Fiksi Kilat: Menantu Idaman Mertua

menantu idaman mertua

“Kamu hebat, Mas. Masak olahan daging begini pun hasilnya enak.”

Anakku jadi lebih sering memuji suaminya. Padahal saat aku menjodohkannya dengan Heru, anak sahabat SMA-ku, dia sempat menolak. Butuh waktu cukup lama untuk meyakinkannya bahwa Heru itu calon suami idaman.

“Kok, bisa abang menang padahal life point-nya sisa seratus, doang. Hebat.”

Itu teriakan anakku yang nomor dua. Usianya masih 13 tahun. Dia dan teman sekolahnya sering memainkan game kartu monster di handphone-nya. Saat tahu Heru, kakak iparnya, juga sering memainkan permainan tersebut, dia sering minta diajarkan agar bisa sering menang.

“Hebat kamu, Heru. Padahal ini sudah mau saya bawa ke tukang servis.”

Suamiku pun tak kalah kagumnya. Setelah menjadi menantu, Heru tinggal di rumah kami sembari menunggu rumah yang dibangunnya selesai. Sudah banyak alat elektronik rusak di rumah yang dia betulkan. Hal ini jadi menghemat pengeluaran kami untuk membeli peralatan elektronik yang baru.

Untung anakku akhirnya mau menerima Heru jadi suaminya. Bukan kekeuh memilih pacarnya yang nggak jelas itu. Sehingga banyak hal baik yang kami rasakan. Heru juga memiliki wajah yang tampan dan membuat ibu-ibu di arisan jadi ingin punya menantu seperti dia.

Hal seperti ini benar-benar harus kusyukuri. Sambil menoleh ke arah Heru yang berbaring lelah di sebelahku, aku memujinya puas,

“Kamu memang hebat, Heru.”




Sumber gambar:
https://www.popbela.com/relationship/married/fajar-laksmita-dewi/ingin-jadi-menantu-idaman-ini-5-karakter-yang-harus-kamu-miliki
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Fiksi Kilat: Menantu Idaman Mertua Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

2 komentar:

  1. Wajar, orang seperti Heru bisa sehebat itu. Selain istrinya dia mampu memuaskan mertuanya juga. Ditunggu kelanjutannya pada momen berbaring lelah bertiga. XD

    BalasHapus

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~