Puisi: Melapor

Melapor

“Kau nggak perlu berletih-letih menunggu angkot lagi, Dik.”
Begitu katanya, Pak
Dengan semua tabungan hasil kerja
Ditambah uang hasil menjual tustel kesayangannya
Dia membelikanku sepeda motor

Waktu itu aku sampai menangis, Pak