Howhaw #206: [Fiksingkat] Bertemu Calon Mantu ~ Production Haws

Howhaw #206: [Fiksingkat] Bertemu Calon Mantu


“Bilang saja nanti kalo dalam membangun rumah tangga itu perlu pasangan yang bisa diajak ngobrol apa pun. Karena ketika sudah tua dan renta, hanya itu yang bisa dilakukan untuk terus berbahagia,” kata suamiku memberi saran.

Hari ini anak lelaki kami akan mengenalkan calonnya. Dia sudah berangkat setelah salat zuhur tadi, mungkin nggak sampai setengah jam lagi mereka akan datang ke rumah ini. Kemarin malam, ketika mengutarakan maksudnya, anak kami itu sempat menjelaskan kalo calonnya tersebut memiliki beberapa kekurangan. Ya, palingan nggak bisa masak sebagaimana banyak perempuan di zaman serba modern ini.

mantu

“Iya, ya, Pak. Nggak bisa masak memang sering jadi ketakutan dan dianggap kekurangan oleh banyak orang. Namun, dalam berumah tangga, kan, nggak hanya soal memasak saja,” timpalku.

Mendengar anak lelaki kami yang kesehariannya pendiam dan kurang bersosialisasi, kami sungguh sangat senang. Umurnya memang sudah pantas untuk menikah. Kami sebelumnya khawatir kalau anak kami itu akan menikah terlalu telat karena sifatnya itu.

“Dari foto yang ditunjukkan semalam, calonnya itu cantik, loh, Bu. Muka perempuan baik-baik dan terlihat lugu, juga pemalu. Cocoklah memang dengan sifat anak kita. Bapak takutnya, pas akad nanti mereka sama-sama diam dan nunduk karena saling canggung,” jelas suamiku yang mulai berangan sambil terkekeh.

Kami pribadi tidak akan masalah dengan siapa pun calonnya, karena yang bisa akrab dengan anak lelaki kami semuanya adalah anak yang baik dalam artian tidak ada yang pernah terlibat dalam pelanggaran norma di masyarakat. Sekarang kami jadi saling berangan tentang kebahagiaan baru yang akan kami dapatkan dengan hadirnya menantu di rumah ini.

“Nanti selain ibu ajarin masak, ibu juga akan ajak karaokean, Pak. Biar hobi ibu ada yang nemenin. Kalo ama bapak mah lagunya Inul Daratista mulu,” ucapku. Bapak makin terkekeh.

“Kalo bapak, akan nyiapin lagu-lagu yang pernah almarhum mamak nyanyikan dulu waktu bapak masih kecil. Buat nina boboin cucu kita nanti,” balas suamiku dengan wajah berbinar.

Dari luar, terdengar suara mobil berhenti. Mereka sudah datang. Kami menyambutnya. Perempuan yang dibawa anak lelaki kami langsung menyalami dan mencium tangan kami berdua dan memberi kami senyuman. Cantik sekali. Kami mempersilakan duduk. Sebelum kami memulai bicara untuk bertanya kabar, anak lelaki kami langsung sigap mengenalkan.

“Pak, Buk, kenalin, ini Ajeng. Ajeng Purwanti. Perempuan yang akan jadi menantu Ibu dan Bapak. Dia baik dan ibadahnya terjaga. Namun, dia nggak bisa bicara, bisu…,” ucap anakku pelan, sesaat kemudian dia melanjutkan, “…dan mandul sejak lahir.”

Aku dan bapak saling bertatapan, lalu bersama menatap calon menantu kami. Perempuan itu juga menatap ke arah kami, dengan wajah yang terlihat lemah dan takut. Seolah memasang ekspresi bertanya, “Apa aku tidak pantas memiliki pasangan karena tidak bisa melahirkan dan mengobrol di hari tua?”



Sumber gambar:
https://www.kitamuda.id/hubungan/2016/05/22/5-hal-yang-mungkin-terjadi-ketika-kamu-ngenalin-pacar-ke-orang-tua/
Previous
Next Post »

25 comments

Click here for comments
31 March 2018 at 15:44 ×

kok nyesek yah bacanya. saya aja gak nyangka tapi bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan. sekarang tinggal bagaimana orangtua si lelaki tadi, apaka meresetui atau ...

Reply
avatar
31 March 2018 at 16:30 ×

atau apa nih... bersambung..

Reply
avatar
31 March 2018 at 20:17 ×

penerimaan terkadang memang sulit dijelaskan.

Reply
avatar
Hawadis
admin
31 March 2018 at 20:20 ×

..merestui dengan mengubur dalam-dalam impian dan harapan mereka itu?

Reply
avatar
Hawadis
admin
31 March 2018 at 20:21 ×

juga sulit dilakukan.... :(

Reply
avatar
Rifqi Banyol
admin
31 March 2018 at 22:58 ×

Bersambung? Yes atau nggak nih. hehehe

Reply
avatar
1 April 2018 at 03:54 ×

Bersambung atau nggak, yes atau no, iya atau nggak, setuju atau tidak, tidak setuju atau setuju dan setuju atau se apa aja dah hehe

Reply
avatar
Hawadis
admin
2 April 2018 at 03:23 ×

Nggak ada sambungannya lagiii.. xD

Reply
avatar
Hawadis
admin
2 April 2018 at 03:24 ×

terserah aja gimana enaknyaaa... ini gak akan ada sambungannyaaa.. xD

Reply
avatar
2 April 2018 at 15:17 ×

Daku terenyuh saat mengetahui endingnya :))

Reply
avatar
Wisnu Tri
admin
2 April 2018 at 18:47 ×

jika calon mantunya nggak bisa jadi teman nyanyi pas sang ibu karaoke, setidaknya ia bisa jadi temen goyang selama ibunya menyanyi ^^

Reply
avatar
2 April 2018 at 20:41 ×

Meski masih bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan bisa mengadopsi anak untuk solusinya. Namun, apa kata tetangga? Orang tua pasti pusing dan berat betul dalam menerima kekurangan si gadis itu~ :(

Reply
avatar
3 April 2018 at 02:29 ×

Ending yang anjay. MENARIK! Ini jadi tantangan, gue harus bisa bikin cerita yang lebih baper dari ini.

Emang selalu keren. Mulai dari Ukuran Dada Rata lebih baik, surat cinta A sampai Z semuanya akan berakhir, sekarang Gadis Bisu dan Mandul Sejak Lahir.

Referensinya apa aja, Pak? KEREN!

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 April 2018 at 05:16 ×

ya ampun Bangulll.. kemana ajaaa? lama kagak keliatan...

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 April 2018 at 05:20 ×

Ahahaha.. bisya bisya bisyaaaaa.... :-bd

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 April 2018 at 05:21 ×

Nah iya, itu faktor yang membuat orang juga pilah pilih sesuatu, apalagi mantu yang ketika akad dipamerkan sekelurahan.

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 April 2018 at 05:23 ×

Bikin ajaaa.. kami para blogger menginginkan cerita2 yang baper gituuu... :-bd

Ampun dah, itu surat-suratan udah gak lanjut lagi, udah lama padahal.. tapi maksih udh mau bacaaa..

Mungkin karena pengaruh tontonan (sinetron), bacaan (koran) dan pengalaman pait...

Reply
avatar
3 April 2018 at 12:52 ×

Aq tu sebenernya masih berkeliaran bhaaangg hahaha

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 April 2018 at 16:30 ×

Keliaran yg begimana? Kagak ada jejak2nya...

Reply
avatar
10 April 2018 at 20:00 ×

Jleb banget di akhirnya, kenapa oh kenapa dirimu selalu ngasi flash fiction yg cerdas
Kuharus berguruuuuuu ahhahaha

Reply
avatar
Hawadis
admin
14 April 2018 at 03:35 ×

Ini tentang pengalaman, Mbak, walo bukan pengalaman saya. bayangin aja, orang2 rame berkata "yang utama bisa saling bicara" di depan orang yg bisu. :(

Reply
avatar
17 April 2018 at 22:44 ×

Bentar, bentar, saya nyari petunjuk dulu bang, biasanya ada di selipan kata-kata. Tanya penonton dulu ya?

Apakah kalian melihat hikmah dibalik kalimat diatas? Katakan lebih keras!

*Krik-krik

No comment bang, hanya bisa tertegun dibalik ratapan kesedihan.

Reply
avatar
Hawadis
admin
30 April 2018 at 23:22 ×

Ahahaha.. kadang yang menurut kita romantis, bagi sebagian orang itu pecutan.

Reply
avatar
3 May 2018 at 17:15 ×

Kau menggantungkan cerita ini, Haw.

Reply
avatar
Hawadis
admin
4 May 2018 at 00:51 ×

Semua cerita di blog saya ngegantung semua kok, May... :P

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon