Flash Fiction: Jangan Bunuh Diri ~ Production Haws

Flash Fiction: Jangan Bunuh Diri

"Kamu pasti mampu kok, Dis,” perlahan aku mendekati Disa yang termenung memandang sarapannya di atas kasur.

“Sudah, jangan terlalu kamu pikirkan! Kelulusan hanya formalitas. Sejatinya, kamu selalu berada di rangking pertama tiap semester,” aku mencoba berargumen. Namun Disa tetap diam.

Sejak pengumuman kelulusan ujian nasional tiga hari lalu, Disa terlihat depresi. Bahkan kemarin dia mencoba bunuh diri, mencoba gantung diri di kamarnya.

“Disa, ujian kemarin itu bisa diulang meski nilai akhir sudah diumumkan. Tapi hidupmu, tak akan pernah kembali kalau kamu akhiri,” aku mengambil sepotong roti sarapannya dan langsung memakannya, “seperti roti ini, meski aku habiskan sendiri, kamu tetap bisa mendapatkannya lagi.”

Perlahan Disa mengangkat wajahnya, menatapku seolah tak rela sarapannya aku embat. Langkah awalku berhasil. Perlahan aku menunjukkan foto yang telah kusiapkan.

“Kamu lihat foto keluargamu ini! Lihatlah!” Disa memperhatikan foto tersebut dan matanya mulai berkaca. Kemarin, setelah percobaan bunuh dirinya, ibunda Disa mendadak sakit dan kini terbaring lemah di kamarnya.

“Kalau kamu pergi, pikirkanlah! Apa yang akan terjadi pada senyum mereka?” kalimat dari film 3Idiots tersebut sepertinya ampuh. Disa kini terisak. Berdiri dan berbicara.

“Aku tak akan mencoba bunuh diri lagi. Tak akan. Tak akan pernah lagi! Aku sayang ibu dan ayah. Aku tak akan mencoba bunuh diri lagi. Aku tak akan makan roti yang sudah kuolesi racun ini. Tak akan!” teriaknya, dan langsung berlari menuju kamar ibunya. Meninggalkan aku yang melihat foto keluarganya berubah menjadi foto keluargaku.


*)232 kata
Diikutsertakan dalam Flash Fiction Pipet





Previous
Next Post »

22 comments

Click here for comments
Anonymous
admin
29 November 2014 at 23:31 ×

Jadi rotinya udah dikasih racun sama Disa? bukannya tadi dimakan...berarti.... Ah, drama banget gue :D
kalo berkenan mampir balik yuk!

Reply
avatar
30 November 2014 at 07:16 ×

Jangan coba-coba bunuh diri intinya :)

Reply
avatar
30 November 2014 at 18:46 ×

wah mati dong makan racun.. hahahaha :D
kereen! pecah nih..

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
2 December 2014 at 10:18 ×

cukup bikin bengong di paragraf terakhir.. bagaimana hanya dengan 8 paragraf bisa menjadi cerita utuh yang to the point ._. *feeling hopeless*

Reply
avatar
2 December 2014 at 20:48 ×

iya yang dinasehatin nggak jadi mati, tapi bakalan mati sendiri dalam hitungan detik. ini cerita maksudnya gitu ya, banghaw? :')

Reply
avatar
Ali Arsa
admin
7 December 2014 at 02:38 ×

pesan amanat yang bisa ambil jangan asal embat roti milik orang lain, haha..

Reply
avatar
How Haw
admin
11 December 2014 at 19:26 ×

Iya, meluncur gan.

Reply
avatar
How Haw
admin
11 December 2014 at 19:26 ×

Dikira lagi standup kali :p

Reply
avatar
How Haw
admin
11 December 2014 at 19:27 ×

Berarti kamu sedang menjiwai saat membacanya :p

Reply
avatar
How Haw
admin
11 December 2014 at 19:27 ×

Enggak gitu. *wah, gagal nih saya*

Reply
avatar
How Haw
admin
11 December 2014 at 19:27 ×

That's right bro...

Reply
avatar
6 January 2015 at 21:34 ×

kampreeettt. bagus banget twistnya. ah keren lah pokoknya

Reply
avatar
How Haw
admin
13 January 2015 at 00:54 ×

Kampret emang. Lagi bijak-bijak nasihatin, malah diracun. @@,

Reply
avatar
Elisa
admin
23 January 2015 at 15:08 ×

Haw.. Bikin buku lah.. Flash Fictionmu selalu menarik. Mulai dari pesan yang disampaikan dan cara penyampaiannya yang kocak. *eh, emang kalo mati itu kocak, ya?*

Reply
avatar
How Haw
admin
24 January 2015 at 00:14 ×

Didoain aja Mbak. Gak tahu kocak apa nggak, yang jelas, banyak film komedi yang berhubungan dengan mati.

Reply
avatar
Anonymous
admin
9 February 2015 at 16:20 ×

Keren. Lanjutkan :)

Reply
avatar
10 February 2015 at 05:44 ×

Insyaallah. terima kasih. :D

Reply
avatar
25 February 2015 at 11:01 ×

gatau kenapa.. isha membayangkan si disa di sini badannya gemuk.. hmm, gmn gantung dirinya pake tali kalau badannya gemuk ya? :P

Reply
avatar
How Haw
admin
26 February 2015 at 00:16 ×

Iya, aku juga ngebayanginnya dia gendut, bulet. *lirik kiri-kanan*
Tapi masa iya gantung diri gak bisa kalo badannya gemuk? jangan diskriminasi gitu dong. kan bisa pake tali galangan kapal. :ng

Reply
avatar
26 February 2015 at 22:47 ×

Keren berhasil bgt bikin kejutan cerita ini

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon