Howhaw #168: Cara Meraih Impian Berdasarkan Kisah Cinderella ~ Production Haws

Howhaw #168: Cara Meraih Impian Berdasarkan Kisah Cinderella


Assalamu’alaikum...
.
“Apa impianmu dalam hidup ini, kawan?” tanyaku.

“Menikah dengan Tania,” ucapnya.

“Kan, tinggal lamar saja?”

“Nggak semudah itu. Apalah gue ini... Dari segi materi kurang. Sering dihina dan nggak bisa ngebalas. Jangankan baju, celana dalam juga cuma punya satu,” jawabnya merendah.

***
Kita beralih sejenak. Pernahkah kalian mendengar kisah Cinderella? Perempuan yang mendapatkan cintanya dengan bermodalkan sepatu kaca. Mari kita kenang sebentar kisah singkat Cinderella yang sangat menginspirasi tersebut.

Ada sebuah kisah, tentang dara jelita
Hidup selalu penuh dera dan siksa
Datang sebuah berita, tentang adanya pesta
Pangeran mencari permaisurinya

Cinderella pun tiba, dengan kereta kencana
Sepatu kaca hiasi kakinya
Semua mata terpana, akan kedatangannya
Pangeran pun jatuh cinta padanya

Waktu terus berganti, dentang jam pun berbunyi
Cinderella pergi..
Cinderella...
Cinderella...

Ian Kasela menceritakannya cuma segitu saja. Padahal, yang paling menarik dari kisah Cinderella adalah kejadian setelahnya. Saat Cinderella pergi tengah malam itu, sepatu kaca Cinderella tertinggal sebelah. Dan apa yang pangeran lakukan? Dia menyuruh semua perempuan di wilayah kerajaannya mencoba sepatu tersebut. Nggak tahu juga kenapa mesti dicoba, bukannya nyari orang yang memiliki sebelahnya.

sukses
Sepatu kaca Cinderella
Setelah beberapa rumah didatangi dan menyuruh anak perempuan pemilik rumah tersebut mencoba, ditemukanlah gadis yang kakinya pas. Jangan tanya lagi maksud pas di cerita tersebut yang seperti apa, saya juga tidak tahu. Karena kalo dalam keseharian, pas dipakai itu maksudnya yang nggak pas-pas banget dan walo ukurannya beda, satu sepatu bisa pas dipakai oleh orang yang berbeda. Tapi terserah lah, yang jelas, mereka kemudian menikah dan hidup bahagia selamanya.

Lalu, apa yang kita dapat?

Cinderella itu orang miskin, sering disiksa dan dihina oleh keluarganya sendiri. Tapi dia bisa mendapatkan pangeran yang tampan dan kaya raya. Klise memang, tapi tak ada yang tak mungkin.

Dalam beberapa kisah, baik sekadar dongeng maupun kisah nyata, orang-orang besar yang dianggap sebagai orang sukses selalu berawal dari siksaan, hinaan dan kemiskinan. Iya, kan? Berarti poin pentingnya adalah kalo mau jadi orang sukses dan bahagia selamanya kelak, segeralah jadi orang miskin yang dihina. Itu poin penting pertama.  

sukses
Jadi miskin untuk sukses
Lalu, kenapa banyak orang miskin di negara kita tapi tidak mencapai kesuksesan? Itu jelas, karena di negara kita, orang miskin itu adalah orang paling mulia. Paling dihargai dan dihormati. Padahal, syarat penting untuk menjadi sukses/kaya, orang miskinnya mesti dihina, dicaci bahkan disiksa dulu.

Kalo nggak percaya bahwa orang miskin di negara kita ini mulia, lihat saja kebijakan negara. Semua yang dipentingkan adalah orang miskin. Anggaran negara semuanya didedikasikan untuk orang miskin. Kartu-kartu pintar, kartu sakit, kartu internet semuanya difokuskan untuk orang miskin. Beasiswa? Untuk orang yang tidak mampu (miskin). Premium apalagi. Tiap ada pengeluaran untuk hal lain, pasti bakal dihujat dengan dalih “Tidak mementingkan rakyat miskin” atau “Masih banyak rakyat miskin yang kelaparan”.

Iya, kan?

Makanya, belum banyak yang sukses, karena orang miskinnya nggak dihina. Malah, dimuliakan dan paling dipentingkan.

Masa iya jadi orang miskin itu kunci kesuksesan?

Sedikit kita bicara tentang SARA. Agama mayoritas di negeri ini adalah islam, dan dalam islam, orang miskin itu adalah orang yang peluang masuk surganya paling besar. Sampai-sampai, Baginda nabi dalam doanya mau dilahirkan sebagai orang miskin. Ingin tinggal bersama orang miskin dan mati bersama orang miskin.

Beda banget ama umatnya yang sering meminta jadi orang kaya. “Biar bisa menolong dan membantu menyumbang bagi orang miskin,” katanya. Dengan Tuhan aja tawar-menawar peran. Sok minta peran jadi pembagi rejeki.

Padahal, Tuhan sangat menyukai orang miskin. Dia akan meninggikan derajat orang miskin yang meski tak memiliki materi tapi tetap bersyukur, meski kelaparan tapi tetap ikhlas, serta orang yang meski dihina tapi tetap bersabar. Sama seperti Cinderella itu, walo sering disiksa dan dihina, dia bersabar, tak pernah membalas. Itu poin penting kedua.

sukses

Apakah dua poin itu cukup membawa kesuksesan menggapai impian?

Tidak. Masih belum. Dalam cerita Cinderella, bagian pentingnya adalah saat dia meninggalkan apa yang jadi miliknya. Sepatu kaca. Karena sepatu kaca yang ia tinggalkan tersebutlah yang menuntun pangeran menemukan Cinderella dan membuat Cinderella jadi istri pangeran serta menjadi kaya raya.

Padahal, di zaman itu, nggak ada orang yang punya sepatu kaca seperti itu. Artinya, itu sepatu yang sangat berharga. Dan si Cinderella dengan begitu saja meninggalkannya. Padahal tinggal putar badan, pungut, dan ambil. Takut ketahuan kalo dia miskin? Nggak ngaruh juga, toh di akhir cerita, sepatunya pas di kaki Cinderella saat masih berpenampilan miskin. Tak akan mengubah inti cerita.

sukses
Tinggalkan jejak/berinvestasi untuk kesuksesan
Berarti, untuk mencapai kesuksesannya, Cinderella mesti meninggalkan apa yang dimilikinya. Sebagai jejak, sebagai penanda. Sebagai investasi. Bukankah semua motivator dan orang besar juga mengatakan hal yang sama? “Berkaryalah! Tinggalkan jejak dalam sejarah” atau “Menulislah! Agar kalian tetap terus hidup meski badan kalian telah mati”. Jadi, meninggalkan sesuatu yang kita miliki sebagai jejak penanda bahwa “itu aku”, sangatlah penting. Karena kalo salah-salah, malah dikira itu milik orang lain, dan orang lain lah yang akan mendapatkan kesuksesan. Kan nggak lucu.

Oke. Poin ketiga sudah kita dapatkan.

****
Lalu, apa impianmu, kawan?

“Udah dibilangin, menikah dengan Tania!”

“Bisa. Kamu sudah memenuhi syarat. Miskin dan sering dihina. Tinggal meninggalkan jejak bahwa itu kamu.”

“Emangnya apa yang mesti gue tinggalin sebagai jejak? Kagak punya hal yang berharga gue.”

“Itu, yang satu-satunya kamu miliki. Celana dalam. Lagian, nggak ada lelaki lain yang punya celana dalam dengan motif seperti itu serta tiga bolongan kecil di bagian belakangnya.”

“Hah?”

“Skenarionya begini. Kamu datang ke rumah Tania pas hampir malam ketika orangtua Tania sudah mau pulang dari pekerjaannya. Kan, ayah ibunya itu bekerja kantoran. Hampir malam atau sore itu kan waktu buat mandi, jadi, jika kamu bisa menemukan waktu yang tepat antara orangtuanya pulang dan Tania sedang mandi, kamu bisa meninggalkan celana dalammu di kamar Tania dengan cara dimasukin melalui jendela atau ventilasinya. Celana dalammu sebelumnya mesti diolesin putih telur. Usahakan jatuhnya di lantai dekat tempat tidur atau di atas tempat tidurnya.

“Lalu, ketika orangtuanya datang dan memeriksa kamar anaknya dia akan menemukan celana dalammu di sana, sedangkan Tania sedang mandi. Itu menjadi pemikiran bagi orangtuanya. Celana dalam lelaki di kamar anak gadisnya dan anak gadisnya sedang mandi. Wuih..

“Dan seperti kisah Cinderella, tinggal menunggu waktu aja buat orangtuanya nemuin kamu dengan mencocokkan celana dalam yang dia temukan. Makanya tadi aku saranin pake celana dalam, jangan kondom. Susah ngecocokinnya.”

“Lalu, apa nanti gue akan berhasil dan sukses menikahi Tania?”

“Ya, nggaklah. Kamu bakal dapet hinaan dan cacian. Kalo mau sukses menikahinya, mah, sana kumpulin modal dan segera lamar.”

“Trus, ngapain lu nyaranin skenario begitu?”

“Biar tulisannya rada panjang. Kali aja ada yang mau praktikin skenario begituan dan malah berhasil. Kan, udah banyak contohnya yang menikahi perempuan cuma dengan modal aku akan bertanggung jawab.”




Sumber Gambar:
http://rebeccahains.com/2015/03/13/in-disneys-cinderella-courage-and-kindness-are-a-victims-strengths-but-a-films-weakness/ 
http://sumsel.tribunnews.com/2015/10/30/dulu-ditinggal-istri-karena-miskin-sekarang-ia-jadi-pria-kaya-raya
http://akhwatperindusurga.blogspot.com/2012/11/tips-agar-bisa-sabar-dan-ikhlas-dalam.html
http://ekbis.sindonews.com/read/1058296/34/15-perusahaan-as-akan-berinvestasi-di-indonesia-1446473253
Previous
Next Post »

54 comments

Click here for comments
12 March 2016 at 19:05 ×

Wah boleh dicoba tuh skenarionya bang
Tapi gimana kalo orangtuanya tiap malem ada dirumah
Trus si cewek mandinya pas sore hari? Belom lagi kalo diwarung telor ayam udah abis, gimana tuh bang? Apa harus miskin dulu?

Reply
avatar
uben herdian
admin
12 March 2016 at 20:43 ×

Ini poin poinnya keren. Masuk akal. Banyak pesannya. Tapi kok sarannya malah ngehe gini. Sarannya licik, tapi cerdas. Kepikiran banget semuanya, sampe kepikiran putih telor segala.

Reply
avatar
12 March 2016 at 22:33 ×

Haaaaaw. Itu yang kasih saran buat pemuja Tania itu Wira ya? Mesum gitu sarannya. Segala pake putih telor. Itu buat apa sih? :/

Ngg... bener juga. Perasaan anak yang terlahir dari keluarga yang berada itu jarang yang sukses. Kalaupun sukses, biasanya karena ada campur tangan orangtua. Atau faktor beruntung. Atau apalah. Soalnya mereka sudah terbiasa dimanjakan, dan nggak pernah berpikiran buat nyuksesin diri. Toh udah ada harta yang muasin.

Jadi poinnya, kalau mau sukses, nggak boleh minder apapun keadaan kita. Termasuk miskin. Malah itu yang bisa memacu semangat buat sukses, demi mensejahterakan diri dan biar ngelepasin diri dari kejenuhan jadi miskin melulu. Miskin juga bisa meninggalkan karya, atau bisa meninggalkan amal baik selama hidup di dunia biar namanya terkenang ya. Gitu nggak sih Haw? Huahaha aku ngomong apa sih :D

Reply
avatar
12 March 2016 at 23:28 ×

Anehnya knapa pas sepatu kaca yg ditinggalin satu di istsna ga berobah ya...kan pnampilan doi langsung brubah lg jadi upik abu pas jam 12 teng #mungkin ibu perinya lupa

Haw analogi yg terahir kok pake celdam sih haha

Reply
avatar
nurul iman
admin
13 March 2016 at 09:30 ×

Memang penuh misteri kalau membahas cinderella, yang saya aneh kok sepatu bisa ngubah wajah dan penampilan, klau ada sepatu kaya gitu saya beli langsung. hehehe

Reply
avatar
13 March 2016 at 10:13 ×

Jadi tulisannya ngajarin biar jadi miskin gitu?

Tapi rasanya pas banget ya bacanya, cuma baca yang terakhir bikin janggal. Bandingin sepatu kaca sama celana dalam robek 3 itu rasanya jauh banget kek bumi ke saturnus.

Reply
avatar
13 March 2016 at 10:20 ×

Udah serius-serius baca poin satu dan dua eh pas endingnya sarannya ngaco, gubrak. Ada-ada aja ini anak. Haha

Gue suka sama gambar diatas, bagus maknanya. Menyoal tulisan ini, gue baru ngeh dengan alur logika tentang kata "orang miskin" yang lo buat ditulisan ini, sumpah, ini bener-bener out of the box, keren. :)

Reply
avatar
mrais faisal
admin
13 March 2016 at 12:20 ×

menurut saya jadi orang miskin adalah kunci kesuksesan itu, bisa diartikan apabila kita berada diatas tingkatan ekonomi tidak miskin tetapi hati kita selalu merasa miskin akan segalanya, missal saja dalam dengan ilmu pengetahuan dan harta, kalau kita merasa miskin dengan itu kita tidak mungkin sombong kan?..yang diajarkan Rasulullah benar sekali, kita harus selalu bersyukur dan ikhlas dalam segala perbuatan ataupun hasil perbuatan

Reply
avatar
13 March 2016 at 12:58 ×

Intinya sih merasa cukup kan, bang? Terminologi kaya-miskin, gagal-sukses itu kan indikatornya kurang jelas gimana, kalau menurutku~

Bang, itu gak guna kalau pakai putih telur. Ngapain, gak bisa di tes DNA juga ckck.

Nah yang di paragraf terakhir itu aku juga sering bingung. Enak banget yak mau nikahin anak orang dengan jalan pintas begitu. Elah, mau tanggung jawab katanya. Kalau orang yang bertanggung jawab itu ya dari awal, niat dan cara yang dipake udah bener. Lah ini, balagak aja mau tanggung jawab. Tanggung jawab paan. Hih ngeselin. Tanggung jawab pale lu *emosi*

Reply
avatar
Cilembu thea
admin
13 March 2016 at 13:01 ×

asik tuh saran dengan putih telurnya sangat menggugah selera saya...bikin yang lebih menyerempet lagi yah

Reply
avatar
13 March 2016 at 21:45 ×

Bagaimana caranya menikah dengan Tania hanya dengan modal celana dalam?

Pecahkan telur di celana dalammu. Bawalah celana dalam tersebut di kerumunan orang. Berkoarlah bahwa kamu bisa bertelur, buktinya telur tersebut pecah di celana dalammu. Niscaya, dengan kekuatan media sosial sekarang ini, kamu akan jadi terkenal. Diundang di berbagai talkshow. Jadi bintang iklan. Jadi bintang Ftv. Uang tersebut gunakan untuk meminang Tania. Done

Jangan lupa undang gua kalau lo sukses. Kalau gak sukses, undang saja Haw

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:21 ×

jangan terlalu banyak menanyakan hal yang udah jelas, Nik...
entar kayak kaumnya nabi Musa, loh... hiii... =(

kalo kondisidan situasinya tidak memungkinkan, ya, jangan... mending lamar langsung.

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:21 ×

Iya bang Uben. Orangnya emang rada-rada ngehe juga. :ng

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:24 ×

Itu... kalo secara penampakan di kain, putih telur ama air money itu sama saat keringnya. gitu..

Iya. Kebnayakan gitu. yang di film-film dan di buku-buku juga gitu. Mungkin emang polanya kali mesti miskin atau diejek/dihina dulu baru sukses/kaya.

Iya, Ichaaaa... begitu. Bener, kok, itu. kagak ada yang salah dengan kesimpulanmu. :-d

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:26 ×

Mungkin bikin sepatu kacanya pake sihir permanen. atau mungkin sepatu kacanya gak berubah karena takut ketahuan. sepatu kacanya pandai menjaga diri.

itu buat aneh-anehan aja, mbak. soalnya kepikiran begitu saja pas mikirin kisah cinderella. :ng

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:28 ×

Hahaha... iya. namanya juga dongeng, asalngena aja ceritanya. tapi kalo sepatu kaca, itu nyucinya boleh pake sanlait nggak, ya?

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:29 ×

Iyaaa... menganjurkan jadi orang miskin. :ng

hahaha... iyo, Ki, emang jauh. tapi mirip-mirip. kalo jaman dulu, spetu yang ketinggalan, kalo jaman sekarang pakaian dalem yang ketinggalan di kosan. =(

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:31 ×

Ya yang terakhir jangan dianggep, ambil yang bagusnya, tinggalin yang buruknya. kayak pangeran, sepatu kacanya bagus, makanya diambil.

wa wa waa..terima kasih kalo suka. :)

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:32 ×

Iya. bisa diartikan begitu. bebas aja mau diartikan secara harfiah atau apalah. karena kalo berhubungan dengan miskin dan sukses (kaya), sama-sama akan mendapat hasil yang baik. asal sabar dan ikhlas.

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:38 ×

Iyo, Dar. Emang nggak jelas karena nggak ada satuan internasionalnya. Bisa saja miskin menurut kita, kaya menurut orang lain. ini artikel dengan anggapan sukses/kaya sesuai dengan keyakinan masing-masing aja. @@,

Iya. Tau. dikasi air panas juga langsung ketahuan. Sasarannya bukan itu, tapi psikologi ama emosi orangtuanya. Kalo berkaitan dengan anak dan kepercayaan serta kehormatan, orangtua akan melupakan pikiran jernih dan mementingkan ego. Jadi, dengan membuat situasi yang tepat dan umpan yang pas, kemungkinan membuat anggapan itu perbuatan terlarang semakin besar. gitu.

Iyo, Dar. aku juga bingung. sampe pernah aku bikin postingan khususnya dulu dengan judul "Semua berubah saat tanggung jawab mewabah". :ng

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:39 ×

yawla... yang lain protes, si akang malah minta yang lebih lagi... hadeuhh @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
13 March 2016 at 22:42 ×

hahaha... ampun dah, Man. tapi itu emang udah kejadian, sih, yang tentang petelur. gak logis, tapi malah bisa mendatangkan keuntungan.

sukses gak sukses gue minta undang, asal ada prasmanannya. dibayarain makan, transportasi dan akomodasi. :ng

Reply
avatar
13 March 2016 at 22:46 ×

Hanjiiir, ini anak hebat banget ya penulisannya :D wkwkwk bisa aja nyangkutin meraih impian dengan cerita Cinderella :D setelah baca tulisan ini kok aku merasa bangga ya sering dihina dan dicaci? bentar lagi impianku tercapai nih :D wkwkwk

Ending tulisannyaaa reseeeek :p wkwkw

Reply
avatar
14 March 2016 at 01:46 ×

Aduh, awalnya wktu mngikuti poin perpoin hingga smpe ke poin ketiga smuanya jadi masuk akal.

Hingga smpe ke penyelesaian nya smuamya jadi ekstrim. Gokil gw jdi ngakak pas clana dlam dsurh truh ddekat kasur trus diolesin putih tlur,smpe sgitunya ya hshahh.

Reply
avatar
14 March 2016 at 07:36 ×

Skenario macam ini? yang ada celana dalem nya dibuang sama orangtua tania, ngapain juga nyimpen-nyimpen begituan.

Se enggak punya duit nya gua, gua gak pernah ngerasa miskin, Bagaimana bisa aku merasa miskin bilamana Tuhan ku lah Yang Maha Kaya?
Setiap augerah dan nikmat yang melekat pada tubuh ini adalah kekayaan, yang tak bisa dinilai dengan kepingan uang.
AllahuAkbar!!

Kalo ngerasa miskin gapernah, tapi kalo ngerasa gak punya duit..
Sering.

Wassalam.

Reply
avatar
14 March 2016 at 08:28 ×

Njir kenapa baca lirik lagu Cinderella sambil dinyanyiin -_-

Berarti kalo mau kaya itu harus miskin dulu gitu Haw?
Trus harus terzalimi gitu? supaya bisa jadi orang kaya?
Iya juga sih, kan orang yang terzalimi do'a di ijabah
Kalo gitu zalimi gue Haw, biar cepet jadi orang kaya :ng

Mantap Haw saran'a wkwkwk
terus kenapa harus dikasih putih telur dulu Haw? *masihpolos

Reply
avatar
14 March 2016 at 09:08 ×

Bang, gue baca liriknya ian kasela pake nada masak :(

Oh berarti gue harus dihina, dicaci maki dulu untuk bisa jadi orang sukses. Hahaaa
Hina gue bang. Hina aja, nggak papa.

Awal baca gue udah serius bang.
Makin ke bawah kok sarannya leh uga buat ditiru. Hahahaa
Segala pake putih telur. Bhahahaaa

Reply
avatar
Tomi Azami
admin
14 March 2016 at 16:30 ×

fak lama gak main kesini (bang Haw juga sempet ngilang. kemana sih, bang.ikut indonesia mengajar ya? jadiin post atuh,) tapi tulisan Bang Haw masih cerdas aja.

ngatau mao komen apa, udah tepok tangan buat cari kecocokan dan poin yang kudu diambil.
satu yang mau kutanya, emang putih telur baunya mirip sama sperma ya? hmm
bisa dipake nih tutorial nikahin ceweknya.

Reply
avatar
14 March 2016 at 19:51 ×

Oh, jadi sabar itu nggak ada batesnya, ya? Kalo orang bilang "Kesabaran gue udah mau habis" itu gimana dong? :))
Jadi, yang gue dapet dari tulisan ini: menulislah biar tetep hidup meskipun udah mati. :D

Kok rada nggak konsisten nama tokohnya, Haw? Ini Cinderella apa Cinderalla? Eh, malah dibahas. :(

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
14 March 2016 at 20:14 ×

iya, orang miskin di negara ini hidup nyaman, 'untuk apa bekerja keras jika sudah nyaman?' begitu kata mereka.
Dari kisah indah Cinderella, lalu saran putih telur, ahahaha...

Reply
avatar
15 March 2016 at 11:50 ×

Lah, iya juga ya. Biasanya orang-orang sukses memulai semuanya dari nol, kemudian dipandang sebelah mata, jadilah dia sukses.

Reply
avatar
16 March 2016 at 15:32 ×

iya, kayaknya bener haw, sukses harus dari miskin dulu, dari situ kita lebih banyak mikir, lebih keras usaha, lebih giat ngedo'a dan segala macemnya. pasti lambat laun tercapai kesuksesannya. beuh :v

eh, ada bunus tutorial buat nikahin cewek juga haw haha

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:19 ×

wuoh.., amin Feb, moga lekas kecapai impiannya. :-d

Jangan diterapin lah, gak bakal berhasil juga kayaknya. :ng

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:23 ×

Kalo gitu, resapi aja penjelasan tiap poinnya, kalo baik ambil, kalo jelek dibenerin. :D

Hahaha..namanya juga usaha, dan usaha orang freak itu emang rada-rada, sih. :ng

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:30 ×

Ya kan bukan buat disimpen, peh. buat jadi pemicu pikiran negatif, meningkatkan emosi, dan manaikkan ego orangtuanya.

Allahu akbar!!! Ipeh anak solehah. anak Sri juga.

Hahaha... itu mah keadaan anak kosan. *sering ngalamin*

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:35 ×

Namanya juga lirik lagu, pasti dinyanyiin lah. kalo lirikan matamu, kan pasti menarik hati. oh senyumanmu manis sekali, sehingga membuat aku tergoda~

Hahaha.... iya, anggap aja begitu. lagian, yang bisa jadi kaya kan orang yang sebelumnya miskin.

Cobain aja dulu kaish putih telur, entar bakal tahu sendiri, kok, chisanak. :ng

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:39 ×

Lain kali kalo nemu lirik begitu, bacanya pake ayam goreng aja, pake kuah juga, sayur, biar kenyang.

Hahahha... teori cerita dan perfilm-an sih gitu. tapi aku nggak mau dapet peran yang ngehina. :D

Emang gitu, Ul, manusia emang selalu ngaku serius di awal, tapi kemudian... ... ... =(

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:40 ×

haha seru tandanya !

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:43 ×

Iyo. lama kagak update, tom. lagi jauh dengan koneksi soalnya. :D

bukan itu juga...eh, tapi belom nyoba sih kalo baunya. mungkin boleh ditambah pemutih biar mirip-mirip baunya.:D

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:45 ×

Hahaha... aku diajarinnya gitu. sabar itu bukan sesuatu yang terstandar jumlahnya, tapi merupakan sebuah pilihan yang baik. mau bersabar apa nggak. :D

wa wa wa...ada yang typo satu. bentar gue edit dulu. thanks, Yog.

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:47 ×

Wuih....iya, nyaman karena bebas menyalahkan negara dan banyak yang ngebela. =(

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 19:51 ×

Iya, Rob. Ide dasarnya emang dari itu. :D

Reply
avatar
How Haw
admin
16 March 2016 at 20:01 ×

Wuoh... sungguh bijaksana anda, Er... :-d

bonus... itu racun kalo diterapin, bisa mendatangkan kematian. :)D

Reply
avatar
salaminzaghi
admin
17 March 2016 at 14:30 ×

btw, gue udah hina belum sih. Gue sering banget nih bang, di hina :'D
gue mo kayak cinderella, nanti nikah sama melody JKT48, bisa gak bang :''D

Reply
avatar
17 March 2016 at 21:09 ×

salam kenal dari blogger newbie gan :)
folback google plus ku ya gan hehehe

Reply
avatar
How Haw
admin
18 March 2016 at 18:22 ×

Nggak tau, lam. Mau dihina atau nggak, udah hina atau belom, yang penting tetap bahagia aja.

Bisa Lam bisaaaaaa.... tinggalin aja sepatu converse yang isinya cincin berlian dengan selembar kecil surat lamaran. xD

Reply
avatar
How Haw
admin
18 March 2016 at 18:24 ×

Salam kenal juga. Prad... udah dipolbek juga kok. :D

Reply
avatar
20 March 2016 at 00:37 ×

Bisa sih bang, kalau sasarannya ke psikologis orang tua, tapi kan buktinya gak cukup kuat kalau diusut :p

Eh iya? Pernah sampai dibikin postingan khusus, bang? Minta link dong, pengen baca~

Reply
avatar
20 March 2016 at 10:52 ×

Kalo mau kaya tapi males kerja, mah gampang. Culik anak gadisnya direktur, terus hamili, biasanya kan disuruh nikah hahaha *senyum jahat* *becanda*

btw anak anaknya hary tanoe itu cakep cakep loh.. apalgi itu si valencia sama si clarissa :')

Reply
avatar
How Haw
admin
20 March 2016 at 11:12 ×

Yawlah bang Fandy.... jangan dikasih tau kalo anaknya cakep, entar jadinya kepengin.... :ng

Reply
avatar
How Haw
admin
20 March 2016 at 11:14 ×

Emang.... makanya itu dibilangin gabakal berhasil, malah bakal dapat hinaan dan cacian. :ng

Iyo, pernah. di sini kagak bisa nyisipin link, dicopas juga susah, masuk gugel aja, ketik "howhaw.com tanggung jawab"

Reply
avatar
6 April 2016 at 08:43 ×

ogah ah praktikin skenario begituan, takut ga berhasil :D

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon