Bagaimana Cara Kerja Pintu Otomatis di Hotel, Rumah Sakit atau Mall?

Assalamu’alaikum…

Ketika jalan-jalan ke mall dulu, saya sempet terkejut karena pintu masuknya membuka sendiri. Setelah masuk, saya memperhatikan pintu tersebut terus-terusan. Tiap ada yang mau masuk atau akan keluar, pintu tersebut selalu terbuka sendiri. Sebenarnya, apakah ada manusia yang menjadi operator khusus membuka dan menutup pintu tersebut dari ruang kendali?

Tentu saja tidak. Jika harus membuka dan menutup pintu tersebut, padahal mall merupakan tempat yang ramai lalu lintas manusia, akan merepotkan. Belum lagi kalo ada unsur teledor atau khilaf yang mengakibatkan telat membuka pintu dan menyebabkan orang yang mau melintas jadi menabrak pintu yang belum terbuka.


sensor

Lalu, bagaimana cara kerja pintu otomatis tersebut?

Jika diperhatikan lebih seksama, di bagian atas pintu otomatis biasanya terdapat sebuah alat sensor. Sensor tersebut mengeluarkan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi di luar spektrum visible, yang artinya tidak kelihatan. Seperti gelombang mikro atau gelombang ultrasonik. Gelombang tersebut dipancarkan secara terus-menerus ke berbagai arah yang menjadi tempat orang-orang melintas untuk keluar/masuk. Setelah dipancarkan, gelombang itu akan dipantulkan kembali oleh permukaan benda yang ditabraknya dan kembali masuk ke sensor.


sensor

Si sensor tadi akan menghitung waktu yang diperlukan oleh gelombang yang dipancarkan untuk kembali. Ketika hanya menabrak permukaan lantai, tidak ada perbedaan waktu yang terjadi saat gelombang dipancarkan terus-menerus. Namun, ketika menabrak benda lain, misal manusia atau barang bawaannya, gelombang akan kembali lebih cepat.


sensor

Karena waktu kembalinya lebih cepat, sensor akan merespon dengan membuka pintu. Setelah objek yang memotong lintasan gelombang melewati area yang diberi sensor, kecepatan gelombang akan kembali menjadi normal karena hanya menabrak permukaan lantai. Saat itu, sensor akan memberi respon untuk menutup pintu.

sensor

Namun, mekanisme sensor tadi bukan satu-satunya yang digunakan metode yang digunakan untuk membuka/menutup secara otomatis. Ada juga yang menggunakan sensor tekanan. Pada metode tersebut, sensor diletakkan di bawah lantai dekat pintu. Sensor tersebut seolah menjadi timbangan digital yang memberikan respon untuk membuka ketika terjadi perubahan beban dan menutup ketika bebannya kembali normal. Selain itu juga, terdapat sensor inframerah yang memberi respon untuk membuka/menutup dengan mendeteksi panas tubuh manusia.

Sebagai antisipasi, pada pintu otomatis biasanya dipasang lebih dari satu sensor. Sehingga jika salah satu sensor tidak berfungsi, sensor lainnya bisa mengambil alih.

****

Lalu, bagaimana cara kerjanya pintu hati manusia?

Disadari atau tidak, pintu hati manusia juga memiliki sistem otomatis. Pada tiap manusia, terdapat sensornya sendiri yang dipancarkan ke barbagai hal. Biasanya disebut sebagai kegemaran dan ketidaksukaan. Jika sensor menangkap hal yang menjadi kegemarannya, dia akan merespon pintu hatinya untuk membuka. Sedangkan jika sensor tersebut mendeteksi ketidaksukaannya, pintu hatinya akan dibuat menutup.
sensor
Misal, ada orang yang kegemaran/kesukaannya nonton FTV dan ketidaksukaannya dengan rokok. Untuk membuka hatinya, buatlah agar sensor kegemarannya mendapat respon. Ajak membicarakan tentang jalan cerita FTV, judul-judul FTV atau artis-artis yang sering nongol di FTV. Niscaya, dia akan selalu membuka hatinya untukmu. Begitu pun ketika melakukan hal yang membuat sensor tidak sukanya yang aktif, misal merokok di dekatnya, perlahan, dia akan makin menutup pintu hatinya.

Berdasarkan hal itu, makanya sejak dulu orang-orang kalo mau PDKT biasanya mencari tahu kesukaannya orang yang dituju terlebih dulu. Biar pintu hatinya otomatis membuka. Juga mencari tahu apa-apa yang tidak disukainya agar tidak melakukan hal-hal yang membuat pintu hatinya merespon untuk langsung tertutup.

Namun, sensor pintu hati manusia tidak hanya tentang yang disukai dan yang tidak disukai saja

Ada juga sensor perhatian dan sensor tekanan. Cara kerjanya, seseorang akan memancarkan gelombang ke berbagai arah untuk mendapatkan perhatian. Gelombangnya berupa gelombang unvisible  yang tidak bisa dilihat secara langsung kalo dia minta perhatian. Seperti sering membetulkan poni rambut untuk minta diperhatian kalo habis potong poni. Dia sering cemberut memainkan jarinya, minta diperhatikan kalo habis potong kuku dan ternyata gak bagus ketika diberi pewarna. Atau sering ngajak dansa, minta diperhatikan kalo habis potong bebek angsa. Sensor perhatian ini biasanya yang digunakan untuk memulai pendekatan kala belum/sembari mencari tahu apa yang menjadi kesukaan.

Untuk sensor tekanan, biasanya dia lebih memancarkan gelombangnya melalui media sosial. Membuat kalimat demi kalimat yang menunjukkan kalo dirinya sedang dapat hal tidak baik dan mengatakan kalo dirinya kuat. Padahal sebaliknya, dia ingin ada yang menenangkan kala dirinya merasa tertekan seperti itu.


sensor

Misal, dia update status kalo habis bertengkar dengan keluarganya atau pasangannya. Biasanya dia akan menutup statusnya dengan status lain yang menunjukkan kalo dia bisa melakukan lebih. Saat itu, DM saja, tanyakan kenapa atau langsung bercerita kalo kita pernah mengalami hal serupa. Ketika sensor tekanannya mendapatkan tanggapan, dia akan otomatis membuka pintu hatinya. Perlahan, kita akan makin aktif di chat-an, menjalin keakraban dan kedekatan. Sensor tekanan ini yang paling sering dimanfaatkan seseorang untuk mengajak bermesraan tanpa ketahuan pasangan.

Kalo yang ini sensornya berupa yang besar-besar -->> Baca juga

Ada juga sensor pandangan dan sensor keuangan. Sensor pandangan mengeluarkan gelombang yang akan aktif ketika melihat lawan jenis yang berwajah rupawan. Sedangkan sensor keuangan akan aktif apabila melihat lawan jenis yang terlihat mapan. Dari mana terlihat mapannya? Biasanya dari seragam dan kendaraan.


sensor

Lalu, kalo untuk seseorang yang memancarkan gelombang sensor yang tidak mau didekati, bagaimana mendekatinya? Sensor tidak ingin didekati, berarti kalo kita tidak mendekatinya, sensornya akan merespon. Datangi dia sesekali, tapi sebentar. Pancing sensor lainnya untuk membuka terlebih dulu. Misal sensor perhatiannya dengan memberi perhatian. Tapi ingat, setelah memberi perhatian, langsung pergi begitu saja seolah kita tidak tertarik. Intinya, dekati sering tapi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Perlahan, pintu hatinya akan terbuka secara otomatis. Setelah pintu hatinya terbuka dan dia ingin bisa lebih lama bersama, hentikan datang dan perginya. Manfaatkan untuk coba perhatian dengan selalu ada. Dan jangan sekali-kali meninggalkannya lagi, karena bisa menimbulkan ratapan merana.

Dari itu, jika mau PDKT atau nikung, kenalilah sensor pintu hati apa saja yang ada pada sasaran. Dengan mengetahui sensor yang dipasang oleh seseorang, kita bisa mencoba berbagai cara untuk membuat pintu hatinya otomatis terbuka tanpa perlu susah payah memaksa.

sensor
“Ilmu tentang gelombang pada sensor pintu otomatis memang tidak bisa dipakai untuk membeli siomay. Tapi dengan ilmu tersebut, bahkan tukang siomay sekalipun bisa mendapatkan pasangan.”


Salam V-sika.
(Baca: Peace-sika)



Sumber Gambar:
https://detektif-fisika-doni.blogspot.co.id/2015/03/bagaimana-pintu-dapat-membuka-menutup.html
https://pdsahabat.com/id/memahami-jenis-jenis-sensor-yang-dipasang-pada-pintu-otomatis/
https://adewambeng.blogspot.co.id/2016/03/cara-kerja-pintu-otomatis-dengan.html
https://twitter.com/WhulanRW/status/883645943962148864
http://cchc-herald.org/eu/?page_id=2763
http://www.gambar-katakata.com/kumpulan-gambar-chat-lucu-gokil-kocak/
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Bagaimana Cara Kerja Pintu Otomatis di Hotel, Rumah Sakit atau Mall? Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

20 komentar:

  1. Baru ngikutin V-sika lagi, dan endingnya selalu ada tukang siomay. Jadi laper. :))

    Dulu sempet ngira juga ada yang mencetin tiap kali ada orang mau masuk, karena di pabrik tempat biasanya saya main sistem gerbangnya begitu. Sistem pintu otomatis ini juga ada ya di Indomarket? Cuma dia otomatis ramah. Ada pengunjung selalu diucapin selamat datang. Hmmmm, jadi inspirator boleh juga nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tukang siomay yang bikin artikel ini, Rob...

      Mainannya.. ke pabrik men.. :-d iya juga, Ya, kalo di indomarket itu tiap ada yg masuk pasti dosambut salam, senyum dan tawaran pulsa. soalnya udah jadi aturan mereka, kalo nggak begitu, mereka bakal ditegur bosnya atau acosnya. insirator dalam mewujudkan cita-citamu menjadi zarry hendrik, ya, Rob?

      Hapus
  2. pertama kali bisa ngrasain pintu ini di dunia nyata rasanya udik banget haha
    biasanya liat di tivi-tivi gitu ya biasa aja, ee pas nglewati ni pintu, kok ya keren ya? *nah...udik banget kan saya?

    kalau saya paling gampang kena sensor pandangan sepertinya ini. lihat ada yang "seger" dikit, langsung lah pasang muka cool XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. sama.. pertama kali saya malah sengaja bolak balik, kayak maju mundur tapi gak sampe cantik gitu. cuma buat pen tau pas langkah di mana pintunya bakal gerak. :D

      wahahaha... nebarin sensor seger berarti yak. :ng

      Hapus
    2. nanggung kak, kalo udah maju mundur tapi gak sampai cantik, duh, ini kenapa ngakak banget gue xD

      *brb motongin semangka* seger gak?

      Hapus
    3. Kalo sampai cantik makin repot, Uwiiiii... Saya lakik, jadi kalo cantik mesti ngumpulin tutup sprite dan dijadiin kecrekan buat beraksi di lampu merah. di salon udah nggak diterima.

      Seger banget itu, Wi... :D

      Hapus
  3. Kalimat terakhirnya dalem.... Dan please, Haw. Jangan dijawab dengan bawa-bawa sumur yak. Nanggepin aku bilang dalem gitu.

    Itu kenapa dah bawa-bawa potong bebek angsa. Huhuhuhu. Taek.

    Dan taek juga sih. Aku ngakak yang bagian habis potong poni. HAHAHAHAHAHAHAHAK. Aku sering kayak gitu dulu. Pengen banget disadarin kalau aku punya poni baru. Pengen juga diacak-acak gitu. Aaaaarrrgh~

    Juarak dah Haw kalau soal v-sika. Hati ternyata punya sensor juga. Dan sensornya banyak. Sensor pandangan sih kayaknya nggak berpengaruh banyak di aku. Apa ya. Kalau aku lagi pedekate or aku yang suka sama orang duluan, sensor obrolanku sih yang bekerja. Heleh bekerja. Maksudnya.... Aku bisa jatuh cinta sama cowok yang ena diajak ngobrol, berwawasan luas, dan punya kegemaran. Seru aja denger cerita2nya seputar kegemarannya. Eh itu masuk ke sensor tentang yang disukai ya. Ya pokoknya gitu deh, Haw. DAN... Aku baru sadar kalau lagi deket sama cowok, yang ena diajak ngobrol, yang membuat sensorku mengeluarkan gelombang yang aktif, jarang berlanjut ke tahap lebih dari teman. Biasanya dia nganggap kalau aku teman perempuan yang ena diajak ngobrol doang. Bukan teman lebih dari sekedar teman. Sebatas itu. Rasanya cuma satu mantan yang dulu bilang kalau suka karena aku anaknya ena diajak ngobrol apa aja. Ya tapi tetap ujung-ujungnya putus juga. Hahaha. Sensor pandangan ada di cowok banget. Aku jadi mikir begitu, Haw.

    TAEK. MALAH CURHAT.

    Btw.... paragraf terakhir postingan ini aku mikirnya kamu satir soal pedekate yang pake sistem tarik ulur sih. Datang ngilang datang ngilang. Apakah aku benar, Haw?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar pas, Cha, sama-sama mau nunjukin abis motong...

      berbicara tentang poni, ternyata kamu dari dulu emang suka tampil ponian gitu yak, poni rata menutup dahi. :ng

      Curhatnya kebangetan... jadi selama ini ketika menemukan orang yg bisa mengaktifkan sensor obrolan, gapernah jaid lebih dari sekadar teman? ya berarti emang dianya nggak ada tujuan untuk lebih, Cha, harusnya kamu yg nyari sensornya dia berupa apa lagi. itupun kalo kamu mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

      Mantan yang mana? Sebut Nama! Bukan Andy F Noya, kan?

      sayangnya nggak sih. bertindak begitu sampe si sasaran tergaet dna pengin bisa lama bersama. kalo udah sampe tahap sana, ya, jangan lagi. Abis ini aku tambahin lagi deh biar gak salah makna.

      Tapi kalo kamu smape mikirnya lain, kayaknya kamu boleh ini Cha jadi pemilovesofi Vsika kalo aku lagi males bikin. haahahak..

      Hapus
    2. Kak Icha curhatannya sedih, ya. :(

      Hapus
    3. Kasiin bahu dan tisu mejik gih, Yogs~

      Hapus
  4. Formula V-sika emang selalu gitu, Mas. maaf-maaf aja kalo jaraknya jauh.. :D

    iya, udah saya sebutkan juga di atas kalo ada sensor tekanan juga yg diletakin di bawah lantai deket pintu. jadi kepingin nonton Toys Story lagi ini.

    BalasHapus
  5. Gue pernah tuh dapet pintu otomatis yang sensornya lambat. Lagi buru-buru karena udah ditungguin temen di mal, pas mau nonton, eh itu pintu masuknya malah bikin gue makin terlambat. :(

    Sayangnya, pas dia membuka pintu masuk ketika menanggapi sensor kita yang berusaha jadi temen curhat, yang mana ketika dia lagi berantem sama pasangan. Itu suka bikin baper. Niatnya cuma dengerin, eh dianya baper. Atau pedihnya, kitanya baper. Tapi ya, itu ada kemungkinan jadi selingkuhan seperti apa yang lu tulis.

    Aduh, kok ini kayak pengalaman pernah jadi pelarian orang, sih. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama nih sensor pintu di kantor lama lemot banget, gue udah lari dari jauh nyaris nabrak tuh pintu -_-

      kayak pernah nih di ajak ngobrol dan hang out pas lagi ada masalah sama pasangannya aja, dan gue gak nyadar jadi pelarian, sedih...
      *ngapa gue ikutan curhat, sih* :(

      Hapus
    2. Yogs:

      Hahaha... itu mungkin pake satu sensor aja apa ya buat menghemat anggaran. Tapi kesian sih kalo lagi buru2 gitu malah nggak bisa masuk. Mungkin lain kali mesti disedian palu di deketnya.

      Kalo kata pakar psikologi twitter, selingkuh itu pasti. karena sosialisasi memfasilitasinya. Tapi bagaimana kah kita menyikapinya itu yg penting. kalo kita niatkan selingkuh, ya jadi, kalo nggak ya nggak bakal. kata beliau pula, laki-laki kalo mau selingkuh, perlu rencana yg matang, perlu waktu khusus. sedangkan perempuan, kapanpun ada waktu kosong, dia selingkuh, perempuan nggak pernah punya niatan untuk sleingkuh, tapi tau2 udah selingkuh aja. jadi kalo sampe ada yg baper, kembalikan lagi ke niatnya.



      Uwiiii:

      Mending nggak kebuka, wi. daripada kejadian lagi buka korden pintu kamar yg gada pintunya eh isinya cowok semua~

      Pastiin dulu, wi, itu pelarian atau bukan. tiap orang emang punya kesibukan sendiri. tapi tiap org juga punya jam senggangnya. coba hubungi beberapa kali di waktu yg bebeda di waktu senggangnya. Kalo dia ngebales chat terus2an atau ngeiyain diajak hangout, berarti itu beneran pengin ngobrol/bersama. Bukan pelarian. :) tapi perihal pelarian, saya juga pernah eee.. beberapa kali ngalamin sih. :D

      Hapus
  6. Bang, kalo sensor di RS tempatku koass malah gak bisa nyensor keberadaanku, bang. Jadi kalau mau lewat pintu itu, aku harus sama orang lain, gak bisa kalau sendiri. Nah itu gimana dong? :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa iya begitu? Sensor apa emangya yg dipasang, Dar? Kalo sensor tekanan sih mungkin yak, kali aja gacukup karena ada error standar minimal tekanannya jadi mesti bersama-sama. tapi kalo org lain yg massanya sama dan sendirian, terus bisa. ya, kamu mesti ke bengkel buat periksa, Dar. Atau karena itu mensyaratkan rame2, mungkin itu bukan sensor tekanan/gelombang, tapi sensorak-sorak bergembira. @@,

      Hapus
  7. Lucu dan sedih ngebaca komen di atas. Aku juga sempat ngirain pintu di mall dan hotel itu ada pake remote, ternyata otomatis.

    Aku juga sama kaya Icha. Sensor pandangan itu gak berlaku buatku. Buktinya aku dibuli dama temen gegara menurut mereka orang yang ku sukai jelek! 😂😂
    Ya gimana ya. Akukan sukanya karena ketaatannya sama agamanya dan prestasinya. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Njir. Ini dari sensor pintu ke sensor pintu hati. Bikin yang komen berujung curhat!! 😂😂

      Hapus
    2. Kita semua berasal dari ketidaktahuan, Rum...

      wa wa wa... bagi teman2 yg mau mendekati arum, silakan sensor yg berkaitan tersebut diperkuat~ :D

      Hapus
  8. Tapi tenang aja, Mas. Di sini gabanyak nyebutin rumus kok.. :D

    BalasHapus

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~