Howhaw #148: Asal Muasal Mitos Angka Empat dan Pengaruhnya Di Kehidupan Sehari-hari ~ Production Haws

Howhaw #148: Asal Muasal Mitos Angka Empat dan Pengaruhnya Di Kehidupan Sehari-hari

Assalamu’alaikum...

Dalam menjalani kehidupan, ada saat di mana seseorang merasa dirinya sial. Dan jika kesialan tersebut berulang, pasti dia akan mencari kesamaan pola atas kesialan yang terjadi pada dirinya. Misal, tiap memakai kemeja biru, dia selalu kecopetan. Maka dia akan menyimpulkan kemeja biru adalah pembawa sial baginya.

Jika kesialan tersebut dialami oleh banyak orang, maka akan tercipta suatu kepercayaan yang menjadi acuan bersama. “Jangan pakai kemeja biru, nanti sial”, begitu kira-kira. Karena banyak yang mengalami, maka kepercayaan tersebut akan diturunkan kepada generasi selanjutnya sebagai peringatan.

Saat ini, banyak hal yang dianggap membawa sial. Salah satunya adalah angka empat (4). Empat dianggap membawa sial karena sudah banyak orang yang menjadi sial karena berhubungan dengan angka empat.

Pemain nomor punggung “4” di MU
Pemain yang memakai jersey dengan nomor punggung “4” di MU hanya bertahan kurang dari 2 tahun. Sebut saja Sebastian Veron, David May dan Gabriel Heinze. Lalu, bagaimana kabarnya Owen Hargreaves? Masa-masanya di MU hanya dihabiskan dengan bekapan cedera.

Selain di dunia persepakbolaan, kesialan angka empat juga menjangkit ke dunia teknologi. Pentium, jenis prosesor yang awalnya sangat terkenal dan dianggap sebagai pelopor prosesor pintar, berakhir di Pentium 4. Padahal awalnya, jenis Pentium merupakan prosesor yang digadangkan akan menjadi jenis prosesor yang akan terus berkembang sesuai angka yang mengikutinya. Atau “IPHONE 4”-nya Apple yang mengalami kesialan dengan tidak sempurnya antena pada perangkat tersebut di tahun 2010 lalu. Sehingga pihaknya harus bertanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan.

Bahkan, saking takutnya dengan angka empat, pihak Nokia tidak mau mengeluarkan produk dengan seri yang mengandung angka empat. Tapi, kenapa angka empat bisa menjadi angka yang dianggap membawa sial?

info howhaw

Hitungan Chinese
Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”, pepatah tersebut menyiratkan bahwa sejak dulu China dianggap sebagai negara yang sangat maju dan berilmu. Sehingga, kepercayaan-kepercayaan di negara tersebut juga akan diikuti dan dipercaya oleh negara lain.

Dalam hitungan Chinese, angka empat dibaca “shi” yang arti dan penyebutannya sama dengan “mati”. Sesuatu yang membawa kepada kematian, tentulah dianggap sial. Pertanyaannya, kenapa penyebutan kata "mati" sama dengan penyebutan angka empat?

Sifat dan bentuk sebelum mengenal angka
Sebelum mengenal angka dan huruf latin, tentu orang-orang di zaman dulu telah mengenal sistem hitung dengan penyebutan berbeda. Contohnya dalam bahasa Jawa dikenal adanya “Sengkala”, yaitu penyebutan angka dengan kata benda atau sifat. Namun, sejauh yang saya tahu, penggunaannya masih terbatas pada penyebutan tahun saja.

Misalnya tahun keruntuhan kerajaan Majapahit pada tahun 1400 *tuh kan, angka empat lagi* diucapkan dengan  “Sirna Ilang Kertaning Bumi”. Bagaimana bisa begitu?

Tahun 1400 mengandung empat angka, dan kalimat “Sirna Ilang Kertaning Bumi” juga mengandung empat kata. Berarti jelas, tiap kata mewakili satu angka. Namun jangan langsung menyimpulkan “sirna=1; ilang=4;”, itu salah. Karena kalo berdasarkan sifat tadi, “sirna” dan “ilang” tentulah artinya kosong (nol). Saya kurang paham artinya “kerta”, tapi kalo “bumi” hanya ada satu (1). Sehingga penulisan kalimat tadi jadi “0041”. Iya, pembacaan angka Sengkala dimulai dari kanan ke kiri.

Dalam bahasa Jawa (Sengkala), bumi itu satu, mata/kuping/tangan itu dua, gebyar itu tiga, catur/kerta itu empat. Sisanya silakan cari tahu sendiri ya! Hal tersebut menunjukkan bahwa, di zaman dulu, untuk menyebut angka/jumlah, mereka memakai kata benda atau sifat.

Orang-orang Chinese pun begitu. Mereka menyebut angka empat dengan mati karena saat orang mati, mereka dimasukkan ke dalam kubur atau peti yang bentuknya segiempat.

info howhaw
Mati dikubur dalam lubang segiempat; mati=empat

Karena angka “4”, Indonesia berkembang lambat
Bukan. Bukan karena ada angka empat di tahun kemerdekaannya, melainkan karena keputusannya dalam menetapkan pilar bangsa. Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Pemerintah menetapkan empat hal tersebut sebagai pilar dalam berbangsa dan bernegara.

Kenapa harus empat? Terlalu banyakkah jika ditambah satu? Atau terlalu sedikitkah jika dikurangi satu? Entahlah, karena empat itulah, Indonesia jadi seperti sekarang.

Kalo kalian masih belum yakin angka empat bisa memengaruhi pemerintahan atau negara, ingatlah, dalam UUD 1945 tentang Dewan Pertimbangan Agung, bab yang memuatnya telah dihapus. Dan kalian tahu itu bab berapa? Iya, bab IV (empat). Hiiii~
info howhaw
Gara-gara empat

Berhati-hatilah dengan angka “4”
Melihat kekuatan angka empat tersebut, saya menyarankan kepada kalian semua untuk lebih berhati-hati. Untuk itu, saya sarankan agar kalian menghindari angka empat dalam keseharian, misalnya:

- Saat naik motor di jalan raya, jangan bonceng empat. Entar ditilang. Saya sudah mencobanya.

- Jangan pacaran dengan empat orang sekaligus. Beneran. Jangan! Memang sih, memiliki pacar empat itu sehat, tapi kita lebih dianjurkan untuk memiliki pacar yang sempurna. Lima orang. (empat sehat, lima sempurna)

- Jangan bunuh diri dari lantai empat. Percayalah, orang yang bunuh diri dengan cara melompat dari lantai empat bakalan kena sial. Bahkan bisa mati. Mending lompatnya dari lantai atasnya lagi, insyaallah selamat.

Begitulah sedikit saran dari saya agar kalian terhindar dari kesialan angka empat. Namun, kita tetap tidak boleh merasa tenang, karena ada suatu gerakan underground yang memaksa kita untuk terjerumus dalam kesialan.

Di balik dunia pendidikan
Pertanyaannya, sudah berapa dosen yang menganjurkan kalian untuk memperoleh IPK 4? Sadarlah wahai mahasiswa! Sesungguhnya kita semua sedang diarahkan kepada kesialan oleh sistem pendidikan. Empat itu pembawa sial, dan kita disuruh untuk memperoleh IPK 4, yang artinya kita disuruh menyongsong kesialan. Lihatlah! Mahasiswa yang ber-IPK 4 sekarang jadi apa?

Tak hanya itu, ingatkah kalian kapan waktu pelaksanaan ujian nasional? Iya, bulan keempat. Kebetulankah?

Lantas, bagaimana sikap kita?
Hindari IPK 4. Bukankah sangat disarankan “Dua koma lebih baik”? Iya, itu saran dari BKKBN sih. Tapi dengan begitu, setidaknya kita sudah terhindar dari kesialan angka empat. Namun bagaimana jika kita sudah terjerumus dalam kesialan angka empat?

info howhaw

Ikhlaslah! Empat, yang artinya mati, tidaklah selalu memberikan kelanjutan buruk. Mungkin kita akan mati atau sial karena empat. Tapi setelah kesialan tersebut, setelah kematian tersebut, percayalah, akan ada kisah selanjutnya yang sangat baik.

Seperti Cedric Diggory dalam kisah Harry Potter. Dirinya bertemu dengan kematian saat mengikuti lomba yang pesertanya hanya ada empat orang. Namun karena kematian itulah, dia menjadi lelaki yang dipuja. Iya, dia bangkit kembali sebagai vampire dengan nama Edward Cullen. Coba kalo dia nggak mati. Nggak jadi vampire.

info howhaw
Coba kalo gak mati? gak jadi vampire

Sumber Gambar:
https://bitstrips.com/r/ZDS2S
https://www.dramadunia.my/2014/11/liang-lahad-tunggu-jenazah-mayang.html
https://dumedpower.com/category/juknis-dak-bkkbn/juknis-dak-bkkbn-2013/

Previous
Next Post »

72 comments

Click here for comments
13 April 2015 at 08:02 ×

Haaaaa, hindari IPK 4 usahakan loncat dari gedung lebih tinggi dari 4 lantai. Benar mas kakakkakakka

Reply
avatar
13 April 2015 at 10:28 ×

Well, ini postingan keren. Riset banget ini. Dan jangan lupa mahasiswa tingkat akhir banyak yang mandek waktu skripsi. Dan itu terjadi di Bab 4. :D

Reply
avatar
13 April 2015 at 10:54 ×

gue malah baru tau kalo angka 4 itu angka sial .. gue kira cuman angka 13 doang ..
itu yang saran lo yg terakhir kampret abiss bang .. hahaaa . ,
btw analisisnya kece bang ..

Reply
avatar
Renggo Starr
admin
13 April 2015 at 10:56 ×

Ini orang Kalimantan berasa paham banget sama Kejawen. Gue ngerasa agak gagal jadi orang Jawa asli.

Mungkin ada yang salah sama angka 4, Haw. Bisa jadi ketuker sama angka 5.
4: empat -> 5 karakter
5: lima -> 4 karakter

Reply
avatar
13 April 2015 at 12:37 ×

Bang bagaimana dengan kemerdekaan Inodonesia di tahun 1945. Itu mengandung angka empat.
Bagaimana pendapat agan?

setuju deh punya pacar 5 itu sempurna *eh...

Reply
avatar
13 April 2015 at 12:37 ×

#MisteriTerbesarAbadIni

Reply
avatar
13 April 2015 at 12:37 ×

Pantasan kadang2 di gedung gedung ga ada lantai 4 ya,..hiii swereemmm

Reply
avatar
Mangs Aduls
admin
13 April 2015 at 15:28 ×

hahahahaha siapa ya yang komen ke 4

Reply
avatar
13 April 2015 at 21:46 ×

kayaknya kalo loncat dari lantai empat emang sial. belum tentu mati. paling patah tulang doang. percayalah, gua gak pernah nyoba.
gua pribadi gak percaya sih dengan mitos angka 4 atau angka 13. tapi, punya pacar empat bisa deh dicoba. kapan-kapan. kalau matahari udah terbit dari barat

Reply
avatar
14 April 2015 at 09:54 ×

Sial mana angka 4 atau 13, kalo angka 4 sial sih itu lebih kearah kepercayaan orang cina sama jepang sana, depan-depanya ilmiah banget. Akhir-akhirnya kamvret..

Reply
avatar
14 April 2015 at 10:31 ×

gambar paling terakhirnya sialan ya hahaha bikin gagal fokus

Reply
avatar
Aldi Rahman
admin
14 April 2015 at 11:55 ×

wkwkw, keren, abis mati malah jadi tambah keren, terus slogan dua koma lebih baik, wkwk, tak terpikirkan sama sekali, mantap :)

Reply
avatar
wery febri
admin
14 April 2015 at 12:09 ×

Pantesan antara laki2 dan perempuan gak boleh ngobrol 4 mata di t4-t4 sepi dan cuman berdu44n 4j4.

Reply
avatar
Tomi Azami
admin
14 April 2015 at 12:11 ×

anjrit, ini tulisan risetnya niat anneet. kereng bang.
btw, fabregas no 4 aman2 aja tuh. ya mungikin 1 banding 1000 kali yak

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
14 April 2015 at 16:01 ×

Temen ku yang dapet IPK 4.00 malah sial, uda 2 taun belom kerja di tempat yang bonafit jugak.. Gara-gara angka 4 dia jadi sombong plus keras hati. Nyebelin deh. -_-

Reply
avatar
14 April 2015 at 21:14 ×

Awal-awalnya sih keren, nambah ilmu pengetahuan banget. Keliatan kalo postingannya berdasarkan riset. Eh, akhir-akhirnya kamvretto wkwk :D

Reply
avatar
14 April 2015 at 21:34 ×

Angka 4 dalam komik baseball jepang, Kapten or Slugger. Rasanya gue malah lebih ngeri sama angka 13 dibanding 4. Bukan takut sih, tapi gue agak percaya 13 itu angka krusial dalam dunia kesialan. Haha~

Reply
avatar
14 April 2015 at 22:51 ×

Ciri khas si Haw emang dah. Nggak bisa diragukan lagi. :)

Kalo gitu, gue mau nambah pacar jadi 5 biar sempurna. :)) Tapi butuh 4 cewek lagi, nanti sial dong? :( Nggak jadi deh. Huft.

Ending-nya TAEEEEEEE. Kenapa Cedric berubah jadi Edward? Beda film. Njir. -___-

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 03:55 ×

Jangan dipraktikkan tapi, Bang! masih mau ngebaca perjalanannya di Jogja.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 03:57 ×

Eh, iya. Bagian yang paling banyak revisiannya ituh. Entar bagi yang skripsian, gak usah ditulis Bab 4, bab 3,5 aja.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:00 ×

Tiga belas memang mendunia sih. Kalo untuk empat, memang hanya negara-negara tertentu saja.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:02 ×

Lunya aja yang nggak mau tau. Hih. padahal itu juga warisan masa lalu loh.

Kalo yang kayak gitu, mending tanyain ama Fico aja.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:04 ×

Oh, itu tahun yang sangat baik bagi Indonesia. kok nggak sial? Yang sial si Jepang, makanya di Jepang angka empat sangat ditakuti.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:05 ×

Iya, itu juga karena ketakutan angka empat. Rumah-rumah juga nggak mau make nomor empat, biasanya diganti 3a atau 3b.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:06 ×

Hahaha...iya, Man. Sial banget ituh. Parah lu, orang kiamat malah nyari pacar empat, bukannya tobat.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:07 ×

Wah, aku nggak tahu yang ini. Mungkin boleh diadakan pertandingan antara 4 dan 13 untuk menentukan yang mana yang paling sial.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:09 ×

*pemuja Edward Cullen*

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:12 ×

Iyah, kerennya abis. :ng

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:13 ×

*lebih maksa dari aku*
Udah 2015, masih aja dirimu menulis "t4" Wer? t3 - tertentu. @@,

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:19 ×

Fabregas kan nggak pernah ke MU. Makanya selamet. Kenapa mesti MU, karna kesialan sering dihubungkan ama setan, MU kan lambangnya itu. gitu.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:21 ×

Duh, kesian banget. :(

*harus lebih hati-hati lagi ama 4*

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:23 ×

Wa wa wa...padahal dari awal sampe akhir semuanya melalu riset loh. =)D cuma waktu ngeriset kadang bener kadang sangklek.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:27 ×

Wah, baru tau yang inih. Makasih infonya. Tapi kalo yang make itu kapten, berarti hebat benget dong. Musuhnya yang bakal sial. xD
Iya, di negara kita, 13 memang dianggap lebih keramat.

Reply
avatar
How Haw
admin
15 April 2015 at 04:30 ×

Eh, iya juga ya. Makanya, kemarin kalo pengin punya pacar, mestinya sekalian dua, Yog, jadi tinggal nambah tiga lagi. Lagian dua-duanya kemaren udah nunjukin sinyal iya. *eh iya nggak sih*

Reply
avatar
15 April 2015 at 07:24 ×

Tuh kan komenan nomor 4 sialnya ngga ngerti jawa xD

Reply
avatar
15 April 2015 at 07:27 ×

Gue anak ke empat, untungnya dari lima bersaudara haha

Reply
avatar
15 April 2015 at 15:31 ×

OOhhh gitu ya??? mobil saya rodanya 4, jadi musti gmn tuh...

Reply
avatar
15 April 2015 at 16:15 ×

Eh gue jaga anak ke empat
Gimana dong How tanggung jawab lo.

Reply
avatar
Catcilku
admin
15 April 2015 at 16:17 ×

Hehe lucu juga, tapi baru tau kalau ada mitos angka 4

Reply
avatar
15 April 2015 at 16:22 ×

Keren pembahasanya, ah kelelawar sekali (dibaca: KAMPRET ABIS) gue jd mikir gue kan anak ke empat.haha

Reply
avatar
Ain Mungil
admin
15 April 2015 at 18:05 ×

Wuiii..... pengetahuan baru...

Reply
avatar
15 April 2015 at 22:36 ×

Tapi poligami kan maksimal 4, masa ga boleh dioptimalin sih.

Reply
avatar
How Haw
admin
16 April 2015 at 01:50 ×

Hiaaa...hayoloh....
Yah, jalanin aja dulu, entar kalo terjadi hal yang tidak mengenakkan yang berhubungan dengan status anak ke-4, hubungi gue. Lumayan buat tambahan riset.

Reply
avatar
How Haw
admin
16 April 2015 at 01:51 ×

Bawa ban serep aja, Kak, biar jadi lima. Beneran. Kalo nggak bawa, entar terjadi sesuatu jadi kesulitan loh.

Reply
avatar
How Haw
admin
16 April 2015 at 01:54 ×

Padahal ini riset yang serius loh, Mbak. :ng
Coba sesekali pergi ke kantor bertingkat, trus tanyain lantai empatnya, kebanyakan diganti jadi lantai 3b. Alamat rumah orang juga banyak yang mengganti nomor 4, dengan 4B. Karena 4B terbaca jadi 48 yang artinya beruntung.

Reply
avatar
How Haw
admin
16 April 2015 at 01:55 ×

Kelelawar sekali. Eh iya juga ya. Kampret kan sejenis kelelawar.
Kabar-kabari kita ya kalo ada sesuatu. :D

Reply
avatar
How Haw
admin
16 April 2015 at 01:56 ×

Syukur deh kalo masih bisa disebut pengetahuan. haha

Reply
avatar
How Haw
admin
16 April 2015 at 01:57 ×

Itu dia sialnya, bang. Kayak pentium tadi yang berakhir di 4, beristri juga hanya boleh sampai empat. #EmpatEmangGituSih

Reply
avatar
16 April 2015 at 06:18 ×

Jangan-jangan ini konspirasi Iluminasi (Gerakan para petani yang aku dirikan beberapa bulan kemarin) mas.

Ati-ati itu yang komen nomer 4.

Reply
avatar
Arian Sahidi
admin
16 April 2015 at 07:33 ×

wuahahahha kenapa keren gini sih kalo nulis? ajarinnnnnn :p

Reply
avatar
How Haw
admin
17 April 2015 at 03:29 ×

Iya. ilumiNASI. :D

Reply
avatar
How Haw
admin
17 April 2015 at 03:31 ×

*ini nih, penulis rendah hati* *bukunya udah terbait banyak, masih aja minta diajarin* siap-siap, Om. entar aku kirimin email minta diajarin bikin naskah buku. =)D

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
17 April 2015 at 17:42 ×

Jepang juga anti dengan angka 4, bahkan nyuguhin makanan gak boleh berjumlah 4.
Eh, saya dirumah cuma berempat, pantes gak pernah akur ._.

Reply
avatar
oh andrian
admin
17 April 2015 at 20:17 ×

untunglah ipk masih dibawah 4 '-'

Reply
avatar
How Haw
admin
18 April 2015 at 01:28 ×

Mitos, the fresh maker. :-d

Reply
avatar
How Haw
admin
18 April 2015 at 01:29 ×

Coba tanyain keluarga, kak. Boleh ditambahin aku nggak di rumahnya?"

Reply
avatar
How Haw
admin
18 April 2015 at 01:31 ×

Bagus. Dua koma lebih baik. :-d

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
20 April 2015 at 07:07 ×

Padahal kalok aku pikir sih bakalan lancar tuh nyarik kerja.. Ternyata enggak jugak..

Reply
avatar
How Haw
admin
21 April 2015 at 01:04 ×

Mungkin harus nyoba di tempat lain, wilayah yang mengedepankan IPK. mungkin.

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
22 April 2015 at 20:52 ×

Di planet mana tuh, Haw?

Reply
avatar
How Haw
admin
23 April 2015 at 05:34 ×

Masih banyak kok yang begitu di bumi ini. Banyak yang mensyaratkan IPK di atas 3, makin tinggi, peluangnya makin besar. CPNS juga gitu kan? Mungkin suruh dia ikut program beasiswa S2 aja, lumayan itu IPK-nya.

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
24 April 2015 at 07:39 ×

Ooo.. Tenang aja. Kalok ada duit, segala permasalahan di atas bisa teratasi :D

Reply
avatar
24 April 2015 at 23:17 ×

IPK 2 koma lebih baik. *toss*

Reply
avatar
Ara AnggARA
admin
17 May 2015 at 23:19 ×

Saya juga pernah baca gitu, angka 4 melambang kematian itulah kenapa dijadikan angka sial.
Tapi selain 4 masih ada angka lain seperti 13, 666 dan lain-lain

Reply
avatar
How Haw
admin
19 May 2015 at 01:57 ×

trus, kenapa angka 4 jadi lambnag kematian?

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon