Apakah Secara Ilmiah Serangan Zombi Itu Mungkin Terjadi?

invasi-zombi
1) Invasi Zombi
Assalamu’alaikum…

Kalo diajak nonton, saya biasanya akan menolak kalo filmnya tentang zombi-zombian. Sebab, film tentang zombi pertama yang saya tonton, berhasil membuat saya nggak nafsu makan hampir tiga hari. Kebayang melulu adegan zombinya merobek perut manusia, menarik ususnya dan rebutan memakan dengan zombi lainnya.

Ya, saya memang bisa dibilang pengecut kalo harus melihat manusia dimakan oleh makhluk yang berbentuk manusia juga. Trauma atau gimana, ya, nggak tahu. Namun, kalo yang memangsanya berupa makhluk liar lainnya, ya, biasa saja.

Sejak minggu lalu, saya mencoba mengikuti anime di musim ini yang judulnya Zom 100: Bucket List Of The Dead. Meski tentang zombi-zombi juga, karena anime, jadi nggak bakal kerasa serem. Ditambah pula, premisnya menarik.

Orang yang mau melakukan 100 keinginannya sebelum memasrahkan dirinya berubah juga jadi zombi. Karakter utamanya tersebut sampe bela-belain bikin list to do ketika sedang ada wabah zombi, sebab sebelumnya dia depresi karena tekanan di tempat kerjanya.

Walo zombi menjadi faktor penyebab/pengarah jalan ceritanya, sampe episode 3, saya nggak ngerasa zombinya jadi ancaman. Mungkin karena sejak awal ceritanya fokus ke satu orang saja dan belum ada karakter berikatan kuat lain yang jadi korban. Nggak tahu, dah, kalo episode-episode selanjutnya.

Karena menonton anime tersebut, saya mendadak kepikiran lagi, kalo di dunia nyata, secara ilmiah, wabah zombi ini bisa beneran terjadi nggak, sih?

Kita cari tahu dulu apa itu zombi

Di KBBI didefinisikan sebagai mayat hidup. Kalo dari film-film dan game, zombi memiliki banyak varian. Ada yang cuma jalan lambat mencari makan, ada yang bisa berlari dan memegang senjata, dan bahkan ada yang bisa berenang.

Jika kita ingin mengidentifikasi kemungkinannya di dunia nyata, kita ambil saja zombi yang jenisnya paling dasar (zombi standar), yang hanya berjalan lambat dan fokus mencari mangsa manusia.

Kemudian kita juga tinjau, apa yang membuat manusia bisa berubah menjadi zombi. Kalo di One Piece, sih, karena bayangannya diambil Gecko Moria. Sedangkan kalo di film-film lain, mereka muncul karena adanya kebocoran sistem pada penelitian tentang virus tertentu (biasanya dinamain Necroa Virus).
plant-vs-zombie
2) Contoh varian zombi
Virus ini kemudian menginfeksi manusia dan mengambil alih tubuhnya. Virus ini juga diceritakan sangat mudah menular melalui gigitan manusia lain dan mengubah manusia yang tergigit menjadi zombi.

Kalo secara ilmiah, pendekatan menggunakan virus sebagai penyebab munculnya zombi ini sangat tepat. Sebab, kemunculan virus tersebut tentunya tidak terjadi secara natural alias hasil percobaan manusia. Di alam emang nggak pernah ada, tapi kalo dibuat, kan, kemungkinannya lebih besar. Kemudian penularan awalnya dikombo dengan gigitan anjing (rabies), yang memiliki kemungkinan menginfeksi sangat tinggi. Setidaknya nggak bakal ninggalin plot hole dalam cerita asal-usulnya.

Selanjutnya, kita cari tahu juga tentang virus

Virus yang kita maksud di sini merupakan virus biologis, ya. Bukan virus komputer. Ini beda, nih. Virus adalah parasit yang berukuran mikroskopik yang memiliki kemampuan bisa beralih dari makhluk hidup menjadi makhluk tak hidup atau sebaliknya.

Virus ini susah dikelompokkan sebagai makhluk hidup sebenarnya, karena umumnya makhluk hidup bisa mencari makan dan berkembang biak sendiri. Sedangkan virus memerlukan organisme lain, mengambil alih sel dalam tubuhnya, lalu menggunakan sel tersebut untuk memproduksi anakan (virus baru).

Detilnya begini, saat masuk ke organisme lain, virus dengan kemampuannya, dia berubah ke fase dormant (seperti benda mati). Sehingga sel akan mendeteksinya sebagai senyawa yang tidak berbahaya dan membiarkannya menembus dinding sel.

Setelah masuk ke dalam sel, virus akan mengambil alih kontrol sel tersebut. Saat dikontrol oleh virus, sel yang seharusnya memproduksi sel baru, malah beralih memproduksi virus dengan RNA (kode genetik) virus yang menyusupi.
virus-berkembang-biak
3) Cara perkembangbiakan virus

Terus, bagaimana cara virus yang menyusup tersebut bisa mengambil alih tubuh inangnya dan menjadikannya zombi?

Selama ini, virus yang kita kenal hanya menyerang sel-sel dalam sistem pernapasan (seperti influenza) atau organ tubuh lainnya. Organ tersebut bukanlah organ pusat yang mengendalikan tubuh manusia. Sehingga belum ada manusia yang tubuhnya diambil alih oleh virus.

Namun, bukan berarti organ utama pengatur tubuh manusia (otak dan sistem syaraf) tidak bisa diserang oleh virus. Otak juga terdiri dari sel neuron, dan virus bisa leluasa masuk ke dalam sel.

Jaringan syaraf yang rusak (walo bukan karena virus) bisa menyebabkan sakit permanen. Misalnya saja struk, gila, dan ayan (epilepsi). Bahkan, kerusakan syaraf dapat menyebabkan tidak bisa merasakan sakit sama sekali. Bukankah ini sudah mulai mirip dengan karakter zombi?

Mengambil contoh orang-orang yang kena epilepsi, yang aktivitas syarafnya rusak. Mereka masih bisa terus tumbuh, bisa terus hidup, tapi tidak bisa beraktivitas secara normal karena kesadaran dirinya sangat lemah.
orang-epilepsi
4) Orang epilepsi susah mengontrol tubuhnya
Jadi, jika ada virus masuk ke dalam sistem syaraf dan menyerangnya, kemungkinan manusia yang terjangkit tidak akan bisa mengontrol perilakunya. Kalo virus mampu masuk dan mengendalikan sel syarafnya, yang tersisa pada manusia yang terjangkit, kemungkinannya hanya kemauan bertahan hidup saja. Yaitu memakan protein (sumbernya daging) dan menyebarkan virus ke orang lain (bertujuan untuk virusnya berkembang biak).

Artinya, zombi-zombi standar yang ada di film-film yang hanya mau makan (memburu daging/otak manusia) dan menjangkit, benar-benar sesuai dengan karakteristik siklusnya virus.

Kalo zombi benar-benar bisa tercipta, lalu bagaimana cara melawannya?

Virus tidak akan bisa aktif jika inangnya mati. Jadi, kabur dan sembunyi saja. Zombi tersebut cepat atau lambat akan mati sendiri karena kehabisan energi. Atau pakai cara brutal, hancurkan kepalanya yang merupakan pusat pengendali tubuhnya, zombinya akan mati lebih cepat.

Namun ingat, itu hanya berlaku untuk zombi standar, ya, yang jalan lambat dan hanya mau makan. Bukan seperti zombi yang di Train To Busan atau yang bisa nyerang diam-diam kayak di Resident Evil.
seksi-zombie
5) Atau pake cara asia, lawan zombinya kudu pake bikini kalo mau menang
Cara lainnya, berdasarkan referensi di film, bisa menggunakan garam. Di One Piece juga menganut cara yang sama. Mereka menembakkan garam ke mulutnya dan si zombi benar-benar dikalahkan. Namun, apa cara tersebut masuk akal?

Garam merupakan senyawa kimia yang memiliki kemampuan higroskopis (menyerap air). Sifat ini sangat penting dan dimanfaatkan oleh manusia sejak dulu, terutama untuk mengawetkan daging dan ikan.

Daging atau ikan yang ditaburi garam, kandungan air dalam selnya akan terserap. Sehingga bakteri yang ada pada daging tersebut tidak bisa bertahan hidup karena kekurangan air. Bakteri yang mati akan membuat daging atau ikannya jadi lebih awet karena tidak mengalami pembusukan.

Nah, garam yang ditaburkan ke tubuh zombi yang penuh luka juga menyebabkan kandungan air dalam sel tubuhnya terserap. Selnya kemudian rusak. Karena virus menginvasi melalui sel, virus tersebut mau tidak mau akan masuk ke fase dormant, yang artinya juga merupakan kematian dari si virus. Masuk akal, kok, itu caranya.

Yang nggak masuk akal, palingan kemungkinan akan ada zombinya ini

Lah, bukannya tadi dijelaskan kalo misal virusnya ada dan menginvasi sistem syaraf, maka zombi bisa benar-benar tercipta? Iya. Hanya saja, tadi kita mengabaikan jaringan informasi antarvirusnya.

Untuk bergerak, manusia memerlukan jutaan sel yang terkoordinasi oleh sistem syaraf (neuron dalam otak) menjadi satu kesatuan. Kalo virus benar-benar mau mengambil kontrol syaraf manusia, virus yang ada di dalam sel tersebut harus saling berkoordinasi.

Masalahnya, virus tidak pernah bisa melakukan hal tersebut. Nggak ada kemampuan virus yang bisa membuat sesama virus saling support. Jangankan berkoordinasi dengan virus lain, punya kesadaran diri saja tidak.

Virus nggak tahu apa yang dia hadapi, nggak tahu apa itu menghindar, nggak tahu cara menyelamatkan diri. Virus hanya mencoba untuk berkembang biak di lingkungan (sel) yang menurutnya cocok, berhasil syukur, kalo nggak, ya, mati. Eh, dormant, sih, nyebutnya. Karena kalo tahu-tahu masuk ke inang yang cocok, dia kayak hidup lagi.

Kalo nggak bisa sadar dengan sekitar, ya, bagaimana mungkin mereka bisa berkoordinasi. Kalo nggak ada koordinasi, ya, mengendalikan manusia yang dijangkiti juga nggak bisa. Kalo manusia yang terjangkit nggak bisa dikendalikan, ya, nggak bakal ada invasi wabah zombinya.

Yah, zombi memang menyeramkan, sangat menakutkan. Hanya saja, biasanya yang sangat kita takutkan kebanyakan terjadinya di dalam kepala saja.  



Sumber gambar:
1) https://www.idntimes.com/science/experiment/bayu/alasan-kenapa-gak-akan-ada-serangan-zombie
2) http://trijanuari33.blogspot.com/2020/10/penjelasan-zombi-zombi-di-game-plants.html
3) https://brainly.co.id/tugas/3468812
4) https://ugm.ac.id/id/berita/22643-epilepsi-dan-penanganannya/
5) https://www.youtube.com/watch?v=TkolEsuKhtk
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Apakah Secara Ilmiah Serangan Zombi Itu Mungkin Terjadi? Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

4 komentar:

  1. Terlepas dari pembahasan zombinya, yang bahkan sampai bawa-bawa One Piece segala (kepikiran aja yak), saya pengin bilang anime Zom 100 itu menarik, kok. Saya soalnya sempet baca komiknya, Haw. Baru sadar kalau itu pembuat Alice in Bonderland juga. Demen amat kayaknya garap tema survival. XD

    Dikejar zombi betulan malah buat si MC jadi manusia, padahal tadinya pas kerja dia yang kayak zombi. HAHA. Saya spoiler sedikit lah ya, nanti si tokoh utama bakal bertualang dan dapat kawan-kawan baru. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yog. di vidio opening dan endingnya keliatan kok kalo bakal ketemu orang baru yang sepertinya akan menikmati keceriaan bersama saat ada bencana yang mematikan. saya gak ada ikutin manganya sih, cuma ya itu, di animenya belom kerasa ketegangannya, kayak ada gak ada zombienya gak ngaruh ke cerita. tinggal diganti tekanan dari dikejar preman, diburu orangtua pemarah dan sejenisnya. masih seperti anime healing yang ngajarin untuk jangan lupa dengan diri sendiri dan berteman agar tetap waras.

      Hapus
  2. Kamu nonton film zombie pertama kali itu, judulnya apa, Haw?

    Kalau saya sih, tiap kali nonton film yang adegannya berbahaya atau kemungkinan bakal bikin mual, pikirannya selalu dibawa ke orang-orang di belakang kamera yang mengambil scene itu, jadi di otak langsung membayangkan kalau semuanya itu setingan aja. Jadi rasa takut atau ngerinya jadi berkurang. Sampai sekarang gitu kalau nonton, jadi enggak pernah kaget liat hantu atau ngeri sama adegan ngiris perut yang sengaja dibikin slow mo.

    Hm. Mungkin zombi akan benar ada di dunia nyata ketika nanti virus-virusnya menggunakan teknologi AI untuk berkoordinasi, atau ketika nanti NeuroLink-nya Elon Musk sudah tersedia secara global dan di-hack sama Bjorka. Mungkin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya nggak tau judulnya man, zombie jepang apa taiwan gitu. jalan ceritanya juga absurd, gaje. cuma ya itu, nunjukin kesereman ngoyak dan makan manusianya. sampai saat itu kan saya gak pernah sama sekali nonton film yg kayak kanibal begitu. udah trauma duluan pernah ada live actionnya di wilayah tempat tinggal.

      kalo film horror lainnya yg ngaget2in, ya saya biasanya tutup telinga, sih. soalnya ya yang bikin serem itu selalu suaranya. kalo dibisuin, mau kek apa juga wajahnya gak bikin takut.

      masih lama itu bang. palingan juga kalo udah ada, dan bisa pake ai, ngelinknya 5 detik, debuggingnya 5 tahun.

      Hapus

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~