Keset Kusut: Baper-Baper Dahulu, Susah Move On Kemudian


howhaw

“Setelah banyak hambatan dan kemacetan di jalan, akhirnya bisa ketemuan juga,” ucapnya sambil menyunggingkan senyum.

“Iya. Syukuri aja kalo ketemu hambatan,” kataku.

“Kok disyukuri, sih?”

“Masih ingat pelajaran rangkaian listrik, kan? Ketika menemukan hambatan, kita bisa mencoba rangkaian baru untuk menciptakan cahaya lampu yang lebih terang. Coba kalo hambatannya nggak diketahui, kita cuma dapat cahaya yang remang-remang, doang,” jelasku.

“Terus, kalo dalam kisah percintaanmu, pernah menemukan hambatan, nggak?”

Aku menatapnya sebentar, tersenyum dan berucap, “Mau dengar kisahnya?” dia mengangguk dengan tatapan antusias.

*****

howhaw
Layangan dan perasaan cinta
Sejak SMP, aku sudah memutuskan untuk tidak berpacaran. Bukan karena religius atau karena nggak ada yang bisa diajak, melainkan karena punya pemahaman bahwa orang yang berpacaran itu adalah orang yang tidak mandiri. Berkebutuhan khusus. Tuna-asmara. Apa-apa perlu pacar, sampai-sampai belajar pun perlu pacar biar semangat.

Seperti orang buta (tunanetra) yang memerlukan tongkat untuk berjalan, tuna-asmara juga memerlukan pesan dari pacar untuk makan dan tidur. Padahal, kegiatan tersebut sudah menjadi kegiatan sehari-hari tiap orang. Nggak perlu punya pacar segala. Bahkan, saat ‘berkeinginan’ setelah menonton video Duo Serigala, nggak perlu lah ke kosan pacar, karena mestinya bisa menggunakan cara mandiri.

Pemahaman tersebut terus aku jaga hingga tiba masa SMA. Dengan semakin banyaknya orang baru dan wajah baru yang kukenal, aku mulai melupakan pemahaman yang kujadikan prinsip tersebut. Terlebih saat aku bertemu lagi dengan yang namanya Audina.

Dia temanku sewaktu kelas 2 SD. Tapi kami tidak berteman lama karena dia pindah sekolah. Tuntutan pekerjaan ayahnya. Saat masih SD, dia dikenal sebagai anak yang dekil, item dan nakalnya kebangetan. Suka ngerjain teman lainnya, doyan nantangin anak cowok berkelahi, cakar-cakaran tepatnya. Namun, tidak dengan sekarang.

Sejak dulu aku percaya, anak cewek itu cenderung mengalami pertumbuhan dan perubahan total. Nggak bisa dinilai dari sewaktu kecilnya. Buktinya Audina ini. Sekarang malah jadi cantik memesona. Ada juga yang namanya Rani. Waktu kecil dia tampangnya ingusan. Berantakan. Tapi sekarang, beh, jadi terlihat laksana bidadari...teman sebangkunya. Ya, si Audina itu.

Saat terpesona melihat Audina, aku tetap bisa mengontrol diri dan meyakinkan bahwa rasa ini hanyalah rasa suka semata. Aku tetap bisa terbang seperti layang-layang tanpa perlu berpacaran. Namun, suatu ketika aku sadar bahwa layangan bisa terbang melawan angin karena ada tangan yang menggenggam erat talinya. Seandainya aku bertemu angin kencang, mungkin aku tetap terbang, namun terbangku pasti terbawa angin. Lalu terhempas. Sejak saat itu, aku menjadikan Audina sebagai orang yang menggenggam erat ‘taliku’ ketika terbang.

howhaw
Keset (baca huruf e-nya kayak pada ember) 
“Kamu bikin apa untuk tugas Kesenian?’

“Penghapus papan tulis. Kamu?”

“Keset.”

Audina kemudian menunjukkan keset yang dibawanya. Rani terkagum. Aku ikutan kagum.

“Bagus banget ini, Au,” pujiku, dengan modus dalam tiap pelafalan hurufnya.

Audina tersenyum sambil mengucapkan terima kasih. Aku semakin terpesona. Lalu entah bisikan dari siapa, aku mulai merencanakan untuk mengambil keset tersebut. Ketika semua kerajinan tangan dikumpulkan, dinilai dan setelah pelajaran usai guru membawa ke ruangannya, aku izin ke toilet.

Letak toilet berada dekat dengan ruang guru. Aku memantau guru Kesenian, ketika dia keluar ruangan untuk mengajar kelas lain, aku masuk ke ruangannya. Nggak ada guru lain di dalam, aku ambil keset milik Audina, kusembunyikan di balik baju. Lalu aku pergi ke kantin untuk minta kantong kresek, kumasukkan keset tadi ke dalamnya dan kubawa ke kelas untuk dimasukkan ke dalam tas.

Di rumah, aku tidak meletakkan keset tersebut di depan pintu, melainkan di atas kasur. Di dekat kepala biar bisa dielus-elus. Kadang kuciumi beberapa kali.

howhaw
Memandang cewek dari belakang, lebah dan penyihir yang beraksi
Kecantikan Audina tidak hanya memikatku, setiap anak lelaki di sekolah juga mengaguminya. Banyak yang sudah mencoba mendekatinya. Laksana gerombolan lebah yang melihat bunga bernektar paling manis. Namun, belum ada yang behasil mendapatkannya. Aku? Hanya bisa mengobrol dengannya tentang pelajaran dan PR di kelas. Tidak lebih. Itu pun bicaraku sudah tergagap.

Di kelas, aku dianggap sebagai dewanya Fisika. Tiap ulangan, aku pasti mendapatkan nilai sempurna. Semua rumus, aku hafal di luar kepala. Kenapa bisa? Tentu saja karena waktu lahir aku nggak diazanin, melainkan dirumusin.

“Hukum Newton III itu yang begimana, sih?” tanya Audina ketika kami mengerjakan tugas Fisika di kelas.

“Maksudnya, tiap ada aksi, akan ada reaksi yang arahnya berlawanan. Misalnya gini,kuminta Audina menadahkan tangannya, lalu aku menyambut dan menggenggamnya, “gimana? Ada merasakan perubahan?” lanjutku.

“Nggak.”

Audina menggeleng, aku terdiam. Padahal berdasarkan teori hukum Newton III, ‘aksiku’ tersebut pasti akan menimbulkan ‘reaksi’ di hatinya. Ternyata berdesir dan bergetar aja, nggak. Newton pasti salah.

howhaw
Teman bermain, salah gigit apel, dan barang yang melaju
Aku punya teman namanya Tamma. Ganteng, jago main gitar, suaranya bagus, percaya diri dan selalu membawa gear motor dalam tasnya. Beda banget denganku yang nggak bisa main alat musik. Namun, meskipun dengan rupa dan kemampuan sekeren itu, dalam urusan pelajaran, dia lemot banget. Disuruh makan apel aja, malah layar komputernya yang digigit.

Mungkin karena sadar kelemahan masing-masing, aku dan Tamma bisa berteman akrab. Ya, untuk saling mengisi kekurangan. Selama berteman sejak kelas satu SMA, Tamma sering main ke rumah untuk mengerjakan tugas atau PR. Pada kesempatan itu, kami biasanya saling curhat, terutama tentang seseorang yang sedang didamba.

“Adu damba, adu damba, mengadu dambaaa~ damba dipertaruhkan~”

“Itu domba, Tamma,” sanggahku.

“Kamu ngapain, sih, masih ngarepin dia? Udah jelas dia cuma menjadikanmu pelarian ketika dia udah putus ama pacarnya. Cuma ngejadiin kamu guru privat gratis, yang didatangi ketika ada tugas, doang. Setelahnya? Dia berbahagia dengan cowok lain. Udah dua tahun, loh,” protes Tamma.

“Entahlah. Tiap kali ngeliat dia jalan dengan pacarnya, aku sakit hati, sih. Tapi entah kenapa kalo dia nyamperin, pasti aku bakal ngerasa welcome lagi,” jawabku.

“Cintamu itu nggak beres, udah jelas kalian itu jauh. Apalagi semenjak dia masuk kelas yang berbeda. Ditambah lagi waktu yang telah lewat. Mestinya, cintamu itu udah lenyap,” ucap Tamma.

“Tam, jika bisa terpengaruh jarak dan waktu, berarti itu bukan cinta, melainkan kecepatan (v=s/t), yang suatu saat bisa berhenti.”

“....”

howhaw
Nenek bergelayutan dan makhluks yang belum pernah terlihat
Tamma mungkin benar. Jumlah manusia di bumi ini udah mencapai tujuh milyar. Berharap dan menganggap Audina satu-satunya perempuan yang pantas dinanti merupakan bentuk pemikiran bodoh. Terlebih lagi, dia sudah berkali-kali mengecewakanku dengan sikapnya. Seperti minggu kemarin, dia meneleponku minta diantar ke toko buku karena teman yang biasa menemaninya sedang sibuk. Aku kegirangan, dong. Buru-buru mandi, pakai parfum dan langsung meluncur ke rumahnya.

“Bu, Audinanya ada?” tanyaku ketika pintu rumahnya dibuka setelah kupencet bel beberapa kali.

“Baru saja dia pergi ke toko buku sama pacarnya.”

“.....”

Aku ngerasa dipermainkan. Dibohongi. Rasa benciku seketika memuncak. Kok, tega-teganya dia minta dijemput tapi perginya malah dengan orang lain. Aku langsung tancap gas ke rumah. Mengambil keset buatannya di atas ranjang, lalu membantingnya ke lantai. Bodoh memang.  Tapi kalo dibakar, kan sayang. Itu benda satu-satunya milik Audina yang aku punya.

“Kamu tahu, nggak? Kalo nenek sedang bergelayutan di pohon kelihatan apanya?” tanya Tamma ketika masuk ke kamar dengan wajah nyengirnya.

“Teka-teki basi. Ya, kelihatan bohongnya lah,” jawabku kesal.

“Memangnya bohong bisa kelihatan?”

“Kamu nyindir aku, ya?”

“Hah...?”

howhaw
Gurita ngajak bercanda, gitar dan bulan yang berharap
Setelah mengerjakan PR, aku dan Tamma kembali melakukan ritual saling curhat. Dalam hal mengejar gebetan, Tamma selalu bergerak cepat. Dia paling anti dengan memendam cinta atau mengagumi diam-diam. Katanya, sikap bergerak cepat itu diperolah setelah mengenal dan melihat nasibku.

“Bernasib seperti keset yang selalu welcome padahal terus diinjak itu mengenaskan. Rela diinjak, tapi nggak mau bilang kalo cinta. Dipendem. Mestinya, kalo suka ya bilang aja. Kamu kan tahu kalo di dunia ini ada proses perubahan wujud zat. Gebetan itu seperti kapur barus. Jika kamu cuma mendiamkan, dia akan menyublim. Menghilang. Dan hanya menyisakan kenangan harum,” ucapnya.

“Daripada terus diinjak begitu, mending kamu lupain aja!” lanjut Tamma sambil mengambil gitar yang dibawa dari rumahnya. Dia mengatur senarnya, memetik beberapa kali dan berkata dengan serius, “Kadang Tuhan itu suka bercanda. Ada lelaki yang baik dan setianya kebangetan, tapi ditautkan hatinya pada perempuan yang  meliriknya saja, tidak.”

Tamma memainkan gitarnya dan mulai bernyanyi.




“Tuhan sedang bercanda~ ho o o o~ ho o o~” senandung Tamma dengan memiringkan kepala dan menaikturunkan alisnya, pertanda sedang menyindir.

“Apa lu ho ho ho!” gertakku.

Setelah mendengar lagu Tamma, aku tersadar, sepertinya aku terlalu menganggap serius perasaan. Terlalu meninggikan ego bahwa Audina adalah satu-satunya orang yang bisa dijadikan tempat berlabuh. Aku harus belajar melepas dan mematuhi logika agar rasa ini tidak terus bersemi. Aku dan Audina mungkin tak bisa menjadi ‘kita’. Tuhan pasti sedang bercanda saat mempertemukan kembali aku dan Audina. Karena dalam pengejaran cintanya, selalu terdapat hambatan.

*****

Ketika aku mengakhiri cerita, dia antusias untuk bertanya.

“Jadi, sejak dulu kamu udah naksir sama aku?” tanya Audina. Aku mengangguk malu.

“Terus, itu keset beneran sampai kamu cium-cium segala? Hahaha. Padahal itu keset bukan aku yang buat, aku nggak sejago itu. Sehari sebelum pengumpulan tugas Kesenian, aku baru sadar kalo belum buat. Kemudian aku pergi ke pasar dan membeli keset itu. Karena itu barang kerajinan tangan yang mudah dibuat, jadi pasti nggak bakal ketahuan,” terangnya. Aku terperanjat.

“Yang jualnya itu bapak-bapak, keringetan lagi. Pasti keringetnya juga keserap ama keset yang aku beli. Yang artinya, kamu udah nyiumin mesra keringetnya bapak-bapak. Hahaha,” lanjutnya sambil tertawa lebar. Sangat lebar. Aku menekuk wajah. Malu.

“Lalu, kenapa kamu ngungkapin cinta melalui telepon kemarin? Padahal udah berkomitmen untuk melepaskan gitu,” selidik Audina.

“Kan dalam mengatasi hambatan, rangkaian listriknya yang mesti diubah, bukan lampunya. Aku hanya mengubah rangkaian kisah cintaku agar hambatannya bekurang. Lampunya tetap kamu. Karena bagiku, sejak awal kamulah lampu paling terang,” ucapku. Pipi Audina memerah. Merona.

“Lalu, kenapa kamu nerima begitu aja saat aku nyatain cinta? Padahal saat masih sekolah sikapmu begitu,” tanyaku.

“Entahlah. Aku suka membayangkan wajah kecewamu. Lucu aja. Sampai-sampai aku nyuruh mama buat bilang udah pergi ke toko buku sama pacar, padahal aku ada di lantai atas. Di dalam kamar. Saat kamu menggenggam tanganku dulu, jantungku berdegup kencang, tapi aku sengaja bilang nggak terjadi apa-apa. Dan kamu memasang wajah kecewa lucumu itu. Sejak itu, aku mulai berpikir bagaimana caranya bikin kamu memasang wajah kecewa,” jawab Audina. Perlahan wajah Newton—yang bersedekap sambil menganggukkan kepala pertanda ia benar—hadir di kepalaku.

“Memang hal tersebut akan membuatmu menjauhiku, tapi entah kenapa aku bisa sangat yakin, kamu pasti akan tetap mengharapkanku. Dan aku semakin yakin ketika melihatmu masih saja menerima kehadiranku padahal sudah berkali-kali aku bikin kecewa. Karena itu, saat kamu bilang cinta, aku nggak perlu alasan lain lagi,” lanjutnya.

“Sama sepertiku. Karena rasa yakinlah yang membuatku tetap menjadi seperti keset kusut. Tetap merasa welcome untuk membersihkan dan mengeringkan jejak penatmu,” ucapku pelan.

Audina tersenyum. Matanya berbinar sambil berkata, “Makanya aku selalu mencoba mengotori atau membasahi jejakku, agar aku selalu punya alasan untuk mendatangi keset kusutku.” 

howhaw



NB:
Ini fiksi untuk GA-nya Arieje yang sedang merayakan bukunya yang bakal terbit. Selamat, Jan \o/. Konsep awalnya mau saya bikin analisis dan filosofis gitu, eh, udah ada yang duluan buat. Lalu mau dikasih balon-balon bicara kayak komik, menyita waktu, kompi juga sedang error. Ujung-ujungnya dijadiin fiksi. Kebetulan juga udah lama nggak #memfiksikan. Maaf kalo ceritanya kepanjangan. Lagu soundcloud by Tamma_Official - Tuhan Sedang Bercanda.

Previous
Next Post »

128 comments

Click here for comments
Dani Maulana
admin
14 June 2015 at 01:35 ×

Wah banyak juga Blogger yang ikutan kuis ini. Semoga menang Gan... Besok ada kuis berhadiah 3 buku gue di #kuiswb ikutan juga yah

Reply
avatar
14 June 2015 at 01:39 ×

TULISAN INI HAWHAW BANGETTT!!! Eh, howhaw maksudku.
Speechless pokoknya~

Bikin fiksi buat GA aja sekeren ini, gimana kalau kamu yang bikin buku, bang. Udah, buruan buat buku aja gih sana.

Anyway, semoga GA nya berhasil yaaa.

Reply
avatar
14 June 2015 at 02:34 ×

duh,ini ceritanya~
iya, saya setuju sama dara, mending bikin buku gih, haw, jangan bikin baper :"

Reply
avatar
turyono ari
admin
14 June 2015 at 08:33 ×

Aduh Haw ini kok bisa bagus sih? gimana caranya sih fisika bisa jadi kisah cinta? heran aku. -_-

Apalagi pas lagunya di play, makin berasa syahdunya kisah cinta mereka. :D

Reply
avatar
Arian Sahidi
admin
14 June 2015 at 10:00 ×

ya ampun, ini yg punya blog kenapa keren gini, coba? jadiin buku aja deh ini cerita. :p

Reply
avatar
Aldi Rahman
admin
14 June 2015 at 10:14 ×

keren, saya nggak bisa berhenti bacanya sampai kata terakhir, endingnya keren sekali. Intinya rumus Fisika tidak salah, kebetulan saya suka Fisika, sama pelajaran Matematika saya juga suka :)

Reply
avatar
14 June 2015 at 10:19 ×

Om Haw emang jago kalau soal memfiksikan, dapet banget endingnya. Semoga menang GA nya Bang Janjan.

Reply
avatar
Arie Je
admin
14 June 2015 at 11:44 ×

SEDHAAAPPP!! Akhirnya ada juga yang kreatif postingannya.

*angkat jempol kaki, tangannya lagi ngetik*

Reply
avatar
14 June 2015 at 13:36 ×

Njir baru tau bang Haw ternyata maniak, keset aja sampe di elus" & ciumi gitu :ng
*Hati-hati buat para cewe jangan sampe ngasih barang sama bang Haw

Reply
avatar
Anisah FZ
admin
14 June 2015 at 14:43 ×

AAAAKKK SUKA BANGET KAKK :'3
Bisa aja ya bikin Fisika jadi cerita cinta gini :') jadi greget sendiri tau waktu si 'aku' modus pegang tangan ceweknya pake hukum Newton, duhhh :'3

Bikin novel gih :)

Reply
avatar
Safira Nys
admin
14 June 2015 at 17:57 ×

Gakuat bacanya senyum senyum sendiri aja :')
Tapi aku penasaran emang bikin keset segampang apa sih perasaan belom pernah liat ada yg bikin haha x))

Reply
avatar
15 June 2015 at 00:14 ×

Mantep, Haw!!!

Nggak sia-sia gue baca sampe habis. :D

Gue jadi minder buat ikutan. Hehehe. Btw, tunggu cerita gue siang atau sore nanti. :p

Kalo lu yang menang nanti, selamat!
Hehehe.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 04:37 ×

teman sekomunitas juga, bang. mesti didukung dan diramein, dong~
kalo kuis twitter aku jarang ikut, bang. :(

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 04:40 ×

hawhaw hawhaw... tapi emang dai kata itu sih aku asal domain ini. nggak banyak yang tahu artinya juga. =)D

amin, makasih. kalo lagi rajin-rajinnya, aku kadang bikin naskah kok. cuma kalo udah sibuk ama hal lain (gak ada yg ngingetin dan ngebimbing), langsung hilang cerita. :(

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 04:46 ×

Ceritanya kenapa? @@,
yang suka bikin baper kan elu, Errrrr.....

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 04:47 ×

Diceritain aja~

Pas nggak, Ri posisi lagunya ditaro di bagian itu? @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 04:52 ×

Komentar yang selalu saya harapkan ini. Pemilik blognya yang keren. :D
Bimbingin, dong Om~

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 05:04 ×

wa wa... terima kasih.
semua pelajaran memang semestinya disukai, kok, karena memberikan pengetahuan baru.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 05:05 ×

Amin, Ziz. Lu katanya mau ikutan juga, kan~ *kedip-kedip*

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 05:09 ×

^ini tukang kuisnya~

wa wa wa... masa pake jempol kaki doang, nggak sekalian ama cantengannya~

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 05:13 ×

Iya. Jangan ngasi barang, ngasi orangnya aja~

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 05:19 ×

terima kasih~
nyambung-nyambungin doang, secara teori mirip, sih. :D

*Haw, baca tuh*

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 05:27 ×

Perlu dituntun biar kuat baca sampe selesai? @@,

Di sekolah belom pernah dapet tugasnya, ya? itu berdasarkan pengalaman aku sih. coba searching di gugel dengan keyword "membuat keset dari kain bekas/ perca/ handuk/ atau kaos, aja~ gampang, kok bikinnya.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 June 2015 at 05:30 ×

Syukur, deh kalo ada manfaatnya~ :D

Minder apaan, bikin-bikin aja, yang menilai kan ada jurinya sendiri. kita ngeramein 'acara'nya temen.

Reply
avatar
15 June 2015 at 07:41 ×

Bikin tulisan sepanjang ini kok kayaknya mudah banget ya haaaa. Kalo aku malah bingsung dimulai dari mana, :-D

Reply
avatar
15 June 2015 at 09:11 ×

Nge-scroll buat nyampe di kolom ini buat komen aja aku gemeteran, Haw. Efek habis baca ceritanya. Aku kayak ikut ngerasain deg-deg-an yang kayak Audina rasain pas tangannya dipegang sama si gila Fisika.

Sialanlah si yang gila Fisika, apa-apa semuanya dikaitin sama Fisika, sampe ngegombalin dan ngungkapin perasaan juga pake teori Fisika. Si Audina juga, ternyata kampret suka sama wajah kecewanya si gila Fisika. Si Tamma, aku ngebayanginnya dia itu kayak John Mayer. Endingnya gak disangka-sangka, kirain bakal berakhir dengan adegan ngebakar keset, Ternyata huaaaaaaa!!!! Moga menangin hti yang ngadain GA-nya ya! :))

Tuhan sedang bercanda. Lucu ya. Apa Tuhan juga lagi becandain aku sama asshole dengan jarak dan susah sinyal? Eh, kok malah curhat. Maaf.

Reply
avatar
15 June 2015 at 09:33 ×

Ciyee, yang akhirnya jadian juga.. kalo anak fisika mau nembak aja repot ya mesti nyari persamaan dulu ya. \

Kisahnya bagus ya, kadang jadi keras kepala itu bagus. Kayak si itu yang tetep kekeuh ngejar si audina walau sudah ditipu. Akhir-akhirnya bisa mendapatkan audina.

Pas baca yang bagian cium-cium kesetnya itu aku geli sendiri. Maniak banget eh taunya malah nyium keringet bapak penjual kesetnya. Euwh. Semoga menang ya bang GA nya

Reply
avatar
15 June 2015 at 10:47 ×

Iya juga yah @@, tpi itu mah maunya bang Haw :p
Apalagi klo dikasih kakaknya mba Wulan yah Haw, pasti mau banget itu :ng

Reply
avatar
vera
admin
15 June 2015 at 11:26 ×

postinganya bagus-bagus banget nih bang how haw :)

Reply
avatar
15 June 2015 at 14:06 ×

Tuh kan, udah kuduga. Hawhaw hawhaw... ._.
Keyboard kamu yang huruf "R" masih rusak, bang? Itu "R" nya gak diketik lagi~

Gak ada yang ngingetin? Jangan nyari alasan deh. Yang begitu kan alasannya para tuna asmara. Kenapa diikutin :/

Kalo gak ada yang ngebimbing itu sih iya. Artikel yang waktu itu aku mau garap juga gak selesai-selesai nih bang. Yang tentang iman itu. Gak ada yang ngebimbing soalnya :/

Reply
avatar
Ratna
admin
15 June 2015 at 14:12 ×

panjang bener postingannya, salut deh sama mas how haw

Reply
avatar
15 June 2015 at 14:13 ×

Eh iya, ini tukang bikin baper gegara senja kok malah bilang orang lain bikin baper :/

Reply
avatar
How Haw
admin
16 June 2015 at 03:12 ×

:( Masih....
e tapi mungkin karena pengaruh autocorrect ramadan version juga kali, mau ngetik "dari" dibenarkan jadi "dai"

itu kode. @@,

apa kalimatmu ini juga kode?

Reply
avatar
How Haw
admin
16 June 2015 at 03:14 ×

tau tuh si, Er~

Reply
avatar
How Haw
admin
16 June 2015 at 03:15 ×

=)D

hestek kode, hestek kode, hestek kode

Reply
avatar
How Haw
admin
16 June 2015 at 03:18 ×

Hahaha.... nggak tahu juga, Bang. Aku sendiri bikinnya dua hari, kok. :| lama.
Ini kan kayak nerjemahin gambar tapi dengan pemahaman sendiri, bebas-bebasin aja~

Reply
avatar
How Haw
admin
16 June 2015 at 03:22 ×

Eh, beneran sampe gemetaran? saking panjangnya kali, ya~ telunjuknya capek nyecroll @@,

amin, Cha. aku sebenarnya nggak tahu mau diendingin kek begimana, cuma pas ngeliat cover belakangnya ada gambar cewek senyum, kayaknya enak kalo diakhir dengan kebahagiaan. masa mau ngenes kayak yang nulisnya.

Haha.. iya kayaknya, Cha. ketawain aja.

Reply
avatar
How Haw
admin
16 June 2015 at 03:40 ×

Hahaha... di ceritanya, doang. Aslinya mah sama aja kek yang lain.

"Iya, karena tulus dan bodoh itu beda tipis" - Yoga.

Amin. Terima kasih.

Reply
avatar
How Haw
admin
16 June 2015 at 03:40 ×

Terima kasih, Ver. Moga betah bacanya~

Reply
avatar
How Haw
admin
16 June 2015 at 03:42 ×

apa coba yang disalutin dari postingan panjang~ @@,

Reply
avatar
16 June 2015 at 08:23 ×

aaahhhh~ (teriak manja). Setuju sama yang komen di atas. Mending lu bikin buku juga, Bang.

Untung Audinaya cantik, mungkin gue juga rela dah. Rela jadi keset untuk Audina

Reply
avatar
16 June 2015 at 09:19 ×

KEREEN HOW.. 2 JEMPOL BUAT KAMUU
Tulisannya tetep ada ciri khas Howhaw nya. Ngerasa puas pas baca sampe abis. :D

kapan yak bisa nulis sebagus ituu
huhuu

Reply
avatar
16 June 2015 at 09:36 ×

Hahahaha. Kayak pake vibrator. EEH enggak, maksudnya bukan gemeteran karena kepanjangan, tapi karena postingannya keren. *puji puji buat nambah pahala*

Baguslah ending kayak begitu, Haw. Gak terduga. Yang baca ikutan senyum.
Ya Allah ngenes..... Gapapa lah, daripada ngeres.

*nangis di pojokan*

Reply
avatar
Tomi Azami
admin
16 June 2015 at 13:36 ×

"...Lampunya tetap kamu. karena bagiku sejak awal kamulah lampu paling terang." <-- anjooor banget nih.
mantap baca dari awal sampai akhir. komen2nya mah enggak.
semoga menang bang haw

Reply
avatar
16 June 2015 at 14:56 ×

super sekali bang haw fiksinya, bikin buku lah bang :D hehe
btw keren juga lagunya tamma.

Reply
avatar
Serly
admin
16 June 2015 at 15:07 ×

bagus nih ceriyanya :D

Reply
avatar
16 June 2015 at 15:14 ×

keren mas ceritanya, calon juara nih

Reply
avatar
oh andrian
admin
16 June 2015 at 16:31 ×

colek bang haw *bukan colek genit
panjang bnget,tpi aku menikmati,dalam hatiku kapan ya bisa bikin tulisan sepanjang ini atau dari artikel bang haw sblumnya yg sering ku baca,salut.
dicerita jadian,ehm kenyataan gimana nih *kabor

Reply
avatar
16 June 2015 at 17:37 ×

Yakali.

Oh, itu kode.

Apakah kalimatku terlihat seperti kode?

Reply
avatar
16 June 2015 at 20:17 ×

Jangan bajingan gitu apa, Cha. Udah mau puasa, segeralah tobat. :))

Reply
avatar
kips
admin
16 June 2015 at 22:10 ×

Sukses GA-nya ya, postingannya lumayan panjang namun terselip bagian yang bisa membuat tersenyum "tentang keset yang ternyata hasil buah tangan seorang bapak-bapak" :-D

Reply
avatar
16 June 2015 at 23:40 ×

Kalau saya sih mas pacarannya ketika mau nikah, jadi bisa dikatakan taaruf deh :D

Reply
avatar
i Jeverson
admin
17 June 2015 at 00:07 ×

asyik ya kalau bukunya bakal diterbitin :")
semoga karir dia lancar. keren reviewnya...
review yang di fiksikan. hebat!

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 00:50 ×

Apa itu pertanyaan mengandung kode?

Reply
avatar
17 June 2015 at 00:54 ×

Hahaha lo emang paling bisa bikin beginian. Keran, Haw!
Sukses GA-nya!

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 00:57 ×

emang pake vibrator rasanya kek gimana? @@,

bagus deh kalo ada yang suka ending begitu~ ^_^


#YogaDaiMuda

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:04 ×

Ada kok, buku tabungan. ._.

Iya. Untungnya cantik.... :p

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:08 ×

Jempolnya kakak? :lv

ciri khas itu maksudnya ciri khusus gitu, ya? eh, tapi kalo ciri khusus, mestinya bukan ciri khas, tapi ciri khus. (._.)

Nulis nulis aja~ yang nentuin bagus nggaknya biar orang lain.

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:10 ×

anjoor itu apaan lagih? @@,

ahahha... padahal biasanya orang suka baca komennya doang loh~
amin. terima kasih.

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:16 ×

Kompakan sarannya, ih~ :D
Download aja, benta lagi single keduanya bakal keluar, loh~

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:16 ×

Terima kasih. :)

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:17 ×

Terima kasih. Namanya juga peserta... @@

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:20 ×

Dikiranya sabun colet kali, ah~

Tulis-tulis aja, bang~ tujuan utamanya kan memberikan informasi dan hiburan ama yang baca.
Nggak, ini fiksi... ada sih dikit-dikit yang diambil dari pengalaman pribadi. ._.

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:23 ×

Terima kasih doctornjoh~ :D
Disesuaikan dengan potongan covernya, soalnya. makanya panjang.

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:26 ×

wa~ |o|
orang bilang mesti pacaan lama biar saling kenal dan makin percaya, sehingga yang pacaran lama dianggap orang yang kepercayaannya tinggi. Padahal, yang langsung menikah tingkat kepercayaannya lebih tinggi. Bayangkan, baru kenal sebenta, tapi sudah berani membagi hidup.

*ini aku ngomong opo, seh*

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:28 ×

Elu yang sabar aja nunggu, Jev/ Sapa tahu entar naskahmu dibukukan juga. :-d
Ini bukan review sih. Menceritakan gambar cover dengan versi sendiri aja.

Reply
avatar
How Haw
admin
17 June 2015 at 01:29 ×

Terima kasih, Gung.
Mestinya lu ikutan juga.

Reply
avatar
17 June 2015 at 06:19 ×

Apakah pertanyaannya terlihat seperti mengandung kode?

Reply
avatar
17 June 2015 at 09:02 ×

emang kece lu bang haha, Gombalnya juga hebat kapan-kapan ajarin gombal juga dong

Reply
avatar
17 June 2015 at 09:03 ×

Bahkan fiksi aja masih didominasi sama ilmu Fisika . . duhh emang master lah . . Kenapa gak jadi guru les BI sama Fisika aja bang . .??
Emmm . . kalo jago fisika, bisa dipake buat modus yaa . .?? Megang2 tangan cewek dengan alasan hukum newton . . hahahaa . .

Reply
avatar
17 June 2015 at 10:00 ×

:-d hehee

Jiaaah sampe di bahas,
e tapi bener juga sih, harusnya ciri khus. Mungkin karena huruf '' U '' lebih mudah di baca dengan vokal ''a''. Jadi penulisannya diganti jadi ciri khas.
Hahaaa ngawur..

iya How.. kali aja ada orang yg khilaf trus nilai tulisan saya bagus :D

Reply
avatar
17 June 2015 at 21:52 ×

Fak. bagus banget ini. hahaha.
bisa aja gitu ya fisika dikaitkan dengan cinta. keren lah. alurnya mantep, twistnya mantep. semoga lo menang , Haw

Reply
avatar
How Haw
admin
18 June 2015 at 03:48 ×

Apakah pertanyaan tentang kode dalam pertanyaan ini ada kodenya?

Reply
avatar
How Haw
admin
18 June 2015 at 03:56 ×

Ih, jempol kiri, mesti abis dipake cebok.

Gaperlu khilap juga kok, Bang~ asal ada gambar kakak :lv nyelip, bagiku itu udah sangat bagus.

Reply
avatar
How Haw
admin
18 June 2015 at 03:58 ×

Minta diajarin gombal~ hahaha...
Yang nulisnya aja kagak punya pacar, otomatis artinya gombalannya selalu gagal.

Reply
avatar
How Haw
admin
18 June 2015 at 04:32 ×

Aku bukan master :D Lagian, tak semua orang bisa jadi guru. Berat.
iya, bisa, makanya aku semangat belajar Fisika. Kalo pinteran dikit, mending masuk kedokteran aja~ Yang disentuh bisa banyak banget ._.

Reply
avatar
How Haw
admin
18 June 2015 at 04:37 ×

Makasih, Man. Udah pengumuman, dan ternyata menang. :-bd

Reply
avatar
18 June 2015 at 05:51 ×

Gue telat ikutan GA ini, dan lo jadi juaranya Haw :D selamaaat banget Haw :D kece lo kampret :D analogi cinta sama fisika lo masih pecah juga ya :D

Reply
avatar
18 June 2015 at 08:18 ×

hahaa. malah gak gak pernah sama sekali.. :D
gak pernah cebok. -__-'

uhukk
ujung2nya kakak aku lagi
Noh si erdi kayaknya bakal jadi saingan kamu How..

Reply
avatar
18 June 2015 at 10:28 ×

Bang dari mana aja dapat ide kaya gini ?
keren banget nerjemahinnya . ak suka yang nerjemahinnya secara per bagian gitu jadi mudah paham

Reply
avatar
Renggo Starr
admin
18 June 2015 at 13:55 ×

Seperti biasanya, ceritanya warbiyasak.
Eh Haw, bikin buku aja. Serius, tulisanmu bagus.

Reply
avatar
Wida Zee
admin
18 June 2015 at 15:50 ×

Berasa baca novel.. panjangnya bukan main ini postingan hihihi
Kenapa gak bikin novel aja tulisannya menurut aku udah bagus.. hehehe

Reply
avatar
Dzaky Dewan
admin
19 June 2015 at 04:15 ×

Mantap juga tulisannya, kelihatan asli banget loh!

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
19 June 2015 at 07:34 ×

Selamat ternyata jadi pemenang GAnya... *sudah kuduga*

Suka banget sama quotes yang layang-layang itu ^^
And still wonder, sudah berapa cewek yang dimodusin dengan hukum newton itu xD

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
19 June 2015 at 07:39 ×

Wa wa wa wa *Haw style*

Reply
avatar
19 June 2015 at 08:20 ×

Keren ceritanya mas, saya yakin bisa jadi juara nih artikelnya :D

Reply
avatar
mia
admin
19 June 2015 at 08:45 ×

keren dah tulisanya

Reply
avatar
turyono ari
admin
19 June 2015 at 08:58 ×

Pas HAW, kan pas sama ceritanya, kalau dirumah malah bisa merubah cerita, (Y)

Reply
avatar
19 June 2015 at 13:31 ×

Tiap baca artikel mas how pasti keren-keren :-bd

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 01:28 ×

Masa Erdi Tega?

https://pbs.twimg.com/media/CGwRD-oUAAAu_kx.jpg

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 02:03 ×

hahaha...ka Dwi... :ng

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 02:05 ×

Terima kasih, Feb. Syukurnya lu ndak ikutan, kalo nggak, bisa gagal menang gue. :D

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 02:21 ×

Dari cover bukunya, dong~
Terus sesuaikan dengan gaya blog sendiri...

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 02:21 ×

Terima kasih, Nggo. Tak cobain deh.

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 02:23 ×

Hahaha... 1 Bab novel sih.
Terima kasih, tak cobain bikin naskah deh.

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 02:30 ×

Terima kasih. Emang kalo aslinya sedang-sedang, kayak gimana?

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 02:48 ×

Kagak pernah... Baru teorinya doang iki, belom dipraktikin... :D

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 02:48 ×

Terima kasih. ^_^

Reply
avatar
How Haw
admin
20 June 2015 at 02:51 ×

Wa wa wa... aku tersanjung 5.

Reply
avatar
20 June 2015 at 07:59 ×

Wah selamat yang mas jadi Juara G.A nya :-bd lol

Reply
avatar
20 June 2015 at 08:21 ×

Yaawloh, kucingnya lucu bangeetttt

kayak....



Aku waktu kecil

Reply
avatar
Slemut
admin
21 June 2015 at 09:44 ×

terharu gue bacanya.. :v

Reply
avatar
22 June 2015 at 04:23 ×

Kenapa bisa sekeren dan sengena gini di hati, ahh baca GA berasa nonton drama secara langsung dari detail penjelasannya.

Selamat udah jadi pemenangnya bang 😀

Reply
avatar
22 June 2015 at 13:34 ×

berarti dulu wajahnya mirip kucing yah mba? *mikir keras

Reply
avatar
Arie Je
admin
22 June 2015 at 15:11 ×

SELAMAT HAW!!

http://arieje.pro/pengumuman-sayembara-kesetkusut/

Reply
avatar
23 June 2015 at 12:16 ×

Nama saya Howhaw, saya jomblo karena pilihan. Tidak ada satu cewekpun yang memilih saya.
Okesip.

Bagus banget tulisannya, Haw. Jarang banget ada kisah remaja yang pake, "aku" ya ngomong-ngomong? Biasanya pakai "gue". Atau cuma aku yang kurang membaca? Pft.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 June 2015 at 01:46 ×

Sepemikiran dengan Chisanak, apa kamu sebenarnya adalah siluman, Ul? @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
25 June 2015 at 01:48 ×

Wah... terima kasih. :D

Reply
avatar
How Haw
admin
25 June 2015 at 01:49 ×

Semoga nanti bisa terharuka oi oi oi oi....

Reply
avatar
How Haw
admin
25 June 2015 at 01:50 ×

Terima kasih~

Hahaha... drama... padahal itu ngikutin gambar potongannya, doang.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 June 2015 at 01:51 ×

Makasih banget, Jan..... :-bd
aku belom konfirmasi nih, susah koneksi internet di kampung.

Reply
avatar
How Haw
admin
25 June 2015 at 01:52 ×

Hahahah.... :-d

pake gue di kolom komentar, doang~ kalo di artkel pake 'saya', kalo fiksi pake 'aku'.

Reply
avatar
26 June 2015 at 12:21 ×

Kalau mau lebih gaul lagi, sebaiknya pakai "gw" :p

Reply
avatar
How Haw
admin
27 June 2015 at 01:03 ×

Di Twitter malah pake "w" doang~

Reply
avatar
rista
admin
29 June 2015 at 12:39 ×

Semoga menang GAnya

Reply
avatar
How Haw
admin
30 June 2015 at 02:08 ×

amin. eh, udah menang, sih. :-d

Reply
avatar
Mangs Aduls
admin
4 July 2015 at 09:53 ×

rame ceritanya. panjang tapi enak di baca. pintrr nulis how haw.

Reply
avatar
28 July 2015 at 12:05 ×

Aaaa i don't like FISIKAA!! Tapi bukan berarti gue benci. Buktinya gue suka bgt dgn ceritanya... Disangkutpautkan dgn rumus lg. Well, good job kak :)

Reply
avatar
28 July 2015 at 23:55 ×

Keren Kak ceritanya. Gsk ketebak... haha

Reply
avatar
Bandar Bola
admin
11 October 2015 at 15:01 ×

Artikel yang sangat berguna, terima kasih admin :))
Kunjungi balik juga ya
http://clayton88.blogspot.co.id | http://informasiberitatop.blogspot.com/ | www.Ingatpoker.com | http://goo.gl/eQV9d3 | http://bit.ly/1sUU8dl | www.M138.net | http://goo.gl/CI4bLf | http://goo.gl/lNMX3D | www.Babapoker.com | http://bit.ly/1NM7v7j | www.Axioobet.com | http://goo.gl/cAQcMp | www.Bapakpoker.com | http://goo.gl/97Yn1s | http://bit.ly/1SBm0g2 | http://goo.gl/tw2ZtP | http://goo.gl/RkuB4G | http://goo.gl/8rM20b

Reply
avatar
13 October 2015 at 00:04 ×

awalnya aku kira ini beneran. ceritanya bagus kok.. keren. (y)

Reply
avatar
9 November 2015 at 04:21 ×

BANG HAW CEPET BIKIN BUKU. NANTI AKU BELI ATAU MAIN KE RUMAH KAMUUUUUU

Reply
avatar
Bandar Bola
admin
10 August 2016 at 23:08 ×

Artikel yang sangat menarik :D

http://clayton88.blogspot.com | http://kagumiterus.blogspot.com/ |
http://informasiberitatop.blogspot.com | http://www.layardewasa.top | http://http://pkcinema.com | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1sUU8dl | http://bit.ly/1ZIdBJv | http://bit.ly/1YjeNnK | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1UobCKp | http://bit.ly/1S0ZSYr | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1UL7Ia5 | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1YjeNnK |

Reply
avatar
Oyong Ilham
admin
24 October 2016 at 21:10 ×

sama kita bang ... aku juga disekolah dulu males pacaran ...

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon