Howhaw #113: Di Balik Pengakuan Selalu Ada Kepalsuan ~ Production Haws

Howhaw #113: Di Balik Pengakuan Selalu Ada Kepalsuan

Assalamu’alaikum...

Pernah dong ya, punya temen yang mendadak mengaku kalo dia sebenarnya jatuh cinta sama kamu. Atau pernah juga kan ya, punya temen yang tingkahnya ngeselin dan akhirnya mengaku tingkahnya tersebut agar dia diperhatiin.  Mungkin pernah juga punya sahabat yang mendukung kamu pacaran sama ‘Sianu’ tapi belakangan dia mengaku kalo dia juga mencintai pacar kamu itu. Pernah kan ya?

Waktu kecil, kita pasti pernah ngerasain yang namanya nyolong buah tetangga, dan baru mengaku saat ditanya waktu udah remaja. Udah ngaku aja. Atau mungkin tadi saat malam mingguan kalian ngakunya mau jalan ke mal ama temen, tapi nyatanya ke taman kota bareng pacar? Ngaku deh.

Jadi kali ini saya mau membahas tentang pengakuan. Banyak misteri dibalik pengakuan. Ada kejujuran saat pengakuan dilontarkan. Terkadang juga terselip tipuan dibalik pengakuan. Tak jarang saat mengaku tercipta pedih. Tak jarang juga timbul haru saat pengakuan terlantun lirih. Namun yang jelas, selalu ada keterpaksaan dalam pengakuan. Terpaksa harus mengutarakan, atau dipaksa untuk menjelaskan. Semua tersimpan dibalik kata pengakuan.

Kalo menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengakuan adalah proses mengakui. Di kamus yang sama, mengakui diartikan sebagai pernyataan dirinya bersalah. Pada intinya, mereka yang mengaku, adalah mereka yang salah. Kan ada itu lagu yang mengaku bujangan padahal cucunya segudang. Note: Orang yang mengaku = orang yang salah.

Kita semua tau kan, setiap orang yang datang untuk mengaku, pasti memasang wajah lesu, pertanda telah melakukan kezaliman terhadap orang lain. Saran aja nih ya, kalo ada temen kamu yang mengaku cinta sama kamu, jangan terima, karena dia adalah orang yang salah. Terlebih jika dia ngakunya cinta udah lama, berarti dia jadi orang yang salah udah lama banget. Jangan diterima! Hidup ini akan lebih indah jika dilalui bersama orang yang benar. Pilihlah mereka yang tidak pernah mengaku cinta tapi tindakannya selalu diiringi rasa cinta terhadapmu. #KayaknyaBegitu

hawadis howhaw
KapanLagi.ComImage

Masih ga percaya kalo pengakuan itu selalu diikuti oleh kesalahan? Coba perhatikan iklan-iklan itu. Banyak yang mengaku memberi kelebihan produknya, tapi nyatanya tersimpan kepalsuan dibaliknya. Mengaku paket internetnya berkuota besar, jaringan luas dan cepat, tapi cuma di jaringan 4G di pagi hari. Mengaku dapat memutihkan kulit dalam satu minggu, asal kulitnya ga hitam terlebih dulu. Mengaku akan mengurusi negara selama 5 tahun, negaranya kurus dianya yang gemuk. Palsu.

Kalo tiba-tiba ada orang yang mengaku nabi, kalian percaya nggak? Biasanya nggak kan. Itu yang dirasakan Malin. Makanya saat ibunya mengakui Malin Kundang anaknya, si Malin Kundang ga percaya. Karena yang mengaku itu biasanya palsu. Itu. Ditambah lagi kalo Malin Kundang mengaku, entar ibunya malah yang ga percaya dan bilang dia palsu. Tuh kan ribet.

“Benarkah kau anakku, Malin?” << yang kayak gini nih dialog ga percayanya.

Tapi kan ada yang mengakunya benar? Kayak pengakuan penjahat gitu.

Iya, tapi artinya yang terjadi dan dibicarakan sebelumnya itu palsu. Jadi gimana dong biar ga jadi orang yang ngaku-ngaku? Ya dengan berkata jujur sejak awal, jangan pernah menyimpan perbuatan yang pada akhirnya harus kamu akui. Ingat, memang tidak mudah berbuat dan berkata jujur, tapi dengan selalu menjunjung kejujuran, semuanya akan menjadi semakin mudah. Itu.

Bukannya kenapa, perkara pengakuan yang dipendam lama ini bisa menimbulkan kesalahan lain di depannya. Coba misalnya kamu mengaku anaknya pak presiden padahal bukan, sekalinya kamu pake lengan pendek, orang protes sama kamu. Eh kamu mulai mengaku sebenarnya kamu bukan anaknya presiden, bisa mati kamu. Menyinggung presiden, menipu masyarakat dan mempermalukan baju lengan pendek.

Singkatnya sih, kalo kamu benar, kamu ga akan perlu mengaku. Orang-orang pasti udah tau, atau mungkin akan tau dengan sendirinya. Pernah lihat tentang demo pelajar di zaman penjajahan yang menuntut menolak UN karena pengakuan kecurangan? Kan ga ada, mereka ga pernah mengaku. Antara ga perlu dengan ga mau ketahuan sih.

Yaudah, mending jujur-jujur aja. Memang negeri ini aneh sih, untuk berkata jujur saja orang harus minta maaf, padahal jujur itu kan wajib. “Maaf, kalo boleh saya mau berkata jujur.” Ppppffffftttt. Orang yang mengaku akan berkata jujur, berarti selama ini dia telah berkata bohong. Biasanya begitu. Dan orang yang mengaku telah berkata bohong, berarti dia bohongnya udah lama.

Tapi ada suatu keadaan di mana pengakuan itu diperbolehkan, saat ada orang lain yang turut mengiyakan. Bahkan mengaku beriman pun, kalian tetap memerlukan saksi kan? Kamu mengaku anak pak lurah, dan warga mengiyakan. Ga akan masalah. Itulah pentingnya memiliki teman, mereka bisa menunjukkan kebenaran saat pengakuan tak bisa jadi landasan. Coba saja saat ibunya Malin Kundang dulu ada temannya yang mengiyakan, kan Malinnya bisa percaya. #Kayaknya

Oke saya ngaku, saya ga tau isi tulisan di atas apaan. << palsu. Jangan terlalu serius menanggapinya, karena ga semua isinya bener. Semoga saja ada sebersit kalimat yang bisa dijadikan pelajaran. Memang sih kebanyakan hanya ungkapan tanpa landasan, tapi jika bisa mengambil sebuah pelajaran, bukankah itu menjadi kepuasan? Pesan terakhir nih, akhir postingan ini maksudnya, jangan pernah membiasakan untuk melapisi kebenaran dengan pengakuan. Sebab pengakuan itu selalu berada dalam dua keadaan. Diikuti kesalahan atau mengikuti kesalahan. Tapi kalo udah terlanjur menutupi kebenaran dengan kebohongan, NGAKUNYA SECEPAT MUNGKIN!



Previous
Next Post »

36 comments

Click here for comments
bhasyr
admin
4 May 2014 at 09:08 ×

Tak usah percaya sama iklan. Semua hoax...

Reply
avatar
delsi
admin
4 May 2014 at 09:09 ×

ada kata aku dalam pengakuan. aku mengaku bahwa aku tak pandai mengaku. bukan. maksudku tak bisa. *kemudian hening*

Reply
avatar
Ali Arsa
admin
4 May 2014 at 09:17 ×

ya deh gue ngaku pernah nyolong buah tetangga -_-

Reply
avatar
RoqRockie
admin
4 May 2014 at 10:04 ×

jadi sdar setelah baca tulisan di atas, nice sob

ditunggu kunbalnya

Reply
avatar
4 May 2014 at 10:53 ×

Nice post.

Harus berani ngaku nih. Jangan ngakunya sendiri tapi sebenarnya udah punya yang lain.

Reply
avatar
Tutia Rahmi
admin
4 May 2014 at 13:34 ×

aku gak pernah ngaku karena gak ada yg aku tutupin. gitu.

Reply
avatar
no la
admin
4 May 2014 at 16:33 ×

in my opinion, kalo orang yang mengaku = orang yang salah, masih lebih baik dia melakukan pengakuan meskipun itu terlambat dan meskipun itu dianggap salah, dibandingkan orang yang salah dan diam selamanya.. karena bisa jadi kesalahan yang bersumber dari terpendamnya sebuah pengakuan dapat berakibat fatal untuk banyak hal.. cmiiw.. *bingung saya juga sama komen sendiri* :))

Reply
avatar
4 May 2014 at 16:44 ×

Bener. Banyak banget yang tiba-tiba ngaku kalau dia udah lama suka (khususnya sama gue).. Terus, kalau urusan maling, biasanya ngaku kalau waktu lebaran. Sekalian minta maaf :D

Reply
avatar
4 May 2014 at 18:49 ×

Tapi budaya minta maaf ini bagus sebenernya, untuk meminimalisir kekesalan si orang yg diajak ngomong.

Reply
avatar
4 May 2014 at 22:01 ×

"Terkadang juga terselip tipuan dibalik pengakuan."
Kalo ini mah bukan pengakuan. Udah nge-bohong, tapi makin nge-bohong lagi. :p

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:02 ×

bukan hoax sih, tapi lebih ke arogan. ya, namanya juga buat narik konsumen.

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:03 ×

*jangan diganggu, dia lagi dalam situasi awkward*

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:04 ×

berarti kamu salah. kalo bener, ngakunya ama tetangga kamu dong.

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:04 ×

sadar kenapa?
*garuk-garuk pipi*

tapi syukur deh.

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:05 ×

kalo bisa ga perlu masuk ke tahap ngaku, jujur aja di awal-awal.

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:08 ×

ya... begitu. jujur jujur aja lebih asyik.

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:11 ×

iya mbak Nola, itu udah dijelaskan juga kok tentang pengakuan yg lama dipendam (ngaku anak presiden misalnya), diakhir postingan juga disarankan untuk segera ngaku kalo udah terlanjur masuk tahap pengakuan. postingan ini maksudnya jangan biarkan diri memasuki tahap harus mengaku, yg artinya berkatalah jujur di semua waktu, jadi ga perlu ngaku akan hal yg ditutup-tutupi. gitu.

*postingan saya memang enjelimet kok :P*

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:12 ×

itu kamu juga lagi ngaku-ngaku Obi.... :D
syukur ya sempet ngaku, gimana kalo keduluan ajal. jujur jujur aja deh biar hidup delalu tenang.

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:16 ×

budaya minta maaf? *ngebaca ulang dulu*
ga ngebahas budaya maaf kok.

pengakuan itu ga cuma tentang ngaku salah, tapi juga ngaku benar yang kayak "akulah yang membunuh ibumu hahahaha". gitu. jadi jgn sampai memasukkan diri pada tahap harus ngaku, jujur jujur aja, seketika meminta maaf itu bukan pengakuan lho, tapi pengungkapan.

pengakuan itu kita menjelaskan bahwa kita begini, dan orang lain harus memaklumi kita. tapi pengungkapan, menjelaskan apa adanya, dan menyerahkan keputusannya pada orang lain. gitu di otak saya yang howhaw (rada konslet).

Reply
avatar
How Haw
admin
5 May 2014 at 01:18 ×

kan ada yg ngakui kebohongannya, jadi dia jujur kalo selama ini dia bohong. ada juga yg bohong sat ngaku. begitulah, mengaku selalu dekat dengan kebohongan. makanya mending jujur jujur aja di awal, dan ga perlu masuk fase pengakuan.

Reply
avatar
wery febri
admin
5 May 2014 at 09:09 ×

Jujur aku cakep, dan aku nggak ngaku-ngaku.

Reply
avatar
Anonymous
admin
5 May 2014 at 10:13 ×

Untuk jujur aja harus sungkan ya, gak bisa njeplak gt aja. Salah2 malah menyayat nyayat hati orang

Reply
avatar
5 May 2014 at 11:16 ×

di balik pengakuan selalu ada kepalsuan.. ijin copas buat bikin status hehehe :D

Reply
avatar
Raisa Adila
admin
5 May 2014 at 11:28 ×

hahaha, logika berfikir yaaang....unik dan memusingkan, tapi emg bener juga siih.hihi

Reply
avatar
How Haw
admin
6 May 2014 at 00:15 ×

iya iya....
*garuk kepala*

Reply
avatar
How Haw
admin
6 May 2014 at 00:17 ×

aneh memang, padahal jujur itu baik, kenapa harus minta maaf... justru kalo ngebohong itu bisa nyebabkan perkara lain lho... walau org itu suka dengan kalimat 'bohong' itu, entar dia bisa down kalo itu ternyata kebohongan belaka.

Reply
avatar
How Haw
admin
6 May 2014 at 00:21 ×

iya, tapi hati-hati, entar ga ada yg modusin lagi... *ga ada yg ngaku cinta lagi*

Reply
avatar
How Haw
admin
6 May 2014 at 00:23 ×

iya mbak... biasa ada yg muntah lho sehabis baca di blog ini...
karena yg nulis rada howhaw (gila gimana gitu), jadi bacanya juga dengan mode: howhaw.
:p

Reply
avatar
6 May 2014 at 09:35 ×

Jadi.. Pick up line yang ini > "Mengaku dapat memutihkan kulit dalam seminggu. Asal kulitnya nggak hitam lebih dulu." Maksudnya nyindir postingan saya tentang body lotion yang kemarin, Haw? Ngaku, nggak?! #SebuahPengakuan

Mau salah, mau benar, tetap saja namanya pengakuan. Dan.. Tidak selamanya pengakuan itu keluar dari mulut orang yang bersalah. Begitu, Haw?

Reply
avatar
Mr. Bomb
admin
6 May 2014 at 15:17 ×

Ngakak bangeeeet di bagian "Benarkah kau anakku Malin?" xDD

Eh bang, makin keren aja nih headernya. Ini gak ada palsu-palsunya lho ya :D

Reply
avatar
6 May 2014 at 15:42 ×

Kok jadi serem ya :D

Reply
avatar
How Haw
admin
7 May 2014 at 01:02 ×

bukan. ga nyinggung sama sekali. *pengungkapan*

iya begitu. intinya sih, jujur-jujur aja.

Reply
avatar
How Haw
admin
7 May 2014 at 01:04 ×

bagus deh kalo masih bisa bikin ketawa Meg... kebanyakan sih ikutan howhaw. :p

itu lagi ikutan lomba, entar juga dibalikin ke header semula kok.

Reply
avatar
How Haw
admin
7 May 2014 at 01:56 ×

makanya jujur-jujur aja kan. biar meninggalkan dunia dengan tenang.

Reply
avatar
10 May 2014 at 01:04 ×

Mungkin bagi sebagian orang pengakuan dapat membenarkan kesalahan sebelumnya, makanya berbuat salah aja dulu, ngakunya nanti, kayak koruptor! *ngetik koruptornya gak bisa selow*

Reply
avatar
10 May 2014 at 05:19 ×

iya hahaha.... mending hindari perbuatan yg mendatangkan kondisi harus mengaku, kalo salah segera ungkapkan saat itu juga.

koruptor? maaf, tapi itu sama kayak "berbuat dosa aja dulu, baru deh entar tobat", itu hanya dilakukan oleh orang munafik. dan orang munafik, ketika sudah mengakui perbuatannya (yg terencana itu), dosanya tetap tak termaafkan. dan jangan pernah sesekali berniat seperti itu, karena 'hati' akan mati dan kurang peka terhadap kebaikan.

*)mengingatkan diri sendiri
brb ambil wudhu.

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon