Howhaw #186: Tentang Janji, Mana yang Pantas Disebut Janji dan Mana yang Omong Kosong

Assalamu’alaikum..

Untuk meyakinkan seseorang atau untuk melakukan kesepakatan bersama, biasanya kita melakukan perjanjian. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, janji merupakan ucapan atau kesepakatan antara dua orang atau lebih yang menyatakan kesanggupan dan kesediaan untuk melakukan sesuatu. Dalam pemenuhannya, janji terikat oleh keadaan atau waktu tertentu. Misalnya, akan memenuhi janjinya setelah dia mendapatkan sesuatu, atau akan memenuhinya pada tanggal tertentu di hari mendatang.

Karena tindakannya terikat oleh waktu dan orang lain, janji biasanya disamakan dengan utang. Orang yang berutang wajib melunasi utangnya, begitu pun dengan janji.

janji

Tapi kenapa saat berjanji, banyak yang nggak menepati?

Karena dalam istilah akuntansi, utang adalah meminjam pada orang lain yang dilakukan oleh diri sendiri. Jika orang lain yang meminjam pada kita, disebutnya piutang. Saat menagih pinjaman kita pada orang lain, itu namanya menagih piutang.

Kalo janji disamakan dengan utang. Jadinya, janji adalah kesediaan kita melakukan sesuatu, dan orang lain yang menagih. Masalahnya, nggak ada istilah pijanji, yang mana orang lain yang bersedia melakukan sesuatu dan kita yang menagihnya. Sehingga, ketika kita menagih janji, artinya kita menagih kesediaan kita sendiri. Itulah mengapa, saat menagih janji orang lain, dia meminta kita bersedia memaafkan atau bersedia memanjangkan waktunya. Mestinya ada pijanji.

Namun, janji dan utang ini sebenarnya nggak bisa disamakan. Di sekolah dasar dulu, ada istilahnya janji murid. Kalo janji adalah utang, maka janji murid isinya bukan tentang kesediaan menuntut ilmu dan disiplin, melainkan kasbon ibu kantin. Ditambah lagi, janji kalo benar-benar tidak mampu ditepati (misal mengalami musibah, sakit dan sebagainya), atau janjinya berupa tindakan yang dilarang (seperti berjanji akan mencuri) atau ada unsur paksaan, janjinya tersebut boleh nggak ditepati. Tapi utang, nggak bisa begitu. Harus dilunasi. Bahkan bunganya—yang di luar angka utang itu—harus dibayar pula. Walopun bayar bunganya itu bisa disebut kepaksa.


Berbicara tentang utang, jadi keinget acara di Indosiar

Namanya Mikropon Pelunas Utang. Jadi di acara tersebut, akan dihadirkan dua orang dengan permasalahan utangnya. Disuruh menceritakan berapa jumlah utangnya dan kenapa sampai berutang. Saat bercerita, dibuat sedramatis mungkin. Dua kontestan tersebut diminta untuk bernyanyi, yang menurut juri lebih bagus (entah bagus nyanyinya atau bagus cerita sedihnya), akan maju ke babak bonus.

janji

Di babak bonus, dia harus memilih/menebak satu dari tujuh atau sepuluh mikropon, mana yang menyala. Kalo benar, semua utangnya akan dilunaskan. Kalo salah, akan diberi uang satu juta. Iya, kayak judi, sih, jadinya.

Dari komentar orang yang nonton sekilas, mereka mengecam acara tersebut. Menjual dan mengadu penderitaan orang lain, katanya. Mana di akhir nggak beneran dilunasi, tapi mesti nebak-nebak. Namun, bagi yang menonton tiap hari, dikatakan acara tersebut sangat menyentuh. Mengajarkan kalo ada yang lebih menderita, sehingga kita patut bersyukur. Dan bagi peserta, acara tersebut merupakan harapan. Menang atau kalah, bisa mendatangkan donatur lain yang mungkin peduli. Terlebih, jika sampai babak bonus, mereka jadi punya tambahan sejuta untuk hidup.

Namanya juga pandangan, masing-masing orang punya penilaiannya sendiri. Terlepas pandangan orang terhadap acaranya, saya lebih fokus pada siapa yang pernah hadir di acara tersebut. Mulai dari artis besar, sampai menteri Indonesia pernah dibuat sesenggukan. Menurut saya, menteri yang hadir tersebut harusnya bukan sebagai juri, melainkan sebagai peserta. Sekalian juga ajak bapak presiden.

Lumayan kalo sampe benar di babak bonus. Utang Indonesia bisa lunas. Cerita menyedihkannya? Ada. Gegara utang luar negeri Indonesia, masyarakatnya sampai berharap pada acara seperti itu dengan membuang harga diri dan membeberkan aibnya. Tanpa mau meminta bantuan negara yang emang kalo meminta pun, nggak bakal dipeduliin. Padahal ketika musim pemilihan, udah berjanji akan menyejahterakan. Kurang menyedihkan apalagi coba?

Karena janji pemimpin pun banyak yang tidak ditepati, ditambah lagi banyak orang yang tidak menepati janji-janji manisnya, orang-orang jadi tidak suka pada siapa yang berjanji. Mereka mengatakan, “Lebih baik yang memberi bukti, bukan janji.” Serta juga, mereka jadi nggak mau berjanji karena nggak yakin bisa menepati.


Padahal, janji itu lebih penting daripada bukti

Kenapa? Biar ada alasan buat menagihnya. Kalo dia nggak pernah berjanji, apanya yang mau dibuktikan? Misal, kita milih pemimpin karena melihat di kedudukan dia sebelumnya menunjukkan hal yang membanggakan. Ketika jadi pemimpin, kok, dia nggak banyak membuat terobosan yang membantu rakyatnya? Cuma numpang nama dan ngurusin hal-hal standar bernegara.

janji

Kita mau demo gimana? Mau menagih apaan? Nagih hal yang nggak pernah dijanjikan, entar dijawab, “Kan saya ngak pernah janji.”

Dari itulah, janji itu sangat penting. Memang susah untuk menepati janji, tapi bukan berarti kita nggak boleh menjanjikan sesuatu pada orang lain. Jangan kebanyakan aja janjinya.

Sebab sulitnya menepati janji, makanya orang yang nggak mau berjanji, juga nggak boleh menagih janji orang lain

Kenapa? Dengan dirinya saja dia tidak percaya, bahkan merasa tidak pantas berjanji. Masa mau meminta orang lain untuk percaya kalo dirinya sangat pantas menerima janji yang orang lakukan dengan segenap kesungguhan. Janji itu berat, sakral, menghargai kesakralannya bukan dengan cara nggak mau berjanji, melainkan jangan mengumbar janji yang emang diniatkan untuk main-main.

Dan yang paling utama, bedakan mana yang bisa disebut janji dan mana yang bukan. Orang zaman sekarang banyak yang beranggapan asal menyebut kalimat yang mengandung kata “janji” dianggap harus ditepati. Padahal tidak demikian. Ada yang bisa disebut janji, ada yang bisa disebut omong kosong.


Janji itu diucapkan dengan tujuan kebaikan bersama, kalo mendatangkan keburukan, itu omong kosong hitungannya

Misalnya seperti kejadian beberapa tahun lalu, seorang wanita pendukung MU yang berjanji di media sosialnya, rela diperkosa kalo dalam pertandingan kala itu MU yang didukungnya kalah. Tujuannya aja tidak baik, mana pantas itu disebut janji. Uniknya, ketika MU kalah, ada aja orang yang menagih minta gilirannya sambil berdalih bawa ayat suci kalo janji harus ditepati. Apaan.

Juga kalo masih ingat ama Pak Joko Anwar di tahun 2009. Waktu itu beliau berjanji akan telanjang di Circle K kalo followernya tembus tiga rebu. Ketika beneran tembus, orang-orang pada menagih janjinya. Padahal yang begitu mah bukan janji, omong kosong. Make bikini aja di pusat perbelanjaan udah melanggar etika. Beli obat di apotek cuma pake sempak aja ditangkap, kan? Berarti janjinya tersebut nggak baik. Nggak perlu ditepati.

Tapi kenapa Joko Anwar tetap saja mau melakukannya? Padahal perintah Tuhan kalo isi janjinya tentang hal buruk, sebaiknya tidak dilakukan. Tuhan loh itu yang menganjurkan. Terus kenapa nggak dituruti anjuran Tuhannya? Ya, kan, Mas Joko Anwar itu… … …. Pengabdi Setan.
.
.
.
.
.

janji
.
.
.
Sutradaranya.



Sumber gambar:
http://www.bintang.com/celeb/read/2928284/joko-anwar-hidupkan-kembali-film-pengabdi-setan
http://penyejukjiwa.com/setia-sampai-mati/setia-sampai-mati/
http://www.indosiar.com/shows/mikrofon-pelunas-hutang
http://yusranyahya.blogspot.co.id/2016/09/tuntut-diangkat-pns-ribuan-thl-tb.html
Previous
Next Post »

36 comments

Click here for comments
26 July 2017 at 22:49 ×

AKHIRNYA SADEEES. Meskipun bukan seorang yang ngikutin film, tetep ngakak setelah tau latar belakang Joko Anwar adalah seorang ... ya, itu deh. xD

Dulu banget pernah jadi twit kalau nggak salah ya? Gara-gara twit itu sedikit kepikiran sih, yang menagih janji. Selama ini aja sering merasa nggak menepati janji. Janji, lho, bukan omong kosong. Soalnya niatnya untuk kebaikan. Nyesel banget banyak janji yang terlewat begitu aja. :(

Waktu sekolah namanya Janji Siswa. Aduh, kalau diingat lagi sampai sekarang, bahkan sampai statusnya jadi "mahasiswa", udah banyak janji yang dilanggar setelah janji itu diucapin setiap Senin pagi setiap upacara.

Untuk kali ini, komen saya aman dari putusnya koneksi internet. :))

Reply
avatar
Rido Arbain
admin
27 July 2017 at 01:39 ×

Kalau kata Icha, penutupnya BIJINGSEK sekali!

Gara-gara tulisan ini aku jadi mikir ulang, ternyata janji itu memang penting. Sejak lahir ke dunia, manusia pun sudah dijanjikan surga dan neraka oleh Tuhan.

Tapi ada yang lebih penting selain janji, yaitu tidak berkata "ah" kepada kedua orang tua.

Reply
avatar
27 July 2017 at 03:48 ×

Yah kenapa pas terakhir ada tuh orang sih wkwkwkwk

Sepertinya selain rakyat, wanita adalah makhluk yang paling kenyang akan janji-janji. Katanya sih kalo si pria engga pernah ngasih janji tandanya hubungan itu engga ada komitmen. Ya meskipun ada janji-janji yang disebabkan keterpaksaan sih.

Well, mau itu sebuah janji atau sebuah omong kosong, sebaiknya harus lebih berhati-hati deh, kasian, udah bikin orang ngarep :( - emak

Reply
avatar
27 July 2017 at 08:24 ×

Balada orang yg suka lupa sama janji :( yah ditagih di akhirat dong ntar...

Reply
avatar
27 July 2017 at 09:13 ×

SUKA SAMA ENDINGNYAAAA. HUAHAHAHAHA. Haw emang jagonya kalau masalah ending. Semoga segera happy ending ya sama anuannya. Yuhuuuuu~

Postingan ini bikin aku ingat sama drafku, aku review film terus ada ngomongin soal Mikrofon Pelunas Hutang juga. Lebih ke gaya hostnya sih, si Okky Lukman yang berusaha keras terlihat sedih biar penontonnya jadi larut sama kisah sedih pesertanya. Mau aku lanjutin tapi kok udah hilang feel-nya udah hilang. Lagian bakal jadi menye-menye. Padahal aku janji sama diriku sendiri kalau bakal kelarin draf-drafku. Baru yang Celeste and Jesse kemarin yang aku kelarin. Huaaaaa. Janji sama diri sendiri aja susah ditepatin :( Dan bikin aku keingat janjiku sama kamu. Huaaaaaaaa. Waktu itu pernah janji terus nggak aku tepatin. :(((((((

OH iya, ku juga jadi ingat dialog di serial drama India tadi pagi. Ada adegan dokternya bilang kalau dia nggak bisa ngejanjiin apa-apa karena dia nggak mau memberi harapan palsu. Dan ya, janji adalah harapan. Kita nggak bakal berani berharap kalau nggak dikasih harapan. Sama aja kayak kita nggak berani nagih bukti kalau nggak dikasih janji. Gitu kan ya, Haw?

Reply
avatar
Deva Fredeva
admin
27 July 2017 at 13:39 ×

Bwkwkkw ujung-ujungnya Joko Anwar. Apawhat banget Kang :"D

Anyway aku juga kurang suka liet acara tv satu itu. Anehnya, Nyokap aku suka nontonnya. Jadi di rumah selama liburan malah disuguhin acara itu saban hari. Mataku :"((

Ya setuju sama Akang, itu kan aib yak, malah jadi ajang sedih-sedihan. Dan bener, harusnya yang ikut itu Presiden, biar semuanya turut nyumbang untuk Indonesia. Haft. Pemikiran yang superb sekali :"))))

Reply
avatar
salaminzaghi
admin
27 July 2017 at 15:27 ×

biasanya klo pedekate sama cewek suka janji2 nihh -__-) duhhh,.

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 July 2017 at 19:31 ×

Yang penting ngikutin jalan yang lurus biar masuk sorga, Rob..

Iya. pernah kujadikan twit, udah kebiasain sih. Apa2 yang muncul jadi ide biasanya kutwit dan kulike, gak biasa kutulis di note soalnya. Yah, dicoba pelan2 aja. janji satu, tepati, janji lagi tepati. gitu2 aja lah entar.

Aku sebenernya belom pernah dapet sekolah yg mengharuskan ngucapin janji siswa sih, itu taunya dari sekolahnya temen. :D

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 July 2017 at 19:34 ×

Itu komennya akang juga udah kayak Icha, "bikin aku mikir" "bikin aku ingat" "bikin aku.. ..." :D iya kang. tanpa ngasi bukti surganya seperti apa.

Wah, luar biasa sekali sarannya kang. :-d

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 July 2017 at 19:37 ×

Emangnya kenapa kang asep? :D

Hahaha.. iya, gegara kepaksa, jadinya janji. tapi karena kepaksa, susah ditepati. dianggap lelaki yg berjanji itu gabaik. tapi kalo gak janji, dibilang gak komitment. siklus yang tiada hentinya.

Bener, kang asep, dan seperti kata rido, saran emak tersebut gaboleh dijawab dengan "ah".

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 July 2017 at 19:44 ×

Nggak tau juga bg, yang jelas bakal ditanyain kan yak..

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 July 2017 at 19:51 ×

lanjutin aja chaaaa... aku mau bahas lebih jauh tapi entar kepanjangan. gatau kenapa akhir2 ini kalo update blog aku suka kepanjangan. dulu biasanya maksimal sampe 700 kata. sekarang bisa 1200an kata. janji apaan emang kamu ke aku, Cha? prasaan kagak ada deh.

pagi2 nonton india? berasa tahun 90an banget dengan inspektur vijaynya. :D justru dengan begitu pasien/keluarganya bakal down, kan? org diharapkan malah bilang begitu. bahkan dalam ajaran islam dikatakan, jika ditanya keadaan, anjurannya bilang baik. karena itu memberi ketenangan dan bisa jadi doa pula. keinget cerita nabi Muhammad menjelang wafatnya, sahabat bertanya bagaimana keadaannya, dijawab, baik-baik saja. yah, janji bisa jadi harapan, tapi bukan untuk dijadikan mainan untuk sembunyi dari kesalahan.

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 July 2017 at 20:13 ×

Ya yes memang indeed Neng...

hahaha.. kok di rumah saya nggak pada suka ya ama film itu, malah nontonnya sinetron RCTI kayak anak jalanan gituh. :D

Iya, kapan lagi coba utang bisa dilunasin gitu. :-d

Reply
avatar
Hawadis
admin
27 July 2017 at 20:17 ×

Yang penting ditepati aja lam. ngerasa ketipu itu kan gaenak. inget2 lagi pengalaman pas beli Pallu Basa. :ng

Reply
avatar
Rido Arbain
admin
27 July 2017 at 23:20 ×

Nah, kan. "Bikin aku mikir" itu persona Icha banget, ternyata ada yang ngeh juga. Hahaha

Reply
avatar
Hawadis
admin
28 July 2017 at 00:31 ×

Saya orangnya peka soalnya, Kang. :D Modal buat nge-impersonate kelak.

Reply
avatar
29 July 2017 at 19:10 ×

Kayaknya utang negara juga ga akan kebantu dengan acara stasiun televisi swasta tersebut. Hahaha..

Reply
avatar
Kresnoadi DH
admin
29 July 2017 at 23:57 ×

Gue malah ngakak tiap denger atau nonton Mikropon Pelunas Utang sampe bikin podcastnya *promo Muahaha.

ITU TAPI KENAPA ENDINGNYA DIBAWA-BAWA YAA JOKO ANWAR. Gue sempet liat videonya sih yang dia ke Circle K. Tapi pas dia bikin janji gue kayaknya belum ngerti main twitter. Muahaha. *nangis di pojokan

Reply
avatar
30 July 2017 at 02:26 ×

krn janji bukan utang shg banyak yg suka janji tp dingkari sendiri, wong utang saja suka malas bayarnya

Reply
avatar
andrie
admin
30 July 2017 at 14:51 ×

Iyadong kalau udah berjanji harus berani menepati, jangan cuma omong kosong aja

Reply
avatar
Tomi Azami
admin
30 July 2017 at 21:45 ×

gak kebayang kalau acaranya jadi mik pelunas janji, isinya dpr dan pemimpin daerah haha
yang bu Khofifah pas kebeneran gue nunton langsung tuh pas buka di warteg haha, gak setuju ah kalau mentri jadi peserta, kan gak pernah janji, kalau nanti saya jadi mentri saya akan blablabla

kok gak disambungin ke hati dan bikin baper, bbang? juga gak ada "belajar soal janji memang gak bisa buat beli somay"


((karena di gue kolom komentarnya masih muter terus, bang, jadi komenya disini ya, bang. numpang ya, Cha))

Reply
avatar
puputs
admin
30 July 2017 at 22:19 ×

ew update bener sie, ampe tau fans MU janji omong kosong kek gitu :p,

kebetulan banyak orang yg gw kenal senengnya umbar janji.. iya2 gampang, karena memang lidah gak bertulang kali yak.. jadi enteng banget bersilat lidah kalo janjinya ditagih..

Reply
avatar
Andi Nugraha
admin
1 August 2017 at 13:39 ×

Wa'alaikumsalam..
Aku ko baru tahu dan denger ya, Mas, acara Micropon Pelunas Hutang. Jadi penasaran, di youtube ada gak ya, pengen tahu aja, sih. Coba di cek nanti lah...

Baiknya sih, kalau udah janji harus di tepati, jangan cuma ngomong aja, setelah terjadi kabur..

Tapi omong kosong yang dilontarkan diatas, seperti halnya mau telanjang itu,betul kalau buruk itu gak usah dilakukan. Dan aku baru tahu kalau J Anwar itu pengabdi setan. Emang, bener gitu ya, Mas?

Reply
avatar
Wisnu Tri
admin
1 August 2017 at 15:10 ×

akhirnya rasa penasaranku sama awal-awal acara si mikrofon ini terjawab sudah :D
kalau nonton mesti pas udah mau selsai. sempet bingung ini acara 2 jam ngapain aja? wkwk
mana paling males kalau pas suruh nyanyi di depan mik, terus didramatisir lama banget

haha, endingnya harus sang pengabdi setan banget yak? XD

Reply
avatar
2 August 2017 at 12:24 ×

baru tau ada acara ini di tv. jujur, stasiun tv itu adaalah stasiun tv yang paling saya hindari. hahaha karena caranya terlalu lebay dan durasinya rata2 terlalu lama. males nontonnya hahahaha

setuju sih, mirip judi. kebayang malu banget tampil di situ. etapi ya demi beban berat bernama hutang. tetep dilakuin..

ngakak baca endingnya. hahaha emang nih, howhaw paling pinter bikin ending.

Reply
avatar
Hawadis
admin
2 August 2017 at 23:06 ×

Kan isinya bukan nebar janji, tapi nyeritain kesedihan doang Tom.. xD

Itu khusus segemn Visika Tooooommm... ini mah cuma artikel biasa aja. :D

Iya gak apa Tom, maaf yak kalo lemot gini kolom komentarnya muncul.

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 August 2017 at 00:05 ×

Kita tidak pernah tahu jika belum mencoba karena untuk melunasi utang tidak hanya dgn kerja kerja kerja, bisa juga dengan nyeritain kesedihan. :(

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 August 2017 at 00:06 ×

Aku belom dneger Di. pas kuputer gada suaranya soalnya. ntra dicoba lagi.

Hahaha.. kita masih sibuk di ranah pesbuk di tahun tersebut. :D

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 August 2017 at 00:07 ×

Iya, begitu. Kalo janji adalah utang, berarti mereka bisa bayar pake janji aja.

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 August 2017 at 00:08 ×

Justru saya di atas malah bilang kalo nggak nggak apa kalo nggk nepati janji dgn keadaan tertentu. @@,

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 August 2017 at 00:09 ×

Hahaha... kadnag mereka gabisa bayar janji karena emang sedari awal memang gak niat buat nepatin sih. alias buat alasan doang.

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 August 2017 at 00:11 ×

Di yutup gak lengkap Mas, mending nonton di tipinya aja sekali. xD

Tergantung apa yg dijanjikan dan bagaimana keadaannya di saat hari perjanjian itu.

Hahaha... coba cek aja di google dgn keyword, joko anwar pengabdi setan. :-d

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 August 2017 at 00:12 ×

Hahaha... acaranya dianggap bagus ama org rumah yg berpikiran positif sih. makanya banyak yg masih nonton. punya keinginan buat ikutan biar utangnya lunas juga sih.

iya, dramatisirnya keterlaluan banget. aib loh itu.

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 August 2017 at 00:13 ×

Hahaha... saya juga Sha. dulu sih paling ditunggu ketika hari minggu.

Iya, orang menaruh harapan lebih besar dibanding beban yg mungkin membuatnya malu. :)

Reply
avatar
Andi Nugraha
admin
7 August 2017 at 02:16 ×

Coba aku cek dulu di si mbah google deh, Mas. Penasaran..he

Sekarang kalau nonton TV suka males, banyak iklanya..haha
Dan, banyak film yang kurang suka :D

Reply
avatar
Hawadis
admin
8 August 2017 at 22:37 ×

Hahaha... Acara begitu doang padahal.

Yagimana, iklan itu seperti pajak bagi pemerintah. untungnya dari sana. :D

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon