Howhaw #71: Identifikasi Pengaruh Arsitektur Terhadap Kiamat (bag. III) ~ Production Haws

Howhaw #71: Identifikasi Pengaruh Arsitektur Terhadap Kiamat (bag. III)



Bab III Penentu Terjadinya Kiamat Salah Satunya Adalah Arsitek

A. Tugas Manusia
   
“ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Apakah Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al Baqarah: 30)


Tugas kita selain menyembah Allah adalah menjadi khalifah di muka bumi. Satu-satunya tugas yang hanya bisa diemban oleh manusia. Manusia benar-benar terpilih oleh Allah dan mengalahkan gunung, jin, dan malaikat untuk dititipkan bumi. Pada ayat itu, malaikat telah menggolongkan manusia sebagai makhluk yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, tetapi justru di situlah hebatnya. Analoginya seperti Lintang pada tetralogi Laskar Pelangi. Orang cerdas yang berasal dari lingkungan terbelakang akan lebih ‘WOW’ daripada orang cerdas dari lingkungan cerdas.Orang yang tidak punya kaki tapi bisa berselancar terlihat lebih “wow” kan daripada yang mempunyai kaki?

B. Arsitektur dalam Alquran
 
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”  (Q.S. Ash Shaff: 4)

Mungkin setiap orang yang mendengar ayat di atas, hampir semuanya akan mengambil pesan tentang pentingnya merapatkan dan merapikan barisan di jalan Allah. Itu memang benar, tetapi, ada hal lain yang dapat kita ambil. Dalam quran surat ash shaff ayat 4 di bagian terakhir, disebutkan bahwa ‘bunyanum marshush’. Kenapa tidak ‘bunyanum matiin’ atau ‘bunyanul qowiyy’? Itu karena didalam kata marshush yang artinya kokoh/kuat, terkandung juga kata indah. Bangunan itu tidak hanya kuat saja tetapi juga harus indah, karena dengan keindahan terdapat ketentraman dan memberikan kemanfaatan yang lebih dibandingkan kuat saja.

Arsitektur adalah gabungan dari fungsi, struktur, dan estetika. Sebuah arsitektur harus memiliki fungsi yang mampu memberikan manfaat pada pengguna sesuai kebutuhannya. Sebuah arsitektur harus memiliki struktur yang yang kuat sehingga penggunanya aman berkegiatan di dalamnya, dan sebuah arsitektur harus memiliki keindahan yang membuat pengguna menjadi nyaman.

Begitu juga dengan keimanan, iman yang kuat saja, mungkin hanya akan melahirkan orang yang shalih untuk pribadinya sendiri bahkan bisa menjadi seorang muslim yang fanatik atau ekstrim. Dengan ditambah keindahan, iman itu akan mengeluarkan auranya. dia akan memberikan keteladanan, ketertarikan. Sungguh mempesona iman yang marshush itu.

C. Hubungan Arsitek dengan Kiamat
Rasulullah SAW bersabda :
“Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah manusia berbangga-banggaan dengan masjid-masjid.” (HR. Nasa’i)

Berkata Anas :
“Orang-orang berbangga-banggaan dengan masjid-masjid, namun tidak ada yang memakmurkannya (dengan beribadah di dalamnya) kecuali hanya segelintir orang.” (R. Bukhari)

Berkata Ibnu Abbas :
“Kalian akan benar-benar menghias-hiasinya sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashara (menghiasi tempat ibadah mereka)”

Rasululullah SAW bersabda :
“Tidak akan terjadi kiamat hingga manusia bermegah-megahan terhadap bangunan” (HR. Bukhari)

Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar :
“Makna bermegah-megahan terhadap bangunan adalah bahwasanya setiap orang yang ingin mendirikan bangunan, berkeinginan untuk menjadikan bangunannya lebih tinggi dari yang lain”

Tanda-tanda di atas benar-benar telah tampak di zaman kita sekarang dengan berdirinya gedung-gedung pencakar langit yang ada di berbagai belahan dunia.

D. Penjelasan Ilmiah Banyak Bangunan Menjadi Tanda-Tanda Kiamat

Pertanyaannya adalah:
Apa hubungannya gedung dengan kiamat?
Mengapa semakin banyak bangunan, semakin mempercepat terjadinya kiamat?

Hal tersebut baru saia sadari ketika membaca artikel mengenai arsitektur berkelanjutan.
hawadis howhaw

Jika merujuk kepada tabel di atas, kita bisa melihat bahwa produk arsitektur menjadi pengguna terbanyak listrik yang ada di Amerika Serikat. Pada artikel tersebut tertulis bahwa Amerika Serikat menjadi representasi keadaan dunia. Jadi, menurutnya data ini tidak akan jauh berbeda dengan kondisi di negara lain.

hawadis howhaw

Pada kasus ini, Arsitektur berada pada wilayah Residential dan Commercial, karena di dalamna mencakup space heating, water heating, lighting, air conditioning, refrigeration, electronics, dan wet-clean (mostly clothes dryers) untuk Residential, serta lighting, heating, cooling, refrigeration, water heating, ventilation, dan electronics untuk Commercial. (Data diperoleh dari http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_use_in_the_United_States).

Di Indonesia sendiri ada beberapa fenomena menarik mengenai pembangunan fisik yang berkaitan dengan Arsitektur. Misalnya:
  • Gedung-gedung pencakar langit yang sering kita jumpai di kota-kota besar, dominan menggunakan material kaca pada fasadnya. Hal ini dikarenakan bangsa-bangsa barat menggunakan hal yang sama dan itu membuat wajah kota di sana tampak lebih cantik. Namun, ada satu hal yang terlewatkan oleh arsitek yang membangun ‘bangunan kaca’ di Indonesia tersebut, yaitu: iklim Indonesia adalah tropis. Iklim tropis memberikan dampak bahwa wilayah Indonesia selalu mendapat sinar matahari sepanjang tahun, berbeda dengan negara barat yang terdapat musim dingin dengan saljunya. Itu berarti intensitas dan lamanya sebuah gedung terhujani sinar matahari di Indonesia dengan di Barat sangat berbeda. Tentu saja Indonesia akan mendapat porsi lebih banyak. Ditambah dengan lapisan kaca sebagai selubung bangunan, bisa dipastikan ruangan-ruangan di dalam gedung menjadi sangat panas. Lalu, dengan mudahnya, di gedung-gedung tersebut menggunakan pengondisi udara sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Jelas-jelas ini adalah solusi yang keliru, karena dengan menggunakan sistem aktif seperti AC, akan menambah panas suhu yang ada di luar bangunan. Bukankah akan jadi lebih baik bila menggunakan fasad yang sesuai dengan iklim tropis? 
  • Sering kita temui bahwa bangunan-bangunan yang didirikan merusak lingkungan sekitarnya. Baik ketika pembangunan maupun pascapembangunan. Sangat mudah dijumpai di beberapa kota di Indonesia yang beberapa kawasannya dialihfungsikan atau dikomersialisasikan. Lahan hijau yang seharusnya 30% dari kawasan hanya tertinggal 8% saja, bahkan kurang. Hutan yang luasnya berhektar (dulunya),kini hanya menjadi beberapa hektar saja. Makanya muka air tanah dibeberapa  tempat mengalami penurunan. Kalau dulu, saat terjadi hujan, 40% airnya melimpas dan 60%nya meresap ke dalam tanah. Namun kini yang meresap hanya sekitar 5% dan yang melimpas 95% dan menimbulkan banjir.



Itulah sebabnya mengapa semakin banyak bangunan, semakin cepat terjadi kiamat, karena energi yang tinggal sedikit itu selalu dipakai sehingga takkan lama lagi akan habis. Kemudian, penggunaan enegi secara terus-menerus itu akan menaikkan suhu rata-rata di bumi (global warming) yang mampu mencairkan es di kutub sehingga permukaan air laut naik, banjir di mana-mana, Bumi semakin rusak, bisa jadi suatu saat akan meledak, dan itulah momen kiamat tiba. Allahu’alam.


E.            Larangan Bermegah-Megahan
Pertanyaan selanjutnya pada hadits di atas adalah:

Mengapa bermegah-megahan itu dilarang?   

Untuk yang satu ini, tidak perlu repot-repot mencarinya di berbagai tempat, karena satu surat ini sudah menjawab semuanya:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (Q.S. At Takatsur: 1-8)

Maksudnya bermegah-megahan adalah dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan. Sedangkan kata ‘ainul yaqin artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat.

Previous
Next Post »

0 comments

Click here for comments

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon