Howhaw #123: Cara Membuat Pelajar Menjadi Kreatif ~ Production Haws

Howhaw #123: Cara Membuat Pelajar Menjadi Kreatif

Assalamu’alaikum...

Indonesia sudah memiliki presiden baru, kabinet baru yang berisi para menteri yang juga baru. Namun, meskipun memiliki berbagai hal baru tersebut, Indonesia tetap dihadapkan pada permasalahan yang masih sama. Salah satu dari sekian banyak permasalahan tersebut adalah tentang pendidikan.

Saat ini, kabar tentang dunia pendidikan mungkin kurang terdengar di berbagai media. Akan tetapi, beberapa bulan lagi saat menjelang ujian nasional, semua permasalahan tentang pendidikan akan ramai diperbincangkan. Ininya yang salah, itunya yang salah. Salah si ini, salah si itu dan salah-salah yang lain.

Beberapa orang yang mengaku peduli dengan dunia pendidikan berpendapat bahwa pendidikan negara kita hanya menghasilkan orang-orang pintar yang kaku. Kurang kritis dan tidak kreatif bahasa kerennya. Sehingga setelah melalui berbagai tingkat pendidikan pun tetap saja tidak akan membawa kemajuan bagi negara.

Sepakat atau tidak, pendapat tersebut memang terlihat benar. Namun, mendakwa pendidikan negara kita tidak menghasilkan individu yang kritis, juga tidak sepenuhnya benar. Buktinya, dengan sistem pendidikan sekarang, bisa menghasilkan orang yang berpikiran kritis seperti mereka.

Berhubungan dengan hal tersebut, kali ini saya ingin memberikan beberapa saran terhadap sistem pengajaran, khususnya untuk tingkat sekolahan agar para pelajarnya menjadi individu yang kritis, kreatif dan pintar.

hawadis howhaw

Pertama, tentang pengajar atau guru yang katanya hanya sebagai fasilitator. Berarti, guru di sini keberadaannya tidaklah terlalu penting. Hanya sebagai pemberi fasilitas, ya tidak terlalu jauh tingkatannya dengan ruang kelas atau sarana sekolah lain. Di lain sisi, untuk menunjang kebutuhan para guru tersebut, pemerintah harus menyediakan dana yang tidak sedikit. Untuk keperluan keseharian, dinas, proposal lain dan dana pensiun. Boros. Lagian, para pelajar juga lebih semangat sekolah saat gurunya tidak hadir.

Dari itu, jumlah pengajar di sekolah harus dikurangi. Sebagai gantinya, jumlah WC di sekolah harus ditambah. Kenapa? Karena semua orang percaya, saat duduk di WC, pemikiran kreatif dan cerdas sering bermunculan. Nah, kalo hanya dengan duduk di WC bisa menciptakan berbagai ide kreatif bermanfaat, untuk apalagi pengajar diperlukan?

Kedua, tentang studi banding. Dalam hal apapun, saya memang kurang setuju dengan yang namanya perbandingan, karena lebih sering memunculkan kesombongan dan merendahkan ketimbang menghasilkan kebenaran. Namun berbeda halnya kalo studi banding saat ujian. Iya, saat ujian, para siswa diperkenankan untuk membandingkan jawabannya dengan jawaban siswa lain agar bisa mengetahui suatu kebenaran. Bukankah tujuan adanya pendidikan untuk mengarahkan siswa agar memilih dan melakukan hal yang benar? So, ayo studi banding saat ujian.
Hawadis howhaw

Ketiga, tentang passion atau hal yang disukai dan semangat saat melakukannya. Sudah tidak dipungkiri lagi, orang yang bekerja dengan passion akan menjadi orang yang kreatif. Dari itu, dalam tahap sekolah, para pelajar juga harus dibimbing untuk mempelajari hal yang disukainya. Jangan dipaksa untuk menyukai hal yang pengajar inginkan.

Ya misalnya kalo para pelajar selalu dapat nilai rendah saat ulangan. Mungkin itu bukan passion mereka. Maka, jangan pernah beri ulangan. Langsung aja naikkan kelas.

Keempat, tentang kebutuhan istirahat harian. Hasil penelitian mengatakan bahwa kurang istirahat/kurang tidur bisa menyebabkan koneksi informasi melalui dendrit pada jaringan saraf melambat. Dari itu, para pelajar harus cukup istirahat agar bisa menerima ilmu dengan cepat. Masalahnya, saat di rumah, para pelajar malah keseringan mengalami susah tidur.

Pengaruh minumanlah, kecanduan gadget, depresi status hubungan sampai hal tetek-bengek lainnya. Berdasarkan penjelasan psikolog, hal tersebut memang sulit dihindari di masa kini. Makanya psikolog tersebut lebih menganjurkan menciptakan suasana yang nyaman untuk tidur daripada harus menjauhi kebutuhan zaman tersebut.

Sementara itu, para siswa di daerah mana pun, malah lebih sering mengantuk saat di ruang kelas. Dari itu, semua kamar para pelajar sebaiknya dapat menarik keinginan mereka untuk tidur. Misalnya dengan mengusung desain ruang kelas sebagai desain kamar tidur, lengkap dengan perabot kursi, meja serta wallpaper bergambar guru sedang mengajar.

Terakhir, tentang keperluan nutrisi dalam makanannya. Makanan yang bergizi dan memenuhi keperluan tubuh bisa melancarkan peredaran darah, meningkatkan sistem imun, membantu proses kerja saraf serta hal lainnya. Sedangkan makanan yang hanya mengandung ‘angin’ akan mengalihkan konsentrasi.

Dalam kepercayaan masyarakat zaman dulu, kalo ingin menguasai ilmu yang tertulis dalam bentuk buku, dianjurkan untuk membakar buku tersebut, mencampurnya dengan air atau kopi, lalu meminumnya. Namun hal tersebut hanya mitos dengan kelemahan logika. Karena faktanya, hasil pembakaran kertas tidak dapat diserap oleh tubuh, tidak bernutrisi, yang akhirnya hanya akan dikeluarkan kembali dalam bentuk feses. Percuma.

Kalo mau memahami suatu ilmu, bukankah ada media lain yang menyampaikannya? Guru. Jadi, mendingan makanlah para guru yang tergantikan oleh WC sekolah tadi. Karena tubuh seorang guru mengandung banyak nutrisi dan otaknya memiliki banyak ilmu. Daging lebih mudah diserap dan lebih sehat dibandingkan kertas.

hawadis howhaw

Memangnya bisa makan guru?

Lho, makan temen aja kalian bisa, masa makan guru nggak? Saat kalian makan temen, berarti kalian sudah mengambil hal yang paling disenangi oleh teman kalian tersebut. Nah, saat makan guru, kalian juga harus mengambil hal yang paling disenangi saat menjadi guru. Mengajar. Jadi kalian harus menguasai banyak ilmu, membaca banyak buku, melakukan berbagai percobaan laboratorium, hingga akhirnya kalian bisa menggantikan si guru. Karena sekarang kalian yang lebih pintar.


Oke, segitu saja saran yang bisa saya berikan untuk membentuk pelajar yang pintar, kritis dan kreatif. Kalo nggak setuju, harap diberi masukan. Kalo setuju, mari beramai-ramai ajukan ke menteri pendidikan. Semoga kita semua tidak dianggap pelajar yang kesurupan.



Previous
Next Post »

32 comments

Click here for comments
@nabiladung
admin
28 October 2014 at 09:55 ×

Mari kita bentuk komunitas pemakan guru

Reply
avatar
28 October 2014 at 11:14 ×

Mari kita perbaiki meja guru :D

Reply
avatar
Ashima KY
admin
28 October 2014 at 15:19 ×

Lho, lho udah lama ngga ke sini kok semacam menemukan perubahan genre tulisannya ya hahaha. Kalo biasanya setiap ke sini, lalu bacanya akan serius sedikit, karena emang isinya serius. Kalo hari ini, kaya semacam serius di awal, tapi tiba-tiba nglawak hahaha oke semangat mandiri berdikari. Haw!

p.s
sepertinya tombol tranparan yang 'prev' 'next' 'menu' itu sebaiknya dimutasi, Bang. Ini dua kali aku salah pencet 'prev' bukannya mencet publikasi komentar hehehe atau jangan-jangan akunya aja yang ceroboh ya ._.

Reply
avatar
Arima Zeoo
admin
28 October 2014 at 16:19 ×

Wah bener banget Bang. :D seneng tuh kalo misalkan toilet sekolah ditambahin! biar gak ngantri" :)

Reply
avatar
Damzker'z
admin
28 October 2014 at 17:54 ×

kayak yang gw alami semua ini..

Reply
avatar
Tutia Rahmi
admin
28 October 2014 at 21:58 ×

makan temen aja kalian bisa.. gatau kenapa suka banget baca bagian yg itu:')

Reply
avatar
How Haw
admin
29 October 2014 at 00:53 ×

Hahaha... hayuk lah.

Reply
avatar
How Haw
admin
29 October 2014 at 01:01 ×

Gak tahu juga sih Ma... berubah apa kagak. Yang jelas, waktu nulis ngerasa kayak biasanya. Postingan ini emang idenya berisi hal yg gak serius, tapi dibawakan dgn gaya serius. Poin pentingnya itu di paragraf akhir, "Kita baru boleh berkata guru ini salah, pendidik ini salah, kalo kita sudah bisa mengajar melebihi mereka." gitu sih.

Nggak salah, kalo layarnya makin kecil, artikelnya bakal menimpa tombol, ya mau gak mau kalo mau mencet publish di komentar juga kadang terhalang sih. heheh maaf. Tapi mau diilangin sayang, nav prevnext aslinya kemaren gak muncul. Tapi kalo pake layar lebar ">>10 inchi" tombolnya gak jd masalah kok. maaf ya.

Reply
avatar
How Haw
admin
29 October 2014 at 01:27 ×

Toilet sekolah pun pake antri??? pasti toiletnya cakep itu. di sekolah saya, boro-boro antri, yang mau masuk aja mikir berkali-kali. :p

Reply
avatar
How Haw
admin
29 October 2014 at 01:28 ×

Ngalami semua??? makan guru...kamar berdesain ruang kelas...studi banding kala ujian... hebat. patut, diteladani. :-d

Reply
avatar
How Haw
admin
29 October 2014 at 01:29 ×

Duh, ini pasti berhubungan dengan perasaan sekarang ini....

Reply
avatar
29 October 2014 at 18:22 ×

bener-bener kreatif :') *agak sedih ngakuinnya*
kalo bisa tiap kelas ada wc kali ya, sama kantinnya yang di gedein haha

Reply
avatar
29 October 2014 at 19:20 ×

Setuju banget sama yang ketiga, tentang passion. Kalo nilai ulangan mtk jelek yaa berarti karena passion belajarnya bukan disitu. Harusnya guru udah seneng kalo saya dapet nilai pas kkm. Tapi kalo jawab gitu kayaknya bakal dikasih 50 soal mtk deh..

Reply
avatar
30 October 2014 at 15:12 ×

Hahahaha setuju banget apalagi yg bagian perbanyak WC sama yang kamar siswa di desain seperti ruang kelas ahaahaha.

Eh betul juga sih, ayo kita makan guru :)

Reply
avatar
How Haw
admin
31 October 2014 at 00:24 ×

Itu mau sekolah apa mau pesta sebenernya? ahahaha

Reply
avatar
How Haw
admin
31 October 2014 at 00:24 ×

Kalo begitu, dimakan aja gurunya.....

Reply
avatar
How Haw
admin
31 October 2014 at 00:25 ×

Praktikin entar kak...

Reply
avatar
wery febri
admin
31 October 2014 at 07:14 ×

Ujung2nya disuruh belajar juga.. padahal sebelomnya disuruh tidur, ke wc, studi banding, :D "makan guru"

Reply
avatar
Anonymous
admin
31 October 2014 at 20:43 ×

Bener, setuju sekali dgn saran2 diatas.. tapi kok terkesan konyol yah. Haha

Reply
avatar
How Haw
admin
1 November 2014 at 00:17 ×

Karena memang itu poin penting dari semuanya. Kalo yg harus belajar itu dilangin, ide yg muncul saat di wc hanya ide biasa. gak bakal kreatif. gitu maksudnya sih.

Reply
avatar
How Haw
admin
1 November 2014 at 00:19 ×

kalo dirasa begitu... ya memang begitu. hahaha. tapi moga kalimat ironi yg tersemat bisa melekat dan bermanfaat. gak pun, gak apa-apa sih.

Reply
avatar
2 November 2014 at 09:11 ×

orang pinter mah udah banyak, saingannya banyak. orang kreatif masih sedikit, saingannya sedikit. mau jadi pinter apa jadi kreatif? :D

Reply
avatar
How Haw
admin
5 November 2014 at 00:31 ×

kan bisa dapet dua-duanya.... ngapain milih-milih. :-d

Reply
avatar
6 November 2014 at 09:03 ×

Guru sebaiknya hanya memberi "tangga" yang dapat membantu siswa mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, namun harus diupayakan agar siswa sendiri yang memanjat tangga tersebut

Reply
avatar
How Haw
admin
7 November 2014 at 00:08 ×

iya Pak. setuju. *Duh, ada pak Guru* bisa dikasih nilai merah saya ini.

Reply
avatar
8 November 2014 at 21:47 ×

Haha Itu studi banding kenapa ujung-ujungnya jadi begitu ya. Huehehe. Oya, setuju tuh sama si Asma. Kayaknya tombol home, next, sama prev-nya dihilangin aja deh. tadi gue juga kepencet.

Reply
avatar
How Haw
admin
9 November 2014 at 05:09 ×

Isi artikel ini banyak berisi majas ironi dan eufemisme. Bikin mikir bagi yang ngeh, tapi jadi hiburan bagi yang gak tahu. | Iya, akan aku usahain, abisnya ngilanginnya selalu berdampak ke artikel, jadi mau dipelajari lagi code-codenya... @@,

Reply
avatar
22 November 2014 at 14:01 ×

haseeeeem, kirain isinya serius. ternyata, nyeleneh juga :D cerdas joke-nya nih :D

Reply
avatar
10 December 2014 at 18:03 ×

lawakannya dapet :)
awalnya gue kira serius, hehehe..
seharusnya di sekolah diajarin cara meningkatkan kreativitas.. terus diajarin gimana menekuni passion..

Reply
avatar
How Haw
admin
11 December 2014 at 19:20 ×

Haha maaf. Isinya emang serius sih sebenarnya, cuma disampaikan dengan cara becanda. :p

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon