Howhaw #201: Makin Cepat Makin Terbeban

Assalamu’alaikum…

Beberapa hari lalu saya menonton kembali film Shaolin Soccer. Sungguh menyenangkan ketika aksi beladiri dihadirkan dalam kegiatan olahraga. Yang bisa terbang lah, bergerak cepat, perutnya punya daya hisap, semuanya jadi nilai lebih saat digunakan dalam bermain bola. Namun, yang jadi fokus utama saya saat menonton adalah ketika pemeran utamanya menendang.

Keahliannya adalah memiliki kaki dan tendangan yang kuat. Jadi ketika dia menendang bola, lawan-lawannya yang menghalangi bisa dibuat terpelanting. Tapi apa iya bola yang nggak sampe sekilo beratnya bisa membuat orang terpental begitu? Kan yang kuat itu kakinya, yang ditendang itu bolanya, terus bolanya bergerak cepat mengenai lawannya, eh, lawannya terpental. Kan, nggak langsung kena tendang ama kakinya yang kuat. Sedangkan bolanya 45 kali lebih ringan dibanding berat tubuh lawannya. Nggak mungkin, kan?


cepat

Berdasarkan formula Einstein (E =mc2), sesuatu yang bergerak mengandung energi kinetik. Semakin cepat benda bergerak, energi kinetiknya semakin besar, sehingga massanya (beratnya) juga akan semakin besar. Kalo dilihat dari rumusnya, m dan c itu berbanding terbalik. Jadi saat nilai c-nya besar, maka nilai m-nya akan mengecil. Namun, karena c itu adalah kecepatan cahaya, dan kecepatan cahaya itu nilainya tetap atau konstan, maka nilai m akan selalu mengikuti nilai E-nya yang membesar.

Kesimpulannya, kalo benda bergerak cepat, maka massa atau beratnya akan semakin besar. Nah, tendangan dari kakinya yang kuat tadi menyebabkan bola yang ringan itu bergerak sangat cepat. Karena bergerak cepat, maka sesuai formula Einstein, bola itu akan memiliki massa lebih besar atau akan bertambah berat. Jadi, ketika mengenai lawannya, itu udah nggak sama lagi kayak terkena tabrak bola yang ringan, malah bisa seperti tertabrak mobil. Jadi, ya, masuk akal kalo lawannya terpelanting.

Dalam keseharian, hal yang berat itu disebut sebagai beban. Seperti barbel, disebut angkat beban karena barbelnya emang berat. Jadi, berat itu bisa kita sebut sebagai beban. Karena benda yang bergerak cepat akan semakin berat, maka apa-apa yang bergerak sangat cepat akan semakin jadi beban.

Waktu yang berlalu sangat cepat misalnya…
Mungkin kita memiliki target di tanggal tertentu, dan itu kudu kecapai. Eh, waktu berlalu dengan cepat. Tau-tau udah mendekati tanggal target aja (deadline). Saat itu kita akan ngerasa terbeban. Istilah “sanggup bekerja di bawah tekanan” juga berasal dari fenomena makin cepat makin jadi beban tersebut. Hal yang bisa menciptakan tekanan tentunya merupakan hal yang berat dan jadi beban, kan?


cepat

Hari ini sudah memasuki tahun baru 2018, tahun lalu kita mungkin diingatkan atau disuruh atau menargetkan sesuatu di tahun ini. Kalo merasa waktu berlalu begitu cepat, berarti masih banyak hal yang belum selesai untuk mewujudkan target tersebut. Tentunya, hal tersebut akan menjadi beban untuk kita. Hal yang cepat memang akan mendatangkan beban.

Lahir lebih cepat juga begitu…
Maksudnya, lahir lebih cepat itu, ya, lahir duluan. Bukan lahir sebelum genap bulan atau harinya (prematur). Tapi sama juga sih, bayi yang lahir prematur atau lebih cepat juga akan mendapatkan beban. Kurangnya imun, atau sistem organ yang belum sempurna akan membuat hari-harinya lebih berat.


cepat

Lahir lebih dulu, jadi anak sulung, artinya juga akan tua lebih dulu. Dengan menjadi tua duluan dibanding sodara lainnya, maka yang akan membantu atau menggantikan tulang punggung keluarga adalah dirinya. Berarti dia akan menanggung beban keluarga. Iya, kan? Kalo dia tidak bisa menjadi tulang punggung keluarga, tetap saja dia akan menjadi beban, kan? Dianggap tidak berguna. Gara-gara lahir lebih cepat.

Bagaimana dengan nikah cepat?
Sudah jelas. Untuk melangsungkan pernikahan itu memerlukan biaya-biaya. Nikah cepat itu berarti nikahnya di usia muda, sedangkan saat usia muda, lumrahnya orang-orang belum memiliki keuangan yang berlebih. Okelah keluarganya kaya, tapi apa iya akan tinggal selamanya dengan orang tua? Jadi membebani, kan?

cepat

Sedangkan hidup berpisah dengan orang tua kudu membiayai sendiri kebutuhan hariannya. Belum lagi kalo cepat punya anak juga, jadi nambah beban lagi, kan. Semua yang cepat memang akan menambah beban. Apalagi setelah nikah cepat dan memutuskan untuk cerai cepat. Beban lagi.

Begitu pun saat “keluar cepat”…
Pihak perempuannya akan jadi kesal. Rasa kesal tentunya akan menimbulkan gelisah. Dan itu merupakan perasaan yang membebani. Gitu, ya, katanya orang-orang yang udah meniqa~


cepat
Karena belajar dari berbagai fenomena yang menunjukkan bahwa hal yang cepat akan menambah beban itulah, makanya aku nggak mengungkapkan cinta padamu dengan cepat, agar aku tidak menjadi beban. Toh, saat ini kamu lagi dekat dengan orang lain~



Sumber gambar:
1) http://www.scmp.com/magazines/style/people-events/article/2117053/10-most-powerful-filmmakers-scoring-chinese-box-office
2) https://blog.red-badger.com/blog/2016/04/07/deadline-driven-development-just-stop
3) http://www.urbanwomen.org/blogs/read/Anak-sulung-Tulang-Punggung-Kedua-Keluarga
4) https://ibuarisusanti.wordpress.com/2015/12/17/pernikahan-dini/
5) https://twitter.com/irvinalioni/status/922504349837795328
Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »

7 comments

Click here for comments
2 January 2018 at 08:36 ×

Haw bajingaaaaaan. Ujung-ujungnya mesum juga. Keluar cepat anjir. Pas baca di awal-awal juga udah duga sih, tulisan berfaedah ini bakal diakhiri dengan sesuatu yang tabu bagi anak polos sepertiku. Ternyata bener. Hahahahak.

Hmmm selama ini kita sering denger soal "Siapa cepat dia dapat," kalau lagi naksir orang. Eh gimana ya. Hmmm gini, kalau misalnya kita naksir orang terus gak segera diungkapkan, ntar bisa ketikung temen. Itu kan yang sering ditakutkan pejuang cinta? Takut diambil orang itu gebetannya. Tapi setelah baca ini, semoga para pejuang cinta itu tidak merasa terbebani dengan ketakutan mereka itu. Slow down baby, take it easy let it flow~

Reply
avatar
Rizqi Akbar
admin
2 January 2018 at 13:02 ×

Setelah poin nikah cepat sudah terpikir bakal ngomongin keluar cepat juga.

Menahan untuk tidak mengungkapkan cinta cepat-cepat agar tidak jadi beban, bagus nih alasannya hehehe

Reply
avatar
Adityar
admin
6 January 2018 at 09:19 ×

Dari Shaolin Soccer nyambung ke ranjang Irvina, jangan-jangan memang ada konpirasi di sana. Jika tidak ada, mungkin yang ada adalah kontrasepsi.

Tapi bagaimanapun juga, semua yang cepat karena dicepet-cepetin tidaklah bijak. Semua yang baik-baik ada waktunya, makanya jangan buru-buru menikah - Tyar, ketika ditanya kenapa belum menikah.

Reply
avatar
6 January 2018 at 17:04 ×

Ya ampun saya anak polos yang secara tidak sengaja membaca blog ini. :D
Dari shaolin soccer nyambungnya kesitu, dan malah nyambung lagi soal perasaan, hahaha. Gokil abis.

Btw, salam kenal ya!

Reply
avatar
Wisnu Tri
admin
8 January 2018 at 17:58 ×

Itu kenapa bisa dapet skrinsut twit begitu, sik?
Mana ngga di follow lagi. Hahaha

Saya mau ngomentarin Shaolin Soccernya aja lah.
Mentang - mentang berlabel "shaolin" terus itu jersey pemainnya kudu kedodoran gitu ya? Tapi enak juga sih kayanya misal main bola pakai bahan tipis macam itu, bakal ngga cepet panas. Adem terus XD

Reply
avatar
13 January 2018 at 12:35 ×

wah, dulu sha lahir prematur 7 bln beberapa hari. :|

Haw, nanti nyesel loh. apalagi dianya udah dekat sama orang laen

Reply
avatar
16 January 2018 at 12:44 ×

Udah mengira pasti di belakang ada twistnya. Pasti ada. APAAN DAH BAWA-BAWA NGECRIT PREMATUR KAMPRET. Mana yang ngetwit junjungan KK lagi, mpok pina. Kalau dia baca, entah apa responnya. Hahahahahahahahaha.

Aduh ngakak nggak kontrol baca postingan ini.

Tapi kalau dipikir-pikir, waktu yang terasa cepat sehingga kita merasa makin terbebani justru membuat performa kerja lebih oke loh. The Power of Kepepet is a real thing. Yuhu ~

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon