Howhaw #125: Yakin Masih Mau Milih yang Ekonomi? ~ Production Haws

Howhaw #125: Yakin Masih Mau Milih yang Ekonomi?

Assalamu’alaikum...

Beberapa hari ini saya keseringan denger kata ‘ekonomi’. Bukan ekonomi dalam artian imu tentang tata cara rumah tangga maupun pengaturan keuangan negara. Melainkan terdengar sebagai pengganti kata ‘hemat’ atau ‘murah’.


“Ini yang paket jumbo tiga ratus ribu, Mas.”
“Saya pesen yang paket ekonomi aja deh, Mbak.”


“Pa, ini kita naik kereta kelas ekonomi ya?”
“Iya, Nak.”
“Pantes, penumpangnya berpenampilan modis, bawa buku tebel-tebel trus di bagian depan gerbong ada papan tulisnya.”
"Walau begitu, mendingan kelas ekonomi daripada kelas yang menipu. Katanya gerbong kelas eksekutif, pas dilihat banyak yang tidur di dalamnya. Itu mah kelas legislatif, kan?


Yang membuat heran, kalo memang dimaksudkan untuk mengatakan ‘yang murah’ kenapa mesti menggunakan kata ‘ekonomi’? Kok nggak langsung aja ngomong paket murah atau karcis kelas murah begitu? Apa karena budaya malu? Mungkin.

Kalo kata ustaz, malu itu diperlukan dalam kehidupan manusia agar enggan melakukan perbuatan yang dilarang serta tidak berperilaku sombong. Namun, kalo malu untuk mengungkapkan yang benar dan malah menciptakan keasalahan makna, apa iya ‘malu’ yang begitu perlu dibudayakan?

Bukan karena apa, kasihan kan kalo ada temen kita yang sedang mencoba melakukan pendekatan dalam hubungan. Trus, gebetannya itu anak ekonomi. Entar dia bakal sering di-bully,

“Eh Pras, gebetan elo anak ekonomi ya? Kesian amat. Gak sanggup ya kalo milih yang mahalan dikit? Hahahaha.”

hawadis howhaw

Lalu si Pras pun mengalami tekanan batin. Mentalnya perlahan hancur. Pikirannya mulai tak berfugsi, hingga akhirnya dia memilih untuk mengakhiri dirinya dari dunia ini. Kemudian Pras memilih bunuh diri. Melompat dari lantai bangunan yang tinggi. Tinggi sekali. Tapi bangunan yang tinggi tersebut merupakan bangunan hotel. Lantai paling tinggi dikhususkan untuk VIP. Yang lebih rendah, kamar mewah. Lebih rendah lagi kamar superior, kamar suite dan paling rendah kamar kelas ekonomi, di lantai dasar. Karena sanggupnya nyewa yang ekonomi, ya si Pras lompatnya dari lantai dasar.

“Elo nyoba bunuh diri lompat dari lantai hotel kelas ekonomi? Yang lantainya gak beda tinggi ama jalan raya itu? Hahaha. Mending main lompat tali aja lo!” Dan si Pras tertekan batinnya dua kali.

Kalo memang mau terlihat lebih enak didengar, kenapa gak nyebut ‘ekonomis’ aja? Dalam KBBI juga disebutkan bahwa ekonomis berarti hemat, murah. Mungkin karena pengaruh keadaan fisik kali ya? atau mungkin juga karena faktor cuaca, makanya orang-orang enggan menambahkan ‘s’. Takut demam atau batuk. Padahal kalo pake ‘s’, harganya kan lebih murah karena air yang dipake lebih sedikit. Kalo yang nggak pake, mesti dipanasin dulu. Mahal ke gas.

Melihat derita yang dirasakan Pras tadi, harusnya kita sudah mau merevolusi mental kita untuk menggunakan kata yang lebih tepat. Bukannya dengan menggunakan kata ‘ekonomis’, kita juga menjadi lebih gawl. Kayak waktu nyebut gengs, temans, bingits, ngebaks, ngedrugs...

Saya mengajak penggunaan kata ekonomis sebagai pengganti ekonomi dalam merujuk hal-hal murah dan hemat, bukan karena peduli bahasa. Melainkan karena saya orangnya bukan tipe lelaki idaman. Iya, saya suka melihat fisik dan materi. Makanya lebih suka pake kata ekonomis yang merujuk murah dan terlihat fisiknya dibandingkan ekonomi yang nggak berfisik.

Lagian, kalo kita nggak ngeliat fisik dan materi, terus ngeliat apanya? Kan penampakan udah jarang terjadi. Masa iya ngeliatin orb-orb doang. (red: materi=memiliki wujud)

hawadis howhaw

Udahan ah, takut ngebahasnya makin jauh. Semoga penggunaan kata ekonomis dapat menaikkan lagi harga diri anak-anak ekonomi.

*****

“Jadi si om maunya ayam yang bagaimana ini? Kedokteran yang pinter? Atau Teknik yang tegas?”

“Yang ekonomi aja, ada nggak, Mbak Muci?”

*lagi kere ya Om*




Sumber Gambar:
https://www.keepcalmandposters.com/poster/menantu-yang-baik-adalah-anak-ekonomi-
https://x-news-misteri.blogspot.com/2010/05/x-news-fenomena-penampakan-orbs-100.html

Previous
Next Post »

32 comments

Click here for comments
6 November 2014 at 06:53 ×

Karena mereka terlahir sebagai homo ekonomikus, yang mana bukan homo ekonomiskus. Dan pada akhirnya mereka homo _.._ Kasihan temen-temen ku yang di fakultas ekonomi.

Reply
avatar
6 November 2014 at 08:08 ×

Ini aku nyoba lihat dari sudut pandangku ya bang. Kalau kata "ekonomis" itu kata sifat, sedangkan kata "ekonomi" itu kata benda. Lebih enak "paket ekonomi" sih, karena sebagai "kata benda". Halah mboh ah hahahaha.

Reply
avatar
6 November 2014 at 08:34 ×

Hahahahaa iya sih ada apa-apa bawa-bawa ekonomi. Tiba2 keingat teman-teman yang jurusan ekonomi hahaha

Reply
avatar
Elisa
admin
6 November 2014 at 10:08 ×

Intinya kita harus merevolusi mental, dari sifat negatif menjadi sifat yang positif. Nah, sekarang, setelah kita sudah memiliki Bapak Presiden baru.. Gimana, sudah ada tanda-tanda revolusi mental dalam dirimu belum? *oke nggak nyambung* :p

Reply
avatar
6 November 2014 at 10:52 ×

"Kamu kuliah jurusan apa?"

"Jurusan ekonomis"

Hahahaha....

Reply
avatar
6 November 2014 at 14:04 ×

mungkin cuma semacam eufemisme semafa.. tapi anak ekonomi kampus gua, pada mahal2 semua sih biaya hidupnya. org kaya kebanyakan

Reply
avatar
6 November 2014 at 17:13 ×

Seketika langsung keinget pelajaran Lintas Minat ekonomi sama temen-temen yang anak IPS lainya hahaha..

Reply
avatar
How Haw
admin
7 November 2014 at 01:11 ×

tiap orang memiliki kasihannya masing-masing. @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
7 November 2014 at 01:20 ×

*duh, anak bahasa.*
Itu dia, kalo kita membeli makanan misalnya, ada paket jumbo, ada paket ekonomi. itu benda memang. tapi kenapa disebut paket ekonomi? karena harganya murah. berarti kan tetep aja itu maksudnya nyebut sifat. kenapa gak paket ekonomis aja sih?

misalnya juga mau mesen kereta kelas ekonomi, tetep aja maksudnya kelas murah. gak ada itu yg kelas ekonomi tapi gerbongnya paling mewah. kenapa gak bilang kelas murah aja sih?

Reply
avatar
How Haw
admin
7 November 2014 at 01:22 ×

asal candaan di artikel ini gak diamalkan ke temennya, gak apa-apa sih kalo teringet. :-d

Reply
avatar
How Haw
admin
7 November 2014 at 01:24 ×

kalo gak nyambung, berarti Mbak mesti direvolusi mentalnya :p

Reply
avatar
How Haw
admin
7 November 2014 at 01:25 ×

duh, si Bapak mah... @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
7 November 2014 at 01:28 ×

Yoi Man. berdasarkan info dari temen-temen ya, semua jurusan ekonomi di Indonesia ini selalu dipenuhi oleh orang-orang yang modis, cakep, kaya, kelas atas lah pokonya. bahkan di kampus saya, fakultas ekonomi disebut sebagai 'kampus artis'.

Nah, herannya, kenapa dipasaran, paket ekonomi kok malah jadi hal sebaliknya? ekonomi=murah, kan kasian entar anak-anak ekonominya. disangka murahan. maka dari itu, mending kalo mau nyebut hemat atau murah pake kata 'ekonomis' aja. gitu.

Reply
avatar
How Haw
admin
7 November 2014 at 01:30 ×

^anak rajin. selalu keinget ama pelajaran. kalo saya sih, saat ada yg nyebut ekonomi, keingetnya mahasiswi cakep. :p

Reply
avatar
Tutia Rahmi
admin
7 November 2014 at 21:39 ×

aku anak ekonomi yang berkelas VIP =D

Reply
avatar
How Haw
admin
8 November 2014 at 00:31 ×

:-d mantap. Kuliahnya pasri di ruang paling atas.

Reply
avatar
8 November 2014 at 16:23 ×

untung gw ga ngambil jurusan ekonomi jaman kuliah btw cewek2 dakultas ekonomi di angkatan gw (jangan tanya angkatan brp!) cantik2 lho
#GagalPokus

Reply
avatar
Arie Je
admin
9 November 2014 at 00:32 ×

Jadi intinya? anak ekonomi ceweknya murah? *ngampus ah, cari kelas campuran ekonomi,, #eh

Reply
avatar
9 November 2014 at 04:39 ×

Bisa jadi sih kata "yang murah" diganti "ekonomi" biar ada kesan kerennya gitu.

Reply
avatar
How Haw
admin
10 November 2014 at 00:40 ×

Iyah om, mahasiswi ekonomi memang kebanyakan cakep-cakep. makanya, istilah ekonomi bisa merusak citra mereka. *apaini*

Reply
avatar
How Haw
admin
10 November 2014 at 00:41 ×

*Iya, lebih murah dari anak DKV atau seni* #TentangSPP

Reply
avatar
How Haw
admin
10 November 2014 at 00:41 ×

Jangaaaaannnnn....!!!! Entar malah kejadian kayak om-om itu...

Reply
avatar
10 November 2014 at 11:05 ×

mas aku mau cari pacar yang kelas ekonomi aja.. &^%%$%^

Reply
avatar
10 November 2014 at 19:53 ×

Eh ada yang ngomongin duit ya?

*seketika nimbrung* *insting emak emak*

Reply
avatar
11 November 2014 at 17:03 ×

gue anak ekonomi juga nih, tapi nggak murahan kok..
hahaha, begitu ya ternyata kalo salah menggunakan kalimat..

Reply
avatar
How Haw
admin
23 November 2014 at 19:09 ×

*brb pindah kelas* :p

Reply
avatar
How Haw
admin
23 November 2014 at 19:10 ×

kalo tentang duit sih, anak kecil juga punya instinganya. :-d

Reply
avatar
How Haw
admin
23 November 2014 at 19:11 ×

ho'oh. ho'oh. ho'oh. *kayak komentar ini, kalo salah diartikan juga gawat* @@,

Reply
avatar
24 February 2015 at 14:20 ×

hahaha iya juga ya kenapa gak menggunakan kata ekonomis aja,kan kalau di di kaitkan sama jurusan pendidikan kesannya jadi gak bagus buat yang ngambil jurusan ekonomi.masa anak ekonomi = murah :))

Reply
avatar
How Haw
admin
25 February 2015 at 00:12 ×

Itu dia masalahnya, padahal kan... anak fakultas ekonomi kaya-kaya semua @@,

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon