V-sika #8: Kenapa Orang Memukul Kulit Durian Saat Akan Membelinya?

Assalamu’alaikum...

Di Kalimantan Barat, sekarang lagi musimnya buah durian. Sebenarnya sih bulan lain juga bisa jadi musimnya, karena iklim wilayah Khatulistiwa susah diprediksi. Hal tersebut menyebabkan tanaman bisa tumbuh subur, padahal di tempat lain mungkin saja akan mati.


Dalam memilih buah durian, seringkali kita melihat orang yang memukul-mukul kulitnya. Ya karena kalo dibuka dulu, penjual akan mengalami kerugian, terlebih jika durian yang sudah dibuka tidak jadi dibeli. Tapi mengapa harus dipukul-pukul? Memangnya durian bisa mengaku kalo dirinya sudah matang?

hawadis howhaw


Ya, durian bisa mengaku dirinya matang saat dipukul, meskipun bukan pengakuan terucap. Durian bisa memberi tanda kalau sudah matang saat dipukul. Kalo saat dipukul dengan parang atau pisau bunyinya ‘tuk tuk tuk’ (terdengar dalam dan agak nyaring) berarti duriannya matang. Jika bunyinya ‘tek tek tek’ (terdengar dangkal) berarti masih mentah. Kenapa bisa begitu?

Durian mentah dan durian matang memiliki struktur yang berdeba. Durian mentah memiliki komponen yang masih menempel dan tidak memiliki rongga. Akibatnya, saat kulit durian mentah dipukul dengan parang, rambat getaran bunyinya teredam di bagian dalam buah. Getaran bunyi yang dominan hanya dipermukaan luar durian saja dan menghasilkan bunyi dangkal. ‘tek tek tek’.

Sedangkan durian matang, komponen dalam buahnya sudah terlepas (daging buah yang terpisah dengan kulit bagian dalam) dan memiliki struktur yang berongga. Akibatnya, saat kulitnya dipukul, rambat bunyi yang dihasilkan tidak teredam. Selain itu, udara yang berada di rongga dalam juga ikut bergetar dan menimbulkan bunyi yang dalam. ‘tuk tuk tuk’

Fenomena yang sama juga dapat kita temui pada gitar listrik yang tidak terhubung ke ampli dan gitar akustik. Gitar akustik akan menghasilkan suara yang lebih dalam saat senarnya dipetik, karena udara dalam rongga gitar ikut bergetar. Berbeda dengan gitar listrik, saat senarnya dipetik, suara yang dihasilkan akan terdengar dangkal karena hanya berasal dari getaran permukaannya saja.

Jadi, dalam memilih durian yang matang, jangan lupa untuk memukul-mukul kulitnya. Tapi itu hanya berlaku utuk mengetes kematangan buah. Kalo mau mengetes kemanisan buahnya, mungkin dengan memukul-mukul penjualnya. ‘Jangaaaannnn....’

*****

Dalam kehidupan percintaan, juga sering ditemukan peristiwa pemukulan. Namun, berbeda dengan konsep durian, orang yang sering memukul pasangannya, tak pantas dipertahankan. Dia belom matang. Suruh ngungkep/peram pake ragi aja dulu.

Kalo dalam memilih durian kita bisa mengetahui yang matang karena suara yang ditimbulkan, dalam memilih pasangan kita bisa mengetahui dia sudah matang melalui ucapan yang penuh keyakinan. Biasanya, kalo sudah matang dia tidak akan berkata, “Mau gak kamu jadi pacar aku?”, melainkan... ya kalian taulah kalimat pengkhitbahan. Lamaran. Itu pun ngomongnya ama orangtua kamu.

Berbicara tentang ‘kematangan’, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa buah yang matangnya di pohon lebih manis dibandingkan buah yang matang karena diperam. Yang artinya, kalo terburu-buru karena menginginkan, hasilnya malah jadi lebih hambar. Yang harusnya manisnya beberapa tahun lagi dalam ikatan pernikahan, malah buru-buru dipercepat dengan permainan pacaran. Manisnya pernikahan akan berkurang? Biasanya begitu.


hawadis howhaw
“Ilmu tentang memilih durian matang memang tidak berguna untuk membeli siomay. Tapi dengan kemampuan memilih durian yang matang, tukang siomay pun menaruh harap besar pada kalian. Ya unutuk dipilihkan saat membeli durian. Dan siap-siap akan ada traktiran siomay dan makan durian besar-besaran.”


Salam V-sika.
(Baca: Peace-sika)



Referensi:
Doni Aris Yudhono
jawaban.com

Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul V-sika #8: Kenapa Orang Memukul Kulit Durian Saat Akan Membelinya? Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

8 comments:

  1. Aseeek, akhirnya ada lagi episode V-sika. Keren ya nyambungin2nya. Pake topik durian lagi :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, setelah beberapa bulan vakum... :(

      Delete
  2. Bisa aja How, durian dihubungin sama nikah & pacaran. Kalo 'belah duren' itu penjelasannya gmn? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal udah diusahakan gak dibahas di artikel... eh malah ditanya di komen. | Yah, belah duren kan boleh dilakukan kalo durennya udah beneran milik kita. dan lagi, belah duren dilakukan saat sudah matang. kalo belom, biasanya akan berakhir sakit. mual. IYKWIM @@,

      Delete
  3. jadi pengen nikah eh pengen duren maksudnya

    ReplyDelete
  4. Hahaha bisa aja nih si Haw.. Ngait2in duren sama hubungan :')

    ReplyDelete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~