Mari Gunakan Hati Kanan

Assalamu’alaikum...

Melakukan klasifikasi atau memilah-milah suatu hal mungkin sudah menjadi kebiasaan masyarakat umum. Katanya agar rapi dalam mengelompokkan, padahal nyatanya malah membuat makna yang semrawut.

Untuk hal percintaan, mereka mengelompokkannya dalam cinta sejati, cinta monyet, cinta palsu, cinta setengah hati dan cinta itu ini. Ada juga tentang mantan terindah, mantan keparat dan mantan yang gak masuk klasifikasi, karena sudah dilupakan. Bahkan untuk orang yang tak memperoleh cinta juga dibuat klasifikasi, ada jomblo galak, jomblo ngenes, dan jomblo bahagia.

Mengingat kebiasaan tersebut, tak heran kalo dalam berpikir juga dibuat klasifikasi. Berpikir dengan otak kiri dan berpikir dengan otak kanan. Orang yang berpikir dengan otak kiri, disebut sebagai orang yang pintar menganalisis dan perhitungan. Sedangkan orang yang berpikir dengan otak kanan dijadikan contoh sebagai orang yang kreatif dan bisa menciptakan hal baru dengan menggunakan barang bekas.

hawadis howhaw
Otak Kiri dan Kanan

Melihat fenomena yang terjadi, saya juga telah membuat klasifikasi dalam tindakan perasaan. Hati kiri dan hati kanan. Orang yang bertindak dengan hati kiri adalah orang yang dalam percintaannya melakukan banyak perhitungan. Sedangkan orang yang bertindak dengan hati kanan adalah orang yang kreatif melihat keadaan.

Orang yang menggunakan hati kiri, selama masa percintaan, dia akan selalu menyebutkan perhitungan. Serta penuh dengan analisis saat diajak pergi kencan atau saat pacarnya minta izin ke suatu tempat.

Selamat 2 bulanan sayang...,’ (ngitung hari)

‘Tiap hari pacarku bilang cinta sampe 10 kali lho,’ (ngitung ucapan)

‘Aku kan udah pasang username kamu di bio twitter aku, kok kamu ga pasang juga sih...?’ (ngitung untung-rugi)

‘Kalo dia tetiba loncat dari teras rumah saat menyambut kamu, berarti dia lagi kangen berat,’ (analisis tindakan)

‘Dia minta izin ke mal dengan temannya, pasti biar gak dicurigai kalo sebenarnya lagi selingkuh,’ (analisis dewa, kok bisa tahu ya?)

Sama seperti orang yang berpikir dengan otak kiri, orang dengan hati kiri dalam hubungan sosial juga sangat membosankan. Banyak keluh saat terjadi kegagalan, serta penuh harapan palsu saat mulai pendekatan. Apalagi jika dia sendirian (jomlo). Hidupnya pasti penuh dengan kegalauan, pusing dan muram memikirkan akibat dan dugaan tentang hubungan percintaannya. “Kapan dan bagaimana biar punya pacar ya?’


hawadis howhaw

Agar harapan punya pacar tidak sekadar jadi angan yang mengambang dan menghilang seperti awan, mulailah dengan merasa menggunakan hati kanan. Kita akan bisa lebih kreatif. Kalo kata orang otak kanan, ‘Jika barang-barang bekas bisa dijadikan produk bagus, kenapa harus melakukan pembelian?’ Orang dengan hati kanan juga punya prinsip, ‘Jika bisa menjadikan pasangan-pasangan bekas menjadi pacar baru, kenapa harus sampai menyiksa batin mengejar gebetan?

Kaum jomlo sering diledekin, kalo mereka pake hati kiri, pasti bakal merasakan sakit dan geram. Padahal yang pacaran sendiri juga merasakan panas hati dalam berpacaran. Pacarnya nyebelin lah, terlalu banyak ngatur, suka ngelarang dan lain-lain.

Kalo kata orang otak kanan, ‘Anak bukan berarti berasal dari kandung sendiri, tapi juga berasal dari orang lain yang sudah meninggal atau kurang mampu.’ Pacar pun begitu, tidak harus sudah menjadi milik sendiri, tapi juga saat masih menjadi milik orang lain.

Ketika kamu melihat teman kamu tidak mampu membahagiakan pacarnya, jadikan pacar teman kamu itu sebagai ‘pacar angkat.’ Berikan dia kebahagiaan pacaran, tanpa perlu ikatan saling menerima tembakan.

Nah, kalo sudah punya pacar angkat, saat jalan kaki menikmati suasana sore hari, kita gak perlu merasa sendirian lagi. Kan tinggal minta ditemani. Sebagai pacar angkat, lazimnya dia akan menuruti dengan senang hati sebagai ungkapan terima kasih atas kebahagiaan yang diberikan. Keajaiban hati kanan.

hawadis howhaw

Semoga dengan memakai hati kanan, kita akan menemukan solusi dan pilihan baru yang memberi kebaikan dan tidak dapat dicapai oleh hati kiri. Karena di dalam hidup masyarakat kita, kiri selalu dipercaya dekat dengan hal kotor, misal kalo cebok. Sedangkan kanan selalu dijadikan simbol kekuatan, kebaikan dan rizki, seperti tangan kanan dan hasil peri-kanan. #MariGunakanHatiKanan



NB: Walau memberikan keajaiban, tapi jangan keseringan menggunakan hati kanan. Soalnya, manusia yang berpikir, pada lumrahnya gak suka yang ‘bekas-bekas’. Apalagi harus ‘manfaatin pasangan’ demi kesenangan sendiri.


Previous Post
Next Post

Oleh:

Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Mari Gunakan Hati Kanan Apabila ada pertanyaan atau keperluan kerja sama, hubungi saya melalui kontak di menu bar, atau melalui surel: how.hawadis@gmail.com

14 komentar:

  1. Hati kanan dan hati kiri.. Bisa bisa... Hahaha

    BalasHapus
  2. Kalo seribu ucapan cinta di kali dua belas jatah mingguan ditambah tiga ribu delapan ratus detik durasi pacaran itu enaknya dijadikan hal kreatif yang seperti apa, ya, haw?


    *ngomong jorok*

    BalasHapus
  3. ternyata hati ada bagiannya juga ya?
    kayaknya gw harus lebih memaximalkan fungsi hati kanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mari manfaatkan pasangan-pasangan bekas

      Hapus
  4. waahh, ada juga hati kiri sama hati kanan. Keren nih analoginya Haw.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya selingan pemikiran aja kok Nit... :p

      Hapus
  5. Waduh hati kanan, ada-ada aja nih si mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengikuti tren masyarakat saja yang suka membuat klasifikasi... kampanye aja dibuat klasifikasinya kan... :p

      Hapus
  6. walaupun begitu sebaiknya hati-hati dengan hati ^_^

    BalasHapus

--Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~