Howhaw #207: Efek Plasebo Dalam Hubungan

Assalamu’alaikum…

Di kampung saya, saat orang lagi sakit dan berobat ke dokter, mereka selalu minta disuntik. Jika hanya diberikan obat, mereka merasa sakitnya akan lebih lama. Uniknya, hal tersebut beneran berpengaruh. Orang yang sakit dan diberikan pengobatan dengan suntikan, keesokannya langsung baikan malah ada yang langsung sembuh. Padahal, suntikan yang diberikan oleh dokter hanyalah berupa vitamin. Nggak ngaruh banyak ke sakitnya.

plasebo
1) Kepala yang sakit kok lengan yang disuntik, hidup ini gak adil

Mitos yang berkembang di keseharian juga menunjukkan keunikan yang sama. Pernah denger, kan, anjuran orang-orang saat ada yang mengeluh lagi sakit perut dalam perjalanan. “Coba genggam atau kantongi batu, nanti sakit perutnya akan hilang.” Dan beneran, sakit perutnya hilang. Padahal batunya hanya digenggam, nggak diminum seperti obat. Kenapa bisa begitu?

Itulah efek Plasebo
Berdasarkan asal bahasanya, bahasa latin, plasebo artinya “untuk kesenangan atau kepuasan saya”. Efek plasebo merupakan efek yang didapat seseorang ketika keinginannya terpuaskan. Spesifiknya, efek plasebo adalah kejadian medis saat seorang pasien diberi perawatan medis yang sebenarnya tidak efektif, tetapi berhasil mengalami kemajuan kondisi hingga sembuh karena memiliki keyakinan (tersugesti) akan langsung sembuh setelah proses medis tersebut.

Batu itu tidak bisa mengobati sakit perut, nggak ada kandungan batu yang bisa meredakan sakitnya. Apalagi itu batunya digenggam, seolah proses penyembuhannya melalui radiasi dari batu tersebut. Namun, karena ada keyakinan yang kuat dari orang yang sakit perut, maka mules yang dirasakannya bisa hilang.


plasebo
2) Padahal permen, tapi karena diyakinkan manjur, ya, sembuh

Plasebo juga biasa disebut dengan obat kosong. Obat yang tidak memiliki efek apa-apa seharusnya, tapi bisa membuat orang yang mengalami sakit jadi sembuh. Seolah itu merupakan obat sebenarnya. Makanya, sempat ada masa keagungan suatu obat yang dilabeli sebagai obat segala penyakit. Kalo di kampung saya nama obatnya itu CTM. Bukan karena kandungan obatnya bisa mengatasi semua penyakit, tapi karena adanya efek plasebo.

Efek plasebo membuka gerbang ketakutan bang Napi
Beliau sering mengingatkan bahwa kejahatan itu muncul karena adanya kesempatan. Efek plasebo menjadi peluang yang membuka kesempatan kejahatan tersebut. Sebelumnya memang efek plasebo sangat membantu bagi orang-orang yang susah mendapatkan akses obat-obatan. Namun, hal itu juga bisa membuat seseorang melakukan penipuan. Nggak perlu obat sebenarnya, pokoknya yang penting dipoles dengan isu-isu yang menunjukkan kalo itu ampuh.

Gelang keseimbangan salah satunya. Katanya, kalo memakai gelang tersebut, seseorang akan lebih sehat, badannya lebih stabil dan memperlancar aliran darah. Saat ditanya kenapa bisa memberikan efek begitu, mereka menjawab karena radiasi dari magnet yang tertanam di dalamnya. Belom lagi yang ikut mempromosikan adalah orang-orang yang terkenal di bidang olahraga.

Ketika gelang keseimbangannya dipakai, ya, jadi beneran bugar. Namun, bukan karena ada efek radiasi magnet seperti yang diceritakan, karena efek plasebo saja. Hal tersebut tentu merupakan penipuan yang merugikan banyak orang.


plasebo
3) Gimana nggak yaqin, yang nyontohin Ronaldo

Kok, merugikan? Padahal bisa menyugesti kesehatan begitu
Karena efek plasebo juga bisa menjadi bumerang yang memberikan efek sebaliknya. Namanya juga obat kosong, efek sembuh yang didapat berasal dari subjeknya. Saat orang yang sakit tadi mengalami sakit yang sama dan mencoba obat yang sama tapi nggak sembuh-sembuh juga, itu artinya dia membiarkan penyakitnya dan jadi semakin parah. Untuk mencoba obat lainnya yang beneran, bisa mengurangi keampuhannya, “obat yang paling manjur saja nggak bisa nyembuhin, apalagi obat lainnya”. Semacam itu.

Apalagi tentang gelang keseimbangan, plester detoks yang katanya nyerap racun, serta minuman air ajaib dan sejenisnya. Ini seperti dia lagi menabung uang di celengan, tapi sebenarnya uangnya nggak laku. Dia memang akan merasa punya banyak uang, tapi saat celengan dipecahkan dan uangnya mau dipakai, dia akan mengalami kekecewaan yang sangat berat.

Efek plasebo juga masuk ke ranah politik kita
Dengan menganggap dirinya atau kotanya atau negaranya akan lebih baik jika yang memimpin dari golongan si anu. Makanya sampe diusahakan dan diperjuangkan dengan cara apa pun. Mirip orang di kampung saya yang suka maksa buat disuntik, nggak mau kalo cuma dikasi obat.

Padahal, kalo melihat kinerja calon yang dia serukan, latar belakang calon yang dia perjuangkan, sebenarnya nggak bakal memberi pengaruh apa-apa. Malah bisa menyebabkan sebaliknya. Namun, mereka terus saja memperjuangkannya dengan sugesti kalo calonnya dia yang memimpin, semuanya akan lebih damai.

Kalo dituruti, ya, tentu saja akan bisa jadi damai. Karena setelah keinginannya terpuaskan, dia akan melihat semuanya jadi lebih baik. Tak peduli kalo sebenarnya tak ada perubahan sama sekali.

Lalu, bagaimana dengan keadaan kalian saat ini?
Setelah mengalami perpisahan, hati kalian pernah patah, dan itu sungguh menyakitkan, bukan? Kemudian kalian menemukan orang baru yang kalian anggap mengobati sakit hati itu. Kalian lalu merasa hidup kalian jadi lebih baik. Namun, beberapa lama kemudian, pertengkaran mulai bermunculan lagi. Berantem jadi lebih sering lagi. Sakit yang dirasa jadi muncul dan tambah sakit lagi.

Jangan-jangan itu hanya efek plasebo. Pasangan baru yang kalian anggap obat, sebenarnya hanya memiliki perasaan dan perhatian kosong.



Sumber gambar:
1) https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3486169/beda-takut-disuntik-yang-wajar-dengan-fobia-jarum
2) https://www.muhendisbeyinler.net/plasebo-etkisi-nedir/
3) https://www.panditfootball.com/sains-bola/1644/DGA/140110/mitos-power-balance-si-gelang-ajaib
Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Howhaw #207: Efek Plasebo Dalam Hubungan Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

4 comments:

  1. Jangan-jangan itu hanya pelarian. Orang yang udah kamu bikin jatuh cinta itu, ternyata cuma berguna untuk mengisi kekosonganmu atau penyembuh lukamu. Setelah kamu sehat, kamu pergi dan buat dia sakit.

    -Gilang Kodimangsu, penulis buku "Cinta Itu Ketololan Tak Berujung", usia 24 tahun, korban patah hati karena harapan sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak pernah ngalamin.... :( jadi obatnya.

      Delete

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~