Howhaw #116: [Fiksingkat] Mencari Kamu (Versi Silvia) ~ Production Haws

Howhaw #116: [Fiksingkat] Mencari Kamu (Versi Silvia)

“Bodoh, kenapa aku nggak minta alamat atau sekadar nomor yang bisa dihubungi?”

Aku memekik dalam hati menyesalkan yang telah terjadi. Seminggu ini aku seperti berlomba dengan matahari, berkeliling mencari dia yang kuanggap pantas dinanti. Bertahun kutolak semua lelaki yang mendekati demi yang pernah jadi berhala hati, tapi saat dia datang, malah kubiarkan pergi tanpa mencurahkan isi hati.

“Dimana lagi aku bisa menemui kamu Haw?”

Aku tak pernah tahu kalo cinta bisa membuat orang jadi bego begini. Semua gadget dan identitas diri tak pernah ditanyai. Maunya cuma mengobrol, bercanda dan menatap dengan mata berseri.

Aku bertemu dengannya di Perguruan Tinggi, waktu mengantar kakakku registrasi. Kampus kakakku dan kampusnya sama-sama di Universitas Tanjungpura, hanya beda fakultas, tapi itu, fakultasnya dan fakultas kakakku dikenal sebagai musuh abadi.

Berbicara ke sana ke sini, tentang kelahiran sampai pelangi. Bahkan sampat-sempatnya saling mengatai.

Kamu bilang aku pendek? Awas ya, nanti kalo istrimu mau lahiran, aku nggak bakal mau bantu.”

Hemh. Kalimat yang pernah kuucapkan itu membuat aku sedikit tersenyum sampai menampakkan gigi. ‘Ya, bagaimana aku mau membantunya lahiran, kalo aku sendiri yang hamil dan berstatus sebagai istrinya nanti.’ Kembali aku tersenyum geli.

Seminggu lalu saat mengurus Surat Izin Mengemudi, aku bertemu dengannya lagi. Menunggu proses yang cukup lama, aku dan dia berjalan ke sana sini jalan kaki, minum jus di Warung Pojok sampai makan siang di Kantin Polisi. Hemh, aku merasa itu tempe terenak yang pernah kucicipi. Atau mungkin indera pengecapku yang kalah dengan nikmatnya suasana hati?

Saat akan meninggalkan Kantin Polisi, mendadak dia melepaskan jaketnya dan melemparnya kepadaku yang hendak berdiri. Aku terheran, ‘Apa dia mau memamerkan tubuh kurusnya itu di sini?’

“Kalo lagi datang bulan, jangan pake rok warna putih...,” ucapnya sambil tersenyum geli.

“...Pake jaketku buat nutupi, tapi jangan lupa dicuciin dan dibalikin.”

Bodoh. Bodoh. Bodoh. Minta dikembalikan, tapi nggak ngasih tahu ke mana aku harus mengembalikannya lagi. ‘Hawadis bodooohhh.’ Memangnya dia artis, yang beritanya selalu muncul di koran, majalah dan televisi?

“Televisi, koran... iya... Kalo aku nggak bisa menemukannya, biar dia saja yang datang menemui,” ucapku sambil menggertakkan gigi.

Menjelang persimpangan Jalan Ahmad Yani, aku injak pedal gas melanggar rambu yang mengisyaratkan berhenti. Dari arah depan, mobil Karimun hitam melaju dengan kecepatan tinggi. Kuarahkan Kijang putihku tepat dihadapannya, ...dan kecelakaan pun terjadi. Sesaat sebelum aku tak sadarkan diri, aku bergumam dalam hati,

“Hawadis, semoga kamu melihat berita kecelakaan ini.”


hawadis howhaw


*****

NB: Mau tahu reaksi Hawadis? Baca di sini


Previous
Next Post »

32 comments

Click here for comments
lilis rusmia
admin
21 May 2014 at 10:45 ×

Silvia dan Hawadis emang jodoh, sepemikiran gitu :D mati bareng gak ya?

Reply
avatar
21 May 2014 at 11:00 ×

saling tabrak gitu maksudnya? yaah, belum tentu ketemu juga dong

Reply
avatar
Anonymous
admin
21 May 2014 at 12:34 ×

Ohh jadi silvia sm hawadis masih sama2 single tohh, gak ngeh baca reaksinya hawadis -_-
Oke2, mereka 1 pemikiran, yg nabrak sm yg ditabrak ternyata org yg selama ini dicari
Tragis juga....

Reply
avatar
21 May 2014 at 13:56 ×

sampe satu pemikiran, jodoh banget... hahaha ide gilaaa, dasar cinta emang bisa bikin gila.
nice story, keep writing ^^ *penasaran lanjutannya*

Reply
avatar
21 May 2014 at 16:53 ×

Wihh! Endingnya kecelakaan bareng. Semoga nanti ketemu di surga. Sering2 nulis kayak gini. Kayaknya byk yang suka.

Reply
avatar
Tutia Rahmi
admin
21 May 2014 at 20:58 ×

jodoh banget ni :( jadi pengen nangis :3

Reply
avatar
How Haw
admin
22 May 2014 at 00:17 ×

Kalo sepemikiran tandanya jodoh ya? *baru tahu*

Reply
avatar
How Haw
admin
22 May 2014 at 00:18 ×

doain aja biar ketemu, kesian...

Reply
avatar
How Haw
admin
22 May 2014 at 00:20 ×

iyah, kesian... :(

Reply
avatar
How Haw
admin
22 May 2014 at 00:26 ×

Gitu kan kalo lagi cinta-cintanya, nalar dan logika bisa mati.
*ga tahu deh ada lanjutannya apa nggak, tapi perlu dipertimbangkan ini :D *

Reply
avatar
How Haw
admin
22 May 2014 at 00:28 ×

belom mati kak.... :( mereka kan bermaksud kecelakaan agar segera bisa bertemu, bukan berpisah selamanya....

Reply
avatar
How Haw
admin
22 May 2014 at 00:29 ×

nangis aja yak...
Masa sih jodoh? gue jadi penasaran, orang ngelihat jodoh itu harus dari sepemikiran ya?

Reply
avatar
22 May 2014 at 05:07 ×

Ironi.. Ketemunya sangat tragis.

Reply
avatar
22 May 2014 at 10:56 ×

mas hawadi, apakah kamu tidak memikirkan perasaannya nanti? dia pasti akan patah hati, dan mencari pengganti kesana - kemari... karena kmu sudah sudah tidak di hatinya lagi.

Reply
avatar
How Haw
admin
23 May 2014 at 00:06 ×

kalo memang itu terbukti, ya pasangan barunya tak mutilasi.

Reply
avatar
23 May 2014 at 11:29 ×

ciyeee jodoh banget ini.

Reply
avatar
23 May 2014 at 20:16 ×

Satu kata buat ngeledekin: Ciyeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee. \:D/

Reply
avatar
How Haw
admin
24 May 2014 at 00:08 ×

#apa yang diciyein sih?

itu cerita sedih.... :p

Reply
avatar
How Haw
admin
24 May 2014 at 00:08 ×

Abis bang, yg sisa malah yg ada di toilet....
pake kerah baju aja bang ngelapnya. :p

Reply
avatar
How Haw
admin
24 May 2014 at 00:09 ×

kenapa sih dengan orang-orang yg 'ngeciyein' ini?
Kesian itu, lagi tabrakan.....

Reply
avatar
26 May 2014 at 20:12 ×

tragis banget, kasian mereka :(

Reply
avatar
How Haw
admin
28 May 2014 at 07:02 ×

:( sebenarnya sih lebih tepat kalo dibilang bodoh :p ... kok ga ke kantor polisi tempat membuat SIM nya aja, kan di sana pasti ada data-data mereka... bodoh kan?

Reply
avatar
Tutia Rahmi
admin
29 May 2014 at 17:17 ×

cek award buat kamu haw :3 http://tutiarahmi.blogspot.com/2014/05/the-liebster-award.html

Reply
avatar
How Haw
admin
10 June 2014 at 00:12 ×

iya-iya, terima kasih ya Tyak... :D

Reply
avatar
Petrus Andre
admin
20 November 2014 at 08:38 ×

*sambungan komentar dari sebelah*a buat silva, semoga cepat lahiran :p

Reply
avatar
How Haw
admin
23 November 2014 at 19:05 ×

*sambungan juga*...kuanmu sih Bang.

Reply
avatar
Aldi Rahman
admin
19 April 2015 at 15:58 ×

kenapa endingnya menyedihkan? Kenapa dia pura-pura tertabrak? Silvia menyukai hawadis, keren ceritanya, saya nggak sabar menunggu kelanjutan ceritanya, eh ada link selanjutnya deng, hehe.. :)

Reply
avatar
How Haw
admin
20 April 2015 at 00:40 ×

Kan nggak ketemu-ketemu, jadinya sengaja kecelakaan biar masuk berita dan beritanya kebaca ama orang yang dicari.

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon