Mari Membully Agar Makin Banyak Orang Sukses

Assalamu’alaikum…

Beberapa minggu terakhir, banyak berita tentang orang yang bunuh diri. Dari orang terkenal sekelas Chester Bennington, hingga orang yang memamerkan proses bunuh dirinya secara live di Facebook. Entah apa penyebabnya. Alasan orang bunuh diri biasanya agar terlepas dari masalah yang dialaminya saat itu, misal sakit hati karena dihina terus ama para tetangga. Padahal kata ustaz, orang yang bunuh diri itu pasti dapat siksa kubur. Jika siksaannya berupa hinaan dari tetangga, kan, malah jadi berabe yak.

bully

Kebanyakan korban bunuh diri karena sering kena bully. Tindakan pembullyan ini entah kenapa tiap tahun selalu terjadi. Di sekolah, di kampus, di tempat kerja, bahkan di lingkungan perumahan pun terjadi tindak pembullyan. Dari mulai membully secara fisik (pemukulan) hingga pembullyan mental (hinaan, ledekan). Tindakan pembullyan ini sungguh meresahkan hubungan bersosial. Meski demikian, tindak pembullyan tersebut juga memiliki manfaat. Sama halnya dengan tindakan pencurian dan perampokan.


Bahkan, pemerkosaan sendiri memiliki tujuan yang mulia dan religius. Makanya sampai sekarang tindakan tersebut masih sering terjadi. Begini, akibat pemerkosaan, bisa terjadi kehamilan. Setelah itu, akan melahirkan seorang anak. Karena punya anak, dia menjadi seorang ibu. Dan karena sudah jadi seorang ibu, telapak kakinya akan menjadi surga. Berarti, pemerkosaan bisa mempercepat dan menambah jumlah surga.

Begitu pun dengan pembullyan, tindakan tersebut juga memiliki kebaikan. Karena dari beberapa orang yang mengalami/pernah dibully, justru menjadikan dia sebagai orang yang hebat.

Seperti Jadi Pemimpin Tertinggi GarudaFood

Namanya Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto, anak bungsu dari 11 saudara, tapi bukan keluarga Gen Halilintar yang yutup itu. Ketika masih sekolah, nama beliau jadi olok-olokan karena terkesan kampungan. Tak hanya itu, ketika boncengan dengan temannya menggunakan sepeda, temannya mengendarai sepeda dengan sembarangan sehingga membuat beliau gemetaran, betisnya kena roda ban belakang dan teman lainnya menertawakan.


bully

Karena sering dibully tersebut, dia jadi rendah diri, nilai-nilai pelajarannya hanya mencukupi untuk naik kelas. Namun, ketika sudah memasuki perguruan tinggi, beliau bertekad untuk membuat dirinya lebih dihormati dan tidak ada yang membullynya lagi. Dia sering memaksakan dirinya untuk berusaha untuk terus berprestasi. Perlahan dan pasti, dengan usahanya yang tiada henti tersebut, beliau bisa menjadi orang yang sukses.

Coba kalo beliau tidak pernah dibully, mungkin tekadnya untuk berprestasi tak akan muncul dan menjadikan dia orang yang biasa-biasa saja. Dari itu, kalo mau membuat orang sukses, bullylah dia.

Sebagaimana Tulus juga pernah mengalami

Karena memiliki postur tubuh yang besar, penyanyi terkenal—Tulus—dulu sering diejek dan dikata-katain sebagai gajah. Dia selalu kesal ketika dipanggil dengan julukan “gajah” tersebut. Bahkan ketika masuk kelas, dia diledekin kalo ruangan kelas nggak bakal cukup menampung badannya. Mendengar hal tersebut, esoknya dia sampai membawa ruang sendiri.

Karena nggak bisa membalas ledekan teman-temannya, Tulus malah mencari tahu lebih dalam tentang binatang gajah. Hingga akhirnya dia tahu, meskipun gajah besar dan lambat, tapi dia binatang yang kuat, saling membantu dan memiliki otak yang cerdas. Setelah itu, dia jadi lebih percaya diri. Bukannya mencoba menyangkal, dia malah mengiyakan dirinya seperti gajah.


bully

Karena pola pikirnya yang baru tersebut, dia lebih fokus mengandalkan kemampuan otaknya serta sifat kuatnya. Dan apa yang dia dapatkan kini? Sungguh membuat para pembullynya melongo. Ternyata pengalaman pernah dibullynya tersebut justru menjadikannya kuat.


Dibully Karena Memiliki Gigi yang Aneh, Jessie J Malah Jadi Terkenal

Bahkan karena gigi depannya yang seperti kelinci itu, Jessie J kecil dijuluki sebagai Alien dan Bugs Bunny. Tak cukup hanya diberi julukan, dia juga diberi lemparan batu oleh teman-temannya. Padahal lebih enak kalo diberikan mikropon. Bisa melunasi utang.

Ketika mengalami pembullyan tersebut, Jessie sadar kalo teman-temannya memperlakukan dia seperti itu karena Jessie memiliki keistimewaan. Dengan pemahamannya setelah dibully itu, dia kemudian menjadi pribadi yang kuat. Jessie juga bertekad untuk menjadi orang yang berpengaruh sehingga bisa menyuarakan isi hatinya untuk didengar orang lain yang mengalami hal serupa. Melalui lagu “Who’s Laughing Now” itulah, dia mengungkapkan semuanya. Dia berterima kasih karena pernah dijadikan lelucon, dibully, yang menjadikannya lebih kuat dan terus berkembang.


bully

Sering Digampar, Sekarang Jadi Rapper

Di sekolahnya, Eminem sering dibully hanya karena dia anak baru. Dia dipukuli dan diinjak ama teman sekolahnya. Emang udah takdirnya kali, ya, tiap ada yang baru, pasti selalu diinjak. Waktu kita pake sepatu baru aja, teman-teman lainnya juga berusaha menginjaknya, kan? Buat peresmian katanya. Berarti waktu itu Eminem sedang diresmikan.


Karena pembullyan itu, Eminem jadi sering murung dan tidak percaya diri. Dia bahkan sering bolos demi menghindari penganiayaan teman-temannya yang menjadikannya tertinggal kelas. Bahkan sampai di DO. Rendah diri tersebut berbuntut panjang, mempengaruhi seluruh aktivitas kesehariannya, bahkan hingga dia menikah pun. Saat dia sedang dalam keadaan yang tidak baik, Eminem pernah mencoba bunuh diri. Namun gagal.


bully

Setelah kejadian tersebut, dia memikirkan semuanya. Kalo dia meninggal dalam keadaan seperti itu, dia tidak bisa membalas perbuatan teman-temannya dulu. Akhirnya dia bangkit dan berusaha lebih keras lagi di dunia musiknya. Setelah mengalami lagi berbagai kejadian yang tidak baik, dia terus berusaha hingga akhirnya dia menjadi seorang Rapper yang mendunia. Kesadaran untuk menunjukkan dirinya lebih baik pada pembully itu menjadi salah satu penyebab kebangkitannya. Luar biasa sekali pengaruh pembullyan ini untuk kesuksesan seseorang, ya?

Demi Kebaikan Desa, Penduduknya Membully Seorang Anak Yatim Piatu

Yang nggak boleh, kan, memakan harta anak yatim atau menghardiknya. Namun, kalo menjauhi dan mengatainya anak siluman, sepertinya boleh. Dengan keyakinan seperti itu, penduduk desa Konoha melakukan pembullyan mental terhadap Naruto. Anak yatim piatu tersebut akhirnya tumbuh menjadi anak yang nakal karena dia merasa kalo menjadi anak baik pun tetap saja dibully.

Suatu ketika, Naruto sadar, orang membullynya karena dia bukan siapa-siapa. Sehingga dia berkeinginan menjadi hokage (pemimpin desa Konoha) agar dia bisa diakui dan dihormati oleh semua penduduk desa. Makanya dia menanamkan sikap pantang menyerah dalam dirinya. Hari demi hari, Naruto menjadi semakin kuat. Sikap pantang menyerahnya ternyata memberikan efek luar biasa. Dan kini, Naruto telah menjadi seorang hokage. Dibully sedari kecil malah membuat Naruto memiliki tujuan yang jelas. Terima kasih pada pembullynya.


bully


Dari itu, Mari Lakukan Pembullyan Agar Orang Suksesnya Makin Banyak

Bukankah keinginan bangsa ini untuk menyejahterakan rakyatnya? Kalo rakyatnya jadi orang sukses, berarti keinginan tersebut bisa tercapai. Berdasarkan data laporan tindak pembullyan oleh KPAI, dalam setahun terjadi lebih dari 3000 kasus pembullyan terhadap anak. Belum dihitung yang tidak melaporkan. Angka tersebut terus meningkat tiap tahun. Bahkan di tahun 2015 mencapai 6006 kasus.

Itu artinya apa? Indonesia dalam sekitar belasan tahun lagi akan memiliki banyak orang yang sukses. Misalkan saja Tulus dan Sudhamek tadi dibully di tahun yang sama dan sukses di tahun yang sama pula. Lalu ditambah dengan orang sukses lainnya yang dianggap berada di tahun yang sama seperti Tina Toon dan Afgan yang dulu pernah dibully juga. Berarti dari 3000 korban bullyan, kita kira-kira ada 12 orang sukses. Berarti, dengan pembullyan tersebut, ada 2988 orang yang trauma dan bunuh diri.

Namun meski demikian, yang penting kan bisa menciptakan orang yang sukses. Karena dengan pembullyan, sebenarnya kita membuat si korban tersebut jadi sukses. SEMUANYA. Beneran. Sukses membuat beberapa orang jadi lebih kuat, dan sukses meyakinkan ribuan orang lainnya untuk bunuh diri, daripada terus-terusan diperlakukan seperti itu. Yekan? Jadi, ayo membully.




Sumber Gambar:
http://dmy-official.blogspot.co.id/2016/05/akibatnya-kalau-kamu-membully.html
http://selular.id/kolom/2016/07/​teruslah-bergerak-dan-kau-akan-memenangkan-persaingan/
http://showbiz.liputan6.com/read/2608348/konser-di-amerika-tulus-bawa-misi-ini
http://showbiz.liputan6.com/read/2608348/konser-di-amerika-tulus-bawa-misi-ini
https://www.emaze.com/@ATQTLRTQ/EMINEM-Documentary
https://nanadaimeblog.wordpress.com/2016/11/19/selain-naruto-inilah-ninja-lain-yang-dapat-menjadi-hokage/
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Mari Membully Agar Makin Banyak Orang Sukses Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

35 komentar:

  1. Iya bang kalo yang dibully makin strong dan mau bangkit dari keterpurukan, nah kalo yang dibully makin drop dan makin stress, maka korban bunuh diri semkain bertambah. Bang bully saya dong, biar makin sukses kayak orang-orang diatas yang sudah lebih dulu sukses.

    Saya yakin mereka itu orang-orang yang punya mental baja dan gak terlalu peduli dengan pembullyan yang menimpa mereka, makanya mereka menjadi semakin sukses... Siip lang bang Hawadis... BTW siapa nih yang mau dijadiin korban bullying

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangnya kita nggak bisa meminta untuk dibully. karena takdirnya, bullyan itu yg kita benci, bukan yg kita inginkan.

      hahaha... yup. itu maksud tak tersuratnya. biar yg baca berpikir kalo mereka bisa sukses karna bermental baja. dan gasemua org punya mental baja. sehingga kalo dibully, lebih besar kemungkinannya untuk down dan milih bunuh diri.

      Hapus
  2. Bener! Ada banyak orang hebat yang lahir dari kisah-kisah suramnya di masa kelam, selain orang-orang di atas, yang aku inget, ada juga Oprah Winfrey yang pernah jadi korban bully dll. Tapi sepertinya itu juga tergantung pribadi masing-masing, ada yang bisa bangkit tapi ada juga yang putus asa dan merasa gak berguna karena diperlakukan 'semena-mena' oleh orang-orang di sekitarnya, alhasil mereka memilih untuk bunuh diri. Salut sama mereka yang bisa bangkit, entah itu bangkit dari keterpurukannya~

    Sejauh ini orang-orang sering melihat tindakan membully dari sisi negatif dan di tulisan ini aku sadar kalau bully ternyata ada sisi positifnya. Bully bisa membuat korban bully-nya jadi makin sukses. Sukses mengakhiri hidupnya. Sukses melarikan diri orang-orang jahat yang demen ngebully. Hmm~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Ada kalanya apa yg kita anjurkan, org lain malah melakukan sebaliknya. Apalagi kalo yg dilarang itu suatu kebiasaan.

      Makanya ini nyoba melakukan anjuran. Dgn nyelipin apa2 akibatnya. Itu yg sukses abis dibully cuma dikit, yg down dan bunuh diri malah ribuan. :D

      Hapus
  3. Naruto juga ikut nyelip ternyata hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena dibully adalah salah satu jalan ninjanya.

      Hapus
  4. unik juga ini, jadi tahu sisi lain dari yang namanya bully-an yang lagi hot-hotnya. punya sisi positip juga. tapi mungkin contoh diatas memang bener-bener orang yang "bangkit" dan ingin berubah kearah yang lebih baik biar nggak di bully lagi. lha kalau si korban bully malah merasa tertekan dan depresi, nggak punya semangat buat berubah, bakal banyak juga itu kasus-kasus bully yang ditangani pak polisi dan kawan-kawannya.

    aku masuk korban bully bukan ya? *tanya diri sendiri*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. itu tujuannya. Biar bisa tahu kalo suksesnya mereka karna punya mental baja. Lah yg dibulky dan gapunya... jadi, mikir2 lagi kalo mau membully. :D

      Hapus
  5. Korban bully yg bisa bangkit dan sukses gw yakin akan menceritakan kesuksesannya..

    Bagi mereka yg gak bisa bangkit, kemungkinan sudah gak bisa bercerita,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Itu bisa diijadiin quotes, Bg~ :-bd

      Hapus
    2. Gue bisa bangkit, tapi suksesnya belum kelihatan nih, Bang. Dan berarti gue cerita terus aja selagi masih bisa, ya. Daripada sudah nggak bisa cerita dan milih lenyap. :(

      Hapus
    3. Sabar, Yog. Selain karena sukses itu gak ada standar pastinya, sukses juga gak serta merta datang. Itu naruto aja nunggu gede dan nyelamatin banyak orang dulu. gacuma sekadar bangkit. Terus aja berbuat baik kayak biasanya, Yog. :-bd

      Hapus
  6. Jadi faktor apa ya yang bisa membuat merekka bangkit? Semangat? Mental? Lingkungan? Dna? Ehm...

    Sisi positifnya, semoga bisa menginpirasi korban-korban bullying, tapi tetap jangan ada bullying diantara kita dattebasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu yg temen2 lain udah menyimpulkan berdasarkan apa yg sudah mereka pahami. Rata2 karna mental dan semangat gak pwrnah menyerah. Saya gak bahas karna bukan itu tujuan tulisannya. :D

      Haahaha.. iya. Semoga aja bisa.

      Hapus
  7. Dulu selama setahun saya jadi target bully tetap seseorang, tapi sampai sekarang gak sukses.. gak sukses merebut hatinya *lah*
    Apa karena dulu malah kesenangan dibully bukannya menderita, makanya gak sukses ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa dah itu yg suka ngebully Wiii? Eh, kalo sampe kesenengan gitu, namanya bukan bully tp dibahagiain. :)

      Hapus
  8. sama kayak cara pdkt jaman dulu, yaitu dengan ngebully gebetan, gebetan kesel, pembully minta maaf, dan mereka jadian. Begitulah. Jadi, kalau mau dapat jodoh, bullylah semua gebetanmu.

    Niscaya akan segera............dipolisikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... iya yak. di Ftv masih banyak adegan begitu sih, Man. dibully mulu, eh, jatuh cinta. xD Kupernah kagak ya ngebully dgn tujuan begitu?

      Hapus
  9. Tulisan satirenya bisa banget anjir. Hahaha. :))

    Dengan banyak kasus pemerkosaan terus lahir anak. Surga ada di bawah telapak kaki ibu, dan karena pemerkosaan surga pun bertambah banyak. BAGIAN INI JUARA! Wqwq.

    Eh, itu 2.918 dapet dari mana? Yang 3.000 - 12? Bukannya 2988? :| Gue juga pernah di-bully SD-SMP, tapi sekarang belum sukses, Haw. Semoga aja nggak termasuk yang sisa dari ke-12 orang itulah. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah iya... kenapa angkanya segitu. Sik sik tak betulin lagi. Makasih Yog... :-Bd

      Bukan ya udah? Itu surat kemaren. Eh ini yg nanya yoga apa yg ngerasukinnya? xD

      Selama ada yg menemani dan menguatkan, sehingga punya tujuan, inshaallah nggak Yog. Walo gak sesukses mereka yg jadi org besar, setidaknya bisa sukses untuk terus bahagia bersama org yg memberi tujuan itu. :)

      Hapus
  10. Iya Mas Aji. Karna kita gabisa tau mental seseorang, jadi jgn membully. Karna salah bisa membuat org down dan bunuh diri.

    BalasHapus
  11. Membully sama seperti menolong. Ada orang yang di tolong malah gigit ada yang di tolong balas budi. Seperti halnya di bully ada yang tambah kuat dan sukses tapi ada yang malah bunuh diri. Sedih..

    Semua itu tergantung mentalnya sih..

    Tapi yang herannya itu ada orang yang emang seneng di bully 😂😂

    Tapi lebih baik di bully atau membully?? 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ada yg seneng ketika dibully, itu mah bukan bully namanya. xD Konsep bully kan adalah perbuatan tidak menyenangkan yg dilakukan berulang-ulang pada seseorang.

      Lebih baik tidak berkata "ah" kepada orangtua sih kalo kata Kang Rido.

      Hapus
  12. gigiku dulu juga jelek banget dan aneh. sempet di panggil ginong dan ingeeet aja sama orang itu sampe sekarang. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. saya malah diledekin gipong sigi waktu kecil, Sha.. xD

      Hapus
  13. Bangkay aku kezel bet. Tadi komen dua kali, panjang, tapi gagal. Pas pertama komputernya matek. Yang kedua, Google Chrome-nya terkeluar sendiri. Huhuhuhu. Taeeeeeek.

    Mungkin karena aku komennya ke blog yang taek sih ya. Bahasan soal pemerkosa bikin ngakak anjer. Brengsek sih kalau dibaca-baca. Tapi ya ngakak. Hahahahaha. Itu yang mau kamu masukin ke postingan Cosplay Hipwee kah, Haw?

    Dan setiap contoh orang sukses karena bullyan itu dijelasinnya dengan cara yang bikin ngakak. Terutama yang Tulus sih. Bangkay lah bawa2 lagu Ruang Sendiri. Dan bangsatnya sih ada junjungan sekaligus Ayah angkatku. Emineeem!!! Hahaha. Ternyata kamu yang pecinta Via Vallen garis keras ini 'peka' sama kabar musisi dunia macam Eminem juga yak, Haw. Jangan2 dulu kamu emang idolain rapper yak? Makanya pernah pose ala rapper tahun 90an gitu?

    *insert foto Haw bertopi dan berhoodie*

    Hmmmm baca postingan aku jadi mikir, jadi tak apa kalau kita membully teman sesama blogger, Haw. Niat kita baik. Yaitu ingin membuat dia menjadi orang sukses. Yuhuuuu~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... salah sendiri punya niat gabaik. xD

      Iya Cha. Kemaren kalimat iyu jadi salah satu yg diapus. Rada gimana2 gitu. Tapi yaudahlah, moga aja gak melanggar etika.

      Pernah kujadiin twit dulu yg tulus itu. Btw, sebelum mencintai dangdut, saya emang suka ama musik rap, RnB. Sayangnya setelah itu kesukaan bermusik saya mendadak belok ke lagunya kangen band.

      Padahal bisa insert langsung potonya di sini. Hahaha...

      Iya sukses. Sukses memutuskan untuk menjauh dan gamain twitter sesering sebelumnya. :D

      Hapus
  14. sebuah ajakan yang sesat ini mah hahaha. tergantung orang yang dibully juga sih, kalo dia kuat mental dan pengin buktiin sesuatu ke orang yang dibully ya bisa sukses, kalo dia rentan, ya... makin banyak kasus bunuh diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahajaha... iya Pung. Cukup pegang keyakinan kalo tergantung mental orgnya aja itu udah cukup buat gak membully. :-bd

      Hapus
  15. Pernah dengar memang banyak orang yang sukses berawal dari bullyan, tapi gak semua orang sukses lahir dari bullyan juga ya, Mas. Aku pribadi belum pernah dibully sampe sadis sih, tapi setiap dibully selalu teringat, bahkan sampe sekarang ini.

    Pernah guru bilang gak enak sampe nyelekit ke hati, smpe sekarang keingat..haha
    Tapi tak ada gunanya juga kalau kita terus mengingat hal-hal yang tak bermanfaat, ya, seperti bullyan orang terhadap kita.

    Dari situ suka terlontar, "ngapain aku mikirin bullyan itu, aku harus bisa, kuat". Dari situlah biasanya jadi kuat, tak gampang putus asa. Siapapun yang membului gak seharusnya dibalas dengan bullyan lagi ya, Mas.

    Biarlah Allah yang membalas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga pernah itu dikatain ama guru ketika esde. Sampe saya gamau pergi ke sekolah karna temen2 jadi ngatain kayak guru itu.

      Saya juga gak pernah berniat untuk terus mengingat bulkyan org sih, hanya saja ketika dalam keadaan yg mirip2 kala dibully, jadi terkenang lagi ama sakitnya. :(

      Hapus
  16. Bahasannya serius namun bahasanya santai. Mantap djiwa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya emang gabisa ngebahas dgn lebih serius sih. Masih cetek ilmunya. xD

      Hapus
    2. Cuma mauk pamer

      Eh aku dah pernah lo ketemu pak sudhamek, pas dulu liputan luar pulsu satu pesawat dg bliau, naiknys klas ekonomi.padahal orang tajir #humble bgt kan ya brarti mah

      Hapus
    3. Orang di pesawatnya juga paling pada gak kenal ama Pak Sudhameknya ya mbak. Iya. Karena bermewah2 demi kesenangan pribadi mungkin bukan jalan karirnya, Mbak.

      Hapus

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~