Saturday, 14 June 2014

V-sika #3: Mengapa Meniup Minuman Panas Itu Sia-sia?

Assalamu’alaikum...

Minuman panas seperti kopi atau teh sering kali menjadi konsumsi setiap hari. Ada yang menyajikannya di pagi hari, sore hari atau malam hari sebagai teman begadang. Dalam menikmati minuman panas, seringkali kita jumpai orang yang meniup permukaan minuman tersebut, sesaat sebelum meminumnya. Apakah hal tersebut efektif? Nggak.

hawadis howhaw


Dalam fisika, diketahui bahwa semakin panas suatu zat maka semakin ringan zat tersebut dan massa jenisnya semakin kecil. Sebaliknya, semakin dingin suatu zat maka semakinberat zat tersebut dan massa jenisnya semakin besar.

Ketika kita meniup minuman panas, permukaan minuman tersebut akan menjadi dingin, tapi bagian dingin tersebut akan langsung tenggelam (massa jenisnya makin besar, menjadi berat). Setelah itu, bagian minuman yang panas akan naik ke permukaan. Cairan minuman yang panas itulah yang kita minum. Dalam ilmu fisika, pergerakan air karena perbedaan suhu seperti itu disebut konveksi.


Konveksi

Jadi, ketika meniup minuman panas sesaat sebelum meminumnya, hal tersebut sia-sia saja, karena yang kita minum tetaplah cairan yang panas. Kecuali kita meniup minuman tersebut dalam waktu cukup lama sehingga keseluruhan minuman menjadi lebih dingin.

Nabi Muhammad juga pernah melarang meniup minuman saat akan meminumnya kan? Mungkin karena perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang sia-sia. Atau mungkin juga karena ditakutkan terjadi reaksi kimia berbahaya antara udara yang diembuskan dengan minuman yang akan diminum, apalagi kalo yang meniupnya mulutnya lagi bau :p.

*****

Dalam mendinginkan emosi seseorang, atau memberikan nasihat pada orang yang tengah emosi sesaat ketika mereka mulai emosi, merupakan kesia-siaan. Karena saat emosi, atau sedang benci-bencinya, seseorang akan mengganti emosinya pada suatu hal dengan emosi lain yang dipendamnya terhadap hal lain.

Makanya sering kali kita melihat orang yang ketika emosi, mengutarakan emosi lainnya. “Dasar kamu jahat, kamu selingkuh dengan temanku. Anton, kamu juga, kenapa kamu ga pernah bilang sama aku? Ini juga sendal sialan, pake putus segala. Hape bangsat, pake habis pulsa lagi.” Yang kayak gitu.

Memberikan nasihat kepada orang yang baru jatuh atau tabrakan juga merupakan tindakan yang percuma. Mereka akan mempelajarinya sendiri kok (menjadi dingin sendiri). Bilang, ‘Makanya jangan ngebut,’ saat mereka jatuh itu percuma, karena sebenarnya mereka sudah tau hal itu kok. Kayak memberi obat orang yang sudah meninggal. Jadi nasihat itu sia-sia saja. Malah bisa memicu emosi kepada yang memberi nasihat.

Kalo mau mendinginkan mereka yang sedang emosi, seperti mendinginkan minuman panas, kamu harus menunggunya sampai dia merasa lebih mendingan. Atau kalo mau menggunakan cara meniupnya terus menerus sampai dingin, kamu harus selalu berada di sampingnya dan membisikkan kalimat baik sampai emosi dan kemarahannya mereda.

Saat kamu di sampingnya dan mencoba meredakan emosinya, dia akan memberikan emosi terhadap hal lain setelah emosi yang satu mendingin, kayak konveksi. Saat itulah, tiupan perkataan bijak dan semangat yang kamu lakukan secara terus-menerus akan membuat emosinya mendingin. Sehingga kalimatmu yang terakhir diucapkan saat emosinya reda, akan bisa merasuki jiwanya. Seperti kamu bisa menikmati minuman hangat tanpa efek lidah kepanasan.

Hawadis howhaw
"Memang sih, ilmu gerak air karena perbedaan suhu ini tidak bisa dipakai untuk membeli siomay. Tapi pengetahuan ini, bisa membuatmu tidak perlu sia-sia membuang waktu meniup teh panas, dan lebih fokus untuk memakan siomay. Selain itu, filosofi ilmu ini juga bisa membuatmu tahu, kapan harus menasihati, atau kapan harus membiarkan sementara, atau kapan harus mendinginkan setiap emosinya yang terlontar secara terus-menerus."


Salam V-sika.
(baca: Peace-sika)



Sumber/Referensi:
Doni Aris Yudono
Galileo to Einstein
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul V-sika #3: Mengapa Meniup Minuman Panas Itu Sia-sia? Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

16 comments:

  1. artikel ini kalau tidak di baca dengan cermat pasti pembacanya akan bingung apa makna yang terkandung di dalamnya.

    jadi kita tidak bisa seenaknya sendiri ngasih nasehat dengan orang, tanpa tahu bagaimana keadaan yang pas untuk memberikan nasehat yang tepat. daripada sia-sia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pak guru, makanya kalo dibaca judul sama akhir paragraf, dapetnya cuma siomay doang... ilmunya gak dapet T.T *gue kurang jago buat memancing membaca semuanya*

      Delete
  2. Dapet ilmu baru nih. Baru tau juga kalo nabi Muhammad SAW pernah melarang perbuatan itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ustad saya dulu pernah membacakan hadistnya...

      Delete
  3. asal jangan langsung diminum, kasian lidahnya -_-"

    keren haw kaitannya dgn kehidupan sehari-hari. sering ngerasain kalo kena sial, pasti ditambahin, 'tuh kan, dibilang juga apa, coba kalo tadi bla bla bla' kan sia-sia aja :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu maksudnya Yak, meski ditiup-tiupin, tapi yang nyentuh lidah tetep aja bagian yang panas.

      Delete
  4. Kalo bagiin kue ultah, berarti bagi-bagi 'bau mulut' juga dong ya? Kan ketiup juga kuenya hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya juga ya.. :p

      tapi kan daya tarik unsur pada kue tidak kuat, sedangkan air yang H2O dengan O2 daya tariknya kuat dan mudah membentuk H2O3... lagian, dalam ulang tahun, bukan kuenya kan yang ditiupin.. :3

      Delete
  5. wah bermanfaat nih, thanks kakak :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah sama-sama...

      *coba yang ngasi emoticon begitu yang cewek*

      Delete
  6. tapi gue suka kok niup minuman panas, soalnya uapnya bikin bulu jidad gue geli haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan tentang sukanya sih, karena kalo kesukaan, itu kembali pada masing-masing...
      tapi sebaiknya jangan dibiasakan lho, selain dari sisi kesehatan, meniup minuman juga tidak dianjurkan oleh nabi loh... itu doang sih..

      Delete
    2. tapi kadang itu jadi kebiasaan yang susah diilang sama orang-orang.
      ya emang harus dihindarkan -_- taro kulkas aja kali ya biar ngga panas hehee

      Delete
    3. Iya sih, namanya kebiasaan memang susah diilangin... tapi kan tidak semua kebiasaan itu baik, jadi perlahan dicoba dihilangkan dan jika ada hal baik, ya mari dicoba dijadikan kebiasaan.. :D

      Gak perlu dimasukin kulkas, didiemin sebentar aja... biasanya panasnya akan turun sendiri...

      Delete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~