi yang bentuknya senantiasa berubah. Seperti energi yang bekerja pada roda suatu kendaraan. Saat kendaraan melaju, roda bergerak berputar sehingga memiliki energi kinetik. Gerakan tersebut juga menyebabkan terjadinya gesekan dengan permukaan jalan. Gesekan tersebut menyebabkan energi kinetik roda berubah menjadi energi panas. Seperti panas saat mengesekkan telapak tangan.

Jadi, saat kendaraan sedang melaju, suhu roda akan meningkat. Peningkatan tersebut akan semakin tinggi jika terjadi pada siang hari. Peningkatan panas tersebut terjadi karena roda kendaraan juga menyerap panas dari permukaan jalan yang terpapar sinar matahari.

Teorinya, suatu zat yang suhunya meningkat akan mengalami pemuaian (volumenya membesar). Sebaliknya, zat yang suhunya menurun akan mengalami penyusutan (volumenya mengecil). Hal tersebut juga berlaku pada roda kendaraan.

Ketika suhu roda meningkat, terjadi pemuaian pada udara yang berada di dalam ban. Sehingga menyebabkan ban lebih mengembung. Sedangkan, ketika kendaraan tidak dipakai maka roda tidak memiliki energi kinetik yang bisa berubah menjadi energi panas. Akibatnya, suhu roda menjadi dingin (suhunya turun).

Karena suhu roda turun, maka udara di dalam ban akan mengalami penyusutan. Semakin lama kendaraan tidak dipakai, maka penyusutannya juga semakin besar. Sehingga, ban tersebut akan menjadi kempis.

*****
Lalu, pernahkah kalian mengalami kebosanan dalam suatu pengharapan? Atau perasaan cinta yang awalnya mengembung, tapi lama-kelamaan malah mengempis? Ya, hukum yang berlaku juga sama seperti yang dialami ban kendaraan tadi.

Saat semua tindakan dan usaha tak dihargai. Saat semua kerja keras selama ini tak pernah membuatnya tertarik. Saat itulah semua perasaan menjadi dingin, yang semakin lama akan mengempis. Bahkan menghilang. Karena tidak terjadi perubahan pada ‘harapan’, yang mestinya menjadi ‘tanggapan’ atau menjadi ‘balasan’.

Bukankah, sudah banyak orang berhargamu yang menghilang, karena terlalu lama kamu diamkan?


“Ilmu tentang pemuaian suatu zat mungkin tidak bisa dipakai untuk membeli somay. Tapi dengan ilmu tersebut, setidaknya kita sadar untuk selalu membalas dan memberi kalimat ‘terima kasih’ pada setiap perhatian.”


Salam V-sika.
(Baca: Peace-sika)






Sumber Referensi dan Gambar:
https://detektif-fisika-doni.blogspot.com/2012/09/mengapa-ban-sepeda-motor-menjadi-kempes.html
https://news.detik.com/read/2014/11/17/114837/2750130/10/

Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul V-sika #12: Penyebab Ban Kendaraan Menjadi Kempis Setelah Lama Tidak Dipakai Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

60 comments:

  1. Gila! Awalnya gue kira lagi ngebahas tentang proses penyusutan angin dalam ban. Eh, justru penjelasan diawal bikin tambah ngena sama inti tulisannya. Jadi pengen nulis juga tentang penyusutan cinta hahaha

    ReplyDelete
  2. Baru dua kali mampir kesini, dan baru baca "V-sika". Serius awalnya mau nutup karena udah tau penyebab ban menyusut, tapi setelah sabar membaca sampe bawah akhirnya 'shocked'. Kerenlah, teori fisika dihubungin sama cinta, baca "V-sika #1" juga dihubungkan dengan kehidupan. Keren banget pokoknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah... terim kasih loh atas kesabarannya. |o|

      Delete
  3. Teori cinta yang keren. Bisa banget dihubungkan sama kehidupan.... Dalemmm bang haw

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. *ini gue mesti senang apa sedih nih yak?*

      Delete
  5. waah teori fisika yang di sangkutkan sama kehidupan sehari-harinya makin mantap mas, I like it :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal nyangkutinnya dikit doang. Tapi semoga bermanfaat aja deh, kak.

      Delete
  6. Hahaha. Jago bangeet jelasinnya. Padahal fisika kan... Ah, kalau ingat nilai fisika waktu SMA dulu... Agak sedih juga... :'))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nilai Fisika gue paling rendah dibanding nilai mata pelajaran lain pas SMA. Tapi paling tinggi di antara temen sekelas, meski pelajaran lainnya paling rendah sik. =(

      Delete
  7. Analoginya keren euy . . walaupun fisika gue jeblok, tapi kalo dianalogikan kek gini, bisa masuk lah dikit2 . .
    Coba guru fisika gue ngajarnya kek gini . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pindah kampus ke Yohanes University gih! Pak Surya kalo ngajar fisika, semua jadi gampang.

      Delete
  8. sudah banyak orang berhargamu yang menghilang karena kamu diamkan? iyaa yang ini bener banget, banyak orang yang sebenarnya berharga terus pergi karena gue sendiri lebih mendiamkan mereka, dan nyeselnya setelah mereka bener-bener pergi, mau memulai lagi? ah sudah terlambat, sudah canggung dan gak seperti dulu lagi

    ReplyDelete
  9. Analoginya boleh juga. Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, keren bisa kepikiran ke roda mobil gitu haha~

    ReplyDelete
  10. Lo pinter banget Fisika. Sampe bisa di analogiin sama cinta. Ajib...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa iya karena bisa menganalogikan dengan cinta dibilang pinter....?

      Delete
  11. si anjrit keren juga nih tulisannya. ban kempes nyambung ke cinta.
    keren lo Haw, baca tulisan2 lu gue berasa cupu parah nih :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngada-ngada aja sih, bang. Secupu-cupunya tulisan bang Kay, tetep pernah gue jadiin pelajaran hidup secara diem-diem. kayak tulisan tentang "Masalah", "Sahabat" atau "Perubahan" dulu itu. :-d

      Delete
  12. Replies
    1. Bisa..bisa.. ajaaaa~ *teng te ret... tet tet tereret*

      Delete
  13. Dari pertama kali mampir, gue selalu kagum sama pembahasan lo di 'V-sika'. Bahasanya mudah dicerna dan penjelasannya mudah dipahami. Andai aja dulu guru fisika gue itu elo, Bang. Mungkin gue nggak akan benci sama fisika :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Guru Fisikaku *terutama yang SMP* kalo ngejelasin juga bikin puyeng, soalnya dia aslinya guru ekonomi. Sejak itu aku jadi semangat buat belajar sendiri (nanya kakak kelas/atau guru lain/baca di perpus, ampe nyuri beberapa buku segala) biar bisa menyangkal cara dia ngajar. *aku murid durhaka*

      Delete
  14. ah, stress gue gagal paham kalau udah menyangkut fisika.
    apalah itu pemuaian, apalah itu pengaruh suhu dan ban.
    sudah, saya nyerah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin kamu perlu dikenalkan ama 'ekonofisika' jef. Menganalisis harga saham pasar dengan pendekatan fisika. Biar ngerasain asiknya fisika. :-d

      Delete
  15. Analoginya mengena. Dan, mulai sekarang gue akan menghangatkan ban motor gue. Biar dia nggak merasa nggak dihargai. Biar dia nggak mengempis :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sering-sering di steam atau di presto sekalian. dibakar juga boleh. :-d

      Delete
  16. Pembahasan dari penyusutan zat sampe ke cinta itu keren banget. Ini yang bikin blog lu punya ciri khas yang kuat. Mantap lah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Moga bermanfaat aja sih, Ta.

      Delete
  17. Bang Haw emang jago dalam hal hubung menghubungkan. Jangan2 bang haw kerjanya di dinas perhubungan...

    Bang, kalo sempet mampir ke blog saya ya : http://rifkiyasmihehe.blogspot.com/

    Makasih bang. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... bisa dijadiin saran dan pertimbangan itu kayaknya. :-bd

      Delete
  18. bang hatiku memuai bacanya *mata berkaca-kaca

    ReplyDelete
  19. sama seperti hati ini bang :( kempis. . . .bang, angetin bang huhuhuhu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. *kenapa mesti cowok sih yang berkomentar begini...?*

      Delete
  20. berghhhh awalnya ngebahas fisika, kemudian endingnya wow, itu ngena banget. ajarin saya nulisssss *teriak pake TOA Masjid.*


    anyway, salam kenal. ini kunjungan perdana dan kayaknya bakalan sering mampir dimari :0

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu fokus aja dulu jadi spiker masjid. Kembangkan bakatmu di jurusan itu. Entar kalo udaah profesional, tinggal kamu tuliskan deh pengalaman-pengalamannya jadi spiker.

      Delete
  21. bener banget tuh bang sepeda saya juga suka kempis sendiri kalo engga di pake :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal pake sanyo aja sih. Pompaannya kenceng.

      Delete
  22. wah ternyata teori cinta berhubungan dengan fisika ya. apakah mungkin kedua teori itu ditemukan bersamaan ya? mungkin ilmuwannya mengalami hal sama dengan yang dialami ban itu
    :D

    ReplyDelete
  23. selalu ada kaitannya dengan hati dan cinta
    teorimu bang jempolan abis :-bd

    ReplyDelete
    Replies
    1. jempolan abis?? sisa empat dong jarinya...

      Delete
  24. Ciri khasmu, Haw. :))
    Btw, gue boleh ketawa baca komentarnya FM? Wakakakakak XD
    Oiya, itu mobil lu? Wah, keren juga. Kapan-kapan naik mobil lu, dong. Jalan-jalan sama anak blogger. Apa pula ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Parah lu, Yog. Ngetawain FM mulu. Kayak gue dong, gak ngetawain, tapi nge-skrinsut komentar-komentarnyanya doang.
      *gue aminin aja deh tentang mobil itu*

      Delete
  25. ah keren bgt. selalu bisa ngaitin fisika dgn asmara. coba dulu guru fisika gua jelasinnya gini. pasti gampang ngerti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ngerti juga lu jadi juara kelas, Man. Apalgi ngertiiiii....

      Delete
  26. Woh. Quotesnya amat sangat.

    Terimakasih, Haw. (Langsung praktek)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Praktik mendiamkan semua orang maksudnya? =)D

      Delete
  27. Bangkeeeeeek._.

    kenapa dari ban kempis bisa masuk ke cinta-cintaan. Kenapa Haw? Kenapa? cara nambalnya gimana :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan biar kayak Ftv-Ftv gituh. Cintaku Ditambal Tukang Tambal Ban. :p

      Delete
  28. Ahelah. Ujung-ujungnya tetep aja percintaan. Hih! -_-

    ReplyDelete
  29. teori fisikanya keren banget :-d semoga makin banyak howhaw howhaw yang bermunculan biar makin banyak orang yang terbuka mata dan hatinya untuk fisika haha :ng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu ikutan bikin postingan fisika juga napa, Ndah. Biar kebukanya lebih cepet. :-d

      Delete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~