V-sika #15: Gelas Kaca Tebal Lebih Mudah Pecah Dibanding Gelas Kaca Tipis Saat Diberi Air Panas ~ Production Haws

V-sika #15: Gelas Kaca Tebal Lebih Mudah Pecah Dibanding Gelas Kaca Tipis Saat Diberi Air Panas

Assalamu’alaikum...

Ada banyak bentuk penyajian minuman, mulai dari yang dingin sampai yang panas. Ternyata, dalam penyajiannya, material gelas yang digunakan juga harus diperhatikan. Seperti minuman panas yang lebih disarankan disajikan dalam gelas kaca dibanding gelas plastik. Namun, ketika menuangkan air panas ke dalam gelas kaca, sering dijumpai gelas kaca yang digunakan tiba-tiba retak/pecah. Padahal gelas kaca tersebut cukup tebal. Anehnya, saat air panas yang sama dituangkan ke dalam gelas kaca yang lebih tipis, malah tidak terjadi apa-apa. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

v-sika

Ukuran suatu zat akan bertambah ketika dipanaskan (memuai). Hal ini terjadi karena saat diberi panas, energi partikel-partikel tersebut bertambah. Akibatnya, partikel-partikel ini akan bergerak lebih cepat secara acak dan memerlukan ruang yang lebih besar.

Ketika air panas dituangkan ke dalam gelas kaca, energi dari air panas tersebut akan merambat ke dinding gelas, mulai dari bagian dalam hingga bagian luar. Proses pemuaian searah dengan rambatan energi tersebut. Jika dinding gelas kaca tipis, energi panas akan tersebar secara bersamaan ke seluruh bagian dinding gelas. Sehingga, dinding gelas tidak akan pecah.

Jika gelas terbuat dari kaca yang cukup tebal, energi panas akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyebar ke seluruh bagian gelas. Ketika bagian dalam telah memuai cukup besar, bagian luar gelas belum memuai sama sekali. Akibatnya, dinding gelas bagian dalam akan mendesak bagian luar dan menyebabkan gelas menjadi retak/pecah.

Semakin panas air yang dituangkan ke dalam gelas kaca, kemungkinan pecahnya semakin besar. Jika air yang dituangkan tidak terlalu panas, energi yang diberikan tidak cukup untuk membuat gelas memuai secara signifikan. Jadi, meskipun tebal, gelas kacanya tidak akan pecah.

Untuk menurunkan risiko pecahnya gelas, kita bisa meletakkan sendok logam di dalamnya. Logam merupakan penghantar panas yang baik, sehingga energi yang berasal dari air panas lebih banyak diserap oleh sendok. Hal tersebut akan mengurangi energi yang merambat ke dinding gelas.

*****
Sama seperti gelas kaca, orang yang imannya tebal juga cenderung lebih mudah ‘pecah’ dibandingkan dengan yang imannya tipis saat diberi sesuatu yang ‘panas’. Banyak orang yang beranggapan “kalo imannya tebal, dia nggak bakal tergoda ama pakaian ketat mini”. Padahal itu salah, justru orang yang imannya tebal akan merasa lebih bergejolak.

Prosesnya hampir sama kayak pecahnya gelas kaca tebal saat diberi air panas. Tiap manusia telah dibekali nafsunya masing-masing. Ketika melihat sesuatu yang ‘panas’, terjadi peningkatan rangsangan. Peningkatan tersebut berawal dari dalam (keinginan) dan terus merambat hingga keluar (tindakan).

Pada orang yang imannya tebal, rangsangannya akan memerlukan waktu lama agar terjadi suatu tindakan. Akibatnya, akan terjadi penumpukan rangsangan dalam dirinya dan terus mendesak untuk keluar (bertindak). Dan jika tidak dilakukan penjinakan, akan terjadi suatu ledakan (tindakan terlarang).

v-sika
"Suka geregetan ngeliat yang 'panas-panas" - Udin, santri teladan
Beda halnya dengan orang yang imannya tipis, saat melihat sesuatu yang ‘panas’, sangat mudah baginya untuk bertindak. Goda, senggol, raba, elus, isep udah biasa. Belom lagi kalo punya pacar yang sama tipis imannya. Tinggal ngajakin. Nggak perlu melakukan tindakan terlarang dalam bentuk paksaan.

Lantas, gimana dong solusinya bagi yang imannya tebal?

Tipisin aja imannya. Hahaha. Nggak-nggak, becanda kok. Sama seperti fungsi sendok logam, untuk menjinakkan rangsangan tersebut, disarankan untuk meningkatkan ibadah sunnah. Puasa salah satunya. Mumpung bentar lagi Ramadan, nih.

Jadi, jangan salah kaprah lagi dengan mengatakan orang yang imannya tebal nggak bakal tergoda sama pakaian ketat mini. Justru itu godaan besar bagi mereka. Makanya mereka melarang pakaian ‘panas’ tersebut secara tegas, bahkan cenderung keras. Iya, mereka. Saya sih nggak.

*ampun dah, postingan macam apa ini*



"Ilmu tentang pemuaian pada bagian gelas kaca saat diberi air panas memang tidak bisa dipakai untuk membeli somay. Tapi dengan ilmu tersebut, kita nggak perlu terbengung bego melihat gelas kaca tiba-tiba pecah saat mau bikin kopi. Lumayan menghemat gelas kaca untuk keperluan lain. Buat pertengkaran dengan pasangan, misalnya." 

Salam V-sika.
(Baca: Peace-sika)



Sumber referensi dan gambar:
https://detektif-fisika-doni.blogspot.com/2012/08/mengapa-gelas-kaca-yang-lebih-tebal.html
https://www.ayomoveon.com/2014/09/maafkan.html
https://salamisimon1.blogspot.com/2011/03/masakan-jawa-sunda-di-restoran.html

Previous
Next Post »

107 Comments

  1. dari gelas ke iman.
    analogi yang keren haw.
    salutd~

    gue rada setuju sama kekerasan mereka melarang berarti karena mereka (yg imannya tebal) rada takut kegoda ya, jadi 'mereka' itu melakukan itu agar supaya itu. iya gitu.

    ini gue komen apaan sih, coba jelasin dengan ilmu fisika deh~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gitu, Bang. Karena alasan begitu makanya mereka melakukan hal itu. Tapi meskipun begitu, banyak orang yang tidak suka dengen tindakan itu, tapi itu semua untuk tujuan seperti itu. Biar kehidupan jadi begitu.

      Delete
    2. membaca komentar teratas, saya juga menyatakan salut dengan analoginya sungguh bikin hati ini teriris bagaikan oleh sembilu membaca gelas tebal lebih rapuh dibandingkan dengan gelas tipis...aneh ngga yah?

      Delete
    3. (((TEIRIS BAGAI OLEH SEMBILU))) hahaha... mau aneh ato nggak, yang penting sehat.

      Delete
  2. Paling bisa deh hubung-hubungin sesuatu. Dan analogi gelas untuk iman itu cerdas. Hahahaha. Ternyata saya yang termasuk imannnya tebal. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa wa wa... hati-hati, Bang kalo ngeliat yang 'panas-panas'. :D

      Delete
  3. Hmmmm.... Gelas yaa? Gue dulu pernah jadi asisten mamang tukang bakso...

    Dan teori lo bener. Gelas yang biasanya dipake iklan extrabross kayak gitu sering gue pecahin saat nuang air yang baru mendidih buat bikin teh..

    Mamang gue bilang, kalau mau langsung kasih gula dulu buat peredam baru masukin air panasnya. Ibaratnya gula disini kayak yang sunah sunah itu kali yaa?

    *tsahhh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang gula ini aku baru tahu, Ji. Kayaknya bener sih, karena ada penambahan masa/zat lain, jadinya energi sebagiannya mengarah ke zat tersebut.
      |o|

      Delete
  4. Kalo gelas ada sencok buat mencegah agar tidak retak/pecah. Kalo Iman ada sholat yang membuat iman kita tetap tebal dna nggak mudah rapuh :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bang. Hal itu (ibadah wajib) yang membuat iman jadi makin tebal. dan hal sunnah untuk menjaga dan melindunginya.

      Delete
  5. dari gelas ke iman.. terlihat seperti memaksakan sih bang, tapi bener juga sih.. wkwkwk kebanyakan yang melarang cewek2 memakai pakaian ketat itu yang imannya tebal.. wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan emang semua bahasan v-sika di sini maksa semuaaaa~ :D

      Delete
  6. Haha ini gelas gelas kaca berarti iman iman yg tebal. Klo gue cenderung jd sendok. Apasih haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan lah jadi sendok, bisa bantu Isyana Sarasvati waktu makan bubur.

      Delete
  7. Kamu emang jagonya hubung-hubungin kayak gini How. Selama jadi blogger, aku nemuin blogger yang unik dengan genre yang berbeda. Yaitu kamu How.
    Yang jadi pertanyaanku, kamu kok bisa secerdas ini. Selali punya ide cerita yang menurutku brilian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelihatannya aja cerdas, Pak. Karena ada materi pelajarannya. aslinya mah... ... :p

      Delete
    2. Suka banget sama orang-orang yang jujur kayak gini.

      Delete
  8. ahaha :D
    bner banget mas haw, yang tebal iman lebih bergejolak karna jarang liat, beda dengan imannya tipis ga terlalu bergejolak karena udah biasa/sering liat :ng

    btw ditunggu lanjuran cerpen yang kmren. masih penasaran sama lanjutannya -_-

    ReplyDelete
  9. Setelah baca ini, aku jadi berpikiran kalau imanku....... tipis, Haw. Huahahaha. Huhuhu. Entah mau senang atau mau sedih.
    Kalau diibaratkan sama gelas, mungkin aku ini gelas plastik. Alah, apasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama. Tebelin dulu kali ya. Mumpung bentar lagi Ramadan.

      Justru kalo gelas plastik gak boleh dijadiin wadah minuman panas. Sangat tidak baik.

      Delete
    2. Iya, bentar lagi. Horeeeeee. Tebelin iman walaupun dompet gak bisa ditebelin. Lah, jadi curcol.

      Oh gitu ya, Haw. Bodohnya, baru tau. Jadi selama ini aku salah minum milo panas pake gelas plastik :( Huaa, cewek gak selalu benar.

      Delete
    3. Aku dulu pernah kena marah karena nyajikan minuman panas di cawan plastik. Bisa mengganggu kesehatan kabarnya.

      Delete
  10. Hehe bisa aja nih..

    Semakin tinggi pohonnya, semakin kencang anginnya

    Kadang juga semakin tebal imannya, semakin besar godaannya

    ReplyDelete
  11. berkunjung gan, salam kenal ja ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haw tua banget, ngerti ASL. Aku aja ga paham.

      Delete
    2. Kalo ga paham, lu gak bakal komenta begitu, Nggo!

      Delete
    3. Kalo ditanya "ASL", cara ngejawabnya itu "19, F, Pontianak" bukan sih? Perasaan pas SD pernah liat sepupuku chat pake MIRC dan ada kata-kata asing kayak begitu :/

      Kok Bang Renggo sama Bang Haw paham masalah ginian yak... Pasti angkatan tua haha.

      Delete
    4. (((ASING))) yaudah, aku ganti yang modern-an.

      Intro?

      kami bukan tua, cuma lahir lebih duluuuuuuuuu.....

      Delete
    5. Lahir lebih dulu itu beda sama tua ya emangnya? Apa susahnya sih ngaku tua :p

      Delete
    6. Beda dong~ kalo tua itu setelah satu dan sebelum tiga. gitu.

      Delete
  12. Makanya manusia butuh pendingin, yaitu Dzikir . . jadi ketika ada rangsangan 'panas' terhadap iman, dengan dzikir maka hal itu bakal bisa didinginkan . .
    Kalo yang gelasnya tipis mah ibaratnya udah meleleh duluan . . susah kalo udah meleleh . . kalo masih dalam tahap retak mah, biasanya masih bisa dipake dan dibenerin . .

    Postingannya keren bang . . lanjutkan, sekarang kalo masalahnya gelasnya terbuat dari plastik gimana . .?? Kan gelas plastik juga kuat terhadap air panas . . asal nggak lebih dari 100 drajat celcius aja . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa wa wa... bisa banget Azka. |o|

      Gelas plastik mah nggak boleh jadi wadah minuman panas, Ka. Gak baik bagi kesehatan. Gak baik bagi gelasnya juga. Bakal terjadi perubahan bentuk permanen. Jadi mending dihindari.

      Delete
  13. Subhanallah. Tobat dia. :p

    Bagus iman gue sedang-sedang saja. Jadi, kalo liat tetek ya biasa aja. Paling horny. Astaghfirullah. Komen apa gue.

    Oke, makasih udah ngingetin bentar lagi puasa. *jualan kolak*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya Masya allah, Yog. :p

      Masalahnya, kita nggak tahu keadaan iman sedang itu seperti apa. Taunya cuma pas tinggi rendah, tebal tipis.

      Emak gue malah udah jualan cendol.

      Delete
    2. Oke, ralat. Masya Allah gue ganteng.

      Delete
    3. -____- iya iya iyaaaaaa~

      Delete
    4. Percuma (ngaku) ganteng tapi jomblo.

      Delete
  14. Bner juga yah mas, bukan berarti yang tebal iman ga tergoda sama yang auratnya terbuka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bukan berarti juga yang tradisional itu gak berbentuk modern. kayak obat tradisional yang berbentuk tablet dan kapsul, misalnya.

      Delete
    2. Ini juga obat tradisional yang diolah dengan tekhnologi modern mas,.

      Delete
  15. ya ampun, ente makan apa sih, Om? kok bisa keren gitu analoginya? dari gelas lair ke Iman haha

    ReplyDelete
  16. Yah yah yah... Keduluan Bang Haw :(
    Padahal mau bikin postingan yang tema ginian juga, tentang korelasi ketebalan iman seseorang sama godaan yang ditimbulkan oleh lingkungan. Apalah daya udah diduluin. Analoginya pake fisika pula, makin keren aja postingan ini.

    Eh tapi di aku konsepnya belum mateng banget, bang. Masih hipotesis gitu... Emangnya beneran ya, itu? Aku sempat berpikiran yang sama tentang ini. Karena yang imannya tebel itu kan jarang "terpapar" sama hal begituan, jadi kalo ngeliat sekali aja, bakalan kacau. Nah, kalau yang imannya tipis itu kan udah sering "terpapar", jadi kalo ngeliat, bakalan resisten, udah kebal sama yang begituan dia mah.

    Itu sih yang ada di kepalaku. Jadi itu cuma hipotesis aja, atau malah fakta, bang?

    Mohon pencerahannya xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. *Ngasi lotion dan cream pelembab*

      Bikin aja, Dar. Lagian gak bakal sama, kan? sapa tahu malah saling mendukung. Itu pertanyaan, kamu malah lebih tahu kayaknya. Coba bikin aja dulu. Pake referensi ilmiah tentunya biar pertanyaannya itu terjawab dgn memuaskan.

      Ya, kamu jelasin dengan pendekatan ilmu kedokteran gitu. Terutama organ saraf dan hormon. Apa yang terjadi di otak ketika melihat sesuatu yang bersifat membangkitkan seksual? Bagian organ atau hormon apa saja yang ikut terpengaruh? Bagian saraf mana yang bisa memegang kendali setelahnya? ya, gitu-gitu lah.

      Delete
    2. Itu lotion sama pelembab bisa bikin masa depan ikutan cerah gak, bang?

      Baiklah, Insya Allah aku coba garap artikelnya. Cuma ya masalahnya itu susah memilih istilah yang bisa dimengerti tapi gak terlalu vulgar buat audiens yang berasal dari kalangan umum. Kalau di kampus kan enak ngejelasinnya, udah sama-sama paham... Kalau ini... Hm... Ntar aku coba, bang :)

      Mohon bimbingannya. *karena minta pencerahan sudah terlalu mainstream*

      Delete
    3. Iya. Secerah sinar mentariiii~
      terbanglah tinggi menuju angkasa~
      meraih bintang~
      menggapai semestaaaaa~

      Berarti sekalian sambil belajar menyampaikan pada umum. edit sambil jalan aja entar.

      Yakin mau dibimbing saya? Kalo saya suruh ulang lagi dari proposal, siap? *teringat ucapan dosen*

      Delete
    4. ASTAGHFIRULLOH. DANGDUTAN MULU NI ANAK -_-
      Ngomong-ngomong, itu cengkoknya kurang #plak

      Gimana caranya ngedit sambil jalan? Kalau sampai nabrak, gimana? Siapa yang mau tanggung jawab, heh? Jelasin ke aku! Jelasin!!!

      Tapi kan... Proposal aku udah di-acc, masa iya harus ngulang lagi -_-

      Delete
    5. Waleee... diawali dengan jejeran telur capslock...

      *udah aku duga bakal dijawab begitu* ternyata ngegiring pemikiran orang itu susah-susah gampang ya. :-d

      Kalo nggak siap, kamu cari pembimbing yang lain saja. Bagi saya, acc bukanlah segalanya. Karena yang segalanya itu adalah 'seluruhnya.'

      Delete
    6. Waleee... Aku di-propaganda sama Bang Haw rupanya.

      Yaudah, aku cari pembimbing lain aja.
      Pamit dulu. Assalamualaikum bang haji! xD

      Delete
  17. hahaha, v-sika lo selalu gaul.
    sekarang pecahnya gelas tebal dan tipis dihubungkan dengan.. nafsu.
    bener sih, setuju tentang orang yang imannya tebal bakal menumpuk nafsunya dan bisa meledak kalau nggak diberi tindakan. dan.. gue baru tau tentang gelas tipis sama gelas tebal ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maklum, v-sika gue suka keluyuran dna pulang malem mulu. :v

      Dipraktikin dulu aja, Jev. Siapin gelas tebal (gelas estrajos) dan gelas tipis (gelas minuman pas hari raya). Trus panaskan air dalam ketel sampai mendidih. Setelah itu tuangkan dalam kedua gelas tersebut hingga penuh. dan perhatikan apa yang terjadi.

      Delete
  18. Oke deh mas,
    Ntar saya kalo lagi demam, saya tempelin aja sendok logam di ketiak. Supaya panas demamnya bisa cepet reda. Karena kan sendok logam penghantar panas yg baik.
    Demam jadi turun, duit juga hemat gak perlu beli obat.

    aah mas how baik banget sih udah ngejelasin yg kayak ginian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... gak gitu juga, Lan. Demam itu panasnya berasal dari tubuh, jadi meski dikasi sendok, panasnya tetep ada. Kayak manasin sendok di api kompornya langsung. Sendoknya bakal ngalirin panas, tapi gak ngaruh ke sumbernya. mending berobat ajah.

      Iya, abisnya kalo ngejelasin status hubungan gak bisa-bisa.

      Delete
  19. Aku masih punya iman ngga ya, secara masih sering bully para jomblo.. :( *terus langsung bertaubat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaflah waaaa...hai manusia~
      jika diiiriimu bernoda~
      dunia..haanya naungan~
      tuk makhluk cip..taan tuhan~

      *lima ratos lima ratos*

      Delete
    2. Haw, kayaknya kamu cocok deh jadi biduan! Huahahah :D

      Delete
    3. Nggak, kabeb. Aku agak ngeri kalo ngebantu orang lahiran...

      Delete
  20. fokusnya sama ikan bakar :( ngacai lapar nih :p

    ReplyDelete
  21. Jangan-jangan kalo pake make up tebal di siang panas, muka juga bisa retak-retak.. @@,

    ReplyDelete
    Replies
    1. perlu pencerahan nih haw tentang make up tebal :v

      Delete
    2. Kalo pencerahan mah gak perlu make up, pake pelembab dan cream pemutih aja. :v

      Mending coba langsung Wer. Pake make up tebel-tebel. lapisa 50 kali. biarin kering dan berjemur di bawah matahari. :-bd

      Delete
  22. jadi, lebih bahaya yang imannya tebal dibanding yang imannya tipis kali ya,
    kalau yang imannya tebal pasti di tahan-tahan sampe muncak kalau liat yang panas, kalau yang imannya tipis terus liat yang panas pasti langsung masuk ruang imajinasi buat ngatasin ke-panasan itu. gitu ga haw? :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan lebih bahaya, lebih tergoda aja. Istilahnya gini, yang imannya tipis kan udah biasa, ngelakuin hal panas mungkin pernah, tapi yg tebal menahan diri banget. Jadi, kalo hal panas itu adalah hujan, maka yg imannya tipis itu orang yg basah kuyup dan yg tebal orang yg berlindung, pakaiannya masih kering. Karna masih kering jadi rentan banget kena basah. sedangkan yg udah kepalang basah, lempeng aja ujan-ujanan.

      Jadi, bukan berarti yg tipis itu aman, justru mereka udah jadi bagian dari yg panas tersebut.

      *bingung aku ngejelasinnya biar gak terlalu vulgar*

      Delete
  23. berbahagialah mereka yang imannya tipis. semoga setelah membaca tulisan ini iman kalian makin tipis. haha. makanya yang iman tebal kudu cepet2 punya istri nih. biar habis kena panas, bisa langsung disalurin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berbahagia apaan. Yang imannya tipis kan berarti udah sering melihat dan melakukan 'hal panas'. istilahnya yang tipis itu maling, yang tebal itu polisi. kalo nemu barang bagus, maling ngambil diem-diem mah biasa. bebas. polisi, gak diambil pengin, diambil menyalahi aturan yg dipegang selama ini.

      Iya, buruan nikah aja. kalo belom siap, puasa aja dulu buat menahan keinginan diri.

      Delete
  24. semakin tebal keimanan semakin besar godaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Itu integral dari pembahasan ini, bang. :)

      Delete
  25. pantesan saya mudah terangsang, apa iman saya kategori tebal ya mas..? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru karena imannya tebal, mas.

      Delete
    2. Nggak, tahu. Karena yang bisa menilai iman dengan tepat hanya Tuhan. Kita mah ngira-ngira aja.

      *Renggo Attack*

      Delete
  26. Terpecahka sudah misteri (ini contoh yang aku liat di TV) pemuka agama yang cabul. Ternyata belum tentu dari dulu kayak gitu, cuma pas dapat yang panas-panas, imannya langsung pecah. Dan terekspos media.

    Kasian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Kesian. Kalo nggak keekspos kan bisa ngelakuin itu terus-terusan.

      Delete
  27. Selamat Pagi Sob... Pertama saya minta ijin untuk follow blognya yaa... saya baru tahu sekarang kalau ternyata gelas yang lebih tebal lebih mudah pecah daripada gelas yang tipis, hm sepertinya hal ini perlu saya sampaikan kepada Istri saya agar belinya nanti gelas yang tipis saja kacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi inget loh, Mas. Ini tentang gelas kaca yang diisi air panas. Kalo untuk dibanting, atau untuk minuman dingin dan sajian untuk tamu, yang tipis lebih menarik.

      Delete
  28. emmm manggut manggut aja lah
    intinya jadi orang yang biasa biasa aja ya how, jangan terlalu ekstrem

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal ikut aturan, beribadah dan tetap berbuat baik udah cukup kok, Mbak. :-d

      Delete
    2. barati harus ada pendinggnnya yang lebih hebat lagi nih biar g meledak. kan kalo lihat yang seksai pendinginnya di rumah nungguin sang istri. kalo masih bujang pendingginnya saum.

      Delete
    3. *Itu maksudnya: "buruan nikah, Gan! it, ya?"* @@,

      Delete
  29. namun pastinya gelas yang lebih tebal harganya juga tebal ya mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Tergantung juga beli di mana dan kualitasnya sih. Tapi untuk keimanan, yang tebal memang lebih 'mahal'. :-d

      Delete
  30. lah, dari gelas tebal dan gelas kecil kok jadi ke iman sih mas .. tapi emang bener juga sih, kalau imannya tebal pasti gak bakalan tergoda sama apapun yang menyangkut dengan hal2 yang negatif .. hihi

    ReplyDelete
  31. Replies
    1. RT @InfeksiParu: wihhh, keren dahhhh....

      Delete
  32. pendingin yang hebat buat ngelihat yang sexsai ya. istri d rumahlah. kan perintahnya kalo lihat di jalan yg sexsai buru-bru pulang sama ko dgn punya istri :D. kalo masih bujang yaaaaa
    puasa aja deh.
    kalo g nyebur aja deh di kali biar adem

    ReplyDelete
  33. priiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttt................kartu kuning......wah ane kaga setuju nih kalo abang ibaratkan gelas dengan iman...........karena gelas kan dari kaca. yang ane tau kalau kaca itu pecah udah nggak bisa bisa lagi disambung dengan rapi biar nggak keliatan sambungan nya,,,,, apakah iman juga demikian...? meskipun dipaksakan di ibaratkan gelas, berarti tinggal nambah prinsip aja, seolah olah prinsip itu tulisan permanen yang nempel di gelas.........prinsipnya gini..gelas ini tidak untuk air panas!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. *sekali lagi aku bakal dikeluain ni* @@,

      Aku nggak nangkep maksud beberapa kalimat terakhirnya. Tapi kalo tentang iman dan kaca, dapetlah. Di artikel ini aku fokus pada godaan 'panas', kenapa bisa ada para pemuka yang samapi emosi dengan pakaian mini dan bahkan ada yang tejerumus.

      Masalah iman 'pecah' ini sebenarnya tak ada teori yang seratus persen benar. Karena kebenaran hanya milik Tuhan. Kamu bilang "iman tidak seperti kaca yang kalo pecah dan disatukan kembali akan tetap ada tand arusak. padahal iman tidak." Masalahnya, siapa yang menjamin iman orang pasti sempurna setelah melakukan perbaikan diri sesudah 'pecah'? bukankah tiap dosa itu pasti dihisab? yang artinya tetap ada tanda rusak.

      Mungkin kamu juga akan bepikir, taubat kan bisa menghapus semua dosa. bahkan saat idul fitri, manusia bisa telahir suci kembali. bukankah kaca gelas juga begitu? dalam siklusnya, kaca pecah bisa direcycle menjadi kaca baru yang jauh lebih baik. kan sama.

      gelas tidak untuk air panas? salah besar. justru gelas kaca merupakan wadah terbaik untuk minuman panas (ilmiah). kalo menggunakan mateial lain, plastik misalnya, malah mengancam kesehatan.

      Jangan karena bisa pecah lalu berpendapat gelas bukan untuk air panas. itu sama saja melarang kapal berlayar hanya karena bisa tenggelam.

      Delete
  34. wkwkwk...lucu deh si agan ini. dari kaca ke iman. hhe. Tapi penjelasan mengenai topik utamanya sudah jelas sih. mampir juga ke sini gan jalan-jalan.
    http://www.oksigenbebas.com/2015/06/cara-agar-gelas-tidak-pecah-karena-air.html

    ReplyDelete
  35. mantap bos artikelnya dan salam kenal

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon