How Hawadis Thinks...!

Awali semua hal dengan membaca Basmalah :)

Howhaw #177: Tulisan yang Isinya Betul

Respons: 12 comments
Assalamu’alaikum…

Ketika masih esde atau esempe, saat diminta atau disuruh ama senior maju ke depan untuk melakukan sesuatu, dan kitanya malu-malu buat maju, akan ada seorang yang menyorakkan dengan kalimat,
“Rasanya lama betul~
Rasanya lama betul~
Rasanya lama betul~”
Lalu temen-temen kita lainnya ikut-ikutan menyoraki atau maksudnya menyemangati agar kita segera tampil.

Tapi kenapa harus ada kata betul? Siapa pula yang sebelumnya bertanya? Sehingga memerlukan jawaban yang perlu dinilai. Kejadian ini sama seperti seseorang yang sedang di nuansa romance, lalu berkata pada pasangannya, “Kamu adalah jawaban atas semua doa-doaku.”

betul

Itu kenapa bisa menjadi jawaban? Kan, katanya berdoa? Apa jangan-jangan pas berdoa dia ngasi soal ke Tuhan. Ngasi pertanyaan buat menguji kemampuan Tuhan. Lalu setelah selesai, dia akan menilai apakah Tuhan memberikannya jawaban yang betul atau jawaban yang salah. Kalo betul, dibilang jawaban dari doa. Kalo salah, dibilang sebagai ujian (mungkin harusnya disebut remidial). Entahlah. Tapi kedua hal tadi—disoraki rasanya lama betul dan jawaban dari doa—merupakan suatu perSOALan. Eh, ada soalnya, yak. Pantes dibilang jawaban dan betul.

Betul itu berarti benar. Kita bisa menggunakan kata betul sebagai pengganti kata benar. Walau nggak jelas apa kelebihannya digunakan sebagai kata pengganti. Ya, secara jumlah huruf sama saja. Mungkin penggunaannya lebih khusus kepada orang cadel, yang kesusahan menyebut fonem R. Kan kalo orang cadel ngucapin kata benar bisa bikin salah paham yang pendenga..ee..otaknya sedikit terganggu. Benal benal benal… Apaan benal? Cewek liar?

betul
"Ngomongin gue, Bang?"
Dalam keseharian, kita biasanya akan mendengar seseorang yang berucap “lama benar” atau “cantik betul kamu ini”. Terdapat kata benar dan betul untuk menekankan kata di depannya. Itu berarti benar atau betul bisa bermakna “sekali”. Jadi, kata tadi maksudnya dia telah menunggu lama sekali atau melihat kamu yang cantik sekali. Berarti betul = benar = sekali. Itulah mengapa, kebetulan biasanya hanya terjadi sesekali.

Dengan menggunakan pengetahuan tentang makna betul, benar dan sekali tersebut, sebenarnya kita sudah bisa menyimpulkan beberapa hal yang terjadi dalam hidup. Betul artinya benar. Benar bermakna sekali. Makanya dikatakan benar kalo lelaki menikahnya hanya sekali, selama belum ada perpisahan atau perceraian. Coba kalo nikahnya lebih dari sekali, padahal masih berisitri, langsung muncul banyak orasi. Tapi tentu saja benar di sini berdasarkan penilaian manusia.

Begitu pun bagi yang berpacaran, jadiannya semestinya hanya sekali, kalo belum putus. Baru bisa dibilang benar. Ini tetep aja ada yang jadian lagi dengan alasan pacar satunya nggak perhatian. Sok membenarkan diri. Benar itu kan bermakna sekali. Ya, jadiannya sekali aja. Tapi ada yang bilang, pacaran itu nggak benar. Sehingga nggak dianjurin pacaran. Kalo pacaran itu nggak benar, berarti nggak boleh sekali. Makanya yang bilang nggak benar, biasanya nggak hanya sekali nyepikinnya. Tapi beberapa kali ke beberapa target. Tapi iya juga, sih. Kalo nggak pacaran, bisa bebas berkali-kali nyepikin siapa aja, sih~

Penggunaan kata khilaf sebagai alasan penyesalan telah melakukan kesalahan juga semestinya karena kesalahannya itu dilakukan sekali. Baru bisa dikatakan benar. Kalo sampe berkali-kali, ya, itu sudah tidak benar~

Penggunaan kata “sekali” atau “betul” sebagai penekanan kata di depannya, juga memiliki teman lain yang sepadan, yaitu kata “sangat”. Kalo di warga Melayu, biasanya kita mendengar “lama sangat”, yang bisa diartikan sebagai sangat lama atau lama sekali. Sehingga, betul berarti benar. Benar bermakna sekali. Dan sekali bisa diartikan sebagai sangat. (betul = benar = sekali = sangat). Benar-benar artinya sangat-sangat, yang berarti juga bermakna sekali-sekali.

Jadi, jangan heran kenapa ada seseorang yang pergi meninggalkanmu padahal bilangnya, “sangat-sangat mencintaimu” atau “betul-betul mencintaimu”. Karena ungkapan itu juga bermakna “sekali-sekali mencintaimu”.

Ini postingan nggak jelas betul.


Sumber Gambar:
http://fathelvi.blogspot.co.id/2010/12/benar-dan-betul.html
http://www.imgrum.org/user/projekz_sickteen/1900317385/1122300276290964321_1900317385

Share this:
Previous
Next Post »

Ditulis Oleh : How Haw ~ Production Haws

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Howhaw #177: Tulisan yang Isinya Betul Please share jika menurut anda bermanfaat. Jika ada pertanyaan, hubungi saya melalui kontak di menu bar atau di alamat surel: how.hawadis@gmail.com

:: Salam Howhaw ! ::


12 comments

Kesel di bagian yang benal jadi binal. Mana diperjelas pakai gambar pula.

Gue kok malah jadi bingung ya, hal-hal yang nyerempet tentang betul atau benar ini kok bener semua kalau dipikir-pikir. Terus yang percintaan apalagi tuh. :) Betul-betul tulisan yang nggak jelas betul. XD

Hahaha. Berarti harusnya jangan bilang "aku sangat-sangat mencintaimu" atau "aku betul-betul mencintaimu", ya... Cukup bilang, "Aku mencintaimu".

Hai, kak. Kangen main ke blog ini. Hehe.

Anjir. Aku baca ini betul betul, yang artinya udah baca dua kali btw masih aja mengumpat, "Haw emang brengseq!"

Postingan ini bikin aku inget sama kebiasaanku yang suka ngomong pake kata "Soal." Misalnya, "Iya dia ada nelpon aku ngebahas soal dia marah kemarin itu ternyata cuma efek PMS belaka." Aku pake soal sebagai pengganti kata topik gitu. Hahaha. Dan ini ngingatin aku sama Rangga-nya AADC. Dia bilang ke Cinta, "Saya juga sayang kamu. Sayang sekali." Berarti Rangga mencintai Cinta itu sesekali dongs. Wajar dia mutusin Cinta "cuma" karena ditanyain Bapaknya Cinta kapan lulus kuliah dan nikahin anaknya. Segitu nyerahnya. Huhuhu.

JADI BAPER, BAJINGAK.

Wkwk rinci amat sih mas, kesel betul haha..

Aku benar - benar bingung mau ngomen apa.., Artinya aku sangat bingung. Fix! XD

ini kayak postingan mindbowing aja, Yog. nggak banyak risetnya, jadi balik modalnya cepet. hahaha

hahaha... iya, Rim. kayaknya mendingan begitu aja. tapi nggak harus juga sih, artikel ini aja yg gajelas.

iya, lama kita nggak main fiksi-fiksian.

itu kan kata-kata karena emang sering dipake aja kan tiap hari... eh beneran ada scene bapaknya cinta nanyain ituh? waduh...

apanya yg buat baper, jinseeeennngggg..?

nggak, ngaco aja itu saya mah. di lempar aja layarnyaaaaa...

bingung... terus fix... berarti udah bener dong....

batul-batul, Bang... :D

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan lumayan bisa diajak jadian.


Powered by Google | Blogger | ASR

Copyright © Production Haws

Designed By: Muhammad Habib Effendi