Howhaw #133: Kebiasaan Menikmati Lebih Ngetren Dibanding Berkarya ~ Production Haws

Howhaw #133: Kebiasaan Menikmati Lebih Ngetren Dibanding Berkarya

Assalamu’alaikum...

Tren merupakan sesuatu yang sedang marak dalam keseharian. Biasanya hal tersebut berlangsung lebih dari sebulan. Bahkan bisa sampai setahun. Makanya ada istilah tren 2013 atau tren 2014.

Sesuatu yang menjadi tren tidak melulu berasal dari satu aspek, melainkan juga berasal dari berbagai aspek dan sering juga terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun, tetap saja aspek yang banyak peminatnya akan terlihat lebih menonjol dan menjadi icon tren di waktu tersebut.

Tren dan ‘musim’ memang memiliki kemiripan, karena kedua hal tersebut sama-sama memiliki pelaku yang banyak. Namun, untuk keteraturan waktu, ‘musim’ memiliki waktu yang teratur dan berulang tiap tahun, sedangkan tren memerlukan waktu bertahun-tahun untuk marak kembali. Bahkan bisa jadi hanya berlangsung sekali seumur hidup.

Suatu hal bisa menjadi tren karena dipengerahui oleh berbagai hal. Dua di antaranya yaitu mitos/anggapan dalam masyarakat dan penemuan baru. Mitos menyebabkan orang untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu, sedangkan penemuan baru mengakibatkan seseorang untuk mencobanya.

Misalnya, pada abad 17-an banyak orang yang mengubah model rambutnya menjadi keriting, karena pada saat itu, orang yang keriting dianggap cerdas dan dermawan. Penemuan baru dalam bidang teknologi juga menjadi penggerak utama dalam tren dunia. Telepon genggam Nokia ketupat yang dulu ngetren banget, misalnya.

Tren bisa mendatangkan keuntungan maupun kerugian, terutama jika tren tersebut mencakup semua kalangan. Makanya banyak pihak, terutama pemerintah, mengusahakan untuk membentuk suatu tren yang bisa mendatangkan manfaat. Seperti tren untuk berkarya.

Sejak Indonesia merdeka, pemerintah sudah menganjurkan kapada warganya untuk banyak berkarya, sehingga bangsa ini semakin maju dan semakin besar. Hal tersebut ternyata juga didukung oleh pihak swasta, sehingga dalam beberapa hal mereka mengajarkan dan melatih bagaimana cara berkarya. Namun itu dulu, sekarang kebalikannya.

Iya, di masa sekarang, tren yang berkembang adalah tren untuk menikmati atau bahasa kerennya disebut konsumtif. Hal tersebut dipicu oleh kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat dan peningkatan mereka berpengaruh terhadap bisnis pihak pemerintah serta pihak swasta.

Ambil contoh tayangan televisi, yang tentunya menjadi media iklan penentu tren. Di beberapa tahun kemarin, tayangan televisi banyak mengajarkan untuk produktif atau membuat sesuatu secara mandiri. Acara yang bertemakan makanan dulunya berupa tayangan ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang memasak di dapur. Dalam acara tersebut, disebutkan secara lengkap bahan dan bumbu masakan serta cara memasaknya.

Kalo sekarang, kebanyakan acara dengan tema makanan itu berjenis kuliner. Menikmati makanan di berbagai tempat. Ada juga sih tayangan memasaknya, tapi selingan doang. Bagaimana mau ngikutin dan nyatet bahan masakannya? Kalo yang disorot cuma wajah pembawa acaranya yang cantik. Jadinya ya, tinggal menikmati ekspresi dia lagi makan aja. *tapi saya suka sih bagian yang itu*

howhaw
Kulineran dulu bro
Bunyi panggilan masuk di telepon genggam zaman dulu, hampir sama pada tiap orang. Makanya, biar beda mereka membuat bunyi panggilan masuknya sendiri. Yang hapal not lagu kebangsaan mah nyantai, yang nggak hapal, nyontek di buku kumpulan chord gitar. Sekarang? Tinggal unduh di internet, langsung menikmati.

howhaw
Hayo, ini lagu apa?
Di ‘musim’ layangan zaman dulu, untuk membuat layangan, mesti berburu bambu buat dijadiin tulangannya. Terus mecahin dan numbukin kaca buat ditempelin ke tali layangan. Jadi deh gelasan. Sekarang, semuanya tinggal beli, tinggal menikmati.

Kalo kalian pernah mendengar istilah “Punya pacar itu bikin semangat belajar”, itu istilah yang berkembang di zaman dulu. Karena memang, saat itu untuk mendapatkan pacar dan membuatnya senang, trennya mereka harus menjaga prestasi akademisnya juga. Serta, mereka harus menciptakan karya-karya yang bisa dibanggakan ke pacarnya. Puisi, lagu dan lukisan merupakan beberapa di antara karya mereka yang khusus dipersembahkan kepada pacarnya. Sekarang? Punya pacar ya untuk dinikmati saja. *lalalalala~*

howhaw
engg....
Jadi, yaudah, zaman sekarang itu umumnya masyarakat sedang dipancing dan sedang terinveksi untuk mengembangkan tren menikmati. Namun, namanya juga pancingan, ada yang kena dan ada yang tidak kena. Buktinya, di tempat-tempat sana banyak orang yang tetap aktif untuk berkarya. Karena memang, suatu tren tidak mudah untuk ditebak dan diciptakan.

Sama kayak membicarakan tampilan seseorang di masa depan. Susah ditebak. Menurut pengamatan kita, di tahun depan trennya adalah ini dan ini, ternyata yang ngetren malah yang lain. Begitu pun tampilan seseorang, kita mengiranya dia akan tetap begini, nggak tahunya malah jadi begitu. Seperti seseorang yang dulunya jelek, hitam dan gemuk, sekarang malah terlihat cantik banget...temennya.




Sumber Gambar:
https://www.kaskus.co.id/thread/52d7d22ff7ca17ff0e8b46d4/nostalgia-9-hal-yang-dulu-biasa-dilakukan-dengan-hp-jadul-agan

https://article.wn.com/view/2014/09/18/Mencicipi_Makanan_Khas_dari_Thailand/
Previous
Next Post »

32 comments

Click here for comments
Deva Fredeva
admin
20 February 2015 at 02:15 ×

ASTAGFIRULLOH MAS HAW. ITU CEWEKNYA NGGAK ADA NASI DIRUMAH? :((

Reply
avatar
i Jeverson
admin
20 February 2015 at 12:09 ×

ah, semoga gue nggak kena pancingan amiiin.
kampret ya memang, cerita dewasa kayak gitu ada aja yang mau nikmatin...

Reply
avatar
eda nara
admin
20 February 2015 at 12:12 ×

njirr,,,,bagian terakhir,,,didn see it coming haha
bagus banget tulisannya bermutu
salam katanyaaja.blogspot

Reply
avatar
20 February 2015 at 12:44 ×

untung dulu ringtone gue lagu ibu kita kartini~

Reply
avatar
20 February 2015 at 20:17 ×

Info aja, tren dan budaya konsumtif dalam diri manusia modern adalah hasil perbuatan jahat dari freemason, illuminati, dan zionis. Waspada aja. Ini konspirasi global.

Reply
avatar
20 February 2015 at 22:09 ×

>,<
Astaga, mata aku ternoda baca pict terakhir.
Hahaha
Amit-amit, jauhkan-jauhkan.

Reply
avatar
How Haw
admin
21 February 2015 at 00:18 ×

Ada. Tapi yang ada sering nggak dianggep sih.

Reply
avatar
How Haw
admin
21 February 2015 at 00:18 ×

Amin. Ayo terus berkarya , Jav. eh, Jev.

Reply
avatar
How Haw
admin
21 February 2015 at 00:20 ×

Itu, miris lho. =(

Reply
avatar
How Haw
admin
21 February 2015 at 00:21 ×

Apa karena pengaruh PLN yang baru masuk? *terbit terang*

Reply
avatar
How Haw
admin
21 February 2015 at 00:22 ×

Wa, baru tahu. Bakar! Bakar!

Reply
avatar
How Haw
admin
21 February 2015 at 00:23 ×

APAAHHH....
Tenang, tulisanku akan bertanggung jawab.
;)

Reply
avatar
Juju Onyols
admin
21 February 2015 at 02:03 ×

Berkarya itu menyenangkan, gue lebih suka berkarya ketimbang menikmatin. Nah, kalo bisa menciptakan tren sendiri juga :)

Reply
avatar
How Haw
admin
21 February 2015 at 04:07 ×

Iya, Bang. Kalo udah bisa jadi Trendsetter, kita bisa dengan mudah mengajak banyak orang. Akan jadi sangat bermanfaat jika tren yang disebarkan bernilai positif dan untuk sosial.

Reply
avatar
Firstan Rude
admin
21 February 2015 at 08:19 ×

Gue masih lebih suka menikmati daripada berkarya T_T

Reply
avatar
21 February 2015 at 20:53 ×

Kalo sekarang sih lagi ngetren sama yang namanya batu akik, sampe2 ada yg bikin peraturan tentang kewajibannya para pns untuk memiliki batu akik -_-

Reply
avatar
How Haw
admin
22 February 2015 at 00:16 ×

Seenggaknya gak sampai menikmati pacar deh. =D

Reply
avatar
How Haw
admin
22 February 2015 at 00:17 ×

Iya, batu akik ama batu yey...yuk capcus...

Reply
avatar
Hilda Ikka
admin
22 February 2015 at 13:13 ×

Kalau orang kreatif sih, pasti menciptakan peluang. Mumpung tren-nya mencicipi, dia bakal bikin sesuatu yang bisa dicicipi. :D

Reply
avatar
How Haw
admin
23 February 2015 at 00:24 ×

Iya, peluang itu diwujudkan dalam karyanya. :-d

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
23 February 2015 at 01:07 ×

Bergidik aku pas liat foto makan laba-laba goreng itu.. T_T

Reply
avatar
How Haw
admin
23 February 2015 at 02:04 ×

Padahal kan kalo makan laba-laba gak gitu nyeremin... kayak makan keripik kok. Kalo ular asam pedas, baru....
*hoekk*

Reply
avatar
24 February 2015 at 07:34 ×

Kayaknya aku harus menikmati....... haaaaaa...

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
24 February 2015 at 11:14 ×

Sumpah aku mau muntah -_-

Reply
avatar
Rima
admin
24 February 2015 at 22:48 ×

Nggggg... itu not lagu apa, yak? Lupaaa. >.<
Dulu mah keren, ya, mau punya nada panggilan 'beda' aja musti bikin sendiri dulu. Ya, atau liat buku chord buat nada dering henpon gitu. :))

Reply
avatar
How Haw
admin
25 February 2015 at 00:37 ×

Coba test pack dulu, kak Beb. @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
25 February 2015 at 00:39 ×

Bang Nasir nikmatin keliling kota dengan sepedaan aja dulu, entar cerita dan pengalamannya dijadiin karya. :-d

Reply
avatar
How Haw
admin
25 February 2015 at 00:41 ×

Iya, abis udah bikin nada dering, trus pura-pura minta dimiscallin. Buat pamer. xD

Reply
avatar
Arima Zeoo
admin
25 February 2015 at 11:15 ×

dijaman yang kayak gini, kayaknya berkarya jadi semakin sulit.

Reply
avatar
How Haw
admin
26 February 2015 at 00:16 ×

Tapi bukan berarti nggak bisa. yuk yuk yuk...

Reply
avatar
devina putri
admin
19 March 2015 at 10:44 ×

jaman sekarang banyak orang yang lebih menikmati daripada berkarya.tapi masih ada juga yang kreatif dan memilih berkarya sendiri :)

Reply
avatar
How Haw
admin
20 March 2015 at 00:12 ×

..dan kayaknya, kamu salah satunya yang memilih untuk berkarya ya, kak. :-d

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon