Howhaw #78: Konsep Pemimpin yang Disukai Rakyat ~ Production Haws

Howhaw #78: Konsep Pemimpin yang Disukai Rakyat

Assalamu’alaikum...

Oh cahaya yang panjang
Doanya yang abadi
Berjuta tahun cahya
Kan selalu tetap teringat
Malam tak berawan pun
Dan walau hujan turun
Orang yang akan selalu
Melindungiku dari jauh
Aku matikan lampu di kamar ini
Kuingin dipeluk oleh....
Cahaya darimu

(JKT48 – Nagai Hikari)


Itu selintas lirik lagu JKT48, bukan ngefans amat cuma suka denger lagunya. JKT48 ini membernya katanya ga dibolehin pacaran. *Tuh JKT48 yang idol saja ga pacaran, masa kalian iya. Mereka ga boleh pacaran tapi lagunya “i want you.. i need you...” ga pantes sih kedengarannya. Kalo ga boleh pacaran itu kan seharusnya lagunya “assalamu’alaikum ya akhi ya ukhti...”.


hawadis howhaw
JKT48.com

Konsep yang mereka usung adalah tumbuh bersama fans. Asal kalian tau konsep ini bukan konsep yang baru, para tetua kita udah pernah ngajarin kok, tak kenal maka tak sayang, kurang lebih sama. Konsep ini menjadikan fans atau pendukung sebagai poin utama perkembangan mereka. Jadi berbagai hal seperti pertunjukan, latihan atau kegiatan mereka diekspose kepada fans. Jadi ga banyak rahasia-rahasiaan. 

Konsep ini tidak hanya diterapkan dalam industri musik saja, melainkan dalam dunia politik juga dapat diterapkan. Calon pemimpin harus mengekspose kegiatan mereka agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan pendukung. Itulah kenapa pemimpin yang turun ke lapangan/blusukan lebih disukai oleh rakyat. Mereka disukai rakyat, melihat rakyat langsung, bersalaman (handshake) dengan rakyat langsung bahkan ada yang flashmob bareng, yang menandakan mereka tumbuh bersama rakyat. B-)

Tapi bukan berarti kita harus memilih pemimpin yang selalu turun ke lapangan, karena itu menandakan mereka meninggalkan pekerjaan mereka yang di dalam ruangan. Memilih pemimpin juga harus dilihat kemampuannya. Jangan memilih pemimpin yang sekadar terkenal saja. Kayak penyanyi dangdut 5 tahun lalu yang mencalonkan jadi pemimpin dewan. Waktu itu wawancaranya kurang lebih begini:

“Bang, apakah anda siap dan bisa menjadi pemimpin?”
‘siap’
“Pernah memimpin sebelumnya”
‘belum’
“apakah sudah menguasai hukum politik dan perundangan?”
‘belum, tapi pasangan saya ahli dalam bidangnya’
“apa modal anda dalam memimpin”
‘bismillah’
“bagaimana cara anda memimpin nanti?"
‘saya bahagia jika rakyat bahagia’

Pemimpin itu kan seperti pilot dalam menerbangkan pesawat. Jadi kalo wawancara itu tentang penerbangan jadinya seperti ini:

“bapak sudah siap menerbangkan pesawat?”
‘siap’
“pernah menerbangkan pesawat sebelumnya”
‘belum pernah’
“mengerti tentang arah mata angin, navigasi dan teknik penerbangan?”
‘tidak, tapi pramugari saya ahli di bidangnya’
“apa modal anda menjadi pilot?”
‘bismillah’
“kalo penumpang mati semua bagaimana?”
‘saya bahagia jika penumpang bahagia’

Begitulah kalo hanya memilih pemimpin yang hanya terkenal dan blusukan saja. Blusukan perlu sebagai penanda tumbuh bersama rakyat, tapi kemampuan juga diperlukan agar bisa tumbuh, karena kalo ga ada kemampuan bisa-bisa malah runtuh bersama rakyat, atau meruntuhkan rakyat.

Referensi: Standup Bintang BT
Previous
Next Post »

8 Comments

  1. wa, paham banget. gue curiga loe wota. wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan... tapi boleh juga sih kayaknya jadi wota, bisnis jual poto...

      Delete
  2. Susah milih pemimpin yang bener-bener berjiwa pemimpin. Apa lagi media di sini berperan besar dalam hal pencitraan, dan ada yang bilang kalau ini media bayaran. BBB nih, Bener Bener Bingung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi kita tetep harus milih.... karena kalo nggak, kita telah membuat nasib kita ditentukan orang lain...

      Delete
  3. hahaha..lucu dialog "pesawat"nya..
    benar sekali, harapannya sih pemimpin yg suka blusukan bukan sekedar pencitraan saja dan tdk melepaskan tanggung jawab pokoknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, masa pengennya pemimpin yg 24 jam di samping rakyat. itu pemimpin apa pengasuh bayi.....

      Delete
  4. Ada benernya juga gitu. Tapi beda kalau ngeblog, kalau ditanya
    "kamu siap nulis di blog?"
    siap
    "pernah nulis di blog sebelumnya?"
    belum
    "mengerti tentang dasar ngeblog, pengolahan html dan css?"
    tidak, tapi ada google yang ngajarin saya
    "apa modalmu nulis di blog?"
    bismillah
    "kalau nggak ada pembaca gimana?"
    saya menulis apa yang pengen saya tulis, bukan yang pengen mereka baca. Haha.
    agak kejam, tapi kadang pembaca juga dibutuhkan. Jadi? -.-

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu blog, yg menyangkut diri dan personal... bukan memikul beban orang banyak... makanya contohnya pesawat, karena sama-sama diperlukan keahlian khusus dalam menjalankannya... kalo blog kan bisa sambil jalan...

      Delete

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon