Howhaw #184: Cara Cepat dan Mudah Menghapus Dosa-Dosa Kita

Assalamu’alaikum…

Sejak kecil, kita sudah diperkenalkan dengan istilah “dosa dan pahala”. Jika kita melakukan perbuatan baik, akan mendapatkan pahala. Sedangkan jika melakukan perbuatan jahat, akan diganjar dosa. Dosa akan menyebabkan kita lebih dekat dengan neraka dan pahala akan menuntun kita pada surga. 

Di dalam keseharian, terdapat pembagian jenis dosa. Ada dosa kecil dan ada dosa besar. Saya sendiri juga nggak tahu maksud dan tujuan dari pembagian dosa tersebut. Seolah kita jadi punya pilihan untuk melakukan dosa, mumpung jenisnya dosa kecil.


cara cepat menghapus dosa

Selain karena dianggap sebagai dosa kecil, orang-orang melakukan perbuatan dosa juga karena hal-hal berikut:

Terpaksa 

Ini paling sering jadi alasan. Mencuri, walaupun udah jelas dosa dan merugikan orang lain, tetep bakal dilakukan dengan dalih terpaksa. Hal ini bukan nggak beralasan, karena dalam ajaran saya pun dikatakan, hal yang nggak boleh, bisa jadi boleh kalo keadaannya terpaksa. 

Makan babi itu haram, tapi kalo gak ada makanan lain dan membahayakan nyawa, jadi boleh. Bercermin dengan ajaran tersebut, orang-orang beranggapan kalo semua perbuatan nggak baik boleh dilakukan asal dalam keadaan terpaksa. Memang, sih, bukan itu maksud dari ajarannya. Tapi, siapa juga yang mau memperdalam ajarannya kalo nggak mendatangkan keuntungan, yekan?


cara cepat menghapus dosa

Yang diketahui, asal terpaksa, berarti boleh melakukan apa pun. Tapi kalo belajar lebih dalam, malah menjadikannya nggak boleh. Ya, orang milih nggak memperdalam lah. Hidup ini penuh perhitungan, Bray.

Bisa dibayar dengan kebaikan lain

Mungkin sejak kecil mereka pernah dengar nasihat, “Ikutilah perbuatan buruk dengan kebaikan. Maka kebaikan tersebut akan menghapus (dosa) dari perbuatan buruk.” Dengan adanya dalil seperti itu, apa lagi yang perlu dikhawatirkan? Mencuri uang itu perbuatan jahat, sedekah perbuatan baik. Biar kejahatan mencurinya kehapus, hasil mencurinya ada yang disedekahkan. Pinter. Makanya seseorang tetap melakukan pencurian walo nggak lagi terpaksa. Bisa dihapus dengan kebaikan~ Walo bukan itu maksud dalilnya, tapi siapa juga yang mau nyari tahu kalo malah menjadikannya nggak boleh mencuri lagi?

Masalahnya, ternyata nggak semua perbuatan baik bisa menghapus dosa perbuatan buruk. Jadi, ketika melakukan kebaikan, ya, dapetnya pahala. Dosa sebelumnya? Tetep. Karena tiap dosa akan dihisab (diperhitungkan dan dibalas nantinya), berarti meskipun pahalanya banyak, akan tetep disiksa. Udah capek-capek jadi orang baik, eh, dosa pas lagi jadi orang isengnya nggak ilang. Itu kayak beli berbotol-botol pembersih komedo, eh, gabisa dipake buat bersihin noda kecap di pakaian.

Dari itu, perlu dipilih perbuatan baiknya yang bisa menghapus dosa. Namun, perbuatan baik yang bisa menghapus dosa, biasanya berat untuk dilakukan. Berdasarkan ceramah yang pernah saya dengarkan, beberapa perbuatan baik yang bisa menghapuskan dosa, antara lain.
  • Taubat, ini lebih ke penebusan, sih. Ketika sadar telah berbuat dosa, langsung menyesal dan berjanji nggak akan mengulangi. Kalo perbuatan dosanya merugikan orang lain atau ada hakim yang menangani perihal pengakuan dosa tersebut, bisa dilakukan suatu hukuman yang sesuai. Dan tadaaaa.. dosa tersebut langsung hilang. Tapi yang namanya mengakui kesalahan sendiri, yak, palagi ditambah ada hukumannya, pasti berat dilakukan~
  • Berhaji yang mabrur, modal jadi haji karena udah ke Mekkah aja nggak cukup. Harus mabrur baru bisa dihapus semua dosanya. Berangkat hajinya aja berat, apalagi mabrur, yak.
  • Syahid, atau meninggal karena memperjuangkan kebenaran. Meninggal loh itu, kurang berat apalagi coba?
  • Musibah/sakit, gasengaja lidah kegigit aja udah mengaduh, apalagi dapat musibah yang sakitnya lebih besar? Tapi tentang lidah, emang sakitnya karena nggak sengaja, sih, karena kalo gigit lidahnya sengaja, malah minta nambah.
  • Puasa sunnah arafah, dilakukan sehari sebelum iduladha. Puasa ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang. Masalahnya, kalo dosa yang kita lakukan itu setahun lebih sehari yang lalu, jadi kagak kemasuk kategori keapus, kan?

Karena perbuatan baik di atas memang susah dilakukan, untuk itu diperlukan tindakan lainnya yang bisa menghapus dosa. Terutama yang mudah, cepat dan efektif untuk dilakukan.

Manfaatkan Sumber Daya Manusia dan Teknologi

Manusia jumlahnya sangat banyak. Masing-masing memiliki sifat dan sikap yang berbeda. Ada yang suka menolong, ada yang suka minta tolong, dan ada yang suka ngomongin orang yang minta tolong dan nolongin tadi. Ngomongin orang, terutama tentang yang nggak baik, bisa digolongkan sebagai menggunjing. Menggunjing itu ghibah, dan ghibah merupakan perbuatan yang memberikan dosa bagi yang melakukan dan menghapuskan dosa orang yang digunjingkan.


cara cepat menghapus dosa

MENGHAPUSKAN DOSA ORANG YANG DIGUNJINGKAN. Saya stabilo-in biar makin jelas. Kalo untuk menghapus dosa melalui perbuatan baik, kita bisa kelelahan, bisa sakit, dan ngabisin duit. Tapi melalui cara ini, sambil tiduran juga bisa. Mudah bin gampang. Dan jumlah orang yang suka menggunjing ini banyak banget di media sosial. Walaupun kita nggak nge-follow mereka, kita tetap bisa jadi sasaran penggunjingannya karena mereka aktif sekali mencari objek untuk digunjingkan.

Lakukan di waktu paling optimal
Sebenarnya, bisa saja dilakukan kapan pun. Namun, karena menggunjing (ghibah) itu perbuatan tidak baik, dan perbuatan tidak baik katanya dipicu oleh bisikan setan, yang artinya kalo ghibahnya itu karena setan, ya, nggak bakal memberi efek apa pun. Setan emang omongannya buruk, ngomongin tentang keburukan. Wajar. Padahal yang harus dimanfaatkan itu sumber daya manusianya.

Memang, sih, dalam bergunjing, orang-orang nggak kenal waktu dan tempat. Takutnya, itu bukan orang. Mosok ngaku orang, kok, omongannya selalu tentang keburukan? Untuk antisipasi aja, sih, biar gunjingannya memiliki pengaruh yang efektif dalam menghapuskan dosa-dosa kita.


cara cepat menghapus dosa

Dari itu, harus dipilih waktu yang bebas godaan setan karena hasilnya jelas. Kapan setan nggak menggoda? Pas bulan puasa.

Jaimlah sebelumnya, lalu pasang avatar dengan foto norak dan alay
Sebelum menjelang bulan puasa, jaimlah dengan menjadi sosok yang bijak. Sebarkan sesuatu yang berbau motivasi atau dakwah. Hal ini akan menimbulkan kesan bagi mereka yang demen menggunjing kalo kita ini adalah orang yang sok. Nggak apa-apa, karena anggapan tersebut akan jadi pemicu derasnya gunjingan dan ledekan mereka. Makin deras gunjingannya, makin banyak dosa-dosa kita yang berguguran.

Selanjutnya, ketika memasuki bulan puasa, rutinlah mengganti avatar dengan foto yang terlihat norak dan alay. Ingat! Norak dan alay. Karena hal tersebut akan bertentangan dengan status dan image yang kita jaga sebelumnya. “Statusnya sok bijak, tapi fotonya alay,” sungguh kombinasi yang mana lagi yang perlu digunjingkan? Lakukan pergantian avatar tersebut sehari sekali biar ke-notice.

cara cepat menghapus dosa
Contoh doang
Ketika mereka yang demen menggunjing melihat, biasanya avatar kita akan disimpan atau di-skrinsyut, kemudian disebarkan di grupnya. Ini keuntungan yang luar biasa. Jika satu orang yang menggunjing bisa menghapuskan dua satuan dosa per ucapan, dan jumlah anggota grup yang ikutan menggunjing mencapai  dua puluhan, ini merupakan pencapaian yang luar biasa~

Yang perlu diperhatikan juga, jangan menggunakan foto yang menunjukkan hal tidak baik atau emang pantas dijelek-jelekkan. Misal menggunakan foto dengan pose nakal, kayak foto dengan pose lagi nyolong sendal di masjid. Karena kalo foto yang dijadikan avatar memang jelas menunjukkan hal tidak baik, gunjingannya nggak memberikan pengaruh untuk dosa kita. Yang ada malah menambah aib sendiri.

Demikianlah cara cepat dan mudah menghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Semoga bisa bermanfaat dan menjadikan pribadi yang kadar dosanya nol, sehingga masuk surganya tanpa melalui hukuman balasan terhadap dosa terlebih dulu~


Sumber Gambar:
https://abumuhammadblog.wordpress.com/2013/03/19/amalan-singkat-cukup-beberapa-menit-penghapus-dosa-2/
http://www.nukeufo89.com/2016/01/permintaan-ini-dapat-membuka-minda-anda.html
http://gambardpbbmislami.blogspot.co.id/2016/03/lupa-dan-terpaksa.html
https://nabilaswar222.wordpress.com/2012/08/12/di-bulan-ramadhan-katanya-setan-dibelenggu-kok-masih-ada-maksiat/
http://faridazroel.blogspot.co.id/2013/02/gaya-harajuku-ulzzang-dan-alay.html

Previous
Next Post »

17 comments

Click here for comments
30 June 2017 at 07:07 ×

Gue sepertinya sudah banyak menghapuskan dosa orang lain deh. Iya, akibat gibah. Ini harus bahagia apa sedih, sih? :):

Kan niatnya baik untuk menghapus dosa orang lain. Wqwq.

Kalau orang yang rajin puasa Arafah sejak akil balig sampai saat ini, itu kira-kira nggak punya dosa dong, Haw? Kan kehapus terus. :|

Reply
avatar
How Haw
admin
30 June 2017 at 07:34 ×

Harusnya kalo puasa arafah terus, tiap tahun selalu bersih kan yak. Masalahnya, kayak bayar spp sekolah, dgn bayar penuh, berarti aman buat satu semester ke depan dan artinya juga udah aman semester sebelumnya. Namun, di dalam semester yg dilakukan, ada tagihan kelas, ada biaya nyari tugas, ada jadwal wajib yg kalo gak dilakuin bisa dianggep gak lolos semester tersebut. Sia-sia. sama juga sepertinya, walo diampuni, kalo gak ngejalani kewajiban dan lain2nya di tahun tersebut, ya sama aja kayak nggak berlaku pengampunannya.

Org seperti kita yg demen ghibah perlu diternakkan, Yog. Karena bisa membantu org lain mencapai cita2nya masuk surga dengan mengurangi dosa mereka. Lagian sayang kan kalo punya banyak pahala nggak diabisin~ :p

Reply
avatar
30 June 2017 at 10:17 ×

walah saya malah setuju tuh. ibarat gali lubang tutup lobang dong yog. hehehe...
Tapi gimana pun sih, cara paling asyik untuk menghapus dosa dan tidak menyebarkan virus ghibah sendiri adalah dimulai dari sendiri dan lingkungan sekitar seperti menjalankan perintahNYA dan membantu siapapun. Kalau kita mikirnya kayak gini itu ibarat kita nanyain siapa pencipta tuhan? jawabannya gak bakal nemu ujungnya.

Reply
avatar
30 June 2017 at 11:07 ×

"Karena kalau lidah gigitnya sengaja, malah minta nambah."

TOLONG JELASKAN ITU MAKSUDNYA APA, HAAAAAAAW......

Anjir lah disambungin ke kebiasaan suka gibah. Itu emang related sama fenomena jaman sekarang sih. Baik di media sosial, grup chat, sampe ya di lingkup pertemanan dunia nyata. Sama kayak Yoga, ini harusnya bahagia apa sedih sih? Huhuhuhuhu.

Dan ya... kadang nggak bisa bedain antara ngegibah sama curhat. Dulu rasanya ada jamaah Mamah Dedeh yang nanya ke Mamah Dedeh soal itu. Tapi jawabannya aku lupa. HAAAH SAYANG SEKALI. Kalau menurutku sendiri sih, ada bedanya. Ngegibah itu nyeritain kejelekan keburukan orang yang gak ada sangkut pautnya sama kita. Dalam artian nggak ada masalah sama kita. Nah kalau curhat itu yang ada sangkut pautnya atau ada masalah sama kita. Tapi ya itu... aku masih ragu. Menurut Mamah Haw sendiri, bagaimana?

Reply
avatar
30 June 2017 at 11:54 ×

Btw btw.... kayaknya dulu kamu pernah pasang avatar yang berpotensi jadi bahan gibahan deh, Haw. Huahahaha. Foto yang pake topi sama jaket itu. Apakah itu contoh penerapan yang kamu udah jabarkan di sini?

Reply
avatar
How Haw
admin
1 July 2017 at 02:33 ×

Hahaha.. iya, kalo mau jadi beneran orang baik ya dengan cara baik-baik. ini artikel mah gaperlu diikutin, Mas. Isinya tergantung siapa yg mau menilai. ada pihak yg dijadikan ghibahan, ada yg pihak mengghibah dan ada yg nggak keduanya. yang saya harapakan, untuk tiap pihak bisa menyimpulkan dengan baik. Yg mengghibah jadi sadar, yang sering dijadikan ghibah menjadi lebih tenang. itu aja. :D

Reply
avatar
How Haw
admin
1 July 2017 at 02:41 ×

Nggak ada yang perlu dijelaskan lagi. Kita putus!

Bahagia aja lah. memangnya kalo sedih bakal berenti ngeghibahnya? kecuali kalo mau taubat, harus sedih biar meyakinkan~

Iya bisa begitu, Cha. curhat bisa jadi ghibah kalo curhatnya itu tentang keburukan dia lagi dia lagi. mungkin biar berimbang, kalo curhat, sesekali puji dia, lusanya, ghibahin lagi. :D

Hahahaha.. njir, jeli. Kalo ada yg jadiin ghibahan, ya berarti termasuk. tapi kayaknya nggak deh. Rangorang yang kukenal kan baik-baik semua~

Reply
avatar
Erdi
admin
1 July 2017 at 05:06 ×

Walaupun orang itu udah lebih dari keterlaluan haw? Masa dosa dia dihapus begitu aja padahal dia pantes digunjingkan, lebih dari itu jg menurut saya pantas. Wallahualam lah ya haha

Reply
avatar
Hawadis
admin
1 July 2017 at 05:37 ×

Makanya kan kubilang untuk mengupload poto yg alay standar aja. bukan yg emang pantas dibicarakan keburukannya. Ditambah lagi, mau pantas atau nggak, walau benar sekalipun, kalo tentang membicarakan keburukan orang lain dengan menjadikannya topik bersama, apalagi untuk bahan tertawaan, tetap saja nilainya ghibah. makanya ghibah ini bahaya banget. sekali-kali bolehlah kalo punya pahala menggunung.

dan iya, mau seburuk apapun orangnya, selalu saja bisa dimaafkan. sbg manusia, memang kita biasanya gak mampu. makanya memaafkan dan mengampuni jadi kekuasaan mutlak Tuhan kan. kita manusia yg gak mampu ya paling tidak nggak nambahi dosa sendiri lah. hahahaaha apa ini kalimatku..

Reply
avatar
Arum Kusuma
admin
1 July 2017 at 05:58 ×

How! Aku kira kamu lagi sadar How. Eeh ternyata mengharapkan di ghibah-in untuk menghilangkan dosa.

Ini yang bener aja mau pasang foto alay tapi ada kalimat motivasinya?! Diri sendiri aja udah malu ngeliatnya 😂😂

Reply
avatar
Hawadis
admin
1 July 2017 at 06:03 ×

lagi sadar... ... ... :D

Maksudnya, sebelum pasang foto alay itu yg update status motivasi. biar berkesan baik dulu, abis itu baru pasang poto alay. Demi dosa banyak yg buang malu, kenapa untuk melunturkannya malah ngerasa berat? Tapi gaperlu diikutin, Rum, percobaan ngehack malaikatnya gak selalu berhasil. berharapnya, gada yg ngeghibah lagi.

Reply
avatar
Dwi Nanoki
admin
1 July 2017 at 10:19 ×

ng ... tapi kan.. kalo kita melakukan itu dengan niat biar diomongin, apa terhindar dari dosa? Kan niatnya gak bagus, biar orang lakuin perbuatan dosa (ngomongin kita), hmm..

Reply
avatar
3 July 2017 at 00:14 ×

Eh, foto selfienya itu bisa ditiru nih *noted*

Hahaha brati aku harus menebar beberapa foto alay untuk membuat gunjingan agar dosaku runtuh ya? Boleh dicoba nih.

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 July 2017 at 00:36 ×

Itu poinnya kenapa mesti pake poto yg alay normal dan update status yg memotivasi. karena dengan menghilangkan niat untuk diomongin sekali pun, hasilnya sama. niatin aja memotivasi orag lain. update poto selfie dengan senyum. senyum itu ibadah. berarti berbagi ibadah dgn poto selfie.

walaupun nggak ada niatan sekali pun, bakal tetep jadi gunjingan. soalnya masalahnya itu ada di mereka. kayak pencopet di angkot, apa kita gaboleh bawa uang agar gak dicopet? kayak pencuri sendal di masjid, apa kita gausah pake sendal aja biar gak ada yg berniat mencuri? kan nggak. yang penting, kalo segan, jgn diikutin, wi. ini bisa dibilang artikel satir, sih. bahwa ghibah itu ngerugiin diri sendiri. juga ngarepnya nenangin yg jaid bahan omongan. walo menyakitkan, tapi dosanya hilang~ :D

Reply
avatar
Hawadis
admin
3 July 2017 at 00:39 ×

ELU LEBIH EXPERT TENTANG SELFIE, FEEEEBBB...

kalo elu kayaknya nggak bakal pengaruh deh, Feb.. bawaanm itu kan kocak. gabakal jadi ghibah, jadi hiburan yg bikin orang bahagia sih iyaaa~ lari2nya bukan ngegugurin dosa tapi mempercepat nambah pahala :-d

Reply
avatar
5 July 2017 at 08:18 ×

Yang pasang imej orang yg sok itu maksudnya mancing biar digunjing gitu? Biar dosa kita kesedot ama yg gunjing, wahaaaaaaaa...
Tapi engga ah haw, digunjing teteup ga enak. Mending jaga jarak aja ama golongan orang yg suka menggunjing wkkkk..#cari aman. Ga jamin dosa kita pindah soalnya, palagi klo pas digunjing kitanya ngerasa, terus baper, trus suujon, terus misuh-misuh apa ga malah kita tetep yg numpuk dosa #etdah bahasanku berat banget ini y

Reply
avatar
Hawadis
admin
6 July 2017 at 06:12 ×

Oke deh, Mbak.. sesuaikan dengan pribadi masing2 aja. nggak perlu diikuti. nggak berharap ada yg mengikuti juga sih. cuma ngasitau kalo menggunjing itu melunturkan dosa org lain dan menambah dosa sendiri secara cepat. :-d

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan baik, sopan, nyambung dan pengertian. Kan, lumayan bisa diajak jadian~ EmoticonEmoticon