Bosan Dengan Yang Lama ~ Production Haws

Bosan Dengan Yang Lama

“Bakar saja!”

“Potong dulu tangannya!”

“Jangan! Kita serahkan pada petugas saja.”

“Jangan sampai dia datang ke sini lagi.”


“Dulu kita anggap biasa karena dia cuma bertelanjang di desa.”

“Nyawa harus dibayar nyawa.”

“Istri pak Mahmud itu orang baik, kita harus membalas yang membunuhnya.”

“Benar, tak peduli dia siapa, karena kita telah kehilangan sosok yang sering membantu kita.”

“Hentikan semua! Biar petugas ini yang menangani. Sebaiknya kita urus jenazahnya.”

Sang tersangka pembunuhan kemudian dibawa petugas ke Rumah Sakit Jiwa. Setelah membunuh dan memberikan pisau yang digunakannya kepada orang gila, kini pak Mahmud tersenyum merona menanti selingkuhannya menjadi istri barunya.



*) Cerita ini diikutsertakan dalam Flash Fiction Pipet bertema: Gila.


Previous
Next Post »

20 comments

Click here for comments
19 April 2014 at 23:48 ×

Iya bang, gila beneran wkwk. Bisa-bisanya nulis banyak dialognya gitu, keren keren! Keep it up! :D

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2014 at 00:08 ×

banyak darimananya coba? ini kan hanya fiksi kilat yg jumlah 'kata'nya ga sampe 150 malah.... :v

Reply
avatar
naspard
admin
20 April 2014 at 07:56 ×

eh ternyata ada maksud di balik udang.
Cukup bikin kagum kata-katanya nice :))

Reply
avatar
Tutia Rahmi
admin
20 April 2014 at 09:07 ×

singkat padat jelas, jelas banget bikin aku ngayal kemana2 haha

Reply
avatar
20 April 2014 at 10:26 ×

Singkat, tapi jelas. Orang gila kalo dihakimi, yang ngehakimi juga ikut gila dong ya? :D

Reply
avatar
Ali Arsa
admin
20 April 2014 at 14:59 ×

bagus walaupun pendek.. :D

Reply
avatar
Samsir Alam
admin
20 April 2014 at 18:51 ×

Simpel, tapi tetep gilanya dapet :)

Reply
avatar
20 April 2014 at 19:29 ×

Keren deh, gila banget :v

Reply
avatar
Sabda Awal
admin
20 April 2014 at 21:38 ×

pak mahmud jahat...

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2014 at 23:36 ×

Iya kali *anak sekarang suka ngubah2 peribahasa*

wah... tulisan saya dikagumi bang Nanas.... \:D/

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2014 at 23:37 ×

Berarti kesimpulannya, jelas karena bisa membuat orang berpikir tidak jelas. #kayaknya

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2014 at 23:39 ×

Orang gila hanya tertawa kalo dihakimi, yg ngehakimi malah jadi gila karena tak kuasa menahan rasa. hahahaha

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2014 at 23:39 ×

"(-_- terima kasih

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2014 at 23:40 ×

namanya juga fiksi kilat, kalo panjang jadi cerpen ntar

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2014 at 23:41 ×

^ ini kayak komentar Idol "kemarin anu juga gila begitu, tapi saya lebih suka kamu yg gila, ekspresi gilanya lebih dapet' "(-_-

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2014 at 23:42 ×

kamu juga gila bang**** #ga jadi

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2014 at 23:42 ×

iya, cubitin gih!

Reply
avatar
lilis rusmia
admin
21 April 2014 at 12:06 ×

selingkuhannya cantik nggak? *loh

Reply
avatar
How Haw
admin
22 April 2014 at 00:21 ×

cantik. tapi masih cantikan kamu, iya kamu.. *kerasukan dodit*

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon