V-sika #23: Kenapa Bintang Di Langit Terlihat Berkelap-Kelip?

Assalamu’alaikum…

Kelap-kelip bintang nun jauh di sana
Menambah indahnya alam suasana
Kulihat selalu tuk hapus derita
Derita hati yang kurasa

Setelah berpisah barulah terasa
Kasih sayangnya sangat ku damba
Tiada kusangka tiada kuduga
Berpisah dengan guru tercinta

Itu sepenggal lirik dari Mars Perpisahan yang pernah kami nyanyikan saat sekolah dasar. Saya tidak hafal seluruh liriknya, bahkan saat tampil pun juga nggak. Makanya kala itu saya hanya menggerakkan bibir tanpa suara (lipsinc) pada lirik yang nggak saya tahu. Meski tidak hapal, tapi saya paham, kok, maksud dari tiap lirik dan alunan nadanya.


Di Mars Perpisahan tersebut ada lirik menyebutkan “kelap-kelip bintang”. Lalu kita ingat-ingat kembali atau sekalian saja perhatikan di langit malam, bintang memang terlihat berkelap-kelip. Kenapa bisa demikian? Bukankah peristiwa kelap-kelip bisa terjadi kalo suatu objek mengeluarkan cahaya dan kemudian padam bergantian secara terus-menerus? Apakah itu berarti cahaya bintang sebentar padam dan sebentar menyala?


bintang

Mungkin karena disebutnya nun jauh di sana, makanya jadi berkelap-kelip. Jika saja disebutkan nun mati di sana, bisa jadi bukan berkelip-kelip. Melainkan  bertajwid. Hehe. Cnd.

Bintang merupakan bola gas raksasa yang terbakar. Dalam proses pembakaran tersebut, bintang menghasilkan radiasi cahaya yang bisa sampai ke bumi. Namun, karena jarak bumi dan bintang benar-benar sangat jauh, cahaya dari bintang tersebut baru sampai ke bumi dalam waktu ribuan tahun lamanya. Oleh karena itu, bintang yang tiap malam kita lihat berkelap-kelip, bukanlah bintang yang berasal dari masa kini. Melainkan dari ribuan tahun yang lalu. Bahkan, kemungkinan besar, bintangnya sendiri sudah mati habis terbakar. Hanya saja, cahayanya masih bisa kita lihat.

Kenapa bisa selama itu cahaya bintang sampai ke bumi?

Cahaya memang memiliki kecepatan sekitar 380.000 Km/detik di ruang hampa udara. Akan tetapi, ketika melewati medium tertentu yang memiliki kerapatan lebih besar, kecepatan cahaya tadi akan semakin menurun. Artinya, kecepatan cahaya tergantung dari kerapatan medium yang dilaluinya. Di tambah lagi, jarak bumi dan bintang yang memang sangat jauh.

Lalu kenapa bisa berkelap-kelip?

Bumi diselubungi oleh atmosfer. Atmosfer sendiri terdiri dari berbagai macam gas. Tiap gas mempunyai kerapatan yang berbeda. Misalnya kerapatan oksigen yang berbeda dengan karbondioksida dan berbeda pula dengan kerapatan nitrogen maupun kerapatan ozon. Karena perbedaan kerapatan atmosfer itulah, makanya ketika cahaya melewati atmosfer akan mengalami kecepatan yang berubah-ubah. Hal tersebut akan menyebabkan timbulnya jeda-jeda pada berkas cahaya bintang. Jeda-jeda inilah yang ditangkap oleh mata kita dan dipersepsikan sebagai kelap-kelip.

Berbicara mengenai bintang, matahari juga termasuk bintang, serta sama-sama berkelap-kelip. Namun, kelap-kelip matahari tidak tampak jelas karena disebabkan oleh jarak matahari dan bumi yang dekat. Serta juga karena cahaya matahari lebih luas dari atmosfer bumi dan memiliki intensitas yang sangat kuat.

Kalo kelap-kelip matahari sampai kelihatan, bisa-bisa namanya jadi matagenithari.
****

Kenapa kadang masih suka kangen mantan padahal di saat yang juga ngerasa benci banget?
Seperti kelap-kelip pada bintang, perasaan rindu dan benci yang silih berganti kala mengingat mantan juga dipengaruhi oleh jarak dan medium. Karena telah berpisah dalam hubungan, jarak mantan dan kita sudah menjadi sangat jauh. Itu artinya, perasaan kita pada mantan bukan berasal dari masa kini. Melainkan dari masa lalu. Rindu dengan sikapnya yang dulu. Yang kemungkinan besar perasaan itu sendiri sudah mati. Hanya kenangannya saja yang masih terasa.


bintang

Kenapa bisa terasa kalo sudah mati?
Perasaan rindu pada yang pernah dicinta itu juga memiliki kecepatan yang besar laksana cahaya. Akan tetapi, ketika melewati medium (sesuatu yang dijalani) dengan permasalahan tertentu, kecepatan rindu tersebut juga berubah. Makin menyenangkannya sesuatu yang sedang dijalani, makin memperlambat perasaan rindu pada mantan.

Misalnya saja sekarang sedang senang-senangnya dengan pasangan saat ini, ya, rindu pada mantan bisa terhenti. Malah berganti benci karena tidak sebaik yang saat ini menemani. Begitu pun jika memiliki permasalahan yang dulu pernah bisa diselesaikan bersama dengan mantan. Kecepatan rindunya bisa meninggi.

Lalu kenapa bisa muncul rindu dan benci di saat bersamaan?
Kita sebagai manusia tak akan pernah lepas dari permasalahan. Selain itu juga, manusia akan mengalami suatu kebaikan atau keberuntungan. Artinya, manusia diselubungi oleh berbagai hal yang berbeda dan masing-masing memengaruhi keadaannya secara berbeda-beda pula. Bahkan dalam satu waktu, manusia bisa merasakan sedih berganti senang dengan begitu cepat.

Ketika kenangan mantan itu akan menghampiri kita, kenangan tersebut akan melewati atmosfer (mood) kita saat ini. Saat mood sedang jelek karena pertengkaran dengan pasangan, kenangan itu akan semakin cepat. Ketika mood mendadak senang lagi karena udah berbaikan, kenangan mantan itu melambat dan bisa berubah jadi benci.

Karena perbedaan kondisi yang berubah-ubah itulah, ketika kenangan tentang mantan menghampiri, akan terjadi suatu perbedaan yang berjeda. Nah, jeda itulah yang menyebabkan kita mengingat mantan dengan perasaan tak tentu. Rindu tapi sebel, tapi penasaran, tapi kesel, tapi pengin kepo, tapi gengsi, tapi … … … …. …. … 

Namun, sebaiknya jangan sering-sering membiarkan kenangan mantan tersebut masuk ke hati. Berhubungan pun (berkomunikasi) sebaiknya dikurangi. Karena menjaga perasaan orang yang saat ini menemani, jauh lebih penting dari pada menjaga hati untuk yang telah memutuskan pergi.

Berbicara tentang kenangan mantan yang isinya kemesraan dahulu kala, pasangan kita saat ini juga melesatkan kenangan yang kurang lebih sama. Juga kadang berubah-ubah antara suka dan benci. Hanya saja kenangan itu tidak bisa kita lihat karena jarak kita dan pasangan yang sangat dekat. Serta juga karena pasangan saat ini juga memiliki intensitas cinta yang begitu besar, sehingga jadi tidak terasa. Loh, bukannya kalo besar jadi makin kelihatan? Iya benar. Seperti matahari saat siang hari, cahayanya begitu terang, tapi apa ada yang mau menatapnya di kala terang-terangnya itu?

Dari itu, kepada insan yang memiliki cinta yang sangat besar, turunkan saja kadar kecintaan tersebut. Karena semakin sedikit intensitasnya, justru semakin lebih dipandang. Layaknya matahari di kala terbit dan senja. Cinta yang terpancar dalam intensitas yang tidak begitu besar juga akan terlihat lebih indah. Membuat orang yang dicurahkan cinta tersebut makin penasaran dan mencoba mengungkapkan. “Dia cinta aku, kan, ya?”

bintang
Ilmu tentang kecepatan cahaya pada medium yang berbeda dalam kasus bintang berkelap-kelip memang tidak bisa dipakai untuk membeli siomay, tapi dengan ilmu tersebut, tukang siomay sekali pun akan tau, kalau menatap matahari di siang hari itu merupakan perbuatan yang apeu banget dah.”

Salam V-sika.
(Baca: Peace-sika)



Sumber referensi dan gambar:
http://detektif-fisika-doni.blogspot.co.id/2013/04/mengapa-bintang-berkelap-kelip.html
https://www.kaskus.co.id/thread/51a972fee474b4fd1a000009/pol-nampakah-bintang-di-langit-di-tempat-agan/
http://downloadgambarkata.com/gallery-view/kumpulan-kata-dan-dp-bbm-kangen-mantan-pacar-terbaru/
Previous
Next Post »

42 comments

Click here for comments
25 August 2017 at 07:28 ×

Haw, kok pinter bgt sih nulisnya?


Btw ku kira lirik lagu di atas awalnya itu lagu kopi dangdut. :")) Pas baca baris berikutnya kok beda. Ternyata lagu perpisahan hahaha.

Reply
avatar
25 August 2017 at 07:34 ×

nah loh kok bisa nyambung kayak gini sih, ahh jadi ingat dia deh.
so, saya malah penasaran dengan bintang ini, medium apa yang bisa memperlambat gerak cahaya yah. kalau benar ada selain atmosfer, berarti ada juga dong medium yang gak kalah hebatnya lagi.

Reply
avatar
25 August 2017 at 09:55 ×

Walaaupun sempet kesel apaan si bintang disambung-sambungin ke mantan, ternyata oh ternyata uwuwuuwuwuwuw kereen.

Ner uga yaa eta cinta keterangan sampai tak terlihat.

Reply
avatar
25 August 2017 at 10:55 ×

Kenapa jadi bahas mantan, tapi semoga kita diberikan ketenangan terhadap kenangan mantan, aamiin.

Bang, itu bintang kelap-kelip, ada kemungkinan kalo disana lagi ada party edm engga sih? Ya alien ngumpul gitu? Pesta ajep-ajep makanya kelap kelip ._.

Reply
avatar
Rizqi Akbar
admin
25 August 2017 at 11:14 ×

Kokk menggok ke mantan yaa, jadi keinget jadi keinget lagi

Bener ya, yang kecil lebih buat penasaran dan layak dicari hahaha

Reply
avatar
25 August 2017 at 11:25 ×

aaa, kenapa baca postingan ini serasa mau gombalin empunya blog. tapi takut receh. ekekek.

lama tak jumpa, bang haw :) apa kabar?

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
25 August 2017 at 20:46 ×

Tapi dengan tau ilmu tentang kecepatan cahaya pada medium yang berbeda dalam kasus bintang berkelap-kelip, si tukang siomay bisa jualan pakai strategi kelap-kelip, maksudnya gak tiap hari mangkal di komplek itu, dibuat jarang-jarang biar pada merindu. Hehe

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 August 2017 at 02:40 ×

Bukan pinter secara nyata, tapi kesannya aja pinter karena bahas pelajaran. xD

Sejujurnya, ya, saya awalnya emang pake lirik kopi dangdut, tapi karena di akhir bahas mantan yg statusnya udha pisah, diganti deh ama Mars perpisahan setelah menyingkirkan lirik lagu Bintang kejora juga. :D

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 August 2017 at 02:43 ×

Inget doang, bang? Nggak nyoba di-chat aja?

medium itu jenisnya banyak sih. yg terlihat mata aja misalnya air, udara, kaca, kain, ya yg bisa dilalui oleh cahaya. kalo melalui dua medium yg kerapatan beda jauh, cahayanya malah kayak kepotong. proses kelap kelip itu terjadi karena cahaya yg awalnya cepet nyampe ke mata, beberapa speersekian sekon selanjutnya ternyata lebih lambat dan berulang secara kontinyu.

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 August 2017 at 02:44 ×

Dikira absen apa, Dib, pake keterangan. btw keterangannya sakit izin alpa?

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 August 2017 at 02:45 ×

Amin ya robbal alamin. xD

Imajinasimu sungguh bebas kang Asep aka Alien. :-bd. gak perlu ditanya ke orang lain sih, kang Asep yg sebagai alien, pernah ngadain party kagak sebelumnya di luar angkasa?

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 August 2017 at 02:47 ×

Dichat aja sekalian biar jadi perkara~

kalo gede gak perlu dicari yak? udah keliatan jelas. kayak jarum yg jatuh, karena kecil makanya dicari2 setiap hari. ditunggu-tunggu setiap minggu. bahkan dinantikan setiap bulan gajian. duiiiiittt semua butuh duiiiiiittttt...

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 August 2017 at 02:49 ×

Gausah, gombalin yg sudah distatusin sebagai kekasih hati aja~

iya.. lama banget yak. kita sama2 udah jarang nulis sih. eh, gantian vakumnya. hayuk ngepos2 blog lagi. :-bd

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 August 2017 at 02:51 ×

itu taktiknya tukang nasi goreng gerobak, Wi. pas mau beli ditunggu tunggu kaga ada. pas mau tidur aja eh ada lewat. Biarkan tukang siomay memilih jalan dandangnya.

Reply
avatar
Puput
admin
26 August 2017 at 16:11 ×

biar kerlap kerlip mantan gak kerasa lagi. deketin bintang terdekat.. cahayanya akan menyamarkan kerlap kerlip mantan deh...

Reply
avatar
Dani Maulana
admin
26 August 2017 at 19:40 ×

Saya baru tau ada blogger yang membahas bintang sedetail ini. Padahal menhrut kitab al-quran bintang jadikan sebagai alat pelempar setan

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 August 2017 at 19:41 ×

Hahaha.. fenomenanya memang begitu. kalo ada yg lebih terang ya yg kelap-kelip jd gak keliatan. namun, yg terang kadang suka mati juga cahayanya. jadi mesti nyari terus terang terang terus~

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 August 2017 at 19:43 ×

Wuoooohhh... saya malah baru tau kalo bintang jadi alat pelempar setan. O.o kukira hanya teori umat bumidatariah doang.

Reply
avatar
27 August 2017 at 09:11 ×

Awalnya fokus baca tentang kenapa bintang bisa kelap kelip, ehhjadi gagal fokus kok bisa kelap kelip bintang jadi ke mantan, haha rupanya ada hubungannya. Hahaha :-)

Reply
avatar
27 August 2017 at 14:32 ×

Apa semua elmu berujung ke mantan -.-

Reply
avatar
Wisnu Tri
admin
27 August 2017 at 17:45 ×

Kirain itu Mars planet, malah Mars perpisahan *apa banget dah*

Tapi kalau udah berlabel halal, apa intensitas kasih sayang yang kita berikan ke pasangan juga harus di batasi bang? *Ini mbahas mantan keleus, bukan pasangan halal*

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 August 2017 at 21:55 ×

bahasa lebih tepatnya, dihubung2kan. biar artikelnya makin panjang~ xD

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 August 2017 at 21:56 ×

Nggaklah. kalo di segmen V-sika ini, macem2 ujungnya, ada yg ke motivasi hidup, agama, pernikahan, ketabahan berpasangan, dll asal kena aja. kebetulan aja ini dapet bacanya yg ke mantan.

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 August 2017 at 21:59 ×

Waiya ya.. kan pas banget kalo mars planet karena bahas bintang. :-bd asal gak kepikiran mars perindo aja.

sesungguhnya, tiap manusia itu memiliki background yg berbeda-beda, sifat berbeda, pikiran berbeda, teman berbeda dan lingkungan berbeda. jadi gabisa membuat patokan atau contoh pasangan ideal. gak bisa. dari itu, perlakukan saja pasangan seseuai yg menurut baik berdasarkan pemikiran, perasaan dan mungkin kesepakatan bersama. ini seriusan.

Reply
avatar
28 August 2017 at 15:53 ×

Apa cuma aku yg baca lirik di awal mlh nyanyiinnya lirik lagu kopi dangdut? Hoho
Yawla matagenithari itu apa apaan coba hshss

Ini pakar cinta yg sholeh lagi bicara ni, bisa aja ngaitinnya sm tata surya

Reply
avatar
28 August 2017 at 16:08 ×

Suka nih sama tulisannya. Romantis-romantis ndablek. Hahahaha. Sepertinya Justin Bieber harus baca ini untuk menemukan jawaban dari lagunya yang berjudul Friends. Pertanyaan "Can we be friends?" yang dia ajukan di chorus lagunya sepertinya bisa dia dapatkan jawabannya dengan membaca beberapa paragraf terakhir tulisan ini, Haw.

Terus.... jadi.... mencintai pasangan itu dengan tidak berlebihan biar supaya dia nggak 'kesilauan' ya, Haw? Setuju sih. Mungkin itu bisa dikaitin dengan rasa bosan yang diidap pasangan karena mereka hampir setiap saat ketemu. Atau itu yang dirasakan sama Tulus di lagu Ruang Sendiri. Ngerasa kesilauan, akhirnya pengen 'menjauh' biar tetap cinta. Gitu nggak sih? :D

Reply
avatar
28 August 2017 at 20:14 ×

Itu bertajwid emang nun mati ketemu apa, Haw? Kalau ketemu mantan, seinget gue lagunya Siti Badriah.

Nggak tau kenapa pas baca matagenithari, pengin ngomong, "Mata genitnya mana mata genitnya?" :3

Syukurnya udah lupa kapan terakhir kali komunikasi sama mantan. Jadi kayaknya udah jauh bangetlah. Jadi, amanlah dari perasaan rindu. Halah.

Reply
avatar
Hawadis
admin
29 August 2017 at 04:51 ×

Itu si Sabil jg ngiranya kopi dangdut kok Mbak... emang mirip sih kalo gapake suara... xD

ya kan kalo mataharinya kelap kelip jaid kayak perwujudan dari teori mata genit.

Pakar cinta... ... ... xD

Reply
avatar
Hawadis
admin
29 August 2017 at 04:58 ×

Emang ada tulisan saya yang bener keseluruhan, Cha? xD

Gausah. Hidup ini tentang untung rugi. dengan tidak perlu mengetahui hal ini, justin bieber bisa membuat karya dengan lirik seperti di lagu itu. lagunya jadi album atau file itunes. kemudian banyak yg beli. akhirnya justin bieber punya banyak duit. lebih untung.

Sesuaikan kondisi aja. Silaukan dengan cinta saat dia merasa lelah dan kesal dengan dunia. Biar dia yakin kalo di dunia yg dibencinya ada seseorang yg betul2 menghargainya. Ya, bisa dibawa ke sana juga. ini beneran kamu gamau ngegantiin saya nulis V-sika aja, Cha. Imajinasi dan daya pikirmu lebih jauh dari saya loh itu. :-bd

tapi yg perlu diinget, tiap org itu berbeda, punya pasangan berbeda, punya keluarga berbeda, lingkungan berbeda, dan apa2nya berbeda. jadi saran ttg hubungan pun gabisa begitu aja diikuti. kesepakatan diri sendiri serta mengerti sikap dan keadaan pasangannya jauh lebih utama. org bilang kalo mau pasangannya begini, harus begini begini dan begini. padahal kalo dibegitukan, bisa jadi malah makin menjauh.

Reply
avatar
Hawadis
admin
29 August 2017 at 05:20 ×

Kalo nun matinya ketemu hurup lain, nyebutnya udah spesifik lagi, Yog. Karna gatau ketemu apaan makanya jadi bertajwid. Ini kenapa pada banyak yg tau lagu dangdut dah? xD

kebanyakan liat anak kecil diajarin mata genit ini kamu, Yog. Btw, anak yg sedari kecil jago mata genit, gedenya dimanfaatin kagak ya keahliannya?

Hahaha... bagus, Yog. Karna kalo ttg mantan, bukan maslaah perasaan diri sendiri aja, tapi juga org lain yg jadi pasangan kita. dan gak banyak yg suka kalo pasangannya masih akrab ama mantannya.

Reply
avatar
Tomi Azami
admin
30 August 2017 at 09:53 ×

kalau tida punya mantan tapi masih suka kzl dan suka bayangin bisa bersama secara terus menerus itu kenapa, karena kan soal jarak, tidak pernah dekat. mohon penjelasannya, Bapak Haw

Reply
avatar
30 August 2017 at 16:55 ×

Langit di Jakarta kayaknya nggak ngantre waktu pembagian jatah bintang deh. Sepiiii banget. Apalagi kalau siang.

Wah, keren juga ya. Dan pas banget analoginya pasangan/mantan ke bintang. Kan kalau pasangan masih sayang-sayangnya, pacarnya dibilang "kau bintang di hatiku". Terus, yang nggak punya pacar kelihatan kayak nggak ikut ngantre pembagian bintang (re: pacar).

Makin dekat dengan waktu perkuliahan, tidak sabar mau melihat bg Haw membaperkan persamaan Schrodinger seperti apa. Biar saya paham gitu. :D

Reply
avatar
31 August 2017 at 12:31 ×

Aku baca lirik lagunya sambil nyanyi pake nada kopi dangdut, pas masuk lirik bawahnya kok lain... ternyata salah, ya? :v

hmmmmm... kalo masih komunikasi sama mantan tapi ngakunya udah gak ada rasa itu gimana, bg? bisa dijelaskan?

Reply
avatar
31 August 2017 at 23:20 ×

Ngomongin soal v-sika jadi ingat sama salah satu kawan wanita saya yg bernama just sika, iya just sika..
Doi cantik, berkerudung, manis, dan senyumannya itu aduhai betul, dan sekarang ia bekerja di salah satu bank dalam negeri, inisialnya mandiri..

Sejak dulu aku baca tulisannya hawadis ini selalu saja menemukan celah untuk menulis segala sesuatu permasalahan dengan menyambungkannya dengan ilmiah,..

Ibarat seperti makan gado+gado, tapi skalian pake camilan gorengan lima biji ngakunya cuma dua, minumnya es teh, semua rasa terpadatkan dalam satu makanan..

Dan ngeheknya, terkadang sambumg menyambung tulisannya yg berbau ilmiah ink terkadang nyambung juga.. ^^

Reply
avatar
5 September 2017 at 14:20 ×

main lagi kesini untuk sekadar memberi heads up dan minta ijin supaya blog bang haw dikaji sama murid2 saya :v

beberapa dari mereka yg udah main saya rekomen untuk milih salah satu artikel dari postingan v-sika dan hasil essay mereka lucu2. muehehe X)

Reply
avatar
Hawadis
admin
7 September 2017 at 19:15 ×

Mungkin kamu harus baca cerpen keset kusut baper-baper dahulu, susah move on kemudian, Tom. Ada di postingan viral samping kanan blog ini. hehe

Reply
avatar
Hawadis
admin
7 September 2017 at 19:18 ×

Banyak, Rob. Cuma kehalang polusi cahaya dari lampu2 gedung di situ. xD

Dikata pacar itu sembako apa, Rob? pacar itu seperti rejeki, emang ada yang ngatur, tapi mesti dicari.

Anjaayyy.. kagak bisa saya mah kalo tentang pembahasan yang seperti itu. ilmu saya yg cetek2 aja.

Reply
avatar
Hawadis
admin
7 September 2017 at 19:20 ×

Hahaha.. ternyata lagu kopi dangdut lebih terkenal. ini kayaknya saya aja yg perpisahannya make Mars lagu itu.

Yang seperti itu bukan saya yg harus menjelaskan, tapi pacarmu. trus ditanya, "kalo nggak ada rasa, kenapa selalu hubungan?" kemudian suruh mereka balikan.

Reply
avatar
Hawadis
admin
7 September 2017 at 19:26 ×

Jesika kali bang, Fan~ Bnetar... kalo manis begitu, biasanya udah mas Fan follow IG dan di like in smeua potonya, kan? gamau dibagi?

Saya artikan itu paket lengkap namun riweh dan bikin pusing. hahaha... makasih, Bang~ :-bd

Reply
avatar
Hawadis
admin
7 September 2017 at 19:27 ×

Demi apa, mayaaaaaaaannngggg... hahaha.. hati2 entar muridnya jadi ngehek abis main ke sini. xD

Boleh entar diceritain di blognya, ya.. pen tau~

Reply
avatar
25 September 2017 at 20:31 ×

Belajar fisika jadi asyik nih kalo kayak gini.

Reply
avatar
Hawadis
admin
26 September 2017 at 19:54 ×

Ahahaha.. tujuannya emang demikian, walo isinya gak murni pelajaran sih. hanya fenomena fisika aja.

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon