Howhaw #216: Asal Mula Mitos Kalau Makan Biji Buah, Nanti Bijinya Tumbuh Dalam Perut

Assalamu’alaikum…

Ketika media sosial Twitter lagi rame tentang apartemen di Yogyakarta dan misteri penguasa Laut Selatan, ada yang berkomentar bahwa itu hanyalah mitos. Hanya kebohongan, hoaks, menyesatkan. Saya tidak mau mengulas tentang misterinya, sudah banyak yang paham dan mengerti juga masalah fenomena arus ombak RIP Current dan hubungan warna baju dengan air lautnya. Fokus saya pada pernyataannya tentang mitos itu suatu kebohongan dan menyesatkan.
biji
1) Mitos larangan makan biji buah
Kalo disebut kebohongan, bisa jadi, tapi tidak sampai menyesatkan. Karena mitos atau pamali yang muncul di masyarakat itu selalu dilandaskan demi kebaikan bersama. Juga nggak asal nyeletuk begitu saja, mereka sudah melakukan pengamatan yang cukup lama.

Ada yang menganggap menyesatkan karena mitos keseringan diimbuhi ancaman yang berbau hal gaib. Namun, menurut saya, membahas mitos ini bukanlah tentang pertaruhan kepercayaan. Melainkan tentang penerimaan. Kita bisa menerima tidak kekurangan pengetahuan mereka di masa lalu.

Maksudnya seperti ini, di masa lalu, saat terjadi gerhana matahari, ada beberapa yang mengalami kebutaan saat melihatnya. Penyebabnya? Tentu saja mereka tidak tahu. Mereka belum memiliki pengetahuan tentang efek sinar UV dan memicu solar retinophaty. Yang mereka pahami, kalo melihat langsung kejadian gerhana matahari, mata mereka bisa buta.

Untuk memberi pelajaran bagi generasi selanjutnya, mereka perlu, dong, menyampaikan bahaya tersebut. Karena belum bisa menjelaskan detailnya, dibuatlah kisah tentang perang di langit antara kebaikan dan keburukan atau tentang usaha raksasa hitam menelan matahari dan menguasai dunia. Ditambahkan pula, mereka tidak boleh melihatnya, karena efek pertempuran tersebut bisa membuat mata buta.
Seperti itu. Dalam mitos, tak pernah ada niatan untuk menyesatkan, mereka malah mau menyelamatkan. Keterbatasan pengetahuan saja yang menyulitkan mereka untuk memberi penjelasan ilmiah. Jadi, tolong, kalo mendengar mitos yang terasa tidak masuk akal, hormati dulu. Pelajari apa yang mendasari, apa mudharat atau keburukan yang akan didapatkan, serta kalo mampu, berikan penjelasan ilmiahnya. Orang yang hidup di masa lalu juga pasti senang jika bisa mengetahuinya.

Misalnya tentang mitos memakan biji buah-buahan
Katanya, kalo kita menelan biji buah, bijinya akan tumbuh di perut dan keluar pohon di kepala. Waktu kecil, seram banget mendengar ini dari orang tua. Kalo sekarang, kayaknya bakal kesenangan, deh. Bisa jadi lahan bercocok tanam. Terlebih bagi yang tidak punya lahan. Suruh saja karyawannya makan biji buah, rawat tiap hari sambil kerja kantoran, panen deh. Kualitasnya pasti bagus. Hidroponik~
biji
2) Tumbuh pohon di kepala
Namun, kenapa bisa sampai ada mitos larangan makan biji tersebut? Apa iya, di zaman dulu ada orang yang beneran ditumbuhi pohon di badannya? Kalo tidak ada, lalu apa yang mereka amati sehingga memunculkan larangan makan biji buah-buahan ini?

Karena biji semangka kecil, nggak kayak biji buah mangga atau salak, terlebih jumlahnya banyak, waktu kecil saya sering memakannya. Namun, nggak pernah itu muncul tanaman dari tubuh. Malah, saat berak, biji semangkanya ikutan keluar. Nggak sempet berakar di perut. Lalu kenapa dibilang entar bisa tumbuh?

Kita lihat dulu tentang perkembangbiakan tumbuhan
Terutama yang berkembang biak dengan biji (generatif). Tanamannya berbuah, buahnya jatuh ke tanah, busuk, bijinya tumbuh, jadi tenaman baru. Kalo prosesnya begitu-begitu saja, maka tanaman ini tumbuhnya mengelompok. Bisa rebutan unsur hara dan penyebarannya kurang. Makanya, diperlukan bantuan makhluk lain. Hewan atau manusia.

Untuk hewan, kita bisa ambil contoh luwak. Hewan ini memakan biji kopi, tapi biji kopi yang dimakannya nggak tercerna. Dikeluarkan lagi bersama kotoran. Hal ini karena pada biji kopi dan biji buah lainnya juga, terdapat lapisan yang melindungi dari zat asam di dalam lambung (lapisannya rusak kalo bijinya hancur dikunyah). Sehingga, saat sudah keluar dari tubuh makhluk yang menyebarkannya, biji tersebut akan tetap tumbuh.
biji
3) Biji kopi yang keluar bersama kotoran luwak, masih bisa tumbuh saat ditanam 
Dari situ, kita bisa mempelajari bahwa biji buah-buahan yang kita makan memang masih punya potensi untuk tumbuh. Hiaaa…

Bijinya akan tumbuh kalo manusia yang memakannya mati
Tentu saja tumbuhnya saat manusia yang menelannya biji itu mati, bukan ketika hidup. Karena tubuh manusia yang mati ini bisa menjadi semacam pupuk organik bagi perkembangan biji yang tertelan dan masih bertahan di perutnya saat itu. Walo secara umum, pasti akan langsung keluar saat buang air besar, sih.

Namun, paling tidak sekarang kita bisa tahu, bahwa beneran bisa tumbuh pohon dari perut kalo kita menelan biji buah dan kitanya mati. Itu berarti, saat kita diingatkan akan tumbuh pohon di perut saat makan biji buah-buahan, peringatan tersebut secara halus mengatakan bahwa kita bisa mati. Iya, kita bisa mati kalo makan biji buah-buahan. Itu bahasa kasarnya dari mitos tersebut.
Lalu, memangnya biji buah apaan yang bisa membuat kita mati? Emangnya ada? Saya sendiri saja aman-aman saja makan biji semangka dan biji nangka (yang sudah direbus). Malah kuaci dibuatnya dari biji-bijian, kalo bikin mati nggak mungkinlah jadi camilan, kan…

Ada, beneran ada, biji buah yang bisa bikin mati saat kita memakannya
Apel salah satunya. Biji buah apel yang kecil tersebut dilapisi dengan amigdalin (mengandung glikosida sianogenik), sebagai perlindungan dari zat asam tubuh tadi. Kalo biji buah apel ini dikunyah, terus ditelan, glikosida sianogenik tadi akan berubah menjadi hidrogen sianida. Itu racun.

Walo memang kandungannya cukup kecil, sekitar 0,2 mg. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, sehari makan apel dengan bijinya sampe 15 misal, ya, gawat juga. (toksisitas pada manusia sekitar 1-3 mg per kg berat badan)
biji
4) Biji apel bisa menjadi racun saat dikunyah dan ditelan
Begitu juga dengan buah pir, ceri, plum, dan persik. Biji buah-buahan tersebut juga mengandung zat yang sama. Berbahaya kalo bijinya dikunyah dan ditelan dalam jumlah cukup banyak. Kita tidak dispesifikkan tentang biji buah apa saja yang tidak boleh ditelan, karena memang di masa lalu orang-orang tidak memiliki pengetahuan tersebut.

Mereka belum bisa menelitinya. Mereka hanya tahu bahwa ada kejadian yang mati keracunan setelah banyak makan buah beserta bijinya. Sehingga, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan tersebut, mending disamaratakan saja. Jangan menelan biji buah-buahan.

Tidak disebutkan “nanti mati”, karena dalam mitos, kata mati itu terlalu menyeramkan. Bahkan mereka sering menggantinya dengan kata “nanti sial” atau diculik hal gaib. Terlebih lagi, yang diperingatkan ini, kan, hanya anak kecil, cukup dihaluskan dengan “nanti bijinya tumbuh di perut”. Kalo sudah besar, biarkan mereka memikirkan sendiri apa maksudnya. Gitu.

Dari itu…
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, ikuti saja pesan mereka. Jangan makan biji buah-buahan. Kalo bikin jus, bijinya dibuang dulu. Karena kalo ketelan zat racunnya, bisa membuat tubuh kita kejang, lemas, keracunan, bahkan mati.

Sama juga dengan perkataan orang yang tidak baik, itu hanya biji beracun. Jangan ditelan, apalagi dikunyah dengan dilawan mulu. Bisa-bisa bikin hati kita lemas, nggak tenang, lalu mati. Udah nggak percaya lagi ama yang namanya orang baik.


Sumber gambar:
1) https://tirto.id/mitos-dan-fakta-tentang-kertas-df4t
2) https://blogunik.com/mitos-mitos-ini-masih-dipercaya-oleh-masyarakat-di-indonesia/
3) https://lifestyle.okezone.com/read/2017/08/24/298/1762431/okezone-week-end-menilik-asal-usul-kopi-luwak-kopi-termahal-tereksotis-di-dunia
4) https://manado.tribunnews.com/2018/12/01/buah-buahan-ini-punya-biji-beracun-bila-tertelan-bisa-membahayakan
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Howhaw #216: Asal Mula Mitos Kalau Makan Biji Buah, Nanti Bijinya Tumbuh Dalam Perut Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

16 comments:

  1. Endingnya gue rasa terinspirasi dari Joker nih. Soal beberapa buah yang bijinya gak boleh dimakan itu gue baru tau loh haha. Berarti kalau biji mangga gue makan gak papa ya? Ya gue ngapain juga makan biji mangga anjir kek gak ada biji lain aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kagak weii... nonton aja belom...

      sekarang kan udah tahu, mari kumpulkan biji buah tersebut, kita tumbuk, dan masukin ke minumannya temen yg paling menyebalkan~

      tolong ya bang, kalo lagi gak ada kerjaan, zikir aja. malah biji mangga mau dimakan...

      Delete
    2. Ide bagus. Gue akan mulai mengumpulkan dan menumbuk biji-biji itu untuk gue minumkan ke..... diri gue sendiri. Anjir enggaklah!

      Wkwk iya bang ini mau tahajud aja. Gak papa jam segini kan, yang penting niatnya.

      Delete
    3. Jangan begitu, bang. Its okay not to be okay. Kalo ada masalah, bicarakan. jangan minum biji beracun. karena nggak lucu kalo pangeran berkuda putih harus nyium buat ngebanguninnya.

      iya, bang, niat aja dulu. kalo pertandingan bola lebih menarik dan tahajudnya gak jadi juga nggak diitung dosa, sedangkan niatnya udah dicatat kebaikan. sepertinya saya cocok menyampaikan syariah ini.

      Delete
    4. Ganti aja blog ini jadi SyariaHaw.

      Delete
    5. Patut dipertimbangkan. hmm.

      Delete
  2. Enggak suka buah apel. Amanlah ya.

    Bentar, ini cerry yang ada di blackforest itu atau cerry yang juga disebut kersen? Kalau yang kersen, anjirlah itu isi buahnya banyak bijinya kan. Saya malah lupa cerry yang itu bijinya ada apa kagak. Haha.

    Mitos soal jangan ngajak pacar ke Ragunan itu perlu diterapkan juga, kah? Demi kebaikan hubungan? Udah 3 atau 4 kali gitu saya pergi sama cewek ke sana, dan hubungan saya selalu berakhir. Muahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. anda nggak suka biji, sukanya cochochips kan.

      iya, ceri yang merah di kue itu. kalo kersen ya kuebut kersen. itu mah nggak apa2. makan langsung telen aja. xD

      sesungguhnya hubungan pacaran itu sendiri belum terikat kuat kalo tak ada komitmen, jadi bukan masalah dibawa ke mananya, tapi sambil bersama untuk berkomitmen apa tidak. perempuan yang sama, kalo kamu ajak ke masjid juga bisa putus.

      Delete
    2. Anda jangan membayangkan apa yg seharusnya dibayangkan, mending ganti ama Rica-rica bu sartini saja.

      Delete
  3. Itulah kenapa saya ga doyan bubur kacang ijo, takut numbuh toge di kepala, wkwkw.

    Tulisan yang ringan tapi berat karena ada analisisnya, tapi kocak juga 😆😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. bubur kacang ijo kan udah direbus, kaaaaaaaakkk. :) tapi pernah itu ada yg telinganya kemasukan kacang ijo mentah, buat ngeluarin, kacang ijonya disirem tiap hari ampe jadi tauge. baru dicabut.

      Delete
    2. kalo mau verifikasi, Wis, coba masukin kacang ijo di telinga saja, terus sirem dikit tiap hari~ xD

      Delete
  4. saya waktu kecil suka dibilangin, kalo makan nggak habis nanti ditangkep polisi,dan ini sebenarnya sebuah pembelajaran era jaman kolonial,dimana diciptakan sebuah ketakutan untuk kepatuhan, yang mencetak mental2 yangakhirnya mudah dijajah....apa coba...makan nggak habis sama polisi?kan ngakak dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lalu, apa anda sekarang bermental penakut? pengecut? atau mau dijajah aja?

      itu bukan mitos juga, sih. anceman doang. kayak, kalo nangis, nanti dimarahin bapak. sama itu. kadang diganti ama kalo makan gak abis, nanti pak tani nangis.

      berbeda dgn "kalo tidak bobo, digigit nyamuk." itu lebih ke informasi. ini ada penjelasannya:

      https://www.howhaw.com/2018/08/kenapa-nyamuk-membenci-orang-yang-tidak-tidur.html

      kalo itu dirasa secara psikologis memperburuk mental, nggak tahu saya. tersrah anda. Saya cuma menjelaskan awal mula yg dianggap mitos/pamali aja.

      Delete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~