Howhaw #213: Ribet dan Banyak Pilihan Merupakan Tanda Kemajuan

Assalamu’alaikum…

Meskipun masih terhitung sebagai negara berkembang, Indonesia sudah mengalami banyak kemajuan di berbagai bidang. Namun, tentu saja kemajuan tersebut tak banyak dirasakan semua masyarakatnya. Ini disebabkan, selain tidak bisa meratanya kemajuan tersebut, juga karena permasalahan yang muncul bertambah banyak pula. Majunya sudah empat langkah, eh, masalah yang menyertainya juga ikutan bergerak tiga langkah. Hampir nggak kerasa kalo ada kemajuannya.
ribet
1) Pertanda Adanya Kemajuan
Berbicara tentang kemajuan, sebenarnya apa, sih, yang bisa menunjukkan kita telah mengalami kemajuan tersebut?

Pada bahasan tentang negara maju, kalo mau ditunjukkan secara fakta, diperlukan data terverifikasi, sih, di tiap aspek yang menjadi tonggak negara. Baik itu dari aspek pendapatan per kapitanya, aspek pendidikan, aspek infrastruktur dan fasilitas umum, aspek pengadaan barang (ekspor-impor), serta aspek lainnya lah pokoknya. 

Namun, kalo mau yang secara umum, kita bisa dianggap mengalami kemajuan jika telah memiliki banyak pilihan dan merasa makin kompleks atau ribet.

Lah, bukannya kemajuan itu identik dengan kemudahan?
Tujuannya memang demikian, memudahkan manusia atau penggunanya dalam melakukan aktivitas. Namun, untuk bisa merasakan kemudahan yang diinginkan, sangat tergantung dari keputusan individunya. Menggunakan variabel “makin mudah”, bisa membuat hasil surveynya tidak akurat.

Misalnya, tentang kemajuan teknologi toilet. Udah dibikin nyaman, nggak sakit lutut karena sambil duduk. Juga dikasih semprotan, buat nggak mengotori tangan. Bahkan bisa nyirem sendiri. Namun, tidak bisa dikatakan itu memudahkan jika menilainya berdasarkan pengguna di perkampungan. Mereka malah merasa itu ribet. Lebih gampang pake kakus di sungai. Sayang aja sering dimarahin kalo lagi ada yang nyuci di aliran sungai sebelah sananya.

Baca juga: Pasangan Yang Bikin Nyaman Biasanya Ditinggalkan


Kemajuan teknologi lainnya juga sama, pasti lebih ribet. Teknologi yang menggambarkan kemajuan itu bakal punya fitur yang kompleks. Kita bisa gagap saat awal menggunakannya, dan perlu waktu cukup lama untuk terbiasa. Ketika telah terbiasa, pasti akan ada inovasi baru untuk lebih maju lagi. Kita diberi banyak pilihan teknologi yang sama, dengan fitur yang lebih kompleks juga. 

Dari situ, bisa kita simpulkan secara kasar, bahwa kita telah mengalami kemajuan saat kita sudah merasakan kekompleksan atau kerumitan serta memiliki banyak pilihan untuk mendukung kesenangan masing-masing.

Bisa dikatakan, kita sudah makin maju karena punya banyak pilihan
Pilihan yang banyak tersebut bisa berasal dari berbagai hal. Entah dari pilihan fashion, pilihan kuliner yang bisa diakses, pilihan kendaraan, pilihan perlengkapan riasan, pilihan karir dan masih banyak lagi. Adanya ragam pilihan dalam suatu objek tersebut diharapkan akan memudahkan pengguna dalam kesehariannya.

Saat zaman belum maju, atau di kampung pedalaman yang belum tersentuh kemajuan teknologi, cita-cita anak sekolahannya saja nggak beragam. Mentok-mentok jadi guru dan dokter. Karena hanya itu yang bisa mereka lihat dapat memperbaiki keadaan keluarganya.

Lalu, lihat saat sudah mengalami banyak kemajuan seperti sekarang. Semua orang bisa bercita-cita menjadi apa pun. Karena situasi global saat ini bisa memberi jaminan. Jadi pemain bola, vlogger kuliner, atau jadi pemberi jasa tulisan caption Instagram juga bisa.
ribet
2) Punya banyak pilihan cita-cita
Kemajuan di bidang kuliner juga terlihat jelas karena adanya banyak pilihan ini. Dulu kalo mau jajan makanan khas suatu daerah, kita harus ke daerahnya langsung. Sekarang, makanan semua provinsi bisa mudah ditemui di kota masing-masing. Bahkan kalo nggak ada di kota kita, masih bisa mesen online yang cepat prosesnya.

Tak hanya itu, pilihan dalam satu jenis kuliner saja juga beragam. Steak, bisa memilih tingkat kematengan. Milo, bisa milih mau diapain. Milo kepal, dingin, panas, es krim, bolu, atau ager-ager. Bakso, ada yang gepeng, rudal, bakar, tusuk, kelenger, beranak, yang beranaknya juga bisa milih normal atau sesar.

Baca juga: Belajar Dari Jenis-Jenis Bakso


Bayar makanannya? Banyak pilihan juga. Ada cash, kredit, OVO, Link Aja, Dana, GoPay, dan entah apa lagi. Bosan menunggu makanan datang atau sehabis makan? Bisa sambil main game, pilihan gamenya juga banyak. Nggak hanya tetris atau uler-uleran lagi.

Akibat banyak pilihan tersebut, muncullah keribetan
Tujuannya mau memudahkan, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Namun, bukan berarti itu suatu kemunduran, karena jika kita telah memutuskan dengan pasti satu dari banyak pilihan tersebut, kemudahan yang disajikan oleh kemajuan itu bisa dicapai. Makanya, kita harus terbiasa dengan keribetan ini dulu.

Main game tadi misalnya, kalo baru awal-awal dan level rendah, biasanya, ya, gampang-gampang saja mainnya. Saat ada kemajuan level, pasti jadi lebih ribet. Awalnya hanya loncat dari pesawat, atau nyari senjata saja. Kemampuan main game kita akan dianggap ada kemajuan saat kita sudah punya banyak pilihan senjata atau jurus. Serta makin ribet mengatasi serangan musuh lainnya. Iya, kan?

Tentang kulineran juga, saat nggak punya apa-apa dan nggak punya kemajuan dalam ekonomi, kita nggak bakal ribet mau makan apa. Paling telur, tahu atau tempe. Malah mungkin hanya indomie. Mana nggak bisa milih mau mie rasa apa lagi karena beda lima ratus harganya.

Namun, saat ada kemajuan ekonomi pribadi, kita jadi ribet mau makan apa siang ini. Mesen gofood aja apa, ya. Eh menu di gofood-nya juga punya banyak pilihan. Ribet lagi, dah, buat milih-milihnya. Sudah dapet pilihan makanannya, masih ribet juga tambahan atau topping-nya mau apaan. Kemajuan ini emang meribetkan, sih.

Alat pembayaran yang banyak tadi juga. Awalnya, kan, biar kita nggak repot bawa uang cash banyak-banyak, diganti kartu. Eh, kartunya jadi banyak macemnya. Bank-nya beda-beda lagi. Mana masing-masing bank ngeluarin kartu e-money. Yang ternyata buat bayar kendaraan umum, nggak semua kartu e-money bisa dipake. Ada bus pengumpan atau angkot terintegrasi yang hanya nerima kartu e-money bank khusus. Mau nggak mau nambah kartu lagi.
ribet
3) Alat pembayarannya makin banyak, lebih ribet
Bayar pake e-money yang di ponsel juga gak kalah ribet. Satu hape memang, tapi cashback dan poin yang didapat nggak sama buat masing-masing aplikasi pembayarannya. Belum lagi kalo hanya punya OVO, eh, tokonya hanya nerima GoPay. Lebih nggak ribet waktu hanya ada cash kayaknya. Padahal e-money dalam aplikasi ponsel merupakan bentuk kemajuan zaman, kan?

Jadi jelas, banyak pilihan dan mulai ribet itu adalah bentuk kemajuan
Dalam menjalin hubungan juga begitu. Jangan menganggap hubungan kalian atau PDKT yang kamu lakukan itu stagnan. Lihat dan renungi dulu pelan-pelan. Kalo kamu menemukan keribetan dan nemu banyak pilihan juga saat menjalin hubungan dengannya, berarti hubungan kalian tersebut mengalami kemajuan.

Dulu hanya saling sapa di DM twitter sudah membuat hari berwarna. Kini semua sosial media diminta memposting dan memasang foto profil berdua. Dulu, untuk mengetahui kabarnya, hanya bisa menunggu story atau update status yang belum tentu ada. Kini sudah banyak pilihan menghubunginya lewat mana. Bahkan bisa langsung nanyain nelpon kakaknya. Ya, walo mungkin nggak bakal dijawab juga.

Dulu mungkin bahagianya gampang. Tinggal mengirim ucapan cinta atau sambutan selamat pagi di chat WA. Sekarang jadi ribet hanya untuk membuatnya tersenyum dan tertawa. Kudu mengajaknya menelusuri kota, menyaksikan konser bersama, liburan jauh berdua, atau harus memberi hadiah yang nggak diduga. Mau jalan ama teman saja harus seizinnya. Juga hal lainnya yang mungkin terasa ribet di kepala.
ribet
4) Dicubit doang padahal
Banyak pilihan buat menghubunginya atau pilihan saat mencoba menenangkan sedihnya. Terlihat pula hubungan kalian itu makin kompleks karena sudah melibatkan perasaan dan masalah pribadi masing-masing. Harusnya sudah jelas, kan? Kalian itu sudah mengalami kemajuan. Jangan berpikir buat saling meninggalkan karena dirasa stagnan. Itu hanya asumsi. Yang harus dilakukan, ya, membiasakan. Sehingga, nantinya kalian akan merasakan kembali kemudahan dalam saling membahagiakan.

Kalo banyak pilihan dan ribetnya tentang mau pilih yang mana buat ngegantiin dia, itu, sih, tahap perpisahan kalian yang mengalami kemajuan. :(


Sumber gambar:
1) http://ryvadh.student.umm.ac.id/2017/06/16/kemajuan-teknologi-di-era-modern/
2) https://www.kompasiana.com/dinarfitramaghiszha/5a3068f7dd0fa8622f0e68e2/memikir-ulang-pertanyaan-cita-citamu-ingin-jadi-apa?page=all
3) https://inet.detik.com/cyberlife/d-4629663/riset-ini-ungkap-aplikasi-pembayaran-digital-favorit-konsumen
4) https://www.kompasiana.com/dinarfitramaghiszha/5a3068f7dd0fa8622f0e68e2/memikir-ulang-pertanyaan-cita-citamu-ingin-jadi-apa?page=all
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Howhaw #213: Ribet dan Banyak Pilihan Merupakan Tanda Kemajuan Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

10 comments:

  1. Iya nih, sama ribetnya kayak milih warna lipstik, yang makin banyak pilihan warna padahal bedanya tipis banget. Hhh, pusing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo lagi gak ada kemajuan diri dalam hal make over, itu pasti bakal asal ambil aja kalo bedanya tipis. Beli satu dua dulu aja, Wi. Bulan depan beli satu dua lagi. xD begitu seterusnya. ampe ketahuan atau udah ngerasa mana yang paling cocok dengan tampilan atau kegiatannya.

      Delete
  2. Pilihan buat menonton film atau anime yang daftarnya semakin panjang, begitu juga dengan bacaan, membuat saya ingin meminjam sajak Chairil Anwar buat hidup seribu tahun lagi. Tapi ketika sadar bahwa keadaan negara saat ini tidak cocok buat dipakai menghibur diri sendiri seperti itu, kayaknya mending enggak usah berusia panjang. Menghadapi pemilu beberapa tahun lagi aja rasanya sudah tak sanggup. Saking muaknya dengan pilihan-pilihan busuk. Bukannya ada tanda kemajuan, negara ini tampak semakin mundur. Hahaha.

    Tapi demi harapan dapat menemukan mbaknya dan berusaha rela dibikin ribet suatu hari, saya memilih bertahan hidup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sibangsat satu ini paling bisa emang xD

      Delete
    2. Kalo ngerasa politik ini ribet, itu udh jelas, cara berpikirmu mengalami kemajuan, Yog. Karna klo stagnan, kamu bakal nganggep masalah negara ini hanya ttg tindakan presidan dan memberi makan anak yatim serta dapat uang lebih. Sehingga, kalo dibayar buat milih pas pemilu, kamu iyain aja karna nganggep itu hal sepele. Gak ngaruh.

      Dan setelah ngalami keribetan nyari di akun2 orang yg poto IG nya banyak itu, ada kamajuan kan~ poto mbaknya sedikit lebih jelas mukanya walo dari samping doang.

      Delete
  3. Replies
    1. Oh iya, OCD gue kambuh pas baca kata "kekompleksan". kenapa gak pake kata kompleksitas aja sih.

      Delete
    2. Sesungguhnya saya emang ngetik itu dan sempat ganti "keribetan" yg lebih enak disebut. Ini kayak membiasakan doang. Soalnya, buat saya sendiri, saya sering kali salah menulisnya jadi "kekompleksitasan". Emang jadi gak enak bacanya, tapi ya maaf... xD

      Delete
  4. Seribet memilih buku apa yang setelah ini akan dibaca, atau mau pake baju apa hari ini...

    Kalo dalam hubungan, dulu bahagianya gampang. Sebatas diucapin selamat pagi kayak pegawai alfamart, sekarang harus nyiapin materi diskusi kayak mau presentasi. Nice!

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYa, semacam itu, Tiw.

      secara jarak, emang ada kemajuan, sih. Tapi ya kalo ribetnya makin menjadi, kudu pikir2 lagi, mau berjuang sampe terbiasa dan mudha lagi atau memutuskan selalu pergi mencari kemudahan lainnya terus menerus...

      Delete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~