Rumah Uya Sudah Dekat

Assalamu’alaikum…

Nama saya Sarah, 22 tahun, anak Pak Husin yang tahun kemaren baru naik haji. Bapak saya bisa naik haji karena beliau selalu menabung uang hasil menjual buburnya di bank. Bank tersebut mengadakan undian bagi nasabah yang memiliki saldo minimal 3800K dengan hadiah naik haji. Bapak saya memenuhi syarat tersebut. Undian dilakukan 3 tahap secara acak digital dengan membuang/daftar peserta undian. Setelah dua tahap dilewati, tersisa 10 orang termasuk bapak saya. Di undian terakhir, peserta harus datang ke bank.

Sialnya, ketika berada di bank, ada sekelompok perampok yang datang. Ada yang badannya gendut, ada yang berambut lurus panjang, ada yang rambutnya keribo. Kemudian datang perampok lainnya yang menggunakan topeng, yang ketika topengnya dibuka, mereka terlihat seperti orang chinese, orang timur dan orang arab.

rumah uya

Singkat cerita soal perampokan, polisi mengejar perampok yang lari menggunakan mobil. Semua sandera yang sebelumnya ada di dalam gedung sudah buru-buru pulang. Tinggal bapak saya yang nggak sengaja nyasar ke tempat penyimpanan uang. Di sana masih banyak uang yang tercecer. Karena bapak saya baik, beliau mengadopsi uang-uang yang ditinggalkan tersebut. Dari sana lah perjalanan hajinya tahun kemaren dimulai.

Saya punya pacar, namanya Fandy. Dia orangnya cemburuan banget. Memang apa salahnya coba nonton berdua ama mantan? Biasa aja, kan? Dia malah marah nggak karuan. Karena sikap cemburuannya itu, kami jadi sering berantem. Tiap hari saya selalu menangis karena sikapnya yang suka marah-marah. Di samping cemburuan dan marah-marah, Fandy juga mulai berkata dan bertindak kasar.

Kelakuannya yang sekarang itu membuat saya tidak betah. Tapi yang lebih parah lagi, Fandy kalo makan bengbeng suka dimakan langsung. Bertentangan sekali dengan kebiasaan keluarga saya yang kalo makan bengbeng, bungkusnya dibuka dulu. Karena saya sudah tidak tahan dengan kelakuannya, saya menceritakan semuanya pada bapak saya. Tentang kecemburuannya yang berlebihan, tentang sikapnya yang marah-marah, tentang tindakan kasarnya dan tentang cara makan bengbengnya.

Bapak saya, yang sejak awal memang tidak suka dengan Fandy, setelah mendengar cerita saya, beliau terlihat sedih. Raut wajahnya seolah menahan sakit yang teramat. Kurasa karena ketidakmampuannya mencegah anaknya dekat dengan lelaki yang salah.

“Bapak kenapa? Maafin Sarah, Pak,” ucap saya. Bapak diam sambil tetap terlihat menahan sakit.

“Bukan, Nak,” ucapnya, sambil mengarahkan matanya ke bawah. Di sana terlihat kaki kiri bapak terinjak kaki kanannya sendiri.


rumah uya

Setelah itu, dengan penuh amarah, bapak langsung bergegas pergi ke rumah Fandy. Beliau mau mendamprat Fandy habis-habisan. Namun, beberapa jam kemudian, bapak kembali dengan wajah yang lesu. Saya tanya kenapa. Beliau bercerita kalo sudah sampai di rumah Fandy dan bertemu dengannya.

“Bapak sungguh-sungguh datang ke sini mau marah sama saya?” tanya Fandy. Bapak mengiyakan. “Kalo begitu, ada syarat yang harus Bapak penuhi jika mau memarahi saya.”

“Katakan, karena semua perlakuan kamu pada anak saya sudah memenuhi syarat untuk berkata kasar.”

“Bapak harus menguasai ilmu ikhlas,” terang Fandy. “Suer, ya?”

Mendengar syarat tersebut, bapak saya langsung tertunduk. Berpikir dengan sangat, “Kenapa orang mau marah-marah, harus menguasai ilmu ikhlas terlebih dulu? Harusnya, kan, ilmu sabar.” Karena itulah bapak saya pulang dengan muka pucat kebingungan.

Melihat perlakuan berlebihan Fandy pada Bapak, saya makin jengah. Dengan penuh keyakinan, saya akan membawa kasus ini ke Rumah Uya. Fandy harus meralat tentang ilmu ikhlasnya dan menggantinya dengan ilmu sabar agar bapak bisa marah-marah dengan tenang. Saya kemudian menghubungi nomor tim Uya Kuya yang pernah saya dapatkan.

“Halo, saya Sarah, ini benar dengan tim Uya Kuya?”

“Iya, benar. Ini tim Uya Kuya, yang sedang bicara ini saya, Donatello. Ada Raphael juga. Leonardo siap membantu. Michaelangelo selalu siap asal ada pizzanya,” ucap suara di seberang telepon yang sepertinya lebih dari dua orang.

Salah sambung. Itu Uya Kuya Ninja. Telepon langsung saya matikan. Saya mencoba nomor di bawahnya. Ketuker sepertinya.

“Halo, apa benar saya berbicara dengan nona Sarah?”

“Iya, benar,” ucap saya terkagum. Saya baru ingat, Mas Uya merupakan pesulap. Menebak seseorang pasti sudah jadi keahliannya. Kalo begini, nggak perlu repot-repot menceritakan titik permasalahannya.

“Nona Sarah anak haji Husin? Yang nanti kalo sudah menikah, sandal bakiaknya akan digantung jadi pajangan acara kawinan?”

“Iya, iya, saya Sarah yang itu.”

“Yang dijodohkan dengan Farid, mahasiswa Kairo yang sudah punya janji setia dengan perempuan lain di sungai Nil?”

“Iya benar iya.”

“Maaf, ya, Mbak. Ini saya dari acara Ups Salah, kalo jawaban Mbak benar melulu, kami bisa ganti nama acara jadi Ups Benar, loh. Jadi tolong, jawab dengan salah!”

Telepon langsung saya matikan lagi. Kemudian melanjutkan menghubungi nomor di bawahnya terus-menerus, tapi tetap saja nggak nyambung ke tim acara Rumah Uya. Hingga akhirnya setelah enam ratus dua pulih tiga kali mencoba, suara mas Uya terdengar di seberang telepon. Itu pun Mas Uyanya yang nelepon duluan karena dia kesel telepon saya nggak nyambung ke dia dari tadi.

Melalui telepon, Mas Uya menjelaskan kalo kami dipersilakan datang pada waktu tertentu. Dari itu, saya dan bapak diminta untuk mempersiapkan mental karena masalah kami akan disaksikan oleh masyarakat di Indonesia. Perihal bapak saya yang kehilangan semangatnya, Mas Uya menyarankan untuk menyugesti melalui hipnotis agar semangatnya kembali dan lebih tenang. Dia juga menjelaskan bagaimana cara memberi sugesti juga cara simple melakukan hipnotis.

“Pertama-tama harus ditidurkan dengan tisu sulap terlebih dulu,” jelas Mas Uya.

Di rumah tidak ada tisu sulap, jadi saya pergi ke supermarket untuk membelinya. Ada. Tulisannya “Tissue Magic”. Magic artinya sulap. Berarti itu tisu sulap. Saya langsung membayarnya di kasir. Di rumah, saya baca tutorial penggunaannya terlebih dulu sebelum menggunakannya. Namun, bukannya siap disugesti dan tertidur. Bapak saya malah semakin “bangun”.


Sumber gambar:
https://www.youtube.com/watch?v=7h3fkVR4J3o
https://www.youtube.com/watch?v=eYYAx88ew_E
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Rumah Uya Sudah Dekat Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

27 komentar:

  1. Fandy ilmu ikhlas itu yang Kiamat Sudah Dekat kan, ya? Taeee.
    Uya Kuya Ninja. Boleh juga, Haw. :)) Bangkeee lah ini nyambung-nyambunginnya!

    Dan, akhir yang sungguh mengejutkan. XD Btw, mohon maaf lahir dan batin~

    BalasHapus
    Balasan

    1. Iya, Yog. yang itu. kan ceritanya mau belajar nulis cerita parodi kek bang Haris, tapi buat nulis parodi, tontonan dan bacaannya mesti banyak (Selain melatih nyambung2in cerita), masalahnya, tontonanku malah reality show begitu ama sinetron... :D itu akhir biadab karena pengaruh membaca blog kalian, terutama blog kakaknya Nanda...

      selamat lebaran, Yog, mohon maap atas segala ketidaknyamanannyaaa.. kami akan melakukan perbaikan segera...

      Hapus
  2. Maaf.. ini postingan emang gajelas kategorinya apaan, buat latihan nulis garing aja. :D

    iya mas Aji, selamat lebaraaaaannnn... :-d

    BalasHapus
  3. Wanjir.. Magic tisue.. Pake sendiri ajaaaaaah wkakakaka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pake sendiri juga buat apaan? nggak ada versusnya...

      Hapus
  4. Saya belum nonton TMNT tapi bagian Uya Kuya Ninja emang bangke sih. Plesetannya nggak kepikiran. 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. mosok? namanya kepepet, bang, buat nambahin cerita ngeplesetinnya asal mirip aja. entar mesti belajar bikin parodi yang beneran.

      Hapus
  5. Apa aku doang yang baca ini terus pas udah selesai malah bengong karena... 😂😂😂
    Aku bingung ini napa ceritanya giniiiii, kalo kata orang mah komedi cerdas 😆😆😆

    Btw, semakin "bangun" itu kenapa dah? Emang tissue magic itu apa? 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh kalo ada yang tanya gini kok jadi pengen minta kontaknya terus main ke rumahnya, dan jelasin kenapa bisa "bangun". #maafkanhamba

      Hapus
    2. Seriusss daku nggak ngerti 😂😂😂

      Hapus
    3. Aku baru tahu tisu mejik juga setahun terakhir ini karena kebanyakan gabung ngobrol/baca blognya icha, Ris. kupikir tisu mejik itu ya tisu sulap yg dipake buat hipnotis, ternyata bukan. coba entar kalo indomaret nanya ke kasirnya. :-d


      MAS PONCOOOOOOOOO.... kenapa harus ke rumahnya segala cobaaaaaa.. mau nunjukin apaannnn? :D

      Hapus
    4. Tanya ke kasirnya. Haw taek. Hahahahak. Jangan lakukan, temans. Jangaaaaan pleaseeeeeee.

      Hapus
    5. Lah, kenapa? kan biar tau, cha~

      Hapus
  6. Bajinganjing sekali ceritanya :') Bikin pengen bangunin Sarutobi pake Tissue Magic.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ampus, mas... :p

      itu sarutobi nama hokage apa nama hoohyangkaget?

      Hapus
  7. semakin "bangun" <- ini bangun maksudnya apa ya. aku masih polos ka :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangun itu adalah kegiatan setelah sebelumnya mengalami tidur. bisa karena diri sendiri atau karena orang lain. @@,

      Hapus
  8. Mengadopsi uang-uang. Taek laaaaah. Hahahahak.

    Ini kayak bukan Haw yang nulis dah. Ini Haw versi baru. Dan ini nama tokohnya Sarah, aku jadi kebayang Sarah Gibson. Jadi ngebayangin Sarah Gibson datang ke Rumah Uya. Hahahahaha.

    TERUS ENDINGNYA TAAAAEKKKK. HAHAHAHAHA. JADI KEINGAT SAMA KEPOLOSANMU BEBERAPA TAHUN LALU HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAK.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak sekalian itu Fandy dibayangin jadi Fandy Muhammad?

      Namanya lagi belajar ngegaring lagi, Cha, pusing juga nulis yang analisis analsisi mulu.

      Beberapa tahun lalu apaan. baru juga tahun kemaren, kan... :ng

      Hapus
  9. Bang Haw spertinya mulai pindah aliran nih ya lama2? Haha
    Tp kocak si, sgala acara tv sm film dgabung2in gtu. Bsa aja gtu :')
    Ujung2nya malah gak jd ke rmh uya nya. Ada uya kuya ninja:( Wkwk

    Endingnya tissue magic! Haha. Ngetwist yaaak. Eh aku udh tau tissue magic apaan dong, brrti udh gak polos yah? :( Pdahal aku kira tuh tissue magic yg djual abang2 SD, dlu ada soalnya wktu aku SD abang2 jual tissue, dicelupin ke air jd sapu tangan. Keren deh magicnya. Makanya aku branggapan tissue magic tuh itu. Tp trnyata kata tmenku sbnernya adalahh... Yg slalu ada di kasir2 indomart. Wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak, Lu, malah kalo terus2an nulis begini jadinya balik lagi kek dulu. :D tapi entar postnya tetep di sok sok analisis sih. refresh doang mah ini.

      Aku tau tisu mejik baru taon kemaren gegara diketawain karena gatau, trus nyari tau di gugel. kita tau narkoba, bukan berarti artinya kita jadi pengguna, kan? jadi meski tau sekalipun tentang tisu mejik, ya nggak apa. gaperlu sedih. toh tisu mejik juga dijual legal, gada yg salah dengan itu.

      itu mainanku dulu dapet hadiah dari ciki cikian yg kainnya dipadetin jadi bentuknya lingkaran pipih, pas dicelupin dia ngembang. biasanya warnanya pink muda, kuning muda, biru muda dengan garis putih. bahannya mirip tisu basah kan? mesti dikeringin dulu kalo mau dijadiin sapu tangan. :D

      Hapus
  10. UPS SALAH! Sering diputer tengah malem tuh. Hehehe. Apaan jadi Ups Bener. :')

    Tissue magic itu yang buat ngelap di tukang ketok magic, Bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya po? masih di trans 7 kah? masih Vincent yg bawa acaranya? soalnya kalo yg dua orang penggantinya itu malah ngebetein nontonnya.

      Bukan. Tisu magic itu tisu sulap. yang awalnya lemah, disulap jadi kuat.

      Hapus
  11. Kampred, ini mah dari comic 8, kiamat sudah dekat, bengbeng, ama uya kuya wkkkk
    Kirain tadi mo ditambahin ngehubungin tim katakan putus juga haw biar ketemu hostnya yg hobi marah2 itu wkkkk
    Bentar ....sebenernya aku masih loading apa itu tissu magic #ciyus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku gasuka nonton katakan putus, mbak. lebih suka Rumah Uya walo sama2 rekayasa. jaid gabanyak tau kek mana isinya.

      tissue magic hanya untuk orang2 lemah, Mbak~ :D

      Hapus
  12. Haha..bisaan lah mas Haw, disambung-sambungin gitu..
    Endingnya tissue magic. Beraan tuh mas, tar aku beli biar bisa belajar magic :D
    Baru bisa maen kesini nih mas, minal aidin walfaidzin ya. Mohon maaf lahir n batin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan dicobaaaa... biar makin tangguh.

      Iya, Mas, Minal aidin wal faizin, mohon maaf misal ada kalimat yg membuat marah. :)

      Hapus

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~